MEMBURU CAMELIA Oleh : Deddy Azwar Masih ingatkah kawan-kawan dengan sesosok cewek yang dengan sudi plus sedikit terpaksa meminjamkan payungnya kepada Tekya di saat hujan deras tempo hari? Disaat keduanya berlarian menuju ke sekolah sembari membelah derasnya hujan. Mereka berlari susul susulan memghindari hujan. Kemudian ketika keduanya telah mendarat di halaman sekolah dengan keadaan basah kuyub, Tekya mengeluarkan sejumlah duit kertas lecek sebagai upah sewa, namun ditolak secara halus oleh sang cewek. Lalu dengan secepat kilat di lenyap di balik tembok sekolah. Tekya justru senang karena duit jajannya selamat. Kagetnya kenapa dia menolak? Dan yang menjadi tanya besar bagi Tekya adalah lupa menanyakan namanya. Tekya sedikit menyesal dan kepikiran terus. Untungnya mereka satu sekolah. So sedikit membuat Tekya sedikit lega. Paling tidak kapan-kapan pasti ketemu. Hanya masalah waktu saaja. Siapa sangka kejadian romantis itu menjadi sesuatu yang amat berkesan dan terbayang terus oleh Tekya. Entah kalau bagi si cewek itu? Ya, walaupun masih satu sekolah dan saru pekarangan entah sampai saat ini Tekya belum ada kesempatan bersua wajahnya. Akibat banyaknya PR di sekolah ditambah lagi kegiatan ekstrakulikuler membuat Tekya belum sempat menyelidiki keberadaan tuh cewek. Di kantin tak ketemu, di tempat ganti pakaian kosong? di lapangan bola di belakang sekolah nihil, diperpustakaan juga nggak ada, di parkiran motor apalagi. Pas upacara bendera di sekolah tiap Senin juga tidak ketemu. Tekya heran. Jangan-jangan cewek itu sosok bidadari yang dikirmkan Tuhan untukku? Tekya langsung jumawa. Oh kemanakah gerangan engkau wahai bidadariku. Jujur deh, aku belum sempat membalas kebaikanmu. Haruskah kita bertemu hanya di setiap musim hujan? Jangan dong…Pinta Tekya. Apakah pertemuan kemarin hanya sekali seumur hidup? Bagi Pola peristiwa itu romantis banget. Ingin rasanya itu terulang kembali. Basah-basah kuyub biarin deh, gua jabanin. Begitu janji Tekya dalam hati. Agak muluk memang. Semenjak minggu lalu, ditambah lagi saling tatap-tatapan tidak sengaja itu membuahkan sebuah cinta segar nan hijau. Love for the first time. Swear, kalau disuruh mengingat-ingat masih membekas senyum manisnya. Bentuk wajahnya yang oval dengan dagu nan lancip. Rambut panjangnya berwarna agak kemerah-merahan terurai. Sorot matanya nan sendu dan sayu. Badannya nan tinggi semampai. Berat badan yang proporsional. Ditambah lagi kulitnya yang putih. Oh ya bibir tipisnya nan merah merekah. Terkya langsung terbayang dengan aktris Mandarin Lin Ching Hsia jaman old. Wajahnya nyaris oriental. Sekilas Tekya bisa menilai Si cewek bukan tipe yang merepotkan pasangannya. Itu terbukti ketika dia memandang Tekya dengan malu-malu harimau. Artinya tidak jelalatan melihat cowok ganteng. Kesimpulannya Tekya merasa ganteng nih? Tepat sekali cewek itu tipe lugu dan polos. Betulkah sangkaan Tekya. Pokoknya kepolosan dan keluguan yang ditawarkan sang cewek mistrius itu begitu terpancar dari wajah innosense tanpa dosa ditambah sorot matanya yang teduh. Hanya satu kata : FEMINIM. Tekya terjangkit penyakit demam cinta. Dan yang dapat menyembuhkan adalah dokter cinta. Lalu nebus resep obatnya di apotik cinta pula. Cinta itu pula yang selalu mengusik tiap tidur malamnya. Wajah sang cewek kian terbayang melulu. Kadang tidak mengingat lokasi. Tidak di rumah, di pekarangan sekolah, di kamar tidur bahkan saat di kamar mandipun wajah imutnya selalu terbayang di pelupuk mata. Seringnya kebawa mimpi. Seakan-akan dia senantiasa hadir dalam mimpi-mimpi indahnya. Figurnya lama-kelamaan bagaikan virus yang menyerang hati dan jantung juga merusak pikiran. Memporak-porandakan jiwa. Untungnya belum bikin sakit jiwa. Tekya mulai bertingkah yang aneh-aneh. Sekarang dia mulai getol berdandan, mengatur ritme dan gaya berjalan. Tekya sudah mulai memperhatikan penampilan. Ambil contoh : Jikalau dulu boro-boro mengurusi rambut. Kadang sisir aja sering lupa kalau tidak diingatkan Mama. Seringnya kelima jarinya jadi pengganti sisir. Mau keadaan rambut awut-awutan kayang benang mah masa bodoh. Gaya rambutpun seada dan sekenanya. Rapi syukur berantantakan mujur. Mau rambut di sisir belah tengah, belah samping, belah duren atau belah ketupat tidak pernah dia singgung dan pikirin. Untuk siapa kagi kalau bukan untuk sang pujaan. Pokoknya bagi Tekya menjaga penampilan adalah yang utama, penting dan genting. Dan kalau kebelet kencing musti buka kancing untuk pipis. Ingat jangan sampai nungging kayak trenggiling. Terus kalau sudah di toilet lihat samping kiri dan kanan. Takut tahu-tahu ada pocong laki ikut-ikutan kecing juga. Wah bisa modar. Akhirnya Tekya bertekad memulai pencariannya. Diawali dengan berdoa terlebih dahulu. Rencananya dia akan mengitari seluruh tiap sudut halaman sekolah. Memeriksa setiap ruangan kelas dengan berpura-pura mencari teman. Tekya berkeyakinan kuat akan berhasil. Mustahil tidak dapat menemukan satu orang di area sekolah sendiri. Tidak ada alasan untuk menyerah. Emang seberapa besar sih halaman sekolah Tekya? Emang ada berapa lantai gedung sekolahnya? Keesokan harinya ketika masuk jam istirahat (keluar main). Tidak seperti biasanya bel istirahat jam pertama berbunyi lamaaaaa berulang-ulang. O-oh ternyata kabelnya konslet. Beberapa siswa langsung berhamburan keluar. Ada yang berjalan sendiri, mencari teman segank ataupun ikut gerombolan yang mempunyai selera seragam. Sudah bisa ditebak di otak mereka biasanya sudah terbayang-bayang akan makanan yang enak dan lezat di kantin sekolah, sudah menghantui perut mereka sejak 1 jam yang lalu. Kali ini Tekya tidak minat ikut siapa-siapa. Dia sudah berniat sejak tadi pagi ingin memisahkan diri dari teman-temannya. Tidak menerima ajakan dari siapapun. Lima menit sebelum bel istirahat berdering Tekya sudah berada di luar kelas. Sejenak kemudian Tekya sudah duduk di pokokan persis dekat jendela di kantin Kak Mail. Dengan memilih posisi duduk strategis Tekya berharap dapat memantau setiap gerak-gerik setiap aktifitas siswa dari balik tirai tanpa ketahuan. Kebetulan kaca jendela kantin Kak Mail rada gelap. Ya namanya usaha siapa tahu sang cewek kepergok sedang makan tekwan lima piring? Setelah hampir 10 menit Tekya tidak menemukan incarannya. Bidikannya belum menemui sasaran. Memasuki kam istirahat yang kedua Tekya mencoba menelusuri koridor kelas satu persatu. Tidak tanggung-tanggung, dari lantai satu sampai ke lantai tiga dia periksa. Malah sampai ke kolong-kolong meja segala. Nihil. Pada hari kedua giliran tempat parkiran motor, lapangan bola dan lapangan basket mendapat giliran. Pada hari ketiga tinggal ruang perpustakaan, ruang praktikum, ruang kamar ganti olahraga dan gudang. Hasilnya semua sama saja. Tekya nyaris putus asa. Ketika pulang sekolah, tekya buru-buru mencari tempat duduk di halte depan sekolah. Dia kepingin cepat pulang sebelum dikepung oleh teman seganknya untuk ngumpul-ngumpul ataupun sekedar ngobrol ngalor-ngidul yang tak jelas. Mending dia memilih cepat pulang dikarenakan perut dilanda keroncongan. Sampai di halte Tekya jadi ngos-ngosan deh! Situasi di halte tidak begitu ramai lagi. Ketika Tekya sedang memelototi setiap angkutan kota dan bis sekolah yang lewat. Tekya takut tidak dapat oplet (angkot). Sinar matahari sudah berada tepat di atas kepala. Sudah hampir 20 menit Tekya belum dapat angkot. Kadang ada satu atau dua yang berhenti, akan tetapi langsung diserobot siswa lain. Tekya kembali menuju halte kembali dengan langkah gontai. Entah untuk kesekian kalinya dia begitu. Maklum siang nan terik itu menciptakan suasana hangat bagi semua sehingga kebanyakan orang pingin cepat sampai tujuan agar terhindar dari sinar ultra violet milik matahari. Tidak terkecuali si Tekya. Tekya mendaratkan pantatnya yang tepos itu pada kursi besi di sebuah halte. Andaikan kursi itu dapat berbicara kursi pasti akan mengeluh hingga berteriak : “Idih aku bosan ketemu pantat si kurus ini lagi!!”. Tekya menundukkan kepalanya. Menghela nafas sebentar sambil berguman. “Duh, sudah siang begini maasak belum mendapatkan angkot sih. Dari kejauhan Tekya sempat mengintip Agus Blepotan dan gang kelas 1.3 juga dihadiri beberapa siswa dari kelas lain masih asik nongkrong di bawah besar lagi tua di pinggir jalan yang menghadap ke lapangan sepak bola. Selain halte, pohon besar itu dinobatkan menjadi tempat favorit untuk berteduh di bawah terik sinar matahari. Kabar punya kabar santer terdengar isu bahwa itu pohon lumayan angker dan keramat. Coba saja singgah ke sana saat malam tiba dijamin tak ada satupun yang berani mampir ke sana. Di tengan perenungan dan kebengongan di padepokan halte sekolah, tiba-tiba mata Tekya tertuju pada sesosok wajah yang dia kenal. Bola matanya nyaris tak berkedip. Seolah-olah ingin meloncat keluar. Tekya segera berkonsentrasi seraya mengingat-ingat. Aduh, siapakah gerangan cewek itu. Oh ya. Tralala trilili trijengki. Tidak salah lagi bidadari inilah yang saya cari, teriak Tekya dalam hati. Mata Tekya terus mengamati seorang siswa cewek berparas manis sedang bingung mencari bangku kosong di dalam bis kota yang hendak melaju. Tekya bangkit berdiri dan mencoba menghampiri. Kemudian dia berlari-lari kecil mengiringi bis tersebut. “BINGO!” Akhirnya dapat juga namamu oh bidadariku,” Pekik Tekya tidak tertahan lagi. Ucapan itu terlepas begitu saja di bawah alam sadar. “YES YES, NAMAMU TELAH KUKANTONGI!” Tekyapun tersenyum 20 jari. Selamat tinggal lapar. “SOL, nongomong-ngomong kamu tahu sama cewek bernama Camelia nggak?” Tekya bertanya kepada Faisol saat jeda pelajaran Fisika. “Apa? Taman Ria? Waduh aku belum pernah ke sana tuh,” jawab Faisol sambil mengeluarkan komik Doraemon dan cergam Pendekar Hina Kelana. “Dasar Kutukupret!” Damprat Tekya kesal. “Sajak kapan kamu bolot Sol?” “Dasar Sontoloyo!” Balas Faisol tak mau kalah seraya membentangkan kedua tangannya. “Apa salahku?” “Makanya kalau pejabat lagi berbicara nyimak dong. Kamu tahu Camelia tidak?” Faisol mengeryitkan dahinya. “Tunggu dulu kawan…Saya ingat-ngat dulu. Camelia Contesa? Camelia Malik? Cameli lagunya Ebiet G Ade? Kriting mulai ngelantur. “Kamu mikirnya kejauhan Sol Patu. Yang aku maksud Camelia di sekolah kita.” “Ohhh itu. Camelia.. ya ya Camelia..” “Artinya kamu tahu dong. Ayo apa yang kamu ketahui tentang dia?” “Nggak. Aku nggak tahu. Kayaknya aku pernah punya deh. Tapi nama Camelia banyak di Palembang ini. ” “Sontoloyo! Kupret!” Tekya menggetok jidat Faisol. “Kasihan kamu Sol. Selalu tidak upadate masalah yang beginian. Katanya playboy cap kuda duduk. Wah rugi kamu Sol. Ini cewek punya kisah khusus dengan saya. Cakepnya nggak ketulungan. Pokoknya belagak nian.” Tekya mengacungkan dua jempolnya. “Two thumb!” “Ah yang benar? Biasanya saya tahu kok kalau ada siswi yang yahud. Apalagi adik-adik kelas kita. Emang kamu kena banget sama dia?” “Pertanyaan yang bagus. Pasti kenal duongg.”Tekya mencoba berbohong seraya membusungkan dadanya yang datar. “Siapa dulu. Tekya kenal semua cewek pintar, bermutu dan berkwalitas.” “Siapa dulu dong temannya. Faisolll.” Balas Faisol tak kalah sengit.”Tidak rugi kamu kenal sama awak. Awak juga kenal secara detail sama gadis2 sepalembang malah.” “Bohong besar hehehe.” Ucap Tekya cespleng. Faisol penasaran. Dia meminta Tekya menceritakan kisah awal pertemuannya dengan cewek berpayung itu. Segala kelebihan objeknya dipaparkan secara lengkap. Tekya mengisahkan semuanya tanpa ada yang terlewati, secara terperinci dan detail. Terutama pada bagian menguraikan anatomi tubuh. Dasar laki-laki! Faisol serius menyimak seraya berdecak kagum. Matanya sesekali melotot. Air liurnya nyaris menetes. Faisol langsung membayangkan dari miss universe, ratu sejagad, bintang film sampai miss world. Angan-angan terlempar jauh melampaui batas. “Hanya satu kata. AMAZING! Penuturanmu super komplit. CIAMIK sekali.” Puji Faisol sambil bersiul. “Awak semakin penasaran setelah mendengar dongeng awak.” “Eh sembarangan ya. Ini serius bukan dongeng. Real story. Fact.” Tukas Tekya sambil mendorong pundak Faisol. “Iya Tekya. Awak bercanda. Penesan brur, penesan brur.” Tekya meminta sahabatnya itu membantunya mencari tahu keberadaan sang pujaan hatinya.Tekya menatap Faisol penuh harap. “Boleh. Awak penasaran kepingin tahu sejauhmana selera kamu terhadap wanita. Gimana sih tampangnya.”Ucap Faisol dengan nada setengah meledek “Pokoknya si Yuli gacoanmu lewat.” “Really? Serius?” “Very beatiful abis deh.” “Coba sebutkan kelebihannya…” “Wajahnya oval, dagunya lancip. Rambutnya hitam sedikit kemerah-merahan. Wajah mandarin. Kayak pirang nggak jelas gitu deh. Bodinya bohay cak biola. Bibir tipis merekah. Kulitnya putih muluss.” “Teruss…Apa lagi yang putih Tekya..” “Betisnya. Aduhhh apalagi…?” Tekya mikir. “Pa-hanya, ya?” Ucap Faisol pelan tapi lirih sambil ngiler… “Dasar parno. Ada. Uban neneknya.” Keduanya tertawa lepas. Membuat bingung teman di sekitanya. “Kapan ini memulai misi kita Sol?” Tanya Tekya setelah reda. “Tahun depan. Yang hari ini juga monyong. Waktu istirahat ‘keluar mainlah’…” “Itu baru namanya kance. Ce-es.” Mereka berdua ber-toast ria. Suasana kelas lain. Seorang gadis sedang asik mencorat-coret di buku tulisnya bersampul berwarna coklat. Pelajaran Sejarah baru saja usai. Sambil menanti pergantian guru, Camelia Carla mempergunakan waktunya yang tersisa untuk melepaskan hobinya menggambar bunga. Teman-temanya yang lain ada yang sibuk bercanda, bergosip dan bersenandung. Beberapa anak memanfaatkan untuk buang air kecil di taman sekolah eh salah di toilet. Guratan spidolnya yang lincah menunjukkan kemahirannya menggambar berbagai macam bunga. Camelia Carla sangat menyukai bunga. Terutama bunga yang kelihatan cantik apalagi berbentuk unik. Dia akan betah memandangi dan membelai itu bunga. Ada beberapa jenus bunga yang dia sukai. Bunga Matahari, bunga Sakura, bunga mawar, bunga edelwies dan lain-lain. Camelia tidak suka dengan bunga yang jelek seperti bunga bakung, bunga tahi ayam dan bunga plastik! “Hei cewek tukang kembang!” Teriakan Chica memecahkan ketenangan, kesunyian dan keseriusan Camelia. Camelia hanya menanggapi dengan menoleh sekilas lalu tersenyum mengejek. Walaupun wajahnya dijelek-jelekin bagaimanapun tetap cantik. Saking dongkolnya karena dicuwekin, Chica mencubit pelan pipi sahabat sebangkunya itu. Camelia tersentak dan hanya bereaksi sesaat. “Please dong cicak..Lagi serius nih. Aku sedang konsentrasi menggambar bunga Mawar langka dari Afrika nih.” “Bodo ah. Terserah mau mawar dari Etiophia kek. Emang gue pikirin. Ayo dong comel, katanya bersedia menemani Aku ke perpus. Dua hari yang lalu kulihat ada novel baru lho. Lima Sekawannya Enid Blyton cetakan terbaru di sana. Aku kawatir kalau kita telambat keburu diembat anak kelas lain. Apalagi kelas 1.7 semuanya pada kutubuku.” “Iya…kok anak kelas 1.3 sedikit sekali minat mereka untuk membaca ya cak?” “Tau. Iya kali. Beberapa hari ini kamu ngomongin anak kelas 1.3 melulu. Aku curigation pasti ada apa-apanya.” “Ah nggak kok. Tidak ada apa-apa.” Tukas Camelia agak mendelik.”Ngomong-ngomong apa saja yang kamu ketahui tentang mereka?” “Mereka? Anak kelas 1.3 maksudmu?” “He-eh.” “Setahuku kalau anak kelas 1.7 terkenal dengar julukan kutubuku. Nah anak kelas 1.3 itu kutukupret. Hahaha…” “Ah kamu bisa aja. Bercanda melulu.” “Please comel. Angkatlah pantatmu sebentar. Ayuk kita ke koperasi eh perpus ding. Lima sekawan..lima sekawan Mel. Aku sudah tak tahan nih. Kalau sampai sana ternyata kosong kamu musti traktir Aku pempek panggang ya.” “Lho kok gitu..Enak di kamu nggak enak di saya. Dasar cicak di dinding. Tunggu…kemarin pas aku sendiri kesana. Lima Sekawannya kosong kok..”Jawab Camelia dengan santai tanpa beranjak sedikitpun. Chica semakin kesal dengan kelakuan sohibnya yang malas-malasan. Antara ikhlas dan pamrih. Antara mau dan ogah. Singkat cerita Chica sekonyon-konyong menarik paksa sohibnya. Pada akhirnya Camelia menurut juga. Waktu istirahat yang dinanti-nantipun tiba. Bagi Tekya mungkin saat itu adalah moment bel istirahat yang sangat spesial, spesifik dan luar biasa bedanya selama hidupnya di sekolah. Ceile. Begitulah hati anak kawula muda yang sedang kesengsem dengan sang pujaan hatinya. Tekya merasa kenapa ya kok seperti kayak diguna-guna. Tapi sepertinya tidak mungkin. Memangnya Tekya cowok ganteng sedunia yang dapat membius jutaan hati wanita. Bukan pula artis yang mempunyai ribuan fans. Bukan pula yang dapat mengumpulkan massa saat konferensi pers. So Tekya kamu jangan GE-ER ya. Tekya itu memang cakep kalau dilihat dari jembatan Ampera. Kalau dideketin katanya mirip pelawak Jimmy Gideon. Nah lho…Kesimpulannya no guna-guna but love for the first time kali….Katanya hati menjadi berkembang-kembang. Faisol berjalan beriringan langkah dengan Tekya. Mereka menyusuri koridor terbuka menuju gedung perpustaakaan sekolah. Lokasinya berada di belakang kantin. Kali ini mereka tak langsung menuju kantini seperti hari biasanya, tapi malah menyambangi perpustakaan terlebih dahulu. Sungguh diluar kebiasaan. Sok kutubuku banget gayanya. Hari itu pengunjung perpustakaan masih sepi. Karena jam-jam segitu kebanyakan siswa-siswi pada ngumpul di kantin. Maklum, keadaan perut musti diutamakan ketimbang otak. Bagaimana mau berpikir dalam keadaan lapar, bukan? “Yang mana Tekya anaknya? Yang itu ya?” Tuding Faisol ketika sampai di depan