KISAH KISAH PEMANDI JENAZAH (copas dari berbagai sumber di internet) bagian 2

mandi jnz

gmb dr worspress

Kenapa mayat bisa menangis saat dikafani

Kisah Nyata: Peristiwa Aneh Sebuah Jenazah di Jawa Timur 

Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini:
Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan ‘istimewa’ sepanjang hidup. Inilah pertama saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah.
Sebagai Modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah Bapaknya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.
Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekedar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum.
Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut perutnya untuk kali terakhir.
Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.
Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada Bapaknya,kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka,”Inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.
Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah Bapak mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.
Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah Bapak mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu. Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sulit diterima akal pikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.
Saya bawa mayat ke dalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan, ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki.
Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf dikala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan. Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan kepada hamba-Mu ini.”
Selepas itu saya beri taklimat tentang sholat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah/mobil ambulance. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena kereta yang ada sedang digunakan pula.
Suatu hal yang saya pikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai: “Mas, saya tidak perbolehkan mobil kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya.” Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yg punya van itu membawa kembali vannya.
Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta ijin saya dalam 10-15 menit membersihkan mobilnya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu,muncul mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup. Mobil yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan, saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.
Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, saat jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.
Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam peti dengan hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat safa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.
Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter. Artinya kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.
Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.
Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.
1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, shodaqoh atau infaq ?
Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya. Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yg beristrikan orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi istrinya orang Jepang.
Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan atau isapan jempol. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pencipta jagad raya ini.

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Artinya : “Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”
Wallahu ’alam bishshowab, ..
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya … Aamiin
© fb Agust Alfaqir publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com (full tanpa edit)
Catatan: Mengenai ucapan al marhum, jika maknanya pemberitaan tentang keadaan si mayit bahwa ia telah mendapatkan rahmat dari Allah, maka ini HARAM. Karena ucapan ini berarti sama dengan memastikan bahwa si fulan termasuk penduduk surga. Padahal ini termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah dan orang-orang yang diberitahu oleh Allah Azza wa Jalla.
Syaikh Bin Baz mengatakan, Ahlus Sunnah Wal Jamaah berkeyakinan, sesungguhnya tidak diperbolehkan memberikan persaksian atas diri seseorang -bahwa orang itu di syurga atau di neraka- kecuali yang telah dijelaskan dalam nash Al Quran, seperti Abu Lahb (sebagai penghuni neraka), dan orang yang dipersaksikan Rasulullah sebagai penghuni syurga, seperti sepuluh sahabat (yang diberitakan akan masuk syurga) atau yang semisalnya. Demikian juga (tidak diperbolehkan) persaksian atas seseorang bahwa ia maghfur lahu (mendapatkan ampunan) atau al marhum (mendapatkan rahmat). Oleh karena itu, sebagai ganti dari ucapan al marhum dan al maghfur, sebaiknya diucapkan:
Semoga Allah mengampuninya, atau Semoga Allah merahmatinya. Atau ungkapan sejenis yang termasuk doa bagi si mayit. Lihat Majmu Fatawa Wa Maqalatu Mutanawwiah, 4/335.
Untuk menghindari kesalahan dalam memahami, semestinya jika kalimat al marhum diganti dengan rahimahullah, ghafarallahu lahu, Allahu yarhamuhu atau sejenisnya yang merupakan doa. Demikian, semoga bermanfaat bagi kita. Wallahu a’lam. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun VIII/1425H/2006M.

Astagfirullah : Kisah Jenazah Gadis SMA Cantik yang K3m4luanya Membusuk Ketika Ingin Di Mandikan, Mengerikan!

di 10.26

Jalantauhid – Bu melati ini memiliki seorang anak cewe yg
bernama Dyah Safitri atau akrab disapa fitri yg masih duduk di bangku SMA.. Fitri ini adalah anak pertama bu melati dan beliau sangat menyayanginya, namun sifat fitri ini sdikit tidak baik sbagai seorang cewe karena merasa tidak mendapat kasih syg semenjak ayahnya meninggal 3 tahun yg lalu..dan dia jg terkenal sebagai playgirl.. Astghfirullah..

 
Sumber: Google.com

Pada suatu hari, fitri pulang sekolah dan baru sampai dirumahnya pada pukul 8 malam..