pintu di dekat majalah dinding. “Salah Solpatu. Itu si nenek ijah alias Azizah. Ngapain dia di perpustakaan?”Koreksi Tekya sambil geleng-geleng kepala. “Oalah! Jadi yang mana Tekya?” “Sabar dulu. Sol sol…Nah itu dia. Betul banget sepertinya dia sedang menuju kantin-eh salah ke perpustakaan. Yuk kita ikutin. Eh dia menuju dan masuk ke perpustakaan. Cepat buruan Sol. Langkahnya di besarkan dikit dong. Aduh Sol. Kamu melihat kemana? Itu anaknya. Gila makin kece aja. Kamu lihat nggak sih?! “Iya iya. Awak lihat bayangannya.” “Bayangan bagaimana? Setan kali…”Keluh Tekya tak paham. Ternyata Faisol gagal fokus. Matanya melenceng ke objek yang lain. Sepertinya ada siswi lain yang menarik perhatiannya. “Anu anu Tekya. Kan dia kan sudah keburu masuk ke perpustakaan. Lenyap di balik pintu. Mana saya tahu badannya. Tentu tinggal bayangannya. Awak ini lolo nian.” Kilah Faisol. “Awak yang lolo. Semprul!” Omel Tekya. “Makanya harus konsentrasi dong Solpatu . Kalau orang sedang berbicara mohon diperhatikan. Kalau orang menunjuk jangan meleng. Apa kan kataku. Kita kehilangan jejak. Buruanku lenyap.” “Jangan overacting deh. Kita tidak sedang di pasar inpres yang ramai. Ini sekolah Tekya. Percayalah kalian akan kupertemukan.” “Janji?” “Iya janji.” Mereka bertoast ria. “Yuk kita susul!” Sebelum mendatangi perpustkaan mereka berdua menyambangi toilet karena sudah kebelet pengen kencing. Saking terburu-buru mereka salah masuk ke toiket milik cewek. Entah karena tidak tahu atau disengaja. Untung mereka cepat sadar dan berbalik arah. “Buruan Sol!” Tekya menggedor pintu toilet. “Kamu ketiduran ya?” “Iya. Kagek doken (sebentar napa sih)! Tahu gitu saya titip aja sama kamu kencingnya.” “Lolo. Goblok!” Di perpustakaan. Camelia dan Chica berjalan susul-susulan. Mereka menyusuri tiap koridor perpustakaan dan menemukan rak yang berlabel ‘FIKSI”. Segala novel dari berbagai genre tersusun rapi dan terpajang di sebuah rak berbahan dari kayu jati. Selain novel lokal adapula novel internasional. Dahulu kala sempat buku berjenis fiksi dilarang oleh Kepala Sekolah masuk ke ruang perpustakaan. Karena akan dikhawatirkan bacaan lain takut tidak mendapatkan tempat. Kepsek beralasan para pelajar jadi malas membaca buku-buku cetak pelajaran sekiranya ada novel. Menurut pengalaman, pelajar lebih betah dan nyaman berlama-lama sampai lupa waktu dan lupa belajar jika sudah membaca sebuah novel. Namun setelah Kepala Perpustakaan dan para guru turun tangan baru diperbolehkan. Setelah beberapakali melakukan mediasi. Akhirnya sang Kep Sek lembek juga. Setelah diselediki ternyata dia anti cerita fiksi. “Tuh kan apa kubilang ternyata sudah habis.”Rengek Chica mirip anak balita kehilangan permen. “Sudah jangan sedih dulu Cak…Habis kan bukan berarti ada? Yuk, kita periksa. Tetap semangat mencari. Siapa tahu masih ada yang tergeletak dimeja sisa dibaca orang.”Camelia meyakin walau agak ketar ketir. Idiihh kalau tidak ketemu dia bakal traktir Chica pempek panggang. “Kayaknya nggak mungkin deh. Mukjizat kalau masih ada.” Chica sudah merasa hopless. Mereka berdua langsung hunting menyeruak menelusuri setiap lorong. Tiap tiap diperiksa satu persatu. Camelia malah kadang-kadang mencomot satu persatu buku dan majalah yang sudah tersusun rapi, lalu meletakkan kembali dalam keadaan kacau. Masalahnya sang sohib suka ngamuk yang aneh-aneh jikalau keinginannya tidak tercapai. Camaelia bertekad harus menemukan novel Lima Sekawan yang diincarnya. Seandainya saja di sebelah ada toko buku, Camelia pasti akan berusaha bela-belain untuk mampir kesana untuk….meminjam dan mempotokopi. Alamak! Pegawai perpustakaan berhenti di salah satu rak. Kepalanya menggeleng pelan. Bola matanya sedikit melotot di balik kacamatanya yang tebal. Huh! Siapa sih yang berani mengacaukan sejumlah rak buku yang semula tersusun rapi? Tidak tahu apa ya? Kemaren, saya sepanjang hari menyusun buku-buku itu dengan hati-hati. Apa tidak kasihan sama saya ya? Tekya sedang mengisi buku tamu di meja registrasi setelah tiba di perpustakaan. Faisol menunggu di belakang Tekya. “Temennya yang kriting tidak mengisi buku tamu?” Tanya Bu Monika, sebagai penjaga perpustakaan menyimpan kecurigaan. Itulah akbiat Faisol jarang mengunjungi perpustakaan jadi tidak dikenal seantero perpustakaan. “Oh nggak perlu Bu Monik. Faisol ini tukang ojek yang mangkal di depan sekolah.” Jawab Tekya sekenanya. Faisol menonjok pundak Tekya agak keras. Kelihatan dia ngedumel tak karuan. “Bu, saya ini juga pelajar disini. Sumpah.” Tukas Faisol ketus. “Oohh. Saya kirain pelayannya Kak Mail kantin.”Tuduh Bu Monika sambil tersenyum kaget. Tekya dan Faisol bergegas masuk menuju rak bagian Fiksi. Dia langsung mencomot beberapa novel andalannya. Setelah itu mereka mulai mencari incarannya. Mereka memeriksa di setiap sudut-sudut meja di sana. Seakan-akan tak membiarkan buruan mereka lepas. Siapa tahu si dia terperangkap di bawahnya (meja) hingga tak berkutik dan tinggal Tekya dan Faisol meringkusnya dengan mudah. Setelah itu Tekya berangan-angan Camelia dengan ikhlas dibimbingnya untuk mengucapkan tiga kata yaitu ‘ aku cinta kamu. Begitulah khayalan atau angan-angan dua cowok ini. Simpel tapi bisa disemprot. Hingga akhirnya datang suatu moment dahsyat dimana tanpa sengaja dua pasang remaja ini hampir saja bertabrakan satu sama lain. Untungnya karena kehati-hatian tiap-tiap orang hampir saja insiden dahsyat terjadi di depan pintu perpustakaan. Jujur, segalanya di luar skenario. Walaupun begitu Tekya bersyukur banget. Malah Tekya tadi berharap tabrakan benar-benar terjadi. Dengan begitu paling tidak bisa menyentuh setidaknya lengannya Camelia nan halus. “Aduhhh kamu Sol!” Ucap Camelia gemes. Mukanya sedikit memucat. “Untung saja kami sigap bisa ngerem langkah kami. Coba kalau tidak bakal malu deh kita…” Nama Faisol tak sengaja dipanggil oleh bibir mungil milik cewek manis berwajah orientalis. Cicha dan Tekya saling berpandangan dengan tatapan keheranan. Menandakan antara Faisol dan Camelia ternyata telah saling kenal. Tekya menghela nafas panjang. Setidaknya jalannya untuk berkenalan lebih akrab lagi dengan Camelia terbuka lebar. Faisol bisa dijadikan kambing hitam eh jadi mak comblang maksudnya. “Hampir saja…”Chica geleng-geleng kepala. Nafasnya terdengar ngos-ngosan. Seraya meraba-raba dadanya. “Kalau saja ini bukan temen kamu Comel. Hih! Mungkin udah aku cemplungin ke sumur deh. Bikin jantung mau copot aja.” Untungnya Chica hanya berbisik. Jadi tidak membuat Faisol tersinggung. “Uhffff…hampir aja kita melukai Cameli yang cakep.”Faisol memulai percakapan setelah detik-detik yang menegangkan urat syaraf itu terlewati. Kelihatan Faisol juga gugup dan gelagapan. Suaranyapun terdengar parau. Mirip kakek-kakek genit minta tolong ketika kecebur sumur. Sedangkan Tekya hanya terdiam terpaku terlem dan mematung. Tiba-tiba perasaan nervous dan malu menjangkiti. Namun Tekya berusaha menetralisir suasana. Mencoba untuk dipede-pedein. Padahal faktanya jantung Tekya berdebar-debar pada pertemuan keduanya dengan cewek yang pernah menolongnya agar terhindar dari basahnya hujan. “Faisol ya?” Pekik Camelia pelan bercampur kaget. Eh nggak sangka kamu bisa masuk SMA ini juga. Temen SMP kita bilang kamu berniat melanjutkan ke SMP di kampung bapakmu?” “Iya Lia. Rencananya semula begitu. Aku dan Ibu lebih memilih menetap di Palembang saja. Biarlah bapakku mencari duit di sana. Kami lebih betah disini. Eh Lama kelamaan Bapakku nggak kuat juga. Pada akhirnya dia mengalah mengikuti kami pindah. Aku betul betul tidak mengira lho bisa masuk SMA dambaan. Blessin banget gitu deh ah.” Tekya sedikit terharu bercampur bahagia serta bangga terhadap level korespondensi Faisol yang lumayan oke itu ternyata pernah menjalin tali persahabatan dengan seorang siswi semanis Camelia. Oh…sungguh senangnya. Ternyata Faisol terlalu lama beramah tamah dan berbasa basi ngobrol dengan Camelia sehingga mengabaikan keberadaan Tekya dan Chica. Mereka terlalu asik membicarakan masa-masa yang telah lampau. Tinggalah Tekya dan Chica saling berpandang-pandangan dan berhadap-hadapan cantik. Keduanya malu-malu untuk memulai saling menegur. Mereka adu gengsi kayaknya. Satu kata untuk Faisol. Terlalu…Jikalau melihat gelagat sesaat kelihatan Camelia agak sedikit kesal dan sebetulnya ingin juga bercengkrama dengan Tekya. Tapi Faisol mencercanya dengan berbagai pertanyaan yang menggebu-gebu. “Sol…Sol..Udah dong ngobrolnya. Seru banget. Sampai lupa sama teman sendiri…”Sela Tekya sekonyong-konyong. “Eh iya Mel. Kenalin ini temenku.”ucap Faisol. Tekya langsung mengulurkan tangannya. Dan disambut dengan lembut oleh Camelia. Mereka berjabat tangan. Mereka saling melempar senyum yang termanis yang mereka miliki. Tak lupa Tekya juga menyalami Chica. Tekya sengaja menanti pernyataan apa yang akan keluar darti mulut Camelia bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya. Masak sih dia tak akan ingat. Atau dia terserang penyakit amnesia di usia muda yang akut. Duh! Moment itu tak kunjung keluar. Tekya akan malu sekali seandainya Camelia begitu saja melupakan kejadian yang romantis berpayung di bawah hujan deras. Sudah dapat dibayangkan dia akan diledek habis-habisan. Faisol akan mengeluarkan nyengir kudanya yang natural. Hingga pada suatu ketika… “Tekya, sepertinya saya pernah melihat kamu dimana ya….” Tampaknya Camelia tidak lupa nih. “Ayo, dimana coba tebak. Di tv ya?” Ceplos Tekya. “Oh di bawah kolong jembatan. Dia sedang ngemis.” Faisol ikut ikutan nimbrung. “Aiya…kamu yang minjam payungku tempo hari kan?” Camelia mengurlurkan jari telunjuknya ke pundak Tekya. Tekya bernafas lega. Akhirnya Camelia nan cakep itu mengakui bahwa mereka pernah bertemu. Hati Tekya berbunga-bunga. Dia nyaris berniat sujud syukur di tempat. Namun dia urungkan. Tiba-tiba Chica mengajak Camelia, Faisol dan Tekya untuk kembali ke perpustakaan lagi. Chica masih belum puas kalau belum mendapatkan novel lima sekawan yang dia incar. “Ayo dong temenin ya. Saya mau nyari buku untuk di bawa pulang. Biasa buat baca sambil tidur-tiduran.” “Ngomong-ngomong si Chica mau cari buku pelajaran ya? “ Tanya Tekya kepada Camelia, setelah mereka duduk di kursi. “Rajin sekali ya temanmu itu.” “Bukan buku pelajaran. Tapi novel lima sekawan.” Jawab Camelia seraya menyibakkan rambutnya yang sebahu dan berwarna kepirang-pirangan. “Lima sekawan?!” Faisol ikut nimbrung. Lalu dia meneriaki Chica dari jauh. “Jangan diteruskan Chica mencarinya. Percuma. Sampai lebaran juga tidak bakalan ketemu.” Karena suara Faisol terdengar parau membuat suaranya tidak terdengar oleh Chica. “Emang kenapa Sol?” Tanya Camelia bingung. Faisol membisikkan sesuatu di telinga Camelia seraya jari telunjuknya menuju ke arah Tekya. Tekya pura-pura bego. Camelia lalu mengangguk tanda mengerti. Kemudian dia mengucap lirih dengan suara nan menggoda…”Tekya, kamu ternyata penganggum lima sekawan juga ya?” “Iya ya. Memangnya kenapa?” Tekya kurang siap ditodong seperti itu. Ditanya eh malah balik nanya. Ketahuan sedang grogi. “Tekya, merapat dong saya mau membisikkan sesuatu.” Panggil Camelia sambil mencondongkan badannya ke depan sambil melambaikan tangannya. Tekya terkesima dan mengiyakan. Tekya bangkit dan berdiri. Tidak lama kemudia dia sudah duduk di samping Camelia. Entah topik apa yang akan dibicarakan oleh si cakep itu. “Oh itu. Oke. Boleh kok. Apa sih yang tidak untuk kamu Lia.” Ujar Tekya. Kelihatan dia sedang menetralisir detak jantungnya yang terus berdegup kencang dengan irama tak menentu. “Gombal!” Cibir Camelia. Ih, walaupun dia berusaha menjelek-jelekkan wajah, ajaibnya tetap tak bosan Tekya memandangnya. “Waduh, Tekya mulai berani tuh sama kamu Lia. Biasanya dia pemalu lho. Sekarang malah malu-maluin. Jam istirahat kali ini merupakan moment teramat spesial bagi Tekya. Really, sudah cukup lama dia memandam rasa kangen ingin bertemu dengan sosok Camelia. Entah kapan terwujud? Setelah kejadian hujan-hujan kemaren itu sungguh berkesan bagi remaja seperti Tekya. Beberapa hari setelah itu dia berharap dipertemukan kembali oleh Tuhan. Tanpa sadar kadang saat saat menjelang tidur malam wajah Camelia seakan-akan mengusiknya. Oh..apakah ini pertanda cinta pada pandangan pertama. Mirip lagu melayu yang didendangkan oleh penyanyi A Rafiq. Ya A Rafiq adalah penyanyi yang kesohor di jamannya. Pada setiap penampilannya suka berdandan ala Elvis Presley. Padatnya pelajaran di sekolah membuatnya tidak ada waktu untuk mencari-cari keberadaannya Camelia. Oh, terlalu cepatkah cinta itu menghampiri… Ruangan perpustakaan sekolah menjadi saksi pertemuan indah ini. Pertemuan mereka bagaikan pertemuan sahabat lama yang telah lama terpisah. Mungkin tahunan. Mereka asik sekali bercengkrama. Ngobrol ngalor ngidul. Walaupun masih sedikit canggung dan malu-malu. Tapi menurut Tekya dan Faisol sangat bernilai sekali. Rasanya berat sekali untuk mengangkat pantat dari kursi. Terlebih-lebih meninggalkan perpustakaan. Nggak kuat! Bel pun berbunyi. Suka tidak suka mau tidak mau mereka harus masuk kelas kembali. Duduk dengan tenang di bangku masing-masing untuk menerima pelajaran. Di dalam kelas Chica masuk ke dalam kelas dengan muka masam dan ditekuk. Sepanjang koridor menuju kelas Camelia melihat ada keganjilan pada tingkah laku sahabatnya itu. Dia menjadi orang yang kalem dan pendiam. Kerjaannya hanya menunduk saja. Kecewa berat. Camelia tak habis pikir akan jalan pikiran sang sobat yang tiba-tiba mendadak aneh gara-gara gagal mendapatkan novel lima sekawan. Kegilaannya akan buku karang Enid Blyton itu sudah pada taraf sekarat. Hendrasukma, teman sekelas Camelia yang berbodi gembor sedang asik menggosipin artis lokal. Sebut saja Mawar. “Kalian pada tahu belum kalau bintang sinetron bernama Kembang Tahi Ayam alias Mawar itu ternyata penyuka sesama jenis lho?” Hendrasukam mulai menyalakan api gosip kepada temsan-temannya. “Ah masak? Jangan nuduh sembarangan dong. Dosa tahu Ndra…”Sela Sopian sambil nyengir beruang. “Namanya gosip kan belum tentu benar Sopi..” Bela Hendra. “Aku pernah baca di salah satu tabloid infotainment lagi. Kalau dia cewek tulen kenapa belum kawin-kawin sampai sekarang.? Hayooo…! “Benar juga ya. Dia kan cantik, sexy, bohay dan ya ya ya.” Timpal Maruto.”Kalau dia mau cowok mana yang tak bisa ditalkukkan.” “Jangan asal bikin opini sendiri.” Tukas Nyunyun saraya membenahi kepangnya yang copot pitanya. “Siapa tahu dia masih ingin meneruskan kuliahnya. Mungkin ke Es lima kali. Atau mungkin sedang membiayai adiknya yang sedang kuliah. Kan butuh biaya besar. Jadi dia fokus ke karir dulu. “Aku rasa si Kembang sering dikecewakan laki-laki hidung belang. Jadi dia tidak mau nyemplung ke lobang yang sama.” Kali ini Sianida angkat bicara. “Makanya dari pada berteman dan jadi mangsa laki-laki lebih baik berteman denagn sesama jenis.” “Ciri-cirinya gimana Hend?” Tanya Tania dengan muka lugu dan polos. “Gampang kok. Kamu bisa lihat kalau orang sedang berpacaran. Maksudku pacaran normal. Beda jenis. Coba bayangkan. Yeah mirip mirtip begitulah. Kalau sedang berjalan mereka acapkali bergandengan. Kadang berpelukan untuk meluapkan rasa rindu berat mereka. Terus..kalau lagi mereka berciuman deh…” “Mudah-mudahan di kelas kita tidak ada yang kayak begituan ya.” Ucap Susi pelan. Mari kita lihat antara Camelia dan Chica masih berseteru. “Lia, pokoknya aku hari ini kecewa berat sama kamu.” Protes Chica dengan jengkel jengkol setelah mendaratkan pantanya di kursi. “Kecewa gimana si Cak?” Tanya Camelia dengan tampang diblo-onin. “Bukannya aku sudah menemani kamu ke perpustakaan. Please deh. Aku sudah berbaik-baik kok masih… ” “Iya sih. Kamu memang baik. Tapi karena kita telat saja sekian menit. Lima sekawannya ludes dipinjam oleh kelas lain. Terlebih lagi besok kan long week end. Biasanya seharian mengurung di kamar berteman lima sekawan. Kamu tahu kan Lia.?.Aku pelan-pelan berniat meninggalkan kebiasaan dugem dan ngelayap sampai pagi. “Maafin Aku ya.” Camelia menarik tangan Chica serta mengusap-usap jari jemari sohibnya itu. “Aku baru mengerti betapa berartinya novel lima sekawan bagimu.Swear! Aku support banget minat bacamu. Aku juga menghargai perjuangan dan pengorbananmu untuk melawan di dunia malam.” “Ingat Lia. Walaupun dahulu aku tenggelam dalam kehidupan dunia malam. Tapi aku bisa menjaga diri. Aku tidak pernah terlibat sex bebas, alkohol apalagi narkoba.” Camelia merapatkan badannya ke Chica. Lalu mereka berangkulan hangat sekali. Chica membalas dengan mencekal pundak temannya. Untuk beberapa saat Camelia membisikkan sesuatu ke telinga Chica. Tiba-tiba Chica bereaksi. Mulutnya menganga. Matanya melotot. Lambat laun mulutnya yang beberapa jam lalu tampak memble mulai menampakkan kegembiraan yang luar biasa. “Kamu serius Lia? Kamu serius Lia?” Tanya Chica sambul mengulang-ulang. Seakan-akan tiidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar tadi. “He-he.” Camelia mengangguk dan tersenyum. “Aku harus berterima kasih sama Tekya. Aku jadi malu, baru saja kenalan sudah merayu demi minjam lima sekawanmu itu…” Tiba-tiba Chica bangkit dan melonjak gembira. Dia meloncat-loncat mirip anak TK kebagian kue ulang tahun. Ditariknya tangan Camelia…Adegan berikutnya mereka berpelukan dengan mesra. Mereka tidak sadar bahwa Hendra Sukma cs sedang menyaksikan adegan dimaksud. Tentunya dengan mata setengah melotot. Serta mulut terbuka. ..

MEMBURU CAMELIA

 

Oleh : Deddy Azwar

Masih ingatkah kawan-kawan dengan sesosok cewek yang dengan sudi plus sedikit terpaksa meminjamkan payungnya kepada Tekya di saat hujan deras tempo hari? Disaat keduanya berlarian menuju ke sekolah sembari membelah derasnya hujan. Mereka berlari susul susulan memghindari hujan. Kemudian ketika keduanya telah mendarat di halaman sekolah dengan keadaan basah kuyub, Tekya mengeluarkan sejumlah duit kertas lecek sebagai upah sewa, namun ditolak secara halus oleh sang cewek. Lalu dengan secepat kilat di lenyap di balik  tembok sekolah. Tekya justru senang karena duit jajannya selamat. Kagetnya kenapa dia menolak? Dan yang menjadi tanya besar bagi Tekya adalah lupa menanyakan namanya. Tekya sedikit menyesal dan kepikiran terus. Untungnya mereka satu sekolah. So sedikit membuat Tekya sedikit lega. Paling tidak kapan-kapan pasti ketemu. Hanya masalah waktu saaja. Siapa sangka kejadian romantis itu menjadi sesuatu yang amat berkesan dan terbayang terus oleh Tekya. Entah kalau bagi si cewek itu?

Ya, walaupun masih satu sekolah dan saru pekarangan entah sampai saat ini Tekya belum ada kesempatan bersua wajahnya. Akibat banyaknya PR di sekolah ditambah lagi kegiatan ekstrakulikuler membuat Tekya belum sempat menyelidiki keberadaan tuh cewek. Di kantin tak ketemu, di tempat ganti pakaian kosong? di lapangan bola di belakang sekolah nihil, diperpustakaan juga nggak ada, di parkiran motor apalagi. Pas upacara bendera di sekolah tiap Senin juga tidak ketemu. Tekya heran. Jangan-jangan cewek itu sosok bidadari yang dikirmkan Tuhan untukku? Tekya langsung jumawa. Oh kemanakah gerangan engkau wahai bidadariku. Jujur deh, aku belum sempat membalas kebaikanmu. Haruskah kita bertemu hanya di setiap musim hujan? Jangan dong…Pinta Tekya. Apakah pertemuan kemarin hanya sekali seumur hidup?

Bagi Pola peristiwa itu romantis banget. Ingin rasanya itu terulang kembali. Basah-basah kuyub biarin deh, gua jabanin. Begitu janji Tekya dalam hati. Agak muluk memang.

Semenjak  minggu lalu, ditambah lagi saling tatap-tatapan tidak sengaja itu membuahkan sebuah cinta segar nan hijau. Love for the first time. Swear, kalau disuruh mengingat-ingat masih membekas senyum manisnya. Bentuk wajahnya yang oval dengan dagu nan lancip. Rambut panjangnya berwarna agak kemerah-merahan terurai.  Sorot matanya nan sendu dan sayu. Badannya nan tinggi semampai. Berat badan yang proporsional. Ditambah lagi kulitnya yang putih. Oh ya bibir tipisnya nan merah merekah. Terkya langsung terbayang dengan aktris Mandarin Lin Ching Hsia jaman old. Wajahnya nyaris oriental. Sekilas Tekya bisa menilai Si cewek bukan tipe yang merepotkan pasangannya.  Itu terbukti ketika dia memandang Tekya dengan malu-malu harimau. Artinya tidak jelalatan melihat cowok ganteng. Kesimpulannya Tekya merasa ganteng nih? Tepat sekali cewek itu tipe lugu dan polos. Betulkah sangkaan Tekya. Pokoknya kepolosan dan keluguan yang ditawarkan sang cewek mistrius itu begitu terpancar dari wajah innosense tanpa dosa ditambah sorot matanya yang teduh. Hanya satu kata : FEMINIM.

Tekya terjangkit penyakit demam cinta. Dan yang dapat menyembuhkan adalah dokter cinta. Lalu nebus resep obatnya di apotik cinta pula. Cinta itu pula yang selalu mengusik tiap tidur malamnya. Wajah sang cewek kian terbayang melulu. Kadang tidak mengingat lokasi. Tidak di rumah, di pekarangan sekolah, di kamar tidur bahkan saat di kamar mandipun wajah imutnya selalu terbayang di pelupuk mata. Seringnya kebawa mimpi. Seakan-akan dia senantiasa hadir dalam mimpi-mimpi indahnya. Figurnya lama-kelamaan bagaikan virus yang menyerang hati dan jantung juga merusak pikiran. Memporak-porandakan jiwa. Untungnya belum bikin sakit jiwa. Tekya mulai bertingkah yang aneh-aneh. Sekarang dia mulai getol berdandan, mengatur ritme dan gaya berjalan. Tekya sudah mulai memperhatikan penampilan. Ambil contoh : Jikalau dulu boro-boro mengurusi rambut. Kadang sisir aja sering lupa kalau tidak diingatkan Mama. Seringnya kelima jarinya jadi pengganti sisir. Mau keadaan rambut awut-awutan kayang benang mah masa bodoh. Gaya rambutpun seada dan sekenanya. Rapi syukur berantantakan mujur. Mau rambut di sisir belah tengah, belah samping, belah duren atau belah ketupat tidak pernah dia singgung dan pikirin. Untuk siapa kagi kalau bukan untuk sang pujaan.

Pokoknya bagi Tekya menjaga penampilan adalah yang utama, penting dan genting. Dan kalau kebelet kencing musti buka kancing untuk pipis. Ingat jangan sampai nungging kayak trenggiling. Terus kalau sudah di toilet lihat samping kiri dan kanan. Takut tahu-tahu ada pocong laki ikut-ikutan kecing juga. Wah bisa modar.

Akhirnya Tekya bertekad memulai pencariannya. Diawali dengan berdoa terlebih dahulu. Rencananya dia akan mengitari seluruh tiap sudut halaman sekolah. Memeriksa setiap ruangan kelas dengan berpura-pura mencari teman. Tekya berkeyakinan kuat akan berhasil. Mustahil tidak dapat menemukan satu orang di area sekolah sendiri.  Tidak ada alasan untuk menyerah. Emang seberapa besar sih halaman sekolah Tekya? Emang ada berapa lantai gedung sekolahnya?

Keesokan harinya ketika masuk jam istirahat (keluar main). Tidak seperti biasanya bel istirahat jam pertama berbunyi lamaaaaa berulang-ulang. O-oh ternyata kabelnya konslet. Beberapa siswa langsung berhamburan keluar. Ada yang berjalan sendiri, mencari teman segank ataupun ikut gerombolan yang mempunyai selera seragam. Sudah bisa ditebak di otak mereka biasanya sudah terbayang-bayang akan makanan yang enak dan lezat di kantin sekolah, sudah menghantui perut mereka sejak 1 jam yang lalu. Kali ini Tekya tidak minat ikut siapa-siapa. Dia sudah berniat sejak tadi pagi ingin memisahkan diri dari teman-temannya. Tidak menerima ajakan dari siapapun. Lima menit sebelum bel istirahat berdering Tekya sudah berada di luar kelas. Sejenak kemudian Tekya sudah duduk di pokokan persis dekat jendela di kantin Kak Mail. Dengan memilih posisi duduk strategis Tekya berharap dapat memantau setiap gerak-gerik setiap aktifitas siswa dari balik tirai tanpa ketahuan. Kebetulan kaca jendela kantin Kak Mail rada gelap. Ya namanya usaha siapa tahu sang cewek kepergok sedang makan tekwan lima piring? Setelah hampir 10 menit Tekya tidak menemukan incarannya. Bidikannya belum menemui sasaran. Memasuki kam istirahat yang kedua Tekya mencoba menelusuri koridor kelas satu persatu. Tidak tanggung-tanggung, dari lantai satu sampai ke lantai tiga dia periksa. Malah sampai ke kolong-kolong meja segala. Nihil.

Pada hari kedua giliran tempat parkiran motor, lapangan bola dan lapangan basket mendapat giliran. Pada hari ketiga tinggal ruang perpustakaan, ruang praktikum, ruang kamar ganti olahraga dan gudang. Hasilnya semua sama saja. Tekya nyaris putus asa.

Ketika pulang sekolah, tekya buru-buru mencari tempat duduk di halte depan sekolah. Dia kepingin cepat pulang sebelum dikepung oleh teman seganknya untuk ngumpul-ngumpul ataupun sekedar ngobrol ngalor-ngidul yang tak jelas. Mending dia memilih cepat pulang dikarenakan perut dilanda keroncongan. Sampai di halte Tekya jadi ngos-ngosan deh! Situasi di halte tidak begitu ramai lagi.

Ketika Tekya sedang memelototi setiap angkutan kota dan bis sekolah yang lewat. Tekya takut tidak dapat oplet (angkot). Sinar matahari sudah berada tepat di atas kepala. Sudah hampir 20 menit Tekya belum dapat angkot. Kadang ada satu atau dua yang berhenti, akan tetapi langsung diserobot siswa lain. Tekya kembali menuju halte kembali dengan langkah gontai. Entah untuk kesekian kalinya dia begitu. Maklum siang nan terik itu menciptakan suasana hangat bagi semua sehingga kebanyakan orang pingin cepat sampai tujuan agar terhindar dari sinar ultra violet milik matahari. Tidak terkecuali si Tekya.

Tekya mendaratkan pantatnya yang tepos itu pada kursi besi di sebuah halte. Andaikan kursi itu dapat berbicara kursi pasti akan mengeluh hingga berteriak : “Idih aku bosan ketemu pantat si kurus ini lagi!!”. Tekya menundukkan kepalanya. Menghela nafas sebentar sambil berguman. “Duh, sudah siang begini maasak belum mendapatkan angkot sih. Dari kejauhan Tekya sempat mengintip Agus Blepotan dan gang kelas 1.3 juga dihadiri beberapa siswa dari kelas lain masih asik nongkrong di bawah besar lagi tua di pinggir jalan yang menghadap ke lapangan sepak bola. Selain halte, pohon besar itu dinobatkan menjadi tempat favorit untuk berteduh di bawah terik sinar matahari. Kabar punya kabar santer terdengar isu bahwa itu pohon lumayan angker dan keramat. Coba saja singgah ke sana saat malam tiba dijamin tak ada satupun yang berani mampir ke sana.

Di tengan perenungan dan kebengongan di padepokan halte sekolah, tiba-tiba mata Tekya tertuju pada sesosok wajah yang dia kenal. Bola matanya nyaris tak berkedip. Seolah-olah ingin meloncat keluar.  Tekya segera berkonsentrasi seraya mengingat-ingat. Aduh, siapakah gerangan cewek itu. Oh ya. Tralala trilili trijengki. Tidak salah lagi bidadari inilah yang saya cari, teriak Tekya dalam hati. Mata Tekya terus mengamati seorang siswa cewek berparas manis sedang bingung mencari bangku kosong di dalam bis kota yang hendak melaju. Tekya bangkit berdiri dan mencoba menghampiri. Kemudian dia berlari-lari kecil mengiringi bis tersebut.

“BINGO!” Akhirnya dapat juga namamu oh bidadariku,” Pekik Tekya tidak tertahan lagi. Ucapan itu terlepas begitu saja di bawah alam sadar. “YES YES, NAMAMU TELAH KUKANTONGI!” Tekyapun tersenyum 20 jari. Selamat tinggal lapar.

“SOL, nongomong-ngomong kamu tahu sama cewek bernama Camelia nggak?” Tekya bertanya kepada Faisol saat jeda pelajaran Fisika.

“Apa? Taman Ria? Waduh aku belum pernah ke sana tuh,” jawab Faisol sambil mengeluarkan komik Doraemon dan cergam Pendekar Hina Kelana.

“Dasar Kutukupret!” Damprat Tekya kesal. “Sajak kapan kamu bolot Sol?”

“Dasar Sontoloyo!” Balas Faisol tak mau kalah seraya membentangkan kedua tangannya. “Apa salahku?”

“Makanya kalau pejabat lagi berbicara nyimak dong. Kamu tahu Camelia tidak?”

Faisol mengeryitkan dahinya. “Tunggu dulu kawan…Saya ingat-ngat dulu. Camelia Contesa? Camelia Malik? Cameli lagunya Ebiet G Ade? Kriting mulai ngelantur.

“Kamu mikirnya kejauhan Sol Patu. Yang aku maksud Camelia di sekolah kita.”

“Ohhh itu. Camelia.. ya ya Camelia..”

“Artinya kamu tahu dong. Ayo apa yang kamu ketahui tentang dia?”

“Nggak. Aku nggak tahu. Kayaknya aku pernah punya deh. Tapi nama Camelia banyak di Palembang ini. ”

“Sontoloyo! Kupret!” Tekya menggetok jidat Faisol. “Kasihan kamu Sol. Selalu tidak upadate masalah yang beginian. Katanya playboy cap kuda duduk. Wah rugi kamu Sol. Ini cewek punya kisah khusus dengan saya. Cakepnya nggak ketulungan. Pokoknya belagak nian.” Tekya mengacungkan dua jempolnya. “Two thumb!”

“Ah yang benar? Biasanya saya tahu kok kalau ada siswi yang yahud. Apalagi adik-adik kelas kita. Emang kamu kena banget sama dia?”

“Pertanyaan yang bagus. Pasti kenal duongg.”Tekya mencoba berbohong seraya membusungkan dadanya yang datar. “Siapa dulu. Tekya kenal semua cewek pintar, bermutu dan berkwalitas.”

“Siapa dulu dong temannya. Faisolll.” Balas Faisol tak kalah sengit.”Tidak rugi kamu kenal sama awak. Awak juga kenal secara detail sama gadis2 sepalembang malah.”

“Bohong besar hehehe.” Ucap Tekya cespleng.

Faisol penasaran. Dia meminta Tekya menceritakan kisah awal pertemuannya dengan cewek berpayung itu. Segala kelebihan objeknya dipaparkan secara lengkap. Tekya mengisahkan semuanya tanpa ada yang terlewati, secara terperinci dan detail. Terutama pada bagian menguraikan anatomi tubuh. Dasar laki-laki! Faisol serius menyimak seraya berdecak kagum. Matanya sesekali melotot. Air liurnya nyaris menetes. Faisol langsung membayangkan dari miss universe, ratu sejagad, bintang film sampai miss world. Angan-angan terlempar jauh melampaui batas.

“Hanya satu kata. AMAZING! Penuturanmu super komplit. CIAMIK sekali.” Puji Faisol sambil bersiul. “Awak semakin penasaran setelah mendengar dongeng awak.”

“Eh sembarangan ya. Ini serius bukan dongeng. Real story. Fact.” Tukas Tekya sambil mendorong pundak Faisol.

“Iya Tekya. Awak bercanda. Penesan brur, penesan brur.”

Tekya meminta sahabatnya itu membantunya mencari tahu keberadaan sang pujaan hatinya.Tekya menatap Faisol penuh harap.

“Boleh. Awak penasaran kepingin tahu sejauhmana selera kamu terhadap wanita. Gimana sih tampangnya.”Ucap Faisol dengan nada setengah meledek

“Pokoknya si Yuli gacoanmu lewat.”

“Really? Serius?”

“Very beatiful abis deh.”

“Coba sebutkan kelebihannya…”

“Wajahnya oval, dagunya lancip. Rambutnya hitam sedikit kemerah-merahan. Wajah mandarin. Kayak pirang nggak jelas gitu deh. Bodinya bohay cak biola. Bibir tipis merekah. Kulitnya putih muluss.”

“Teruss…Apa lagi yang putih Tekya..”

“Betisnya. Aduhhh apalagi…?” Tekya mikir.

“Pa-hanya, ya?” Ucap Faisol pelan tapi lirih sambil ngiler…

“Dasar parno. Ada. Uban neneknya.”

Keduanya tertawa lepas. Membuat bingung teman di sekitanya.

“Kapan ini memulai misi kita Sol?” Tanya Tekya setelah reda.

“Tahun depan. Yang hari ini juga monyong. Waktu istirahat ‘keluar mainlah’…”

“Itu baru namanya kance. Ce-es.”

Mereka berdua ber-toast ria.

Suasana kelas lain. Seorang gadis sedang asik mencorat-coret di buku tulisnya bersampul berwarna coklat. Pelajaran Sejarah baru saja usai. Sambil menanti pergantian guru, Camelia Carla mempergunakan waktunya yang tersisa untuk melepaskan hobinya menggambar bunga. Teman-temanya yang lain ada yang sibuk bercanda, bergosip dan bersenandung. Beberapa anak memanfaatkan untuk buang air kecil di taman sekolah eh salah di toilet. Guratan spidolnya yang lincah menunjukkan kemahirannya menggambar berbagai macam bunga. Camelia Carla sangat menyukai bunga. Terutama bunga yang kelihatan cantik apalagi berbentuk unik. Dia akan betah memandangi dan membelai itu bunga. Ada beberapa jenus bunga yang dia sukai. Bunga Matahari, bunga Sakura, bunga mawar, bunga edelwies dan lain-lain. Camelia tidak suka dengan bunga yang jelek seperti bunga bakung, bunga tahi ayam dan bunga plastik!

“Hei cewek tukang kembang!” Teriakan Chica memecahkan ketenangan, kesunyian dan keseriusan Camelia.

Camelia hanya menanggapi dengan menoleh sekilas lalu tersenyum mengejek. Walaupun wajahnya dijelek-jelekin bagaimanapun tetap cantik. Saking dongkolnya karena dicuwekin, Chica  mencubit pelan pipi sahabat sebangkunya itu. Camelia tersentak dan hanya bereaksi sesaat.

“Please dong cicak..Lagi serius nih. Aku sedang konsentrasi menggambar bunga Mawar langka dari Afrika nih.”

“Bodo ah.  Terserah mau mawar dari Etiophia kek. Emang gue pikirin. Ayo dong comel, katanya bersedia menemani Aku ke perpus. Dua hari yang lalu kulihat ada novel baru lho. Lima Sekawannya Enid Blyton cetakan terbaru di sana. Aku kawatir kalau kita telambat keburu diembat anak kelas lain. Apalagi kelas 1.7 semuanya pada kutubuku.”

“Iya…kok anak kelas 1.3 sedikit sekali minat mereka untuk membaca ya cak?”

“Tau. Iya kali. Beberapa hari ini kamu ngomongin anak kelas 1.3 melulu. Aku curigation pasti ada apa-apanya.”

“Ah nggak kok. Tidak ada apa-apa.” Tukas Camelia agak mendelik.”Ngomong-ngomong apa saja yang kamu ketahui tentang mereka?”

“Mereka? Anak kelas 1.3 maksudmu?”

“He-eh.”

“Setahuku kalau anak kelas 1.7 terkenal dengar julukan kutubuku. Nah anak kelas 1.3 itu kutukupret. Hahaha…”

“Ah kamu bisa aja. Bercanda melulu.”

“Please comel. Angkatlah pantatmu sebentar. Ayuk kita ke koperasi eh perpus ding. Lima sekawan..lima sekawan Mel. Aku sudah tak tahan nih. Kalau sampai sana ternyata kosong kamu musti traktir Aku pempek panggang ya.”

“Lho kok gitu..Enak di kamu nggak enak di saya. Dasar cicak di dinding. Tunggu…kemarin pas aku sendiri kesana. Lima Sekawannya kosong kok..”Jawab Camelia dengan santai tanpa beranjak sedikitpun.

Chica semakin kesal dengan kelakuan sohibnya yang malas-malasan. Antara ikhlas dan pamrih. Antara mau dan ogah. Singkat cerita Chica sekonyon-konyong menarik paksa sohibnya. Pada akhirnya Camelia menurut juga.

Waktu istirahat yang dinanti-nantipun tiba. Bagi Tekya mungkin saat itu  adalah moment bel istirahat yang sangat spesial, spesifik dan luar biasa bedanya selama hidupnya di sekolah. Ceile. Begitulah hati anak kawula muda yang sedang kesengsem dengan sang pujaan hatinya. Tekya merasa kenapa ya kok seperti kayak diguna-guna. Tapi sepertinya tidak mungkin. Memangnya Tekya cowok ganteng sedunia yang dapat membius jutaan hati wanita. Bukan pula artis yang mempunyai ribuan fans. Bukan pula yang dapat mengumpulkan massa saat konferensi pers. So Tekya kamu jangan GE-ER ya. Tekya itu memang cakep kalau dilihat dari jembatan Ampera. Kalau dideketin katanya mirip pelawak Jimmy Gideon. Nah lho…Kesimpulannya no guna-guna but love for the first time kali….Katanya hati menjadi berkembang-kembang.

Faisol berjalan beriringan langkah dengan Tekya. Mereka menyusuri koridor terbuka menuju gedung perpustaakaan sekolah. Lokasinya berada di belakang kantin. Kali ini mereka tak langsung menuju kantini seperti hari biasanya, tapi malah menyambangi perpustakaan terlebih dahulu. Sungguh diluar kebiasaan. Sok kutubuku banget gayanya.

Hari itu pengunjung perpustakaan masih sepi. Karena jam-jam segitu kebanyakan siswa-siswi pada ngumpul di kantin. Maklum, keadaan perut musti diutamakan ketimbang otak. Bagaimana mau berpikir dalam keadaan lapar, bukan?

“Yang mana Tekya anaknya? Yang itu ya?” Tuding Faisol ketika sampai di depan pintu di dekat majalah dinding.

“Salah Solpatu. Itu si nenek ijah alias Azizah. Ngapain dia di perpustakaan?”Koreksi Tekya sambil geleng-geleng kepala.

“Oalah! Jadi yang mana Tekya?”

“Sabar dulu. Sol sol…Nah itu dia. Betul banget sepertinya dia sedang menuju kantin-eh salah ke perpustakaan. Yuk kita ikutin. Eh dia menuju dan masuk ke perpustakaan. Cepat buruan Sol. Langkahnya di besarkan dikit dong. Aduh Sol. Kamu melihat kemana? Itu anaknya. Gila makin kece aja. Kamu lihat nggak sih?!