“darimana saja km nak, kok pulangnya malam sekali?” tanya bu melati pada fitri
“ada pelajaran tambahan bu, udah dulu ya aq mau tidur dulu, ngantuk” jawab fitri sambil masuk ke kamarnya
“km gk makan dulu?” tanya bu melati

“udah kenyang” jwb fitri sambil menutup pintu kamarnya..

Keesokan harinya bu melati mendengar suara org muntah2, setelah dicek ternyata suara itu adl suara fitri dari dalam kamar mandi.

“kamu kenapa fit, kok muntah2 gt?” tanya bu melati kpd fitri ketika dia keluar dari kamar mandi
“cm masuk angin aja kok bu” jwb fitri

“kalo km sakit sbaiknya jangan masuk sekolah dulu nak” kata bu melati

“aq gpp kok bu, nanti jg ilang sendiri” jwb fitri

Akhirnya fitri pun berangkat sekolah walaupun ibunya sangat cemas melihat kondisi anaknya itu.
Tepat pukul 11 siang, tiba2 telepon rumah bu melati berdering..

“halo..apa benar ini dg bu melati? Ini saya cindy teman sekolahnya fitri bu” tanya cindi

“iya benar nak, memangnya ada apa nak?” jwb bu fitri

“begini bu, fitri mengalami pendarahan dan sekarang sedang di UGD” jwb cindy

“astaghfirullah, kok bisa pendarahan..memangnya

ada apa dg fitri?” tanya bu melati

“fitri melakukan aborsi bu, dia hamil 2 minggu” jwb cindy

“Ya Allah..fitri hamil? Siapa yg menghamilinya?” tanya bu melati

“nanti aq ceritain, sbaiknya ibu segera kesini” jawab cindy
Kemudian beliau pun berangkat menuju rumah sakit tempat fitri dirawat, sesampai disana bu melati langsung menuju UGD dan disana beliau bertemu dg cindy.

“gimana ceritanya fitri bsa hamil?” tanya bu melati

“begini bu, fitri itu mempunyai cowo yg bernama sendy dan mereka berdua telah sering berhubungan s3x selama mereka pacaran, dan sendy gk mau tanggung jawab ketika tau fitri hamil saat fitri cerita padanya disekolah tadi, oleh karena itu fitri nekat aborsi..” jawab cindy

“astaghfirullahaladzim…jd fitri berzina dg sendy…fitri..kenapa km lakukan zina itu nak…ayahmu disana pasti sedih bgt liat kelakuan km ini” kata bu melati sambil menangis

“sabar bu..yg penting sekarang keadaan fitri bu, semoga nyawanya bisa tertolong” kata cindy menenangkan bu melati

2 jam lamanya mereka menunggua khirnya dokter keluar dari UGD dg wajah yg murung..

“gimana keadaan anak saya dok?”tanya beliau
“maafkan kami bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun jiwa anak ibu tidak tertolong, dia banyak kehilangan darah” jwb dokter

kemudian bu melati langsung masuk ke ruang UGD ditemani oleh cindy..
“innalillahi wainnalillahi rojiun..kenapa km tinggalin ibu secepat ini nak…ibu tidak sanggup kehilangan km fit…” kata bu melati sambil memeluk jasad putrinya yg telah terbujur kaku itu

“sabar ya bu, mungkin inilah takdir Allah untuk fitri..ikhlaskan kepergiannya bu..” kata cindy menenangkan bu melati

Kemudian tepat pukul 3 sore jenazah fitri pun dibawa kerumahnya dg diangkut ambulance setelah sebelumnya dilakukan visum..

Sampai disana jenazah langsung dimandikan.. Namun terjadi sebuah hal yg memilukan, alat kelamin jenazah tiba2 membusuk, mengeluarkan belatung, dan menebarkan bau yg tidak sedap sehingga orang2 yg memandikannya menutup hidung karena tidak kuat dg bau itu..

Melihat keadaan anaknya itu bu melati menjadi sangat sedih dan terpukul sekali..namun beliau tetap tabah sambil terus membasuh tubuh anak gadisnya itu.

Dan akhirnya tepat pukul 5 sore jenazah fitri selesai dimandikan, dikafani, dan disholatkan.. Kemudian jenazah fitri langsung dimakamkan di pemakaman umum desa dg diiringi rintik hujan dan tangis dari keluarga beserta teman2nya..
Seorang gadis yg telah menjadi teman kecil q dulu telah berpulang unt selamanya..