“Iya iya. Awak lihat bayangannya.”

“Bayangan bagaimana? Setan kali…”Keluh Tekya tak paham.

Ternyata Faisol gagal fokus. Matanya melenceng ke objek yang lain. Sepertinya ada siswi lain yang menarik perhatiannya.

“Anu anu Tekya. Kan dia kan sudah keburu masuk ke perpustakaan. Lenyap di balik pintu. Mana saya tahu badannya. Tentu tinggal bayangannya. Awak ini lolo nian.” Kilah Faisol.

“Awak yang lolo. Semprul!” Omel Tekya. “Makanya harus konsentrasi dong Solpatu
. Kalau orang sedang berbicara mohon diperhatikan. Kalau orang menunjuk jangan meleng. Apa kan kataku. Kita kehilangan jejak. Buruanku lenyap.”

“Jangan overacting deh. Kita tidak sedang di pasar inpres yang ramai. Ini sekolah Tekya. Percayalah kalian akan kupertemukan.”

“Janji?”

“Iya janji.” Mereka bertoast ria.

“Yuk kita susul!”

Sebelum mendatangi perpustkaan mereka berdua menyambangi toilet karena sudah kebelet pengen kencing. Saking terburu-buru mereka salah masuk ke toiket milik cewek. Entah karena tidak tahu atau disengaja. Untung mereka cepat sadar dan berbalik arah.

“Buruan Sol!” Tekya menggedor pintu toilet. “Kamu ketiduran ya?”

“Iya. Kagek doken (sebentar napa sih)! Tahu gitu saya titip aja sama kamu kencingnya.”

“Lolo. Goblok!”

Di perpustakaan. Camelia dan Chica berjalan susul-susulan. Mereka menyusuri tiap koridor perpustakaan dan menemukan rak yang berlabel ‘FIKSI”. Segala novel dari berbagai genre tersusun rapi dan terpajang di sebuah rak berbahan dari kayu jati. Selain novel lokal adapula novel internasional.  Dahulu kala sempat  buku berjenis fiksi dilarang oleh Kepala Sekolah masuk ke ruang perpustakaan. Karena akan dikhawatirkan bacaan lain takut tidak mendapatkan tempat. Kepsek beralasan para pelajar jadi malas membaca buku-buku cetak pelajaran sekiranya ada novel. Menurut pengalaman, pelajar lebih betah dan nyaman berlama-lama sampai lupa waktu dan lupa belajar  jika sudah membaca sebuah novel. Namun setelah Kepala Perpustakaan dan para guru turun tangan baru diperbolehkan. Setelah beberapakali melakukan mediasi. Akhirnya sang Kep Sek lembek juga. Setelah diselediki ternyata dia anti cerita fiksi.

“Tuh kan apa kubilang ternyata sudah habis.”Rengek Chica mirip anak balita kehilangan permen.

“Sudah jangan sedih dulu Cak…Habis kan bukan berarti ada? Yuk, kita periksa. Tetap semangat mencari. Siapa tahu masih ada yang tergeletak dimeja sisa dibaca orang.”Camelia meyakin walau agak ketar ketir. Idiihh kalau tidak ketemu dia bakal traktir Chica pempek panggang.

“Kayaknya nggak mungkin deh. Mukjizat kalau masih ada.” Chica sudah merasa hopless.

Mereka berdua langsung hunting menyeruak menelusuri setiap lorong. Tiap tiap diperiksa satu persatu. Camelia malah kadang-kadang mencomot satu persatu buku dan majalah yang sudah tersusun rapi, lalu meletakkan kembali dalam keadaan kacau. Masalahnya sang sohib suka ngamuk yang aneh-aneh jikalau keinginannya tidak tercapai. Camaelia bertekad harus menemukan novel Lima Sekawan yang diincarnya. Seandainya saja di sebelah ada toko buku, Camelia pasti akan berusaha bela-belain untuk mampir kesana untuk….meminjam dan mempotokopi. Alamak!

Pegawai perpustakaan berhenti di salah satu rak. Kepalanya menggeleng pelan. Bola matanya sedikit melotot di balik kacamatanya yang tebal. Huh! Siapa sih yang berani mengacaukan sejumlah rak buku yang semula tersusun rapi? Tidak tahu apa ya? Kemaren, saya sepanjang hari menyusun buku-buku itu dengan hati-hati. Apa tidak kasihan sama saya ya?

Tekya sedang mengisi buku tamu di meja registrasi setelah tiba di perpustakaan. Faisol menunggu di belakang Tekya.

“Temennya yang kriting tidak mengisi buku tamu?” Tanya Bu Monika, sebagai penjaga perpustakaan menyimpan kecurigaan. Itulah akbiat Faisol jarang mengunjungi perpustakaan jadi tidak dikenal seantero perpustakaan.

“Oh nggak perlu Bu Monik. Faisol ini tukang ojek yang mangkal di depan sekolah.” Jawab Tekya sekenanya. Faisol menonjok pundak Tekya agak  keras. Kelihatan dia ngedumel tak karuan.

“Bu, saya ini juga pelajar disini. Sumpah.” Tukas Faisol ketus.

“Oohh. Saya kirain pelayannya Kak Mail kantin.”Tuduh Bu Monika sambil tersenyum kaget.

Tekya dan Faisol bergegas masuk menuju rak bagian Fiksi. Dia langsung mencomot beberapa novel andalannya. Setelah itu mereka mulai mencari incarannya. Mereka memeriksa di setiap sudut-sudut meja di sana. Seakan-akan tak membiarkan buruan mereka lepas. Siapa tahu si dia terperangkap di bawahnya (meja) hingga tak berkutik dan tinggal Tekya dan Faisol meringkusnya dengan mudah. Setelah itu Tekya berangan-angan Camelia dengan ikhlas dibimbingnya untuk mengucapkan tiga kata yaitu ‘ aku cinta kamu.  Begitulah khayalan atau angan-angan dua cowok ini. Simpel tapi bisa disemprot.

Hingga akhirnya datang suatu moment dahsyat dimana tanpa sengaja dua pasang remaja ini hampir saja bertabrakan satu sama lain. Untungnya karena kehati-hatian tiap-tiap orang hampir saja insiden dahsyat terjadi di depan pintu perpustakaan. Jujur, segalanya di luar skenario. Walaupun begitu Tekya bersyukur banget. Malah Tekya tadi berharap tabrakan benar-benar terjadi. Dengan begitu paling tidak bisa menyentuh setidaknya lengannya Camelia nan halus.

“Aduhhh kamu Sol!” Ucap Camelia gemes. Mukanya sedikit memucat. “Untung saja kami sigap bisa ngerem langkah kami. Coba kalau tidak bakal malu deh kita…”

Nama Faisol tak sengaja dipanggil oleh bibir mungil milik cewek manis berwajah orientalis. Cicha dan Tekya saling berpandangan dengan tatapan keheranan. Menandakan antara Faisol dan Camelia ternyata telah saling kenal. Tekya menghela nafas panjang. Setidaknya jalannya untuk berkenalan lebih akrab lagi dengan Camelia terbuka lebar. Faisol bisa dijadikan kambing hitam eh jadi mak comblang maksudnya.

 

“Hampir saja…”Chica geleng-geleng kepala. Nafasnya terdengar ngos-ngosan. Seraya meraba-raba dadanya. “Kalau saja ini bukan temen kamu Comel. Hih! Mungkin udah aku cemplungin ke sumur deh. Bikin jantung mau copot aja.” Untungnya Chica hanya berbisik. Jadi tidak membuat Faisol tersinggung.

“Uhffff…hampir aja kita melukai Cameli yang cakep.”Faisol memulai percakapan setelah detik-detik yang menegangkan urat syaraf itu terlewati. Kelihatan Faisol juga gugup dan gelagapan. Suaranyapun terdengar parau. Mirip kakek-kakek genit minta tolong ketika kecebur sumur. Sedangkan Tekya hanya terdiam terpaku terlem dan mematung. Tiba-tiba perasaan nervous dan malu menjangkiti. Namun Tekya berusaha menetralisir suasana. Mencoba untuk dipede-pedein. Padahal faktanya jantung Tekya berdebar-debar pada pertemuan keduanya dengan cewek yang pernah menolongnya agar terhindar dari basahnya hujan.

“Faisol ya?” Pekik Camelia pelan bercampur kaget. Eh nggak sangka kamu bisa masuk SMA ini juga. Temen SMP kita bilang kamu berniat melanjutkan ke SMP di kampung bapakmu?”

“Iya Lia. Rencananya semula begitu. Aku dan Ibu lebih memilih menetap di Palembang saja. Biarlah bapakku mencari duit di sana. Kami lebih betah disini. Eh Lama kelamaan Bapakku nggak kuat juga. Pada akhirnya dia mengalah mengikuti kami pindah. Aku betul betul tidak mengira lho bisa masuk SMA dambaan. Blessin banget gitu deh ah.”

Tekya sedikit terharu bercampur bahagia serta bangga terhadap level korespondensi Faisol yang lumayan oke itu ternyata pernah menjalin tali persahabatan dengan seorang siswi semanis Camelia. Oh…sungguh senangnya.

Ternyata Faisol terlalu lama beramah tamah dan berbasa basi ngobrol dengan Camelia sehingga mengabaikan keberadaan Tekya dan Chica. Mereka terlalu asik membicarakan masa-masa yang telah lampau. Tinggalah Tekya dan Chica saling berpandang-pandangan dan berhadap-hadapan cantik. Keduanya malu-malu untuk memulai saling menegur. Mereka adu gengsi kayaknya. Satu kata untuk Faisol. Terlalu…Jikalau melihat gelagat sesaat kelihatan Camelia agak sedikit kesal dan sebetulnya ingin juga bercengkrama dengan Tekya. Tapi Faisol mencercanya dengan berbagai pertanyaan yang menggebu-gebu.

“Sol…Sol..Udah dong ngobrolnya. Seru banget. Sampai lupa sama teman sendiri…”Sela Tekya sekonyong-konyong.

“Eh iya Mel. Kenalin ini temenku.”ucap Faisol.

Tekya langsung mengulurkan tangannya. Dan disambut dengan lembut oleh Camelia. Mereka berjabat tangan. Mereka saling melempar senyum yang termanis yang mereka miliki. Tak lupa Tekya juga menyalami Chica.

Tekya sengaja menanti pernyataan apa yang akan keluar darti mulut Camelia bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya. Masak sih dia tak akan ingat. Atau dia terserang penyakit amnesia di usia muda yang akut. Duh! Moment itu tak kunjung keluar. Tekya akan malu sekali seandainya Camelia begitu saja melupakan kejadian yang romantis berpayung di bawah hujan deras. Sudah dapat dibayangkan dia akan diledek habis-habisan. Faisol akan mengeluarkan nyengir kudanya yang natural.

Hingga pada suatu ketika…

“Tekya, sepertinya saya pernah melihat kamu dimana ya….” Tampaknya Camelia tidak lupa nih.

“Ayo, dimana coba tebak. Di tv ya?” Ceplos Tekya.

“Oh di bawah kolong jembatan. Dia sedang ngemis.” Faisol ikut ikutan nimbrung.

“Aiya…kamu yang minjam payungku tempo hari kan?” Camelia mengurlurkan jari telunjuknya ke pundak Tekya.

Tekya bernafas lega. Akhirnya Camelia nan cakep itu mengakui bahwa mereka pernah bertemu. Hati Tekya berbunga-bunga. Dia nyaris berniat sujud syukur di tempat. Namun dia urungkan.

Tiba-tiba Chica mengajak Camelia, Faisol dan Tekya untuk kembali ke perpustakaan lagi. Chica masih belum puas kalau belum mendapatkan novel lima sekawan yang dia incar.

“Ayo dong temenin ya. Saya mau nyari buku untuk di bawa pulang. Biasa buat baca sambil  tidur-tiduran.”

“Ngomong-ngomong si Chica mau cari buku pelajaran ya? “ Tanya Tekya kepada Camelia, setelah mereka duduk di kursi. “Rajin sekali ya temanmu itu.”

“Bukan buku pelajaran. Tapi novel lima sekawan.” Jawab Camelia seraya menyibakkan rambutnya yang sebahu dan berwarna kepirang-pirangan.

“Lima sekawan?!” Faisol ikut nimbrung. Lalu dia meneriaki Chica dari jauh. “Jangan diteruskan Chica mencarinya. Percuma. Sampai lebaran juga tidak bakalan ketemu.” Karena suara Faisol terdengar parau membuat suaranya tidak terdengar oleh Chica.

“Emang kenapa Sol?” Tanya Camelia bingung.

Faisol membisikkan sesuatu di telinga Camelia seraya jari telunjuknya menuju ke arah Tekya. Tekya pura-pura bego.

Camelia lalu mengangguk tanda mengerti. Kemudian dia mengucap lirih dengan suara nan menggoda…”Tekya,  kamu ternyata penganggum lima sekawan juga ya?”

“Iya ya. Memangnya kenapa?” Tekya kurang siap ditodong seperti itu. Ditanya eh malah balik nanya. Ketahuan sedang grogi.

“Tekya, merapat dong saya mau membisikkan sesuatu.” Panggil Camelia sambil mencondongkan badannya ke depan sambil melambaikan tangannya.

Tekya terkesima dan mengiyakan. Tekya bangkit dan berdiri. Tidak lama kemudia dia sudah duduk di samping Camelia. Entah topik apa yang akan dibicarakan oleh si cakep itu.

“Oh itu. Oke. Boleh kok. Apa sih yang tidak untuk kamu Lia.” Ujar Tekya. Kelihatan dia sedang menetralisir detak jantungnya yang terus berdegup kencang dengan irama tak menentu.

“Gombal!” Cibir Camelia. Ih, walaupun dia berusaha menjelek-jelekkan wajah, ajaibnya tetap tak bosan Tekya memandangnya.

“Waduh, Tekya mulai berani tuh sama kamu Lia. Biasanya dia pemalu lho. Sekarang malah malu-maluin.

Jam istirahat kali ini merupakan moment teramat spesial bagi Tekya. Really, sudah cukup lama dia memandam rasa kangen ingin bertemu dengan sosok Camelia. Entah kapan terwujud? Setelah kejadian hujan-hujan kemaren itu sungguh berkesan bagi remaja seperti Tekya. Beberapa hari setelah itu dia berharap dipertemukan kembali oleh Tuhan. Tanpa sadar kadang saat saat menjelang tidur malam wajah Camelia seakan-akan mengusiknya. Oh..apakah ini pertanda cinta pada pandangan pertama. Mirip lagu melayu yang didendangkan oleh penyanyi A Rafiq. Ya A Rafiq adalah penyanyi yang kesohor di jamannya. Pada setiap penampilannya suka berdandan ala Elvis Presley.

Padatnya pelajaran di sekolah membuatnya tidak ada waktu untuk mencari-cari keberadaannya Camelia. Oh, terlalu cepatkah cinta itu menghampiri…

Ruangan perpustakaan sekolah menjadi saksi pertemuan indah ini. Pertemuan mereka bagaikan pertemuan sahabat lama yang telah lama terpisah. Mungkin tahunan. Mereka asik sekali bercengkrama. Ngobrol ngalor ngidul. Walaupun masih sedikit canggung dan malu-malu. Tapi menurut Tekya dan Faisol sangat bernilai sekali. Rasanya berat sekali untuk mengangkat pantat dari kursi. Terlebih-lebih meninggalkan perpustakaan. Nggak kuat! Bel pun berbunyi. Suka tidak suka mau tidak mau mereka harus masuk kelas kembali. Duduk dengan tenang di bangku masing-masing untuk menerima pelajaran.

Di dalam kelas Chica masuk ke dalam kelas dengan muka masam dan ditekuk. Sepanjang koridor menuju kelas Camelia melihat ada keganjilan pada tingkah laku sahabatnya itu. Dia menjadi orang yang kalem dan pendiam. Kerjaannya hanya menunduk saja. Kecewa berat. Camelia tak habis pikir akan jalan pikiran sang sobat yang tiba-tiba mendadak aneh gara-gara gagal mendapatkan novel lima sekawan. Kegilaannya akan buku karang Enid Blyton itu sudah pada taraf sekarat.

Hendrasukma, teman sekelas Camelia yang berbodi gembor sedang asik menggosipin artis lokal. Sebut saja Mawar.

“Kalian pada tahu belum kalau bintang sinetron bernama Kembang Tahi Ayam alias Mawar itu ternyata penyuka sesama jenis lho?” Hendrasukam mulai menyalakan api gosip kepada temsan-temannya.

“Ah masak? Jangan nuduh sembarangan dong. Dosa tahu Ndra…”Sela Sopian sambil nyengir beruang.

“Namanya gosip kan belum tentu benar Sopi..” Bela Hendra. “Aku pernah baca di salah satu tabloid infotainment lagi. Kalau dia cewek tulen kenapa belum kawin-kawin sampai sekarang.? Hayooo…!

“Benar juga  ya. Dia kan cantik, sexy, bohay dan ya ya ya.” Timpal Maruto.”Kalau dia mau cowok mana yang tak bisa ditalkukkan.”

“Jangan asal bikin opini sendiri.” Tukas Nyunyun saraya membenahi kepangnya yang copot pitanya. “Siapa tahu dia masih ingin meneruskan kuliahnya. Mungkin ke Es lima kali. Atau mungkin sedang membiayai adiknya yang sedang kuliah. Kan butuh biaya besar.  Jadi dia fokus ke karir dulu.

“Aku rasa si Kembang sering dikecewakan laki-laki hidung belang. Jadi dia tidak mau nyemplung ke lobang yang sama.” Kali ini Sianida angkat bicara. “Makanya dari pada berteman dan jadi mangsa laki-laki lebih baik berteman denagn sesama jenis.”

“Ciri-cirinya gimana Hend?” Tanya Tania dengan muka lugu dan polos.

“Gampang kok. Kamu bisa lihat kalau orang sedang berpacaran. Maksudku pacaran normal. Beda jenis. Coba bayangkan. Yeah mirip mirtip begitulah. Kalau sedang berjalan mereka acapkali bergandengan. Kadang berpelukan untuk meluapkan rasa rindu berat mereka. Terus..kalau lagi mereka berciuman deh…”

“Mudah-mudahan di kelas kita tidak ada yang kayak begituan ya.” Ucap Susi pelan.

Mari kita lihat antara Camelia dan Chica masih berseteru.

“Lia, pokoknya aku hari ini kecewa berat sama kamu.” Protes Chica dengan jengkel jengkol setelah mendaratkan pantanya di kursi.

“Kecewa gimana si Cak?” Tanya Camelia dengan tampang diblo-onin. “Bukannya aku sudah menemani kamu ke perpustakaan. Please deh. Aku sudah berbaik-baik kok masih… ”

“Iya sih. Kamu memang baik. Tapi karena kita telat saja sekian menit. Lima sekawannya ludes dipinjam oleh kelas lain. Terlebih lagi besok kan long week end. Biasanya seharian mengurung di kamar berteman lima sekawan. Kamu tahu kan Lia.?.Aku pelan-pelan berniat meninggalkan kebiasaan dugem dan ngelayap sampai pagi.

“Maafin Aku ya.” Camelia menarik tangan Chica serta mengusap-usap jari jemari sohibnya itu. “Aku baru mengerti betapa berartinya novel lima sekawan bagimu.Swear! Aku support banget minat bacamu. Aku juga menghargai perjuangan dan pengorbananmu untuk melawan di dunia malam.”

“Ingat Lia. Walaupun dahulu aku tenggelam dalam kehidupan dunia malam. Tapi aku bisa menjaga diri. Aku tidak pernah terlibat sex bebas, alkohol apalagi narkoba.”

Camelia merapatkan badannya ke Chica. Lalu mereka berangkulan hangat sekali. Chica membalas dengan mencekal pundak temannya. Untuk beberapa saat Camelia membisikkan sesuatu ke telinga Chica. Tiba-tiba Chica bereaksi. Mulutnya menganga. Matanya melotot. Lambat laun mulutnya yang beberapa jam lalu tampak memble mulai menampakkan kegembiraan yang luar biasa.

“Kamu serius Lia? Kamu serius Lia?” Tanya Chica sambul mengulang-ulang. Seakan-akan tiidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar tadi.

“He-he.” Camelia mengangguk dan tersenyum. “Aku harus berterima kasih sama Tekya. Aku jadi malu, baru saja kenalan sudah merayu demi minjam lima sekawanmu itu…”

Tiba-tiba Chica bangkit dan melonjak gembira. Dia meloncat-loncat mirip anak TK kebagian kue ulang tahun. Ditariknya tangan Camelia…Adegan berikutnya mereka berpelukan dengan mesra.

Mereka tidak sadar bahwa Hendra Sukma cs sedang menyaksikan adegan dimaksud. Tentunya dengan mata setengah melotot. Serta mulut terbuka. ..

MY FIRST COMIC

OPENING
SELAMAT MALAM
SEBELUM MULAI SAYA MAU TANYA IZIN DULU “APAKAH SETUJU KALAU SAYA BERDIRI DI SINI? DIDEPAN SETUJU? DI BELAKANG SETUJU? SAYA TIDAK SETUJU. INI KALI PERTAMA SAYA S.U.C JANGAN DIKETAWAIN YA…
SAYA SEMPAT BINGUNG KENAPA DITUNJUK UTUK S.U.C. PADAHAL KRITERIA SAYA TIDAK COCOK. KATA ISTRI SAYA “PAPA PANTASNYA IKUT ACARA DIALOG EKONOMI, CEK AND REICEK, WISATA MALAM, DUNIA LAIN DAN BEDAH MUKA. PALING TIDAK COVER MAJALAH MANDIRI”

GANJA
NDONESIA SELAIN TERKENAL DGN BUDAYA JUGA BAHASANYA. MASING MASING DAERAH PUNYA BAHASA TERSENDIRI. CONTOH : KALO GELO BHS SUNDANYA EDAN TAPI DI PALEMBANG ARTINYA STOPLES. KALO DI BARAT SANA TOPLESS ARTINYA TANPA BUSANA. SAYA JADI INGET CERITA ROMBONGAN POLISI DARI JAWA SEDANG TAMASYA KELILING SUMATERA BARAT DENGAN MENGENDARAI BIS. SEMUA TEMPAT SUDAH DISINGGAHI SEMUA DARI DANAH DI ATAS DI BAWAH DI SAMPING , GOA JEPANG, DI BUKITTINGGI, DANAU SINGKARAK DLL.
SUATU SENJA TIBALAH MEREKA MELEWATI DANAU MANINJAU YG TERKENAL DENGAN KELOK (BELOKAN) 44 YANG TAJAM DAN CURAM SERTA LICIN. BILA KE SANA MESTI HATI HATI. POKOKNYA SUPIRNYA HARUS JAGO. SAAT MEMASUKI KELOK 40 TIBA TIBA BIS MUNDUR PELAN PELAN. SEPERTINYA TIDAK KUAT MENANJAK AKIBAT BEBAN TERLALU BERAT. MAKLUM BIS TUA. REM SUDAH DIINJAK HABIS OLEH SUPIR TAPI MASIH MUNDUR JUGA. PARA PENUMPANG YANG ASIK TIDUR SONTAK KAGET. SANG SOPIR LALU BERTERIAK “GANJA ! GANJA DI BELAKANG. CEPAT AMBIL GANJA!!.
MENDENGAR KATA2 GANJA NALURI PARA APARAT LANGSUNG TERPANGGIL. NIH SUPIR BERANI BANGET BAWA GANJA. APA TIDAK TAHU KAMI INI SIAPA. MENDENGAR PERINTAH SUPIR SI KENEK BURU BURU KE BELAKANG. NAMUN DIHALANGI OLEH APARAT.
“AWAS! KENAPA DIHALANGI ? BIAR KITA SELAMAT NIH KITA PERLU GANJA.” SEWOT SI KERNET.
“JANGAN COBA2 “ANCAM APARAT, SETAHU SAYA GANJA ITU BIKIN MATI BUKAN SELAMAT, TAHU!
TERLAMBAT…AKIBAT SALING MENGHALANGI, BIS PUN MELUNCUR MUNDUR KE SAWAH. BAPA2 INI GIMANA SIHH. YG DIMAKSUD GANJA ITU ADALAH GANJEL BAN MOBIL. BIAR KITA TIDAK TERPEROSOK KAYAK GINI.

PIN
SAYA HERAN APA SIH MENARIKNYA JAKARTA? TIAP TAHUN BERBONDONG NYARI KERJA. PADAHAL DI SINI TIDAK ADA YANG GRATIS. MOBIL MOGOK MINTA DIDORONG HARUS BAYAR. PIPIS BAYAR. MACET SANA SINI. MUNGKIN SANGKIN PARAH MACETNYA KITA MASIH BISA BERHENTI DULU NYARI WARTEG.
ALKISAH ADA CEWEK DESA MAU MERANTAU KE KOTA JAKARTA MENCARI PEKERJAAN. TEKADNYA KUAT INGIN MERUBAH NASIB. KLISE. DIA INGAT PESAN AYAHNYA UNTUK TETAP MENJAGA HARGA DIRI. AYAHNYA MEMBERI ATM DAN DIMINTA UNTUK JANGAN MEMBERIKAN PIN KEPADA SIAPAPUN.
SINGKAT CERITA BERKENALAN DENGAN PEMUDA DI SEBUAH STASIUN. SETELAH KELIHATAN AKRAB SI PEMUDA MEANYAKAN ALAMAT, NO. HP DAN TERAKHIR…”MINTA PINNYA DONG”
APA? PIN?
ENAK SAJA. BARU SAJA KENALAN SUDAH MINTA NO PIN. KAMU MAU MENGURAS ATM SAYA. DASAR! SEMUA LELAKI SAMAAA!!!

PONDOK KOPI
DULU SAAT MASIH MENGANGGUR SAYA DAN TEMAN SERING MENGUNJUNGI TANTENYA DI PONDOK KOPI, SEKEDAR UNTUK BERSILATURAHMI. KAMI BIASANYA MENGENDARAI MOTOR. SAAT DI PERSIMPANGAN JALAN JATINEGARA KAMI LUPA ARAHNYA. TIBA NONGOL ROMBONGAN MOTOR KONVOI. TAMPAKNYA MEREKA JUGA MAU KE ARAH PONDOK KOPI. SALAH SATU BERTERIAK KEPADA TEMAN SATU GENGNYA..” KOPI KE ARAH SANA BRO..!” SAYA DAN TEMAN BERINISIATIF UNTUK MEMBUNTUTI DARI BELAKANG. MEREKA LEWAT GANG SEMPIT, KALI DAN TOL KAMI IKUTI. TIDAK LAMA MEREKA BERHENTI DI PINGGIR JALAN. SEMUA ROMBONGAN SEGERA MEMARKIR MOTOR DAN LANGSUNG MASUK KE SEBUAH WARUNG KOPI. SIAL! KITA SALAH ORANG BRO…
PENCURI INSYAF
KARENA BARANG YANG DICARI TIDAK ADA DIA TERBURU BURU KELUAR DARI SUPERMARKET. LANGUSNG MENUJU TEMPAT PARKIR LALU MENAIKI MOTORNYA. SETELAH MEMASUKI KUNCINYA KOK TIDAK PAS MELULU. EH TERNYATA SALAH MOTOR. DI LAIN HARI INI MOBIL SIAPA.

BURUNG
SEORANG IBU HENDAK MEMBELIKAN BURUNG BUAT SUAMINYA SEBAGAI HADIAH ULANG TAHUN, DI TOKO ITU ADA TIGA EKOR BURUNG BEO YANG DALAM SATU SANGKAR BESAR. SI IBU PENASARAN LALU BERTANYA…
“BERAPA HARGA BURUNG YANG HIJAU BANG?”
“WAH ITU YANG LAGI NYANYI 1 JUTA. WARNA COKLAT YANG MANGGUT2 HARGANYA 2 JUTA. TERUS YANG WARNA KUNING YG LAGI DIAM 3 JUTA.”
“GA SALAH BANG MASAK BURUNG YG GA ADA KEBISANNYA MALAH MAHAL.”
“EH JANGAN SALAH BU. YANG MANGGUT ITU PENCIPTA LAGUNYA. YANG DIAM ITU PRODUSERNYA.”
GOSIP

Dari pada ngegosip di bulan puasa mending kita tidur. Lho kok mimpinya lagi ngegosip juga hu…

TIPS Menjadi Seorang Vlogger dan BerpenghasilaN Lumayan

COPAS Dari ANAKOST.TV

Anakkost.tv – Ayo siapa yang ingin menjadi seorang vlogger sukses? Pastinya yang buka artikel ini ingin menjadi seorang vlogger yang sukses, entah itu vlogger lama atau yang baru ingin menjadi seorang vlogger. Karena kalau dilihat – lihat menjadi seorang vlogger itu gampang. Seperti halnya raditya dika, seorang vlogger yang berpenghasilan besar dan jika dilihat video vlog nya santai saja dan tidak terlalu banyak editing, efek dan juga yang lainnya.

Namun hal itu tidak berlaku bagi kita yang hanya orang biasa dan tidak dikenal oleh orang banyak. Ya mungkin wajar, karena radit itu kan artis dan mempunyai banyak fans sehingga bisa dikatakan mudah baginya untuk menjadi seorang vlogger yang terkenal dan berpenghasilan banyak. Namun tentunya dibalik semua itu ada usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan.

tips menjadi seorang vlogger

Nah bagi kamu yang barus mulai menjadi seorang vlogger dan tentunya ingin sukses menjadi seorang vlogger bisa kamu simak tips dan trick nya dibawah ini. Ikut langkahnya dan bulatkan tekad serta niat untuk menjadi seorang vlogger.

Tips Menjadi Seorang Vlogger atau Youtuber

Adapun hal pertama yang wajib kamu lakukan dan persiapkan terlebih dahulu agar kedepan nya bisa berjalan dengan lancar.

  1. Kamera yang mendukung, bisa juga dari smartphone dan gunakan resolusi tinggi
  2. PC/Laptop yang mendukung untuk editing video beserta software edit nya
  3. Koneksi internet yang stabil untuk upload hasil ke youtube
  4. Materi video yang akan dibuat, agar ter urut dan hasilnya memuaskan

Jika kamu benar – benar tertarik untuk menjadi seorang youtuber dan 4 poin di atas sudah kamu siapkan maka tinggal melangkah ke tahap selanjutnya. Dimana hal ini juga sangat penting dan memang wajib untuk kamu lakukan.

  1. Buat Akun Youtube

Jelas ini merupakan hal utama yang wajib kamu lakukan, dimana kamu harus membuat akun youtube terlebih dahulu. Dan youtube sendiri merupakan salah satu produk google yang tentunya berhubungan juga dengan produk – produk lainnya seperti Gmail, google plus, google drive, blogger dan yang paling penting google adsense.

Kamu buat akun google dengan mengisi semua formulir yang telah disediakan. Jika sudah bisa langsung kamu lanjutkan untuk membuat akun youtube dengan nama yang menunjukan itu kamu. Jika bingung dengan nama channel youtube bisa kamu cek disini contoh nama – nama channel youtube keren.

daftar akun youtube

  1. Melakukan Verifikasi Akun Youtube

Verifikasi ini bertujuan untuk memperjelas bahwa akun tersebut bukan buatan robot dan pemiliknya jelas dengan menyertakan no handphone untuk melakukan verifikasi nya. Serta membuat durasi video yang di upload menjadi lebih panjang dan lebih dari 15 menit.

Untuk caranya sendiri bisa langsung kamu pergi ke bagian dashboard youtube

  • Kemudian klik menu channel yang ada di sebelah kiri Dashboard.
  • Dilanjutkan dengan memilih Status dan Fiture yang kemudian klik Verifikasi.
  • Disana kamu akan akan di arahkan pada bagian verifikasi dan silahkan pilih negara dimana kamu tinggal serta masukan no handphone yang sudah disiapkan dan tunggu pesan masuk untuk menerima kode verifikasi dan biasanya berisi 6 digit angka yang bisa kamu ketikan dalam kolom yang sudah disediakan.

verifikasi no hp di youtube

  1. Bikin Video Semenarik Mungkin

Ketika nama channel dibuat maka dari situ kita sudah bisa menemukan gambaran video – video yang akan kamu buat selanjutnya. Dalam membuat sebuah video di youtube se bisa mungkin harus konsisten dan mempunyai ciri khas tersendiri, bila perlu lain dari yang lain dan belum pernah ada sebelumnya.

Untuk pengambilan gambar sendiri bisa dilakukan di berbagai tempat dan menggunakan kamera yang ada, baik kamera handphone, dslr atau handycam sekalipun. Yang penting video nya original dan konten nya menarik serta tindak melanggar hak cipta orang lain termasuk musik untuk background video yang akan kamu gunakan.

  1. Upload Video ke Channel Youtube

Setelah semuanya selesai, dari pembuatan naskah, video sampai editing maka tahapan selanjutnya tinggal upload ke cahnnel youtube yang telah kamu sediakan sebelumnya. Jangan lupa siapkan judul dan thumbnail yang menarik agar orang penasaran dengan video yang kamu buat. Jika bingung bisa kamu simak disini mengenai cara membuat thumbnail dan judul yang keren serta menarik.

Ingat judul, thumbnail serta isi video harus asli atau berhubungan, jangan sampai kita menipu penonton dengan judul dan thumbnail yang berbeda jauh dengan isi video yang kamu buat. Karena itu bisa merusak reputasi aku kamu sehingga tidak adanya orang yang mau berlangganan terhadap channel yoytube kamu.

  1. Mengatur SEO Youtube

Untuk hal ini mungkin jarang sekali dilirik, apalagi bagi youtuber – youtuber pemula. SEO atau disebut dengan Pengoptimalan mesin telusur sangat bermanfaat bagi video youtube yang kamu upload. Gunanya untuk meningkatkan situs dan menghemat waktu. Karena SEO bukan hanya berlaku pada blog melainkan juga video youtube.

Cara Mengatur SEO Dasar Youtube :

  • Hal pertama berikan judul video yang menarik dan sekiranya banyak di cari orang dan mudah di cari.
  • Gunakan keyword yang berkaitan dengan isi video dan kata – kata yang memang umum di masyarakat.
  • Kamu isi bagian Deskripsi untuk lebih jelasnya tentang video yang kamu buat, lebih detail dan masih berhubungan dengan isi video tersebut.
  • Kemudian isi bagian Tag untuk mempermudah saat menampilkan related video dan tag video yang relevan akan tampil secara bersamaan ketika penonton mencari sebuah video dengan tema tertentu.

cara membuat seo youtube

  • Terakhir kamu bisa bagian atau share video youtube tersebut ke media sosial lainnya untuk memberitahukan keberadaan video yang telah kamu upload. Jika mereka suka pastinya akan ikut membantu share video kamu sehingga semakin banyak penonton yang kamu dapatkan serta kemungkinan besar juga bisa mendapatkan subscriber.
  1. Aktifkan Monetisasi Channel Youtube Kamu

Untuk mengajukan monetisasi akun youtube, kamu harus terlebih dahulu memenuhi standarisasi atau ketentuan youtube di awal. Diamna kamu harus mempunyai penonton waktu ditonton sebanyak 4.000 jam dalam 12 bulan terakhir dan telah mempunyai 1.000 subscriber. Baru kamu bisa mengajukan peninjauan terhadap channel youtube kamu untuk bisa di monetisasi.

Memang sekarang youtube semakin ketat dan tidak sembarang channel bisa mudah me-monetisasi seperti dulu. Karena banyak tahapan dan S&K yang dirasa cukup menyulitkan seorang youtuber baru. Namun jika mempunyai keyakinan yang kuat pasti kamu bisa. Dan untuk cara menyambungkan channel youtube dengan adsense bisa kamu simak DISINI.

  1. Menjual Video Kamu Pada Website Penjualan Video

Disini mungkin kamu pernah menonton sebuah video di youtube namun hanya sebagian video dan di akhir ada keterangan yang menyatakan jika ingin menonton video full bis mengunjungi web tertentu. Begitu juga dengan maksud dari pada ini, jadi kamu hanya meng-upload sebuah tayangan teaser dan mengarahkan penonton untuk melihat versi lengkapnya di web khusus tapi disarankan membayar terlebih dahulu.

  1. Menarik Minat Sponsorship

Jadi jangan hanya mengandalkan adsense saja, karena kamu juga bisa menambah penghasilan dengan adanya sponsor yang mendukung atau ikut serta dalam video di channel youtube kamu. Sehingga itu akan menjadi nilai tambah bagi kamu sendiri.

  1. Melakukan Meeting dan Greeting

hal ini bisa kamu lakukan jika sudah mendapatkan fans yang cukup banyak sehingga perlu adanya meeting dan greeting  dengan jadwal khusus agar bisa meningkatkan egangement dengan para subscriber kamu dan disana kamu juga bisa menjual produk atau mempromosikan konten lainnya.

  1. Berpikir Lebih Jauh Kedepan

Disini kamu dituntut untuk bisa membuat sebuah konten menarik dan diluar dari kebiasaan. Sehingga orang bisa menonton video kamu dari awal hingga akhir dan tujuan akhirnya menjadi viral sehingga akan membuat video serta channel kamu semakin menarik perhatian khalayak ramai.

Dan itulah cara untuk menjadi seorang youtuber dengan tujuan penghasilan jutaan rupiah per bulannya. Baik menjadi seorang vlogger, gamers atau yang lainnya. Intinya jika ingin sukses kita harus bulat kan tekad dan niat terlebih dahulu dan untuk masalah fasilitas pendukung nanti akan muncul seiring berjalannya waktu, tetap semangat. Terimakasih.

 

SERIAL ‘MASA SMA MASA BODO’ dalam MALAM MINGGU NAN CREEPY/MENCEKAM DI KOMPLELS PENJARA

Oleh : Deddy Azwar

IMG-20160818-WA0000

  1. SOSOK SOSOK MISTRIUS DI MALAM GELAP

Dua bayangan hitam berkelebat menelusuri jalan setapak demi setapak.  Mereka berjalan sambil berjingkrak jingkrak. Dungguh mencurigakan. Ditambah lagi mereka mengenakan konstum serba hitam dan bertopeng. Sekilas mirip tinja eh ninja kesasar.  Bayangan hitam itu tampak menyibak alang-alang yang dianggap menganggu pandangan mereka.

Seandainya saja di dalam hutan liar yang ditumbuhi ilalang dan semak-semak yang tinggi mereka ketemu seseorang yang kesasar di sana, sudah bisa diyakini dua bayangan hitam pasti dikira makhluk asral, setan atau genderuwo yang sedang bergentayangan ke sana kemari buat nakut-nakutin orang. Sudah tentu seseorang yang kebetulan sendiri itu langsung kocar kacir tak jelas arah dan tujuannya. Beda halnya kalau yang menemukan dua bayangan hitam itu sekelompok orang yang berkemah atau pecinta alam tak ayal lagi pasti mereka berebutan mengeroyok dua orang makhluk yang tidak menggemaskan itu. Masih menjadi sesuatu yang mistrius akan keberadaannya. Apa sih yang mereka kerjakan di sana?

Mereka sudah hampir seperempat jam menjelajah di tempat itu. Namun belum ketahuan tujuannya. Selama perjalanan mereka berdua selalu berdekat-dekatan dan dempet-dempetan kayak orang ketakutan. Masing-masing tidak ingin saling mendahului, tetapi  selalu berjalan sejajar. Kadang-kadang berpegangan tangan dan berangkulan. Idiih apaa sih?! Kalau melihat gelagat dua orang ini yang cukup mencurigakan, sepertinya akan berniat yang tidak baik. Tidak lama kemudian mereka telah sampai ke wilayah perumahan…..tahanan!

Mari kita simak percakapannya.

“Bos..bos…jangan jauh-jauh dong, saya takut nih..” Bisik salah satu yang bernama Tambun itu, lagi-lagi mempercepat langkahnya. Dia takut ditinggalin sama Bosnya.

“E-eh kuyung itu sudah nga bilangin jangan lagi panggil pangil ike dengan bos ya…” Ancam orang yang berbadan kecil dan pendek.

“Maafkan saya Bos…eh bis, maksudnya.” Bela Tambun gelagapan. Dia langsung bersimpuh dengan tangan yang disatukan mirip orang minta ampun.

“Bis, panggil ike bis guoblokk! Amit amit deh ah. Berapa kali ike bilang ke yei. Ada kali jutaan ribu kali. Masih saja tak mengerti. Kuyung ini bodoh atau lolo sih. Payo, dengarkan baik-baik kalau panggilan bos untuk orang yang berjenis kelamin cowok dan macho. Nah, kalau setengah cewek atau cowek kayak ike begindang panggil bis. Sebel sebel deh.”

“Saya paham bis. Tapi sedikit geli dan lucu terdengarnya. Aneh, unik dan sedikit siluman gitu. Kira-kira gimana gitu. Bis….antar pulau antar propinsi…”

Akhirnya si Tambun digaplok kepalanya dengan cincin yang melekat di jari tengah si bos. Lumayan batunya dari batu koral dan batu bata.

“Aduh bis, sakit..Teganya kamu padaku.” Pekik Tambun meringis.

“Habisnya kuyung idak ngerti-ngerti omonganku..”

“Ngerti kok bis. Ogus paham..”

“Sekali lagi ike dengar kamu salah ngomong lagi, AWASS! Nanti Ike pecat kamu dari klub kura-kura tinja. Baru tahu rasa…capcay…”

“Jangan Bis, “ Ucapan permohonan Tambun terdengar lirih dan sedikit merintih. Sedikit memohon mohon dan menyembah-nyembah. “Kalau Ogud di PHK, siapa yang bakal netekin di Jujuk Saodah.”

“Memangnya selama ini yang netekin sampean apa?!” Kipruk kiding melotot heran. Hidungnya yang gede bangir sedikit mengendus.

“Jelas bini Ogud dong bis. Emangnya saya punya..?Maksud EdySud eh maksud Ogud, siapa lagi yang memberi makan anak istri Ogud kalau nantinya dipecat. Ogud ogah jadi pengangguran. Keahlian dan kebisaan Ogud hanya maliang dan ngutil doang. Apalagi sampai dikeluarkan dari squad klub bisa mati kutu dan kesepian banget. KKT(Kura-kura Tinja) sudah Ogud anggap sebagai keluarga kedua. Suka dan dukan sudah kita alami bersama sama beberapa tahun terakhir ini. Ogud sudah terlanjur demen dan punya hutang budi sama klub KTT, eh KKT ini Bis…Please please…

Kipruk hanya mengangguk angguk, layaknya seorang bos kebanyakan. Dia bangkit lalu berdiri. Dari bibirnya tersungging senyuman genit tapi sinis. Sok mafioso yang bijaksana dan ngemongin. Perawakan yang pendek dan ceking sangat jauh dari kesan bahwa dia seorang ketua gang pencuri. Nggak singkron deh. Pengalamannya yang sudah terlampau akut itu yang dihargai dan kagumi oleh para anakbuahnya. Jam terbangnya di dunia kriminalisasi sudah tidak diragukan lagi. Rumah tahanan mana yang belum dia tiduri? Dia juga sudah terbiasa keluar masuk penjara. Sayangnya, sampai saat ini belum berniat untuk bertobat dari dunia kegelapan.