Sumber: Siramanislam .com

Senin, 05 November 2012

Kisah Nyata dan Islami
TANGANNYA TETAP MENEMPEL SEOLAH-OLAH MASIH SEDANG SHALAT

Di salah satu kota terdapat seorang tukang kayu. Dia tidak pernah menipu dan berbohong. Dia selalu rela dengan rezeki  halal yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya, sekalipun sedikit. Pada waktu shalat Dhuha, setiap pagi dia selalu menutup tokonya karena pergi ke masjid terdekat untuk berwudhu` dan melaksanakan shalat Dhuha. Setelah itu, dia kembali ke tokonya untuk melanjutkan pekerjaannya hingga tiba waktu shalat Zhuhur.

Pada suatu hari di waktu Dhuha, seperti biasanya dia menutup tokonya dan menuju masjid. Dia melangkah dalam keadaan rindu untuk bermunajat kepada Tuhan-nya dan bersimpuh di hadapan-Nya. Dia masuk masjid, bertakbir, dan membaca ayat yang mudah dari Al-Qur`an, kemudian ruku`, bangun, dan sujud. Pada rakaat kedua, dia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, Ternyata pada saat seperti itulah malaikat maut datang untuk mengambil roh hamba yang saleh ini, ketika dia sedang berdiri menghadap Tuhan-nya, bermunajat dengan perkataan yang paling disukai. Dia kemudian jatuh tersungkur di atas sajadahnya. Namun tangan kanannya tetap berada di atas tangan kirinya.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui wafatnya hamba saleh ini, kecuali telah tiba waktu shalat zhuhur. Dia lalu dibawa ke rumahnya. Ketika orang-orang ingin melepaskan bajunya untuk memandikannya, ternyata tangan kanannya menolak – dengan izin Allah SWT – untuk  berpisah dengan tangan kirinya, seolah-olah dia tetap sedang melaksanakan shalat.

Setelah berulang-ulang dicoba untuk dilepaskan, kedua tangan itu tetap seperti sediakala, tangan kanan menempel di atas tangan kirinya, hingga akhirnya dia dikafani dalam keadaan seperti itu dan dikuburkan seperti keadaan orang yang shalat dan menghadap Tuhan-nya. Subhanallâh, sungguh ini merupakan kematian yang sangat indah, dan kelak dia akan bangkit menghadap Tuhan-nya dalam keadaan shalat, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,  “Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika dia wafat.”

(Dikutip dari buku KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH; Kisah-Kisah Nyata Husnul Khatimah dan Su`ul Khatimah)

Diposkan oleh Yusi Aprilia Nur Pratiwi di 16.58 Tidak ada komentar:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Akhir Hidup Yang Mengerikan, Gadis Meninggal Dalam Acara Tarian, Akhir Kematian Yang Jelek

June 11, 2010 admin Baca Kisah, Belajar Nasehat, gadis, hukum musik, muslimah, Posisi menari 0

Mengerikan, Gadis Itu Mati Dalam Kondisi Menari

Sebagai pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia belum pernah melihat pemandangan seperti ini.Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika pingsan.

Beberapa wanita datang berusaha menyadarkannya, setelah ia sadar Fulanah segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya, wahai ukhti seumur hidupku aku belum pernah melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari (berjoget) apa yang dilakukan putrimu di masa hidupnya??

Sang ibu dengan terisak menceritakan, bahwa putrinya semasa hidupnya menggandrungi musik dan nyanyian. Ia terobsesi dengan musik, terlebih usianya yang baru menginjak remaja (ABG) sulit bagi sang ibu untuk menasehatinya. Ia senang menonton lagu-lagu favorit yang sedang hit dalam video klips,menyukai penyanyi-penyanyi tersebut dengan penuh cinta. Hidupnya hanya di isi dengan nyanyian dan musik.

Suatu hari gadis belasan tahun itu datang dalam sebuah pesta, karena memang ia diundang oleh kawannya. Dalam sebuah pesta tentu saja didalamnya ada nyannyian dan musik.

Maka ketika lagu kesayangannya dinyanyikan ia tidak dapat menahan dirinya.

Mulailah ia menari (berjoget) dan bernyanyi dengan riangnya.