“Very good, very fine, very sonevil. Cantik banget kalau kamu cepat sadar akan kesalahan. “Yuk kita came on.”

“Terima kasih ya Bis.”Bis baik banget.”

“Oke oke. Sudah deh jangan celamitan ente…”

Akhirnya mereka berdua jalan lagi melanjutkan perjalanan yang tertunda. Beberapa menit kemudian si Tambun merasa tidak dapat menahan hasratnya ingin pipis. “Tunggu dulu Bis, saya mau pipis dulu.”

Kipruk kesal dan membuang mukanya ke samping.

“Idiiih, Tambunn, mana tahan deh ah, eh tahan dulu maksud Ike. Nanti pipis di jalan aja ya.”

“Aduh Bis, ini sudah nggak tahan lagi. Bisa ngucur di jalan. DI JALAN?!. Emangnya sedang buang anak kucing. Please…Aku mau ke semak-semak dulu, ya Bis. Sumpah! Sudah nggal tahan nih.”

“Dasar sontoloyo! Dasar burung blekok! Minggat sana gih…”

Tambun Gledek berlari dengan tergesa-gesa meyerbu semak-semak belukar yang tinggi. Belum kesampaian ke tempat yang dituju tiba-tiba langkahnya terhenti. Kipruk langsung mendelik.

“Ada apa lagi deh ah, semprul!’ Pipis sono!”

“Ogud lupa bawa alat penerangan alias senter bis. Habis disini gelap banget coy..Bulu roma Ogud merindinh nih…”

“Bilang saja kamu takut kan? Kayak banci kaleng aja deh ah. Kalau ike wajar dong takut. Ike kan betina eh ada aura perempuannya nan halus. Awas kalau ente jiplak ike punya trade mark ya.”

“Bukannya takutn tapi malu.” Kilah Tambuh. Padahal jujur di dalam hati yang paling dalam dia takut minta ampun.

Kipruk tidak peduli dengan keyakutan yang dialami anak buahnya. Lalu bersabda: “Nggak  ada senter senteran, senteran sepi. Sudah kamu kecing duduk aja di situ.”

“Duduk Bis?”

“Aduh lupa, kirain ike yang pipis. Eh tahu nggak pempek, kalau ini senter dikasih ke kamu ike gelap-gelapan dong disini. Tak sudi! Emang sampean kira sedang nyari bocah hilang. Atau mau ngeronda. Seb-bel deh. Kalau saja dari dulu ike tahu ente pengecut begini, sudah ike pecat dari dulu. Nyesel ike..Ngapain ya pakai sampeyan. Sudahlah bubur sudash menjadi spaghety. Mending si Entong. Biar kecil badannya tapi gede anunya… eh keberaniannya maksudnya. Mana si Entong jinak-jinak burung onta pula. Sudah belum pipisnya?”

Begitulah tabiat si Kipruk Kiding kalau sudah kesal bin sebel bintitan…Ngocehnya nggak habisd-habis. Sambung menyambung menjadi panjang. Anak buahnya berbicara singkat dia berbicara ngelantur sambil ngalor ngidul.

“Bis…kalau begitu pinjam lilin aja ya..Gelap nih. Ntar saya salah kencing..” Tambun memohon untuk kesekian kalinya meminta pengertian Kipruk untuk sudi meminjamkan dia lilin.

“Tambuuunnnnn!!!” Apa katamu tadi. Lilin?! Yang mau ulangtahun itu S-SIAPAAA!!” Amarah Kipruk akhirnya membuncah juga. Saking keselnya si Tambun di timpuk pakai gundukan tanah lembek dan mendarat di jidatnya yang jenong dengan mulus. Tambun tentu saja kaget bukan kepalang. Dia tidak menyangka kalau Kipruk Kiding akan bertindak setega itu. Tanpa dikomando lagi, Dia langsung ngeloyor tergopoh-gopoh mendekati si Kipruk. Kipruk sedikit menjaga jarak. Sambil jaga wibawa. Memang, David alias Tambun Gledek ini, termasuk jenis anak buah yang sinting dan kelewat sering bertingkah bikin kesal. Tambun suka berulah dan berlaku sok jago, sok pintar dan sok godok. Bikin eneg si Bis nan gemulai ini. Walaupun Tambun ini berbadan besar dan gempal dan sedikit brewokan tapi bernyali hanya seupil.

Tambun lari tergopoh gopoh ke arah bis-nya seraya membetulkan posisi resletingnya. Saking buru-buru diselipin resa takut, laki-laki cunguk itu sampai lupa mengencangkan ikat pinggangnya. Tak ayal lagi celananyapun melorot. Si Bis pura-pura kaget sambil mengintip di balik jari jemarinya ketika pemandangan yang tak sedap dan senonoh itu terhampar di hadapannya. “Idiih, pantatnya gosong,” guman Bis dalam hati.

“Maaf Bis aurat saya kebuka ya? Hehehe” Tambun gusar.

“Emang kamu kenapa sih? Lihat jin kartubi apa?!”

“Nggak bis, tadi pas aku hendak kencing dari kejauhan sepertinya saya mendengar sayup sayup dari arahnya rumah si mandor sel. Saya juga mendengar suara nnyanyian diiringin alat musik gitar. Kayaknya menurut pendapat saya kita tunda aja dulu ya aksi kita kali ini. Karena firasat saya kurang enak nih malam. Sepertinya teman-teman anaknya sedang pada berkumpul. Sedang begadang gitu. Ya namanya juga malam minggu. Bagaimana, ayuk kita cabut.”

“Hei pepaya kenyot, cabut apanya. Tidak bisa tetap jalan malam ini. Lagian disini saya yang menjadi pemimpin. Saya yang atur kamu punya langkah. Mengerti!?”

“Ya bis..kayak nggak pernah sekolah aja. Namanya begadang suka ramai dong. Nanti kitanya yang malah dikeroyok. Pulang yuuk…”

“Nggak nggak!”

“Jujur bis, untuk misi kali jujur saya takut dan agak sedikit merinding lho. Tadi pas mau pipis seperti ada yang menyolek  dan tertawa kecil. Mungkin penunggu pohon besar itu marah saya kencingin..”

“Sudah deh jangan percaya tahayul yang begituan. Pamali tahu…”

“Kalau tuyul saya berani. Dia kan seiprit.”

“Dasar tidak nyambung.”

“Sumpah deh. Aura agak beda. “ Tambun mengacungkan dua jari. “Kalau tidak percaya coba saja kesana.”

“Idiih. Amit amit kwaci deh. Ike kan takut juga..Eh bukan Ike tak pernah takut….sih. Kita hanya takut sama Tuhan Bun…Mafia dari Hongkong dan Jepang saja yang jelas ada wujudnya kita berani kok. Apalagi…. HUAAAA!!” Tiba tiba Kipruk juga kaget. Rupanya dia terhalusinasi dengan yang seram seram. Kipruk beringsut dari tempat dia duduk dan menghampiri Tambun. Kemudian mereka berdiri dempet dempetan. Entah angin apa yang membuat mereka spontan berpelukan dengan jantung berdebar debar. Kasihan si Tambun, badannya nan boncel dipeluk erat makin kempet. Kipruk juga sudah lupa akan jabatannya sebagai bos. Lupa juga dengan kodratnya sebagai laki-laki. Lama kelamaan Tambun dihadapkan dengan sebuah kondisi penuh dilema, kepalanya kejepit tepat di bawah ketiaknya milik juragannya. Matanya merem melek. Dia hendak bersih tapi sekuat tenaga di tahanb. Tambun merasakan aroma yang tak sedap dan nyaris ingin pingsan. Mau didorong takut tersinggung dan marah. Akhirnya si Tambun memilih untuk diam dan pasrah. Dia takut sekali bakal menjadi pengangguran.

Tiba-tiba Kipruk Kidding merasakan sesuatu yang tidak beres. Semacam suatu kejanggalan. Dia menyaksikan tetesan air jatuh membasahi kepala anak buahnya. Pada awalnya Tambun tak menyadarinya. Dia mengira berasal dari keringat yang mengucur.

“Lho kenapa kepala sampean bassah.”

“Itu tandanya hujan. Hujan hujan ayo cari tempat berteduh.”

“Hujan kepalamu! Tidak ada petir kok hujan. Gerimis saja nggak. Hmmm…Gila! Aromanya kok tidak enak tercium di hidung saya. Apek dan agak sengit. Seperti bau…bau…”

“Bau apaan ya bis?”

“Cium saja sendiri. Hidung kamu lagi rusak ya?”

Tambun mencoba mengendus endus persis anjing yang sedang melacak sesuatu.

“Aku tahu sekarang. Ini bau kencing. Iya benar tidak salah lagi. Pantesan apek banget ini. Duileh baunya. Ogud jijay deh ah. Kurang ajar!! Siapa yang berani ngencingin. Manusia atau bukan ya…”

Kipruk refleks melepaskan pelukannya. Dengan serta merta dia mendorong tubuh anak buahnya  dengan ganas. Saking kerasnya tenaganya membuat Tambun nyemplung di rawa rawa. Pingsan seketika.

Padahal kalau ditilik dan diteliti lebin mendalam sedalam lautan samudra hindia, kelakuan mereka berdua sama saja alias setali tiga uang. Talinya terbuat dari tali plastik rapiah dan uangnya recehan. Dalam soal nyalin keduanya parah tapi anehnya kok bisa ya bertindak antagonis. Keseimpulannya keduan duanya penakut. Akan tetapi keduanya tidak mau dicap sebagai penakut. Masing masing tampaknya saling menjaga wibawa. Terlebih-lebih si Bis. Malu dong sebagai dedengkot penjahat atau ketua gank ketahuan penakutnya. Apa kata dunia hitam?

Pengalamannya yang sudah agak kapalan di dunia kriminilitas membuat ‘Bis’ mempunyai banyak nama alias atau nama samaran. Nama tersebut disematkan bisa saja dari kalangan internal ataupun eksternal. Pemberian nama sesuka hati bisa berasal dari rekan bisnis, rekan kerja, anak buah bahkan musuh bebuyutan. Kipruk Kiding bin Jali jali alias Kupu kupu melati ali baba tak u-uk adalah tipe pemimpin yang tak punya jiwa pemimpin. Menurut Tambun si Bis lebih karena keberuntungan saja. Atau gara-gara pengalamannya lebih banyak membuat dia ditunjuk menjadi wakil ketua Kura kura Tinja. Itu juga alasannya karena si Bis ngotot mengajukan diri di tengah minimnya minat untuk mencapai karirnya menggapai tampuk pimpinan penjahat. Idiih…Habisnya para anggotanya pada cupu, pemalu dan hanya ikut-iukutan. Tidak seperti tokoh antagonis di dalam setiap sinetron.

Lantas, kalian kepengen tahu bukan ada motif apa mereka bercapek-capek di malam yang gelap menelusuri hutan belantara yang tidak liar dan sudah sering dijamah orang berakal sehat. Ngapain mereka musti capek-capek ya? Mending mereka nongkrong di warung kopi sambil minum bandrek sambil makan singkong rebus. Kan lebih mendingan. Setelah dikonfirmasi dan di usut punya usut ternyata mereka mempunyai misi yang sangat rahasia banget. Bagi mereka hal tersebut tugas sakral dan suci penuh solidaritas. Bis alias Kipruk Kiding bersama anak buahnya si Tambun Gledek sedang bergerilya mengatur strategi dan siasat dalam rangka membebaskan teman satu gank mereka yang bernama Bedul Nyaimunteh, penjahat kelas ikan koil, yang telah 4 lamanya mendekam di selnya milik Bapaknya Agus Blepotan. Kasusnya cukup unik dan memalukan dunia kriminilitas, yaitu sialnya dia kepergok nyolong kutang dan celana dalam wanita dari jemuran. Padahal track recordnya selama menjadi penjahat tidak pernah sekalipun menyentuh barang curian level rendah apalagi nyolong jemuran di perkampungan. Kutang bekas mpok mpok dan celdem eneng eneng pula. Terus pada sisi sisi rendanya sudah banyak yang bolong atau tambal sulam di sana sini. Walaupun itu daleman yang pernah dipakai artis sekalipun tetap mencoreng dunia preman dan mafia. Beda halnya maling pakaian dalam wanita dari badan pelelangan. Sudah pasti tuh barang berharga banget dan punya nilai historis. Jangan tanya harganya.

Akibat dari nyolong jemuran yang nggak beken inilah, Bedul terseret ke penjara, kemudian kasus kasusnya yang macam perjudian gelap, pencurian sepeda motor, judi kartu, taruhan tebak buah manggis, kasus adu ikan tempalo, sabung ayam, ngutil di supermarket sampai ngompas para pedagang di pasar ikanpun ikut terungkap. Nasmun bedul tak mati kutu ataupun gentar. Sebagai penjahat karir ulung dia pantang menyerah untuk terus menekuni dunia kelam ini. Sudah kepalang tanggung terjun nyemplung sekalian. Bukan mengapa? Merasa tak punya bakat dan kecerdasan dan rendahnya pendidikan yang dienyam membuatkan minder untuk mencari kerja yang baik dan halal. Bedul sadar sungguh mencari kerja di zaman apapun. Profesi sebagai penjahat hasil dari terjerumus.

Bedul Nyaimunteh adalah sosok bromocorah atau buronan pada waktu belum tertangkap. Beliau terkenal gesit dalam berkelit. Wajahnya acapkali terpampang di aman-mana. Menjadi buruan pihak kepolisian kota besar Palembang. Walaupun masih tergolong kelas kambing guling namun cukup meresahkan masyarakat. Bagi backpacker keluar masuk hotel di tiap negara berbeda itu sudah biasa. Bagi penjahat cadas macam Bedul juga sudah biasa keluar masuk penjara.

Kipruk Kidding terus berusaha tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah untuk membuat anak buahnya agar segera siuman. Bukan kenapa? Kipruk Kidding emoh ditinggal sendirian. Tak sadar bulu romanya berdiri. Merinding bo! Terlebih lagi untuk meneruskan misi itu. Sampai matipun dia tak rela dan ikhlas untuk membopong Tambun sampai ke tempat tujuan. Yang ada malah di buang ke kotak sampah. Mustinya dianya yang digendong bukannya si Tambung yang jelek itu. Kipruk mengambil daun pisang untuk menipas-ngipasi Tambun yang masih betah pingsan.

“Hooy bangun…Cepat bangun. Ayo Tambun sontoloyo! Kamu nggak usah pura-pura ya. Cemen banget ya…Nggak bangun awas ya saya tinggalin kamu di sini sendiri.” Pekik Kipruk sembari menggoyang-goyangkan bahu Tambun. Dia tengah dilanda kebingungan. Namun, kondisi Tambunpun tak bergeming. Naga-naganya pingsannya akan memakan waktu yang agak lama. Belum lagi bau badannya samakin tidak enak aromanya akibat kecebur rawa-rawa. Makanya tangan kiri Kipruk sibuk menyumbal hidungnya dengan ujung pakaiannya.

IMG-20160818-WA0000(Bersambung)

MISTRI SEKOTAK PIZZA

Oleh : Deddy Azwar

Pekerjaan hari ini lumayan sibuk, seperti kemaren, sehingga membuatku kembali pulang malam hari. Masalah ini semakin bertambah kompleks, setelah dua rekan teman sekantor mengundurkan diri. Hal ini tentu menambah volume perkerjaan juga meningkat. Pada awalnya pekerjaan pada satu seksi dikerjakan standarnya oleh lima orang,namun sekarang dikerjakan hanya dengan 3 orang saja. Cukup signifikan bukan? Mustahil ini tidak akan menjadi efek bagi kami.

 

GAJIKU 20 JUTA COY!!

GAJI ANDA 20 JUTA!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Oleh : Deddy Azwar

Hari ini tidak biasanya Tekya bangun lebih pagi. Dia harus mengikuti tes menjadi karyawan di sebuah perusahaan multi produk. Kalau tidak salah memproduksi bahan makanan, karet ban dan buah-buahan. Ada beberapa tahap rangkaian tes yang musti dilalui oleh setiap calon pegawai. Dan Tekya sangat berharap perusahaan ini menjadi pilihan yang ideal baginya dan keluarga tentunya. Yang pasti membuat hati merasa nyaman dalam bekerja adalah sesuatu yang begitu bernilai. Semua orang mengimpikan tempat dia bekerja dapat memberikan kesejahteraan yang baik. Dengan didukung gedung perusahaan yang berada di lokasi strategis perkantoran yang berkelas, dilengkapai eskalator atau lift dan tentu saja tangga darurat, kermudian suasana ruangan kerja yang tidak terlalu sempit, fasilitas kesehatan dan kebugaran kalau bisa tersedia, lokasi gedung yang terjangkau  dari rumah.

Tekya memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Sejak dari pagar rumah sampai keluar gerbang komplek perumahannya nan asri Tekya tidak menginjak rem sedikitpun. Kebetulan jalan di sekitar komplek masih terlihat sepi. Sesampai di depan pintu gerbang yang bersebelah dengan pos satpam, Tekya menyalakan klakson dengan maksud memberi tanda dia akan keluar. Mas Tommy, si satpam setengah senior bergegas membuka pintu gerbang dan palang dengan menggesekkan kartu akses. Motorpun melaju meninggalkan Mas Tommy yang menggeleng-gelengkan kepala.

“Mau kemana itu Pak Tekya ya, masih gelap begini sudah ngelayap..” Gerutu Mas Tommy sambil menutup pintu gerbang utama yang terbuat dari bahan besi itu. “Sudahlah…waktunya ngaso lagi.”

Tekya sudah sampai di lokasi. Dia melihat beberapa calon pegawai lain yang sudah berkumpul di depan sebuah bangunan yang lebih cocok seperti gudang pabrik. Atapnya mempunyai beberapa paris cerobong asap. Tekya mengeryitkan keningnya. “Waduh, tidak seperti yang kubayangkan ya. Saya kirain sebuah perusahaan yang terletas di sebuah gedung perkantoran milik sendiri atau ya paling tidak yang menempel pada komplek gedung perkantoran yang dikelilingi oleh mall dan tempat kuliner. Kenyataannya kok beda ya. Ini sama saja layak  menjadi buruh pabrik. Tidak bakalan saya menemukan ruangan kantor yang nyaman yang ada malah pasti terdengar suara mesin yang berisik dan hiruk pikuk orang bekerja.”

Tekya berjalan perlahan memasuki area pabrik itu, pandangannya diarahkan ke segala penjuru, melewati beberapa koridor dan onggokan sampah pabrik, tong tong yang berwarna warni,tumpuk menumpuk di setiap sisi jalan, belum lagi bau aroma khas limbah pabrik yang tersebar ke mana mana. Dia juga sempat berpas-pasan dengan pekerja disana yang berseragam berwarna norak alias mengundang. Mereka rata-rata mengenakan sepatu boot yang kokoh dan keras.

Tiba tiba mata Tekya tertubruk ke salah seorang yang sepertinya sudah dikenal. Buru buru dia menghampiri agar kebih dekat.

“Oalah kamu ikut juga ya Mangipul!” Tegur Tekya seraya mencengkram bahu temannya. Mangipul langsung menoleh. Merekapun sama-sama kaget dan tak lupa bertoast ria. “Tidak kusangka kamu diam-diam melamar di sini juga. Katanya pengen jadi PNS, atau mengajar aja alias jadi guru.”

“Aduh, bapak kok juga ngelamar di sini ya?” Mangipul berteriak samabil memandang takjub. Mereka tidak mengira bisa saling ketemu. “Tahu dari mana kalau lagi ada lowongan?”

“Adalah, mau tahu aja lu! Rahasia. Kamu sendiri tahu dari mana?”

“Dari mana ajalah. Heheh…Kok masih pakai rahasia sih. Kita kan sudah ketemu di sini.”

“Mudah mudah kita saja yang tahu tentang lowongan ini ya Pul.”

“Betul Pak.”

“Eh, mgomong-nomong kita keliru memilih lowongan kayaknya deh,” ucap Tekya setengah terpekik. “Aku sangsi dengan gaji dan kesejahteraannya. Yang ada gaji kecil, suasana hiruk pikuk, pergaulannya kurang level dan banyak polusi.”

“Bapak kuper nih..kurang info.”

“Kurang info bagaimana?”

“Tempatnya boleh nggak mewah dan mentereng tapi gajinya lumayan lho pak.”

“Alah…bisa aja kamu. Lumayan dan hongkong?”

“Nanti kalau bapal diterima pasti matanya akan melotot tahu gajinya.”

Tidak lama berselang mereka pun mulai disuruh masuk ke gedung yang luas dan besar juga. Mereka diarahkan oleh seorang bapak setengah baya untuk menuju ke tempat lokasi tes. Jumlah calon yang membludak dibagi menjadi 2 bagian dan dipisahkan ke dalam ruangan yang berbeda. Rata rata berjenis kelamin laki-laki. Walaupun begitu Tekya bersyukur masih ada juga cewek yang ngelamar. Bapak petugas tes mempersilahkan merek memasuki ruangan masing masing berdasarkan nomor tes dan materi tes yang akan diuji. Wajah-wajah sebagian pelamar terlihat tegang dan sebagian lagi agak santai tapi tegang juga.