Dalam keadaan yang sangat bersemangat itu tiba-tiba ia terjatuh dan tubuhnya membentur meja di depannya. Ia tak sadarkan diri, orang-orang di sekitarnya berusaha menolongnya dan mereka mendapati gadis itu telah tiada.

Dan, tubuhnya kaku (benar-benar kaku dan keras)tidak dapat digerakkan. Dengan posisi tangan meliuk di atas kepala (sebagaimana layaknya orang berjoget).

Setelah mendengar penjelasan sang ibu, Fulanah berusaha memandikan mayat gadis malang itu ia pun berusaha memposisikan jasad sang gadis sebagaimana layaknya mayat yang akan dikafankan.

Tapi, subhanallah jasad itu benar-benar kaku seperti batu, ia tidak dapat menekukkan tangan sang mayat, akhirnya ia pasrah membungkus mayat dalam keadaan sebagaimana adanya.

Jika akhir hidup manusia yang menggemari para penyanyi seperti diatas mendapatkan hukuman seperti itu,bisakah kita membayangkan bagaimana keadaan para penyanyi (artis) itu sendiri bila mereka tidak segera bertaubat kepada Allah ?

Tidakkah kita mengambil ibrah ini wahai hamba Allah??

Tidak menjadi jaminan usia yang muda tidak akan diburu ajal?

Tidakkah kita takut ketika kita melakukan maksiat tiba-tiba Allah mencabut nyawa kita dengan mendadak?

Berapa banyak generasi salaf takut akan kondisi diatas, mati dalam keadaansuul khatimah(akhir yang buruk).

Ada diantara mereka yang senantiasa berdoa agar Allah mewafatkan mereka ketika mereka sedang sujud sehingga Allah pun mengabulkan doanya. Semoga Allah menjadikan kita senatiasa istiqamah dalam ketaatan dan mengakhiri hidup kita denganhusnul khatimah.amin.

Sumber: Daurah Syar’iyah Muslimah Mahad Darul Hidayah, Rabwa, Riyadh.

Muraja’ah oleh : Ustadz Eko Hariyanto Lc

sumber :http://www.jilbab.or.id

Sumber: https://aslibumiayu.net/1281-gadis-itu-tewas-dalam-posisi-menari.html

Astagfirullah : Kisah Jenazah Gadis SMA Cantik yang K3m4luanya Membusuk Ketika Ingin Di Mandikan, Mengerikan!

di 10.26

Jalantauhid – Bu melati ini memiliki seorang anak cewe yg
bernama Dyah Safitri atau akrab disapa fitri yg masih duduk di bangku SMA.. Fitri ini adalah anak pertama bu melati dan beliau sangat menyayanginya, namun sifat fitri ini sdikit tidak baik sbagai seorang cewe karena merasa tidak mendapat kasih syg semenjak ayahnya meninggal 3 tahun yg lalu..dan dia jg terkenal sebagai playgirl.. Astghfirullah..

 
Sumber: Google.com

Pada suatu hari, fitri pulang sekolah dan baru sampai dirumahnya pada pukul 8 malam..

“darimana saja km nak, kok pulangnya malam sekali?” tanya bu melati pada fitri
“ada pelajaran tambahan bu, udah dulu ya aq mau tidur dulu, ngantuk” jawab fitri sambil masuk ke kamarnya
“km gk makan dulu?” tanya bu melati

“udah kenyang” jwb fitri sambil menutup pintu kamarnya..

Keesokan harinya bu melati mendengar suara org muntah2, setelah dicek ternyata suara itu adl suara fitri dari dalam kamar mandi.

“kamu kenapa fit, kok muntah2 gt?” tanya bu melati kpd fitri ketika dia keluar dari kamar mandi
“cm masuk angin aja kok bu” jwb fitri

“kalo km sakit sbaiknya jangan masuk sekolah dulu nak” kata bu melati

“aq gpp kok bu, nanti jg ilang sendiri” jwb fitri

Akhirnya fitri pun berangkat sekolah walaupun ibunya sangat cemas melihat kondisi anaknya itu.
Tepat pukul 11 siang, tiba2 telepon rumah bu melati berdering..

“halo..apa benar ini dg bu melati? Ini saya cindy teman sekolahnya fitri bu” tanya cindi

“iya benar nak, memangnya ada apa nak?” jwb bu fitri

“begini bu, fitri mengalami pendarahan dan sekarang sedang di UGD” jwb cindy

“astaghfirullah, kok bisa pendarahan..memangnya

ada apa dg fitri?” tanya bu melati

“fitri melakukan aborsi bu, dia hamil 2 minggu” jwb cindy

“Ya Allah..fitri hamil? Siapa yg menghamilinya?” tanya bu melati

“nanti aq ceritain, sbaiknya ibu segera kesini” jawab cindy
Kemudian beliau pun berangkat menuju rumah sakit tempat fitri dirawat, sesampai disana bu melati langsung menuju UGD dan disana beliau bertemu dg cindy.

“gimana ceritanya fitri bsa hamil?” tanya bu melati

“begini bu, fitri itu mempunyai cowo yg bernama sendy dan mereka berdua telah sering berhubungan s3x selama mereka pacaran, dan sendy gk mau tanggung jawab ketika tau fitri hamil saat fitri cerita padanya disekolah tadi, oleh karena itu fitri nekat aborsi..” jawab cindy

“astaghfirullahaladzim…jd fitri berzina dg sendy…fitri..kenapa km lakukan zina itu nak…ayahmu disana pasti sedih bgt liat kelakuan km ini” kata bu melati sambil menangis

“sabar bu..yg penting sekarang keadaan fitri bu, semoga nyawanya bisa tertolong” kata cindy menenangkan bu melati

2 jam lamanya mereka menunggua khirnya dokter keluar dari UGD dg wajah yg murung..

“gimana keadaan anak saya dok?”tanya beliau
“maafkan kami bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun jiwa anak ibu tidak tertolong, dia banyak kehilangan darah” jwb dokter

kemudian bu melati langsung masuk ke ruang UGD ditemani oleh cindy..
“innalillahi wainnalillahi rojiun..kenapa km tinggalin ibu secepat ini nak…ibu tidak sanggup kehilangan km fit…” kata bu melati sambil memeluk jasad putrinya yg telah terbujur kaku itu

“sabar ya bu, mungkin inilah takdir Allah untuk fitri..ikhlaskan kepergiannya bu..” kata cindy menenangkan bu melati

Kemudian tepat pukul 3 sore jenazah fitri pun dibawa kerumahnya dg diangkut ambulance setelah sebelumnya dilakukan visum..

Sampai disana jenazah langsung dimandikan.. Namun terjadi sebuah hal yg memilukan, alat kelamin jenazah tiba2 membusuk, mengeluarkan belatung, dan menebarkan bau yg tidak sedap sehingga orang2 yg memandikannya menutup hidung karena tidak kuat dg bau itu..

Melihat keadaan anaknya itu bu melati menjadi sangat sedih dan terpukul sekali..namun beliau tetap tabah sambil terus membasuh tubuh anak gadisnya itu.

Dan akhirnya tepat pukul 5 sore jenazah fitri selesai dimandikan, dikafani, dan disholatkan.. Kemudian jenazah fitri langsung dimakamkan di pemakaman umum desa dg diiringi rintik hujan dan tangis dari keluarga beserta teman2nya..
Seorang gadis yg telah menjadi teman kecil q dulu telah berpulang unt selamanya..

Sumber: Siramanislam .commandi jnz

KISAH KISAH PEMANDI JENAZAH (copas dari berbagai sumber di internet) bagian 1

memandikan jenazah

gambar dr wajibbaca.com

dikumpulkan oleh: Deddy Azwar

Kisah Pemandi Jenazah, Jasad Pelaku Operasi Kelamin Keluarkan Ulat dan..

Syed Sohleh saat memandikan salah satu jenazah. (foto akun facebook syed sohleh syed jalaluddin)

PANGGILAN dari SURAU – Seorang pemandi jenazah membagi pengalaman mengejutkan selama bertugas merawat jasad seorang waria. Dia berkisah, jasad pria yang mengubah kelaminnya menjadi wanita itu sangat memprihatinkan.

 Syed Sohleh Syed Jalaluddin.  (foto akun facebook syed sohleh syed jalaluddin)

Syed Sohleh Syed Jalaluddin. Demikian nama pemandi jenazah yang berbagi cerita itu. Kisah ini sengaja dia bagi melalui Facebook. Bukan menjelekkan keluarga, namun untuk pelajaran.

“Lebih pada kebenaran dan pelajaran bagi bagi kita yang masih hidup agar tidak melakukan dosa dan sesuatu yang dilarang Allah karena balasan Allah dibayar tunai ketika di dunia. Nauzubillah,” tulis pria yang tinggal di Batu Caves, Kampong Selayang, Kuala Lumpur, Malaysia ini.