Pada tahap awal tes Tekya tidak seruangan dengan Mangipul. Mereka baru ketemuan setelah memasuki tes kedua. Lebih asik lagi mereka duduk saling berdekatan. “Pak, kita kerjasama ya? Jangan lupa ya? “ Bisik Mangipul sambil matanya melirik ke kiri dan ke kanan.

“Emang bisa?” Tanya Tekya dengan suara lebih halus.

“Usahakan dong Pak. Bapak kan pengalamannya sudah banyak ikut tes.” Rayu Mangipul.

“Boleh. Kadang banyak ikut ts tidak menjamin lagi..Kita lihat aja nanti.”

“Kayaknya tidak begitu ketat nih.”

“Oke kita saling kasih contekan ya. Berdoa saja. Mudah mudahan.”

Tespun dimulai. Ternyata pengawasannya agak ketat di awal saja, setelah itu mulai kendor. Moment ini segera dimanfaatkan oleh Tekya dan Mangipul. Merekapun mulai bermain kode kodean. Mereka bekerja sama dengan solid dalam tes yang semestinya mengerjakan tes secara mandiri dan tidak boleh saling mengepek atau contekan. Tekya lebih banyak memberi tahu kunci jawaban yang ia kuasai. Begitupun dengan Mangipul, pada saat Tekya celingukan kebungungan karena pandangannya nanar dan otaknya ngeblank, sebagai teman dia segera menangkap sinyal itu. Pada saat waktu tersisa setengah jam lagi, Tekya memberi kode untuk keluar dari ruangan.

“emang sudah selesai? Mantap Pak Tekya.”Puji Mangipul sambil berdecak kagum.

“Bagi yang sudah selesai mohon untuk meletakkan alat tulisnya dan membiarkan lembar jawabannya di meja. Silahkan anda keluar dari ruangan tes ini. Biarkan petugas nanti yang akan mengambilnya. “ Kata petugas yang tiba tiba nongol di depan pintu.

Tekya sedang asik bermain game di hape. Dia duduk di sebuah kursi panjang. Tiba tiba dari depan Mangipul berteriak memanggil. “Pakkk!”

“Kesini Pul. Nongkrong di sini kita!” Jawab Tekya sumringah.

“Hayuk”

“Eh Pak, tahu nggak tadi saya intip lembar jawaban ujian punya bapak, saya lihat dan kaget ternyata ada lembar terakhir kelupaan di isi ya lho.”

“ Ah masak sih, jangan bercanda kamu Mangipul.”

“Aduh pak, ngapain saya mesti bohong.”

“Perasaan saya sudah diisi semua kok. Aduh, lembar yang mana itu?”

“Makanya jangan main buru-buru aja. Periksa dulu semua lembar jawabannya pak. Pake ninggalin saya lagi. Mau kemana sih? Emangnya banyak cucian di rumah ya?”

“Suwek lu. Habis sudah kelar semua. Daripada melamun jorok. Gimana ya…Jadi kepikiran nih. Kalau itu bener adanya alamat mengurangi nilai saya dong. Dan kesempatan lulus jadi lebih kecil.”

“Tenang pak, saya lihat dari kemampuan bapak dapat menjawab 4 lembar termasuk sudah lumayan dan hanya menyisakan 1 lembar mungkin efeknya kecil.”

“Ah yang bener. Penyakit lupaku sudah akut nih.”

“Tenang pak, tadi pas petugas lagi lengah saya langsung samber kertas bapak saya sempet isikan yang tahu. Terus kolom nama bapak juga lupa isi. Untungnya tidak ketahuan.”

“Wah, terima kasih banyak bro. Itu namanya sahabat sejati. Saling tolong menolong di saat temen lupa. Sisa sedikit aja kan yang belum sempat kuisi?”

“Iya pak. Ucapan terima kasih aja nih?”

“Idihh..emang minta ditraktir apa? Pangsit belakang kantor ya.”

“Asiik.”

Kemudian mereka mengikuti tes yang terakhir. Dibeberapa kesempatan Tekya berusaha memberikan jawaban yang dikuasainya kepada Mangipul. Ya sekalian rasa ucapan terima kasih sudah menolong dan menasehatinya agar tidak sembrono, ceroboh dan berhati-hati.

Pada hari itu juga akan diumumkan siapa saya yang berhak lolos dan diterima menjadi pegawai di perusahaan itu. Yang lebih tokcernya lagi termasuk jumlah gaji dan jabatannya akan segera diberitahu juga. Harap harap cemas dan was was.

“Para calon pegawai yang terhormat.” Ucap bapak wakil direktu yang pada saat itu berkesempatan hadir dan memberi wejangan. “ Mohon tetap terus untuk mengaktifkan telepon genggamnya ya. Pengumuman akan kami kirimkan lewat SMS ke nomor hape anda masing-masing. Oh nya akan kami infokan juga jabatan dan gaji yang akan saudara saudari terima. Kami harap bagi yang tifdak lulus jangan kecewa. Dan bagi yang lolos selamat bergabung menjadi bagian dari perusahaan kami. Mari kita berkomitmen untuk bekerja sama memajukan perusahaan ini. Mohon maaf apabila di dalam penyelenggaraan tes ini terdapat banyak kekurangan. Terima kasih. Sampai berjumpa lagi.”

Tekya dan Mangipul jalan mengendap-endap. Mereka tak sabar ingin melihat hasil tes dari hape. Masing masing dengan cekatan merogoh hape dari saku dan mulai menekan nekan keypad hape. Dan….Alhamdulillah ternyata benar dugaanmu Pul. Memang gajinya fantastis. Saya diterima dan gajiku….DUA PULUH JUTA RUPIAH!!!!” Tekya antara kaget dan senang.

Dan lebih kaget lagi ketika Tekya terbangun dari tidurnya…OH KOK CUMA MIMPI SIH!!! OH TIDAAAKKKK!”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

PERJUANGAN LUCU SERU KE KOTA SEMARANG

Oleh : Deddy Azwar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

PERGI DENGAN YANG LAIN KANGEN SAAT DENGAN YANG DULU

  1. PERBINCANGAN TENTANG JADWAL YANG MENYEBALKAN.

Di suatu dore nan cerah, tiada mendung, tiada hujan, tiada uang dan tiada tara (ngoong opp-o toh?). Tekya dan Mangipul baru saja menyeleisaikan sholat Ashar berjamaah di masjid kantornya. Mereka tengah asik mengobrol di teras luar masjid yang mengarah ke parkiran motor.

“Pakde..”panggil Mangipul sambil mencolek bahu temannya. Panggilan tersebut sudah disematkan kepada Tekya yang sudah dianggap sudah sepiuh alias rekan kerja yang sudah senior ataua sudah lama bekerja. Sekedar menghormati yang lebih tua. Mereka sengaja memanfaatkan sedikit waktu untuk sekedar curhat dan  ngobrol seputar pekerjaan ditenghahsela kesibukan  menjelang lembur bulan yang akan disongsong sebentar lagi.

“Ada apa Pul?” Jawab Tekya sembari menggunakan sepatu.

“Belum baca berita di grup?”

“Belum, kamu tahu tahu saat bekerja aku tidak sempat melihat HP. Boro-boro. Ditambah lagi Hpku kan terkenal lemot. Bikin bosan.”

“Nanti baca deh Pakde. Beritanya sebenarnya menyenangkan tapi sekaligus bikin sebal.”

“Oh ya? Memang ada apa sih? Jadi penasaran,”

“Nanti dibaca aja. Pokoknya intinya mereka mengadakan training menjelang akhir tahun di luar kota. Tahu tidak tanggalnya berapa. Pas saya ada acara keluarga pula. Eh pas kita sedang sibuk sibuknya dan malah kadang suka menginap di kantor karena lembur.”

“Ah jadi mereka mengadakan training di tanggal 14 dan 15 November? Ah Gila! Ada orang yang tidak ingin kita turut serta barangkali. Siapa yang merencanakan ini?”

“Mana saya tahu!”

“Ngomong ngomong kemana lokasi traininngnya?”

“Semarang pak.”

“Mantap. Menarik. Sayangnya…Yeah walaupun saya sudah pernah ke sana. Tetap kepengen.”

“Enak dong. Kalau saya belum pernah kesana. Oh ya seksi Akuntansi mengajak pergi ke sana sabtu pagi. Jadi mereka menyarankan kita untuk menginap di kantor pada hari Jumat malam. Mereka tahu itu merupakan tanggal crusial kita. Mereka juga lemungkinan mengerjakan perhitungan neraca nasabah sampai larut malam. Terakhir mereka harus mengerjakan publish ke media massa.”

“Ada dua pilihan. Pertama kita akan best effor pekerjaan kita secepat mingkin. Agar seksi kita dapat mengikuti training tersebut sekaligus jalan-jalan mengekplor kota Semarang. Kedua kita tidak akan ikut ke sana jika pekerjaaan kita belum beres. Kalau kita paksakan maka hari Seninnya semua akan berantakan. Nasabah akan komplain karena mereka belum menerima dana. Dan kita akan dihukum.”

“Kalau aku sih tidak bisa apa apa. Beres ataupun tidak beres pekerjaan kita, aku tetap tidak akan ikut. Bisa bisa dimarahin mertuaku.”

“Seharusnya kamu bilang bahwa kamu tidak bisa diganggu pada tanggal begitu. Mereka pasti mau mnegertilah. Ngomong nomong  banyakkah surat berharga yang akan kita kalkulasikan tanggal 16 November?”

“Yang pasti tidak sebanyak  bulan Oktober kemaren. Masih bisa kita upayakan kok.”

“Nanti kalau tidak keuber kamu yang melanjutkan pekerjaan kita sampai selesai.”

“Waduh, tidak bisa begitu dong. Kalian senak enak jalan jalan saya yang mampus.”

“Mari kita berjanji. Dengan kerjasama dan kerja keras Insha Allah semua akan beres.”

“ Amin.”

  1. PESAN SINGKAT DARI WHATSAPP BERBUAH DUMELAN

“Dear rekan-rekan,

Berkenaan dengan kesesuaian informasi awak dari bagian pusat pelatihan, bahwa mereka mengabarkan telah menerima dan menyetujui permintaan departemen kita untuk melaksanakan training untuk semua pegawai pada tanggal 14-15 November 2019. Opsi lokasi tempat penyelenggaraan training antara di Bandung / Semarang. (Akan diinformasikan lebih lanjut”

Save the date ya.

Molena

Note :

Jika pada tanggal tersebut terdapat pegawai yang berhalangan hadir karena sesuatu hal, seperti sedang menjalankan cuti, sakit dll agar diinformasikan ke Selly ya, agar bagian pelatihan dapat mempersiapkan segala akomodasi & transportasi yang tepat dan baik dan mempersipakan sertifikat sesuai yang hadir.

Terima kasih

Tekya baru saja membaca berita dari grup whatsapp di HP Asusnya. Sebuah berita yang cukup menggemparkan dan menyesakkan data. Bukan menyalahkan siapa siapa. Bukan masalah tempat lokasi training, namun tanggal pelaksanaannya lah yang menjadi momol permasalahn dan dikeluhkan oleh Mangipul. Dia termenung sejenak. Lalu menggaruk garuk kepalanya yang tidak berketombe. Mengeryitkan dahinya. Mendesah sedikit. Sepertinya dia sedang berpikir keras. Cendrung galau sedikit. Dia bingung akan membalas chat yang bagaimana lembut atau menyelikit hati.

Tidak lama kemudian rekan sekerja Tekya bernama Darmawan menimpali bahwa seksinya pada tanggal tersebut biasanya sedang sibuk sibuknya menyiapak perhitungan hasil imbal untuk nasabah yang menitipkan surat berharganya. Sepertinya agak banyak sih. Bau-baunya seksi kami tidak bisa ikut nih.

Lalu dijawab oleh kepala seksi  perhitungan neraca dan akuntansi, “nginep aja jumat, dan berangkat sabtu pagi2 bareng seksi kami. Kami kemungkinan lembur juga kok.

Tidak lama kemudian ada chat yang menyejukkan perut dari rekan mereka yang lain yaitu bernama Lana.

“Selamat malam bapak ibu dan rekans sekalian. Alhamdulillah sekali ya, besok disiapkan makan siang untuk departemen kita oleh Pak Engkoli. Makan siang akan dilakukan di ruangan seksi penyelesaian transaksi atau teknisnya gimana, akan dikabarkan langi besok”

Terima kasih traktirannya pak Engkoli.

Semenit kemudian Pak Engkoli diberondong dengan ucapan terima kasih oleh segenap anak buahnya. Kalau masalah urusan perut musti didahulukan.

Hampir saja Tekya lupa untuk mengetik chating di WA. Agar tidak kehilangan moment topik tentang training dengan serta merta beliau menulis..

“Maaf pak Molen, apakah tanggal terkait training sudah final? Sebagaimana kita ketahui itu merupakan tanggal paling keramat dan crusial bagi seksi kami. Kami biasanya menyiapakan sejumlah konfirmasi berikut dananya untuk tengah bulan. Malah biasanya kami sampai nginap di kantor segala. Dengan kerendahan hati mohon dapat dipertimbangkan. Kami sangat ingin mengikuti training dimaksud.”

20 menit kemudian dijawab oleh Pak Molena, “Sdh final pak. Itu infpormasi yang kami dapatkan dr departemen training.”

Tekya menghela nafas pendek. Lalu geleng geleng kepala.

  1. MASING MASING TIM MENGATUR STRATEGI

Berita di WA ini bukannya luput sari pantauan kepala seksi mereka Pak Jumali, tulisannya di WA yaitu : ” jikalau sudah final, seksi kami akan melihat kondisi di lapangan, Mudah mudahan kami bisa kejar untuk ikut training, sendainya tidak terkejar laporan itu, saya dan tim dengan sangatt menyesal tidak dapat bergabung dengan relmas sekalian. Saya alan memilih ikut tim menyelesaikan pekerjaan. Yang penting kami telah berusaha mencurahkan segala tenaga dan pikiran. Bukan rezeki kami. Terima kasih.”

Pak Engkoli mengetik..” Temans, saya hari ini terakhir nasuk kerja, sekiranya terdapat dokumen yang akan akan ditandatangani, saya tunggu hari ini, tks.”

Hari itu merupakan hari terakhir dia masuk kantor karena akan masuk pensiun. Setelah hampir 35 tahun berkiprah di perusahaan itu.

Ucapan Pak Jumari. “ terima kasih pa Engkoli untuk makanb siangnya, selamat memulai next jourmey, semoga sehat sellalu, sukses dan bahagia bersama keluarga, saya pribadi mohon maaf sebsar2besarnya apabila  tperbuatan yang sengaja yang terlihat, sehingga menjadi kesalahan yang khilaf kpd pa Engkolim terima kasih pula atas bimibingan dan kerjasamanya selama ini, semoga hubungan silaturahmi kedepannya tetap terjaga…aamiin…

“Silahkan bagi rekans yang ingin memilih jadwal keberangkatan udara sudah tersedia di email yang kirimkan tadi pagi. “Teriakan mba Dona cukup mengagetkan. Di balik wajahnya yang ayu nan kemayu ternyata tersimpan suara dengan nada tenor atau sopran. Terkesan besar, macho dan menggelegar. “Sebelum memilih hendaknya dirundingkan dengan timnya. Ingin berangkat bersama-sama atau sendiri sendiri. Kapan teman teman mempunyai waktu yang tidak sibuk dan kapan saat pekerjaan telah selesai.”

Pada awalnya seksi Pak Jumari sepakat untuk berangkat dengan pesawat pagi di hari sabtu demi menghindari hal hal yang tak terduga. Intinya mereka bekerja sampai pagi dengan menginap di kantor. Akan tetapi selang beberapa hari mendadak berubah menjadi pesawat jumat malam. Cerita punya cerita tim Akuntansipun berubah pikiran untuk berangkat bareng Tim Corpoarte actionnya Pak Jumari. Kayaknya mereka tidak mau kalah saing. Mereka juga bertekad ingin menyelesaikan pekerjaan yang biasanya baru selesai jam 10 malam dipercepat selesai jam 7 agar dapat mengejar peswat Batik Air jam 21.00 WIB dari bandara Halim Perdana kusumah. Mari berlomba!

Pak Juamari juga menyinggung soal uang saku akan mendapat lebih kecil seandainya memilih jadwal pesawat dengan Garuda Indonesia  dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng di hari Sabtu pukul 06.00 WIB. San akan dibayar full jika memilih Jumat malam. Dan di hari Sabtu itu hanya ada satu pegawai dari seksi Settlement yang memilih jam tersebut.  Nanti dari bandara dia langsung menuju ke tempat training terlebih dahulu baru ke hotel kemudian. Alasannya dia menjadi andalan sebagai manager musik di gerejanya.

Beberapa pegawai sudah ada yang berembuk setengah ribut. Biasalah rambut sama hitam atau bucheri namun dalam hati tiada yang bisa menebak. Ada yang ingin satu pesawat bergerombolan untuk flight paling malam. Ada yang juga kepengen cepat sampai biar bisa plesiran dan hunting tempat wisata dan kuliner.

Pada suatu malam menjelang semakin dekatnya hari training. Pak Jumari sebagai kepala seksi yang kena imbasnya tanggal training mewanti-wanti kepada anak buahnya untuk bekerja lebih semangat dan giat lagi juga mempercepat ritme pekerjaan agar timnya dapat ikut serta dalam training di luar kota.

  1. MENSIASATI JADWAL PESAWAT

Sekita pukul 21.30, tiba-tiba mba Donna datang dengan muka cemberut dengan wajah merah merona. Mirip orang sedang berantem dan diputus oleh pacarnya. Beberapa teman kerja pada heran   saling menatap dan bertanya tanya dalam hati. Sepengetahuan Tekya si mba itu sudah pamit permisi teng-go (pulang tepat waktu) dengan alasan ada latiha menari untuk sesuatu acara.

Mba Dona mendaratkan pantatnya yang bohay dan bahenol di kursinya yang empuk. Beberapa saat kemudian dia terlihat mencak-mencak sambil marah di ujung gagang telepon.

“Mas ini gimana sih. Tadi katanya sudah oke dan boleh merubah jadwal keberangkatan. Kok tiba-tiba sekarang bilang jadwal penerbangan ke Semarang jumat malam mendadat full booked. Lha kok plin plan begitu. Saya jadi tidak enak sama bos dan rekan saya. Saya nggak mau diomelin mereka. Mending saya omlein mas aja deh! Belum tentu mereka mau dialihkan ke jam pagi lho…Kalau tadi mas bilang tidak boleh kan kami tidak berharap.  Asal mas tahu saya ini tadi sudah dalam perjalanan pulang ke rumah saya eh gara-gara ini saya musti balik lagi ke kantor. Mana sudah mulai sepi lagi. Mas tidak tahu apa kalau kantor kami ini angker kalau tengah malam.”

Alhasil Mba Donna jadi juga pulang jam 12 malam gara-gara masalah tiket. Untungnya ada beberapa rekan dari seksi Akuntansi mau menemani. Sedangkan pak office boy sudah pamit duluan. Mba Donna puas karena pihak travel mau membereskan masalah sasmpasi kelar.

Keesekokan harinya, mba Dona, urusan seksi repot untuk training memblas WA terkait dengan training ke Semarang. Pada akhirnya dia telah siap mengumumkan sebuah berita yang mempunyai nilai kepuasan.

“Dear All,

Teruntuk training ke Semarang.

Jadwal keberangkatan alhamdulillah dapet sesuai pilihan semua (kecuali Sokoguru doang yang berangkat hari Sabtu) Jadwal pulang ada 16 orang yg pilih jam 15.30 pindah ke 13.50 ya.

E-tiket akan didistribusikan siang ini secara bertahap. Diminta untuk bersabar diri.

Yang telah menerima mohon segera cek ya kesesuaiannya. Apabila nanti ada yang merasa belum menerima tolong japri aku ya.”

Terima kasih.

Tidak lama kemudian mba Dona dibanjiri ucapan terima kasih.

 

Hari Jumat yang dinanti telah tiba. Tekya dari pagi sudah bersiap hendak berangkat ke kantor. Hari agak spesial, biasanya cukup mengalungi tas kecil sekarang ditambah ransel polo besar berwarna hitam. Dia sudah memesan jasa antar Gojek melalui aplikasi android di hape Asus Zenfonenya. Dia sengaja tidak membawa kendaraan ke kantor seperti biasanya. Karena nanti malam langsung berangkat ke Semarang untuk mengikuti training.

Sedangkan Mangipul bersama 4 orang rekan lainnya tidak bisa bertolak ke Semarang karena terhalang oleh berbagai keperluan.

Ada ada saja cerita yang unik. Seperti mba Nyut sengaja meninggalkan kopernya di rumah karena keberatan. Kopernya akan menyusul ke bandara bersama ayahnya?

Secara fantastis timnya pak Jumari dapat menyelesaikan pekerjannya 10 menit menjelang azan Magrib. Tapi sayangnya seksi akuntansi baru beres menjelang pukul 19.00. Mulanya Tekya mau pergi bareng dengan Darmawan, namun karena belum mendapatkan taksi akhirnya terpisah. Saat itu hujan baru reda. Sudah lumrah setiap habis hujan sangat mencari taksi mobil maupun ojek. Penyakit macet dimana-mana menambah kesemrawutan kota Jakarta.