Kisah itu bermula saat dia dipanggil untuk merawat jasad pria yang melakukan operasi kelamin menjadi perempuan. Saat tiba di rumah sakit, Soleh disambut ibu dari waria yang meninggal.

“Menurut ibu almarhum, jenazah anaknya telah berganti kelamin dari lelaki menjadi perempuan.”

Menurut aturan, jenazah Muslim yang melakukan operasi kelamin harus diurus menurut kelamin asalnya. Jika asalnya pria, maka jasad si waria harus diurus oleh lelaki. Demikian sebaliknya.

Setelah mendapat keterangan dari sang ibu, Soleh masuk ke ruang jenazah untuk melakukan tugasnya. Dia dibantu ibu dan dua abang dari jenazah itu. Hanya tiga keluarga jenazah ini saja yang ada di rumah sakit itu. Sisanya, sekitar 30 orang, adalah banci, seperti jenazah yang diurus Soleh.

“Sebelum saya mandikan jenazah, seperti biasa saya akan bentangkan kain untuk dikafankan siap-siap supaya mudah kerja saya,” tambah dia.

Soleh kemudian mengangkat jenazah itu ke tempat pemandian. Saat itulah dia melihat keanehan terjadi pada jasad pria yang melakukan operasi kelamin menjadi wanita tersebut. Kulir Jenazah yang putih mendadak menghitam. Kemaluannya mengeluarkan ulat dan ……

Kulit Menghitam

Saat proses pemandian, Soleh melihat kulit jasad putih. “Namun perlahan-lahan keseluruhan tubuh jenazah mulai menghitam, sedikit demi sedikit.”

Keanehan ini juga dlihat oleh ibu dan kedua abang jenazah itu. “Ibu almarhum tidak dapat berkata apa-apa, seolah-olah sudah tahu apa yang akan terjadi, air mata ibu almarhum mengalir, sehinga saya juga meneteskan air mata.”

Kotoran Tak Berhenti Keluar

Keanehan lain, kotoran jenazah itu tak berhenti keluar. Berkali-kali berusaha dikeluarkan oleh Soleh, namun tiada habis.

“Karena saya rasa sudah terlalu lama saya istinjak, tetapi najisnya tidak behenti keluar.”

Keluar Nanah dan Belatung dari Kemaluan

Soleh terus memandikan jenazah seperti biasa. Tapi lagi-lagi dia melihat keanehan yang luar biasa. Tak pernah terpikirkan olehnya.

“Saya lihat air yang mengalir kekuningan keluar dari tubuh jenazah dan yang lebih menyedihkan keluar dari kemaluannya nanah bercampur darah dan juga ulat,” tulis Soleh.

Selama itu, mulut Soleh tak berhenti berdoa kepada Allah. Soleh memohon agar Allah meringankan azab jenazah yang tengah dia mandikan itu.

“Perlahan-lahan saya memasukkan kapas ke dalam kemaluan jenazah dengan tujuan menghentikan aliran darah tadi.”

Ibu Pingsan

Melihat kejadian-kejadian pada jasad putranya, sang ibu tak tahan. “Ibu jenazah yang semula akan membantu saya untuk mandikan jenazah anaknya menjadi pingsan, kerana melihat kejadian itu.”

Meski demikian, Soleh terus memandikan jenazah tersebut. “Selesai saya mandikan dan wudukan jenazah, saya tutup keseluruhan tubuh jenazah dengan kain kafan sebelum saya baluri dengan air sembilan.”

Payudara Palsu Keriput

Setelah memandikan, Soleh membaluri jasad waria itu dengan wewangian. Kala itulah, kekuasaan Allah kembali terlihat.

“Jenazah terlihat sangat rapuh, buah dada palsunya mengkerut,” tulis Soleh.

Jasad itu segera dikafani. Setelah itu Soleh meminta semua teman jenazah ini berkumpul. Mereka sama dengan jenazah ini, waria.

Soleh memberikan sedikit pesan sebelum jenazah dimasukkan ke ambulans. Hampir semua teman jenazah itu menangis. Tapi setelah itu perubahan sikap di antara teman-teman jenazah ini tampak jelas.

“Apa yang menyedihkan saya, tidak sampai beberapa menit jenazah diangkat ke dalam mobil jenazah, sahabat-sahabat jenazah tadi tertawa di samping mobil jenazah itu. Allahu Akbar.”

Akhirnya……

Sekali lagi, Soleh minta maaf. Kisah ini dia bagi bukan untuk mempermalukan keluarga jenazah, melainkan pelajaran bagi semua Muslim yang masih hidup.

“Penggantian kelamin dari lelaki ke perempuan atau sebaliknya, melalui pembedahan, haram dari segi syaria berdasarkan Alquran dan hadis,” tulis Soleh. Wallahu a’lam……

Allah mencipta manusia dengan sebaik-baik kejadian berbanding dengan makhluk yang lain.

Firman Allah yang bermaksud :
” Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. ” ( Surah AT-Tiin ayat 4 )

Daripada Ibnu Abbas R.A. bahawa ( Maksudnya ) :
” Rasulullah melaknat kaum lelaki yang menyerupai atau berlagak seperti wanita dan kaum wanita yang menyerupai atau berlagak seperti lelaki. ” ( Hadis Riwayat AL-Bukhari )

Daripada Abu Hurairah R.A. beliau berkata (Maksudnya) :
” Rasulullah melaknat lelaki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian lelaki “.
( Hadis Riwayat Abu Daud )

Wahai saudara-saudara seislam ku, ini pengalaman yang saya lalui sendiri. Janji Allah itu benar saudara-saudara ku. Ambillah pengajaran dan iktibar daripada pengalaman saya ini. Janganlah kamu ragu-ragu lagi dengan janji Allah.  Selagi kita masih bernafas, kita masih sempat lagi untuk bertaubat kepadaNya.  (pds)

sumber syed sohleh syed jalaluddin (facebook) via dream.co.id

panggilansurau.com

Dream – Berbagai pengalaman unik ditemui oleh para pengurus jenazah. Tak terkecuali Norhayati Ibrahim. Dia membagi kisah-kisah unik yang ditemui selama 16 tahun menjadi pemandi jenazah.

Salah satu kisah unik terjadi dua tahun lalu. Saat dia memandikan jenazah ibu muda yang masih berusia 19 tahun yang tewas karena tertabrak mobil. Rupanya, wanita ini tengah hamil.

Yang lebih mengejutkan, bayi dalam rahim mayat wanita itu keluar. “ Anak dalam kandungan keluar dari rahim merupakan pengalaman yang sukar saya lupakan,” tutur Norhayati, dikutip Dream dari Harian Metro.

Selama tiga bulan Norhayati tak bisa melupakan kejadian itu. Bukannya takut, tapi terkejut melihat bayi yang tiba-tiba muncul di sebelah ibunya, “ ketika saya mencuci dada mayat yang hancur dilanggar lori.”

“ Saya tidak pasti bagaimana bayi itu boleh keluar sedangkan ibunya hanya cedera pada atas dada saja,” tambah Norhayati.

Norhayati yang juga guru mengaji di Masjid Cendewasih, Kuantan, Malaysia, ini juga masih punya banyak pengalaman unik. Di antaranya memandikan jenazah dengan mayat pengidap HIV, korban pembunuhan, dan bahkan hanya tinggal kerangka.

Menurut dia, mengurus jenazah yang berbau, berulat, dan hancur, merupakan tantangan tersendiri. Hanya kesabaran dan keikhlasan hati saja yang dapat menguatkan hati. (Ism)

Saudaraku, kisah ini aku alami bersama kedua muridku di sebuah tempat pemandian jenazah. Seseorang menghubungiku dari rumah sakit di Jeddah pada hari Rabu malam, hampir mendekati jam sepuluh. Dia memintaku hadir ke rumah sakit untuk mengurus ayahnya yang meninggal dunia, agar dishalatkan pada pagi hari Kamis. Aku kemudian segera membawanya ke tempat pemandian. Di sampingnya banyak orang yang mengiringi. Mereka membawanya dan meletakkannya di atas papan pemandian. Setelah diletakkan di atas papan aku memasang tabir untuknya. Sebelum melepas pakaiannya, aku meminta kepada para hadirin untuk meninggalkan tempat pemandian. Auratnya tidak boleh terlihat, karena merupakan kehormatan mayat seperti kehormatannya ketika masih hidup. Tetapi mereka menolak dan salah seorang yang hadir berkata kepadaku, “Kami semua anaknya wahai syaikh.”