Tekya bersama 6 rekannya mengambil jasa taksi online untuk sampai ke bandara Halim Perdanakusumah. Mereka sempit-sempitan. Yang penting cepat sampai dan jangan sampai ketinggalan pesawat. Bisa berabe nanti.

Tim Akuntansi mengambil langkah cerdas dan realistis yaitu dengan berangkat semua menggunakan ojek online. Kecuali kepala seksi dan wakilnya menemani ibu Departemen head dengan mobil dinas.

Singkat cerita semua tim terangkut malam itu oleh pesawat Batik Air ke Semarang. Semua tim tampak happy dengan perjalanan ini. Perjalanan ke Semarang membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dengan ketinggian jelajah 3000 kaki. Sebelum jam 24.00 WIB semua tim telah sampai di Hotel bintang 4 bernama Chanti, tempat mereka menginap seraya melepaskan lelah.

Ada beberapa kekadian lucu yang terjadi. Kebetulan Tekya sekamar dengan Kedar, yang kebetulan kali pertama mengalami naik pesawat. Saat Tekya sedang mandi dengan berbusa busa lampupun mati. Ternyata Kedar pergi dengan mengambil kartu akses kamar hotel. Otomatis semua aliran listrik akan padam. Tekyapun dengan berbalut handuk kelimpungan merogoh kartu akses di dalam tas mungilnya. Haha.

 

Tamat

gambar dari google

KISAH KISAH PEMANDI JENAZAH (copas dari berbagai sumber di internet) bagian 2

mandi jnz

gmb dr worspress

Kenapa mayat bisa menangis saat dikafani

Kisah Nyata: Peristiwa Aneh Sebuah Jenazah di Jawa Timur 

Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini:
Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan ‘istimewa’ sepanjang hidup. Inilah pertama saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah.
Sebagai Modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah Bapaknya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.
Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekedar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum.
Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut perutnya untuk kali terakhir.
Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.
Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada Bapaknya,kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka,”Inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.
Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah Bapak mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.
Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah Bapak mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu. Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sulit diterima akal pikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.
Saya bawa mayat ke dalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan, ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki.
Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf dikala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan. Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan kepada hamba-Mu ini.”
Selepas itu saya beri taklimat tentang sholat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah/mobil ambulance. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena kereta yang ada sedang digunakan pula.
Suatu hal yang saya pikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai: “Mas, saya tidak perbolehkan mobil kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya.” Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yg punya van itu membawa kembali vannya.
Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta ijin saya dalam 10-15 menit membersihkan mobilnya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu,muncul mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup. Mobil yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.
Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, saat jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.
Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam peti dengan hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat safa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.
Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter. Artinya kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.
Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.
Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.
1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, shodaqoh atau infaq ?
Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya. Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yg beristrikan orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi istrinya orang Jepang.
Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan atau isapan jempol. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pencipta jagad raya ini.

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Artinya : “Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”
Wallahu ’alam bishshowab, ..
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya … Aamiin
© fb Agust Alfaqir publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com (full tanpa edit)
Catatan: Mengenai ucapan al marhum, jika maknanya pemberitaan tentang keadaan si mayit bahwa ia telah mendapatkan rahmat dari Allah, maka ini HARAM. Karena ucapan ini berarti sama dengan memastikan bahwa si fulan termasuk penduduk surga. Padahal ini termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah dan orang-orang yang diberitahu oleh Allah Azza wa Jalla.
Syaikh Bin Baz mengatakan, Ahlus Sunnah Wal Jamaah berkeyakinan, sesungguhnya tidak diperbolehkan memberikan persaksian atas diri seseorang -bahwa orang itu di syurga atau di neraka- kecuali yang telah dijelaskan dalam nash Al Quran, seperti Abu Lahb (sebagai penghuni neraka), dan orang yang dipersaksikan Rasulullah sebagai penghuni syurga, seperti sepuluh sahabat (yang diberitakan akan masuk syurga) atau yang semisalnya. Demikian juga (tidak diperbolehkan) persaksian atas seseorang bahwa ia maghfur lahu (mendapatkan ampunan) atau al marhum (mendapatkan rahmat). Oleh karena itu, sebagai ganti dari ucapan al marhum dan al maghfur, sebaiknya diucapkan:
Semoga Allah mengampuninya, atau Semoga Allah merahmatinya. Atau ungkapan sejenis yang termasuk doa bagi si mayit. Lihat Majmu Fatawa Wa Maqalatu Mutanawwiah, 4/335.
Untuk menghindari kesalahan dalam memahami, semestinya jika kalimat al marhum diganti dengan rahimahullah, ghafarallahu lahu, Allahu yarhamuhu atau sejenisnya yang merupakan doa. Demikian, semoga bermanfaat bagi kita. Wallahu a’lam. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun VIII/1425H/2006M.

Astagfirullah : Kisah Jenazah Gadis SMA Cantik yang K3m4luanya Membusuk Ketika Ingin Di Mandikan, Mengerikan!

di 10.26

Jalantauhid – Bu melati ini memiliki seorang anak cewe yg
bernama Dyah Safitri atau akrab disapa fitri yg masih duduk di bangku SMA.. Fitri ini adalah anak pertama bu melati dan beliau sangat menyayanginya, namun sifat fitri ini sdikit tidak baik sbagai seorang cewe karena merasa tidak mendapat kasih syg semenjak ayahnya meninggal 3 tahun yg lalu..dan dia jg terkenal sebagai playgirl.. Astghfirullah..

 
Sumber: Google.com

Pada suatu hari, fitri pulang sekolah dan baru sampai dirumahnya pada pukul 8 malam..

“darimana saja km nak, kok pulangnya malam sekali?” tanya bu melati pada fitri
“ada pelajaran tambahan bu, udah dulu ya aq mau tidur dulu, ngantuk” jawab fitri sambil masuk ke kamarnya
“km gk makan dulu?” tanya bu melati

“udah kenyang” jwb fitri sambil menutup pintu kamarnya..

Keesokan harinya bu melati mendengar suara org muntah2, setelah dicek ternyata suara itu adl suara fitri dari dalam kamar mandi.

“kamu kenapa fit, kok muntah2 gt?” tanya bu melati kpd fitri ketika dia keluar dari kamar mandi
“cm masuk angin aja kok bu” jwb fitri

“kalo km sakit sbaiknya jangan masuk sekolah dulu nak” kata bu melati

“aq gpp kok bu, nanti jg ilang sendiri” jwb fitri

Akhirnya fitri pun berangkat sekolah walaupun ibunya sangat cemas melihat kondisi anaknya itu.
Tepat pukul 11 siang, tiba2 telepon rumah bu melati berdering..

“halo..apa benar ini dg bu melati? Ini saya cindy teman sekolahnya fitri bu” tanya cindi

“iya benar nak, memangnya ada apa nak?” jwb bu fitri

“begini bu, fitri mengalami pendarahan dan sekarang sedang di UGD” jwb cindy

“astaghfirullah, kok bisa pendarahan..memangnya

ada apa dg fitri?” tanya bu melati

“fitri melakukan aborsi bu, dia hamil 2 minggu” jwb cindy

“Ya Allah..fitri hamil? Siapa yg menghamilinya?” tanya bu melati

“nanti aq ceritain, sbaiknya ibu segera kesini” jawab cindy
Kemudian beliau pun berangkat menuju rumah sakit tempat fitri dirawat, sesampai disana bu melati langsung menuju UGD dan disana beliau bertemu dg cindy.

“gimana ceritanya fitri bsa hamil?” tanya bu melati

“begini bu, fitri itu mempunyai cowo yg bernama sendy dan mereka berdua telah sering berhubungan s3x selama mereka pacaran, dan sendy gk mau tanggung jawab ketika tau fitri hamil saat fitri cerita padanya disekolah tadi, oleh karena itu fitri nekat aborsi..” jawab cindy

“astaghfirullahaladzim…jd fitri berzina dg sendy…fitri..kenapa km lakukan zina itu nak…ayahmu disana pasti sedih bgt liat kelakuan km ini” kata bu melati sambil menangis

“sabar bu..yg penting sekarang keadaan fitri bu, semoga nyawanya bisa tertolong” kata cindy menenangkan bu melati

2 jam lamanya mereka menunggua khirnya dokter keluar dari UGD dg wajah yg murung..

“gimana keadaan anak saya dok?”tanya beliau
“maafkan kami bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun jiwa anak ibu tidak tertolong, dia banyak kehilangan darah” jwb dokter

kemudian bu melati langsung masuk ke ruang UGD ditemani oleh cindy..
“innalillahi wainnalillahi rojiun..kenapa km tinggalin ibu secepat ini nak…ibu tidak sanggup kehilangan km fit…” kata bu melati sambil memeluk jasad putrinya yg telah terbujur kaku itu

“sabar ya bu, mungkin inilah takdir Allah untuk fitri..ikhlaskan kepergiannya bu..” kata cindy menenangkan bu melati

Kemudian tepat pukul 3 sore jenazah fitri pun dibawa kerumahnya dg diangkut ambulance setelah sebelumnya dilakukan visum..

Sampai disana jenazah langsung dimandikan.. Namun terjadi sebuah hal yg memilukan, alat kelamin jenazah tiba2 membusuk, mengeluarkan belatung, dan menebarkan bau yg tidak sedap sehingga orang2 yg memandikannya menutup hidung karena tidak kuat dg bau itu..

Melihat keadaan anaknya itu bu melati menjadi sangat sedih dan terpukul sekali..namun beliau tetap tabah sambil terus membasuh tubuh anak gadisnya itu.

Dan akhirnya tepat pukul 5 sore jenazah fitri selesai dimandikan, dikafani, dan disholatkan.. Kemudian jenazah fitri langsung dimakamkan di pemakaman umum desa dg diiringi rintik hujan dan tangis dari keluarga beserta teman2nya..
Seorang gadis yg telah menjadi teman kecil q dulu telah berpulang unt selamanya..

Sumber: Siramanislam .com

Senin, 05 November 2012

Kisah Nyata dan Islami
TANGANNYA TETAP MENEMPEL SEOLAH-OLAH MASIH SEDANG SHALAT

Di salah satu kota terdapat seorang tukang kayu. Dia tidak pernah menipu dan berbohong. Dia selalu rela dengan rezeki  halal yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya, sekalipun sedikit. Pada waktu shalat Dhuha, setiap pagi dia selalu menutup tokonya karena pergi ke masjid terdekat untuk berwudhu` dan melaksanakan shalat Dhuha. Setelah itu, dia kembali ke tokonya untuk melanjutkan pekerjaannya hingga tiba waktu shalat Zhuhur.

Pada suatu hari di waktu Dhuha, seperti biasanya dia menutup tokonya dan menuju masjid. Dia melangkah dalam keadaan rindu untuk bermunajat kepada Tuhan-nya dan bersimpuh di hadapan-Nya. Dia masuk masjid, bertakbir, dan membaca ayat yang mudah dari Al-Qur`an, kemudian ruku`, bangun, dan sujud. Pada rakaat kedua, dia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, Ternyata pada saat seperti itulah malaikat maut datang untuk mengambil roh hamba yang saleh ini, ketika dia sedang berdiri menghadap Tuhan-nya, bermunajat dengan perkataan yang paling disukai. Dia kemudian jatuh tersungkur di atas sajadahnya. Namun tangan kanannya tetap berada di atas tangan kirinya.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui wafatnya hamba saleh ini, kecuali telah tiba waktu shalat zhuhur. Dia lalu dibawa ke rumahnya. Ketika orang-orang ingin melepaskan bajunya untuk memandikannya, ternyata tangan kanannya menolak – dengan izin Allah SWT – untuk  berpisah dengan tangan kirinya, seolah-olah dia tetap sedang melaksanakan shalat.

Setelah berulang-ulang dicoba untuk dilepaskan, kedua tangan itu tetap seperti sediakala, tangan kanan menempel di atas tangan kirinya, hingga akhirnya dia dikafani dalam keadaan seperti itu dan dikuburkan seperti keadaan orang yang shalat dan menghadap Tuhan-nya. Subhanallâh, sungguh ini merupakan kematian yang sangat indah, dan kelak dia akan bangkit menghadap Tuhan-nya dalam keadaan shalat, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,  “Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika dia wafat.”

(Dikutip dari buku KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH; Kisah-Kisah Nyata Husnul Khatimah dan Su`ul Khatimah)

Diposkan oleh Yusi Aprilia Nur Pratiwi di 16.58 Tidak ada komentar:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Akhir Hidup Yang Mengerikan, Gadis Meninggal Dalam Acara Tarian, Akhir Kematian Yang Jelek

June 11, 2010 admin Baca Kisah, Belajar Nasehat, gadis, hukum musik, muslimah, Posisi menari 0

Mengerikan, Gadis Itu Mati Dalam Kondisi Menari

Sebagai pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia belum pernah melihat pemandangan seperti ini.Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika pingsan.

Beberapa wanita datang berusaha menyadarkannya, setelah ia sadar Fulanah segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya, wahai ukhti seumur hidupku aku belum pernah melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari (berjoget) apa yang dilakukan putrimu di masa hidupnya??

Sang ibu dengan terisak menceritakan, bahwa putrinya semasa hidupnya menggandrungi musik dan nyanyian. Ia terobsesi dengan musik, terlebih usianya yang baru menginjak remaja (ABG) sulit bagi sang ibu untuk menasehatinya. Ia senang menonton lagu-lagu favorit yang sedang hit dalam video klips,menyukai penyanyi-penyanyi tersebut dengan penuh cinta. Hidupnya hanya di isi dengan nyanyian dan musik.

Suatu hari gadis belasan tahun itu datang dalam sebuah pesta, karena memang ia diundang oleh kawannya. Dalam sebuah pesta tentu saja didalamnya ada nyannyian dan musik.

Maka ketika lagu kesayangannya dinyanyikan ia tidak dapat menahan dirinya.

Mulailah ia menari (berjoget) dan bernyanyi dengan riangnya.

Dalam keadaan yang sangat bersemangat itu tiba-tiba ia terjatuh dan tubuhnya membentur meja di depannya. Ia tak sadarkan diri, orang-orang di sekitarnya berusaha menolongnya dan mereka mendapati gadis itu telah tiada.

Dan, tubuhnya kaku (benar-benar kaku dan keras)tidak dapat digerakkan. Dengan posisi tangan meliuk di atas kepala (sebagaimana layaknya orang berjoget).

Setelah mendengar penjelasan sang ibu, Fulanah berusaha memandikan mayat gadis malang itu ia pun berusaha memposisikan jasad sang gadis sebagaimana layaknya mayat yang akan dikafankan.

Tapi, subhanallah jasad itu benar-benar kaku seperti batu, ia tidak dapat menekukkan tangan sang mayat, akhirnya ia pasrah membungkus mayat dalam keadaan sebagaimana adanya.

Jika akhir hidup manusia yang menggemari para penyanyi seperti diatas mendapatkan hukuman seperti itu,bisakah kita membayangkan bagaimana keadaan para penyanyi (artis) itu sendiri bila mereka tidak segera bertaubat kepada Allah ?

Tidakkah kita mengambil ibrah ini wahai hamba Allah??

Tidak menjadi jaminan usia yang muda tidak akan diburu ajal?

Tidakkah kita takut ketika kita melakukan maksiat tiba-tiba Allah mencabut nyawa kita dengan mendadak?

Berapa banyak generasi salaf takut akan kondisi diatas, mati dalam keadaansuul khatimah(akhir yang buruk).

Ada diantara mereka yang senantiasa berdoa agar Allah mewafatkan mereka ketika mereka sedang sujud sehingga Allah pun mengabulkan doanya. Semoga Allah menjadikan kita senatiasa istiqamah dalam ketaatan dan mengakhiri hidup kita denganhusnul khatimah.amin.

Sumber: Daurah Syar’iyah Muslimah Mahad Darul Hidayah, Rabwa, Riyadh.

Muraja’ah oleh : Ustadz Eko Hariyanto Lc

sumber :http://www.jilbab.or.id

Sumber: https://aslibumiayu.net/1281-gadis-itu-tewas-dalam-posisi-menari.html

Astagfirullah : Kisah Jenazah Gadis SMA Cantik yang K3m4luanya Membusuk Ketika Ingin Di Mandikan, Mengerikan!

di 10.26

Jalantauhid – Bu melati ini memiliki seorang anak cewe yg
bernama Dyah Safitri atau akrab disapa fitri yg masih duduk di bangku SMA.. Fitri ini adalah anak pertama bu melati dan beliau sangat menyayanginya, namun sifat fitri ini sdikit tidak baik sbagai seorang cewe karena merasa tidak mendapat kasih syg semenjak ayahnya meninggal 3 tahun yg lalu..dan dia jg terkenal sebagai playgirl.. Astghfirullah..

 
Sumber: Google.com

Pada suatu hari, fitri pulang sekolah dan baru sampai dirumahnya pada pukul 8 malam..

“darimana saja km nak, kok pulangnya malam sekali?” tanya bu melati pada fitri
“ada pelajaran tambahan bu, udah dulu ya aq mau tidur dulu, ngantuk” jawab fitri sambil masuk ke kamarnya
“km gk makan dulu?” tanya bu melati

“udah kenyang” jwb fitri sambil menutup pintu kamarnya..

Keesokan harinya bu melati mendengar suara org muntah2, setelah dicek ternyata suara itu adl suara fitri dari dalam kamar mandi.

“kamu kenapa fit, kok muntah2 gt?” tanya bu melati kpd fitri ketika dia keluar dari kamar mandi
“cm masuk angin aja kok bu” jwb fitri

“kalo km sakit sbaiknya jangan masuk sekolah dulu nak” kata bu melati

“aq gpp kok bu, nanti jg ilang sendiri” jwb fitri

Akhirnya fitri pun berangkat sekolah walaupun ibunya sangat cemas melihat kondisi anaknya itu.
Tepat pukul 11 siang, tiba2 telepon rumah bu melati berdering..

“halo..apa benar ini dg bu melati? Ini saya cindy teman sekolahnya fitri bu” tanya cindi

“iya benar nak, memangnya ada apa nak?” jwb bu fitri

“begini bu, fitri mengalami pendarahan dan sekarang sedang di UGD” jwb cindy

“astaghfirullah, kok bisa pendarahan..memangnya

ada apa dg fitri?” tanya bu melati

“fitri melakukan aborsi bu, dia hamil 2 minggu” jwb cindy

“Ya Allah..fitri hamil? Siapa yg menghamilinya?” tanya bu melati

“nanti aq ceritain, sbaiknya ibu segera kesini” jawab cindy
Kemudian beliau pun berangkat menuju rumah sakit tempat fitri dirawat, sesampai disana bu melati langsung menuju UGD dan disana beliau bertemu dg cindy.

“gimana ceritanya fitri bsa hamil?” tanya bu melati

“begini bu, fitri itu mempunyai cowo yg bernama sendy dan mereka berdua telah sering berhubungan s3x selama mereka pacaran, dan sendy gk mau tanggung jawab ketika tau fitri hamil saat fitri cerita padanya disekolah tadi, oleh karena itu fitri nekat aborsi..” jawab cindy

“astaghfirullahaladzim…jd fitri berzina dg sendy…fitri..kenapa km lakukan zina itu nak…ayahmu disana pasti sedih bgt liat kelakuan km ini” kata bu melati sambil menangis

“sabar bu..yg penting sekarang keadaan fitri bu, semoga nyawanya bisa tertolong” kata cindy menenangkan bu melati

2 jam lamanya mereka menunggua khirnya dokter keluar dari UGD dg wajah yg murung..

“gimana keadaan anak saya dok?”tanya beliau
“maafkan kami bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun jiwa anak ibu tidak tertolong, dia banyak kehilangan darah” jwb dokter

kemudian bu melati langsung masuk ke ruang UGD ditemani oleh cindy..
“innalillahi wainnalillahi rojiun..kenapa km tinggalin ibu secepat ini nak…ibu tidak sanggup kehilangan km fit…” kata bu melati sambil memeluk jasad putrinya yg telah terbujur kaku itu

“sabar ya bu, mungkin inilah takdir Allah untuk fitri..ikhlaskan kepergiannya bu..” kata cindy menenangkan bu melati

Kemudian tepat pukul 3 sore jenazah fitri pun dibawa kerumahnya dg diangkut ambulance setelah sebelumnya dilakukan visum..

Sampai disana jenazah langsung dimandikan.. Namun terjadi sebuah hal yg memilukan, alat kelamin jenazah tiba2 membusuk, mengeluarkan belatung, dan menebarkan bau yg tidak sedap sehingga orang2 yg memandikannya menutup hidung karena tidak kuat dg bau itu..

Melihat keadaan anaknya itu bu melati menjadi sangat sedih dan terpukul sekali..namun beliau tetap tabah sambil terus membasuh tubuh anak gadisnya itu.

Dan akhirnya tepat pukul 5 sore jenazah fitri selesai dimandikan, dikafani, dan disholatkan.. Kemudian jenazah fitri langsung dimakamkan di pemakaman umum desa dg diiringi rintik hujan dan tangis dari keluarga beserta teman2nya..
Seorang gadis yg telah menjadi teman kecil q dulu telah berpulang unt selamanya..

Sumber: Siramanislam .commandi jnz