Sungguh mulia pekerjaan yang dijalani wanita berusia 70 tahun ini. Puluhan tahun Hj Siti Hawa Gofar menjadi pemandi jenazah.

Siti yang berasal dari Lampung, melakoni pekerjaan itu selama 30 tahun. Profesi itu tidaklah asing baginya. Sebab, almarhumah sang ibu dulu juga berprofesi serupa.

Dari situ, Siti mulai ikut bersama ibunya dan belajar memandikan jenazah. Sekarang, ia bergabung dengan paguyuban pemandi jenazah di Masjid Baiturahman.

Diakui Siti, untuk memandikan jenazah hingga benar-benar bersih, perlu waktu agak lama. Mulai dari ujung rambut, sampai ujung kuku, bisa memakan waktu satu hingga 1,5 jam.

Terpenting pula, jenazah yang dimandikan harus sejenis, yakni perempuan.

Ia mengaku ada pengalaman yang berkesan selama mengurus jenazah.

Kala itu, ada jenazah yang mengeluarkan air mata saat dimandikan Siti. Ia langsung usap matanya dan membisikkan ayat suci Alqurana agar si jenazah dapat ikhlas dengan kepergiannya.

Biasanya, sebelum mendapat job memandikan jenazah, Siti sering mendapatkan firasat. Misalnya bermimpi pada malam hari, didatangi oleh jenazah yang bersangkutan. “Paginya, yang bersangkutan meninggal dunia,” tuturnya.

Kini, Siti sudah tidak terlalu aktif lagi menjadi pekerjaan itu. Dia bersyukur, sudah mulai banyak generasi penerusnya yang muncul.

Begini Jeritan Ruh Kepada Pemandi Jenazah

Oleh Wiwik Setiawati 

Rabu, 01 Juni 2016

Ketika ajal datang menjelang, maka terputus sudah semua urusan di dunia. Manusia akan menuju alam barzah dan menunggu datangnya hari kiamat. Mereka yang masih hidup, memiliki kewajiban untuk mengurus jenazah.

Mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan, hingga mengantarkan ke liang lahat. Dari banyak prosesi ini, memandikan jenazah lah yang paling sulit. Karena itu, tidak sedikit pihak keluarga yang mengundang pemandi jenazah untuk membersihkan kondisi mayit.

Ternyata, ada kejadian yang dijelaskan Rasulullah SAW ketika proses pemandian mayit. Ruh jenazah tersebut memanggil dengan suara didengar seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al-Qadhiy menjelaskan tentang bagaimana sakitnya ketika menjalani proses sakaratul maut. Setelah malaikat Izrail sudah menyelesaikan tugasnya, maka tubuh yang sudah menjadi jenazah akan dimandikan, untuk kemudian dikafani, disalatkan dan dimakamkan.

Diceritakan oleh Aisyah ra, ketika itu, Ia tengah menunggu suaminya Rasulullah SAW kembali ke rumah. Ia mengucapkan salam dan kemudian berdiri untuk menyambut sang Nabi kecintaan Allah tersebut.

“Duduklah di tempatmu, tidak usah berdiri wahai Ummul Mukminin,” begitu ucap Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW kemudian turut duduk bersama Aisyah dan kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya tersebut.  Aisyah lantas mencari uban pada jenggot Rasulullah dan menemukan 19 helai rambut yang sudah memutih.

Aisyah kemudian berpikir dalam hatinya, “Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya.” Maka Ia pun menangis sehingga mengalir air matanya jatuh menitis pada wajah Baginda Rasulullah.

Sadar terkena tetasan air mata istrinya, Rasulullah pun kemudian terbangun dari tidurnya. “Wahai ummul mukminin, apa yang membuatmu menangis? “tutur Rasulullah SAW.

Aisyah ra kemudian menceritakan apa yang ia rasakan setelah melihat uban-uban Rasulullah SAW tersebut.

“Tahukah kamu, kondisi apakah yang paling menyusahkan bagi mayit?” Kata Rasulullah SAW.

“Tidak ada kondisi yang paling menyusahkan atas diri mayit dari saat keluar dari rumahnya, anak-anak yang ditinggalkan berada di belakangnya, serta menangisinya,” kata Rasulullah.

“Itu memang menyakitkan, tapi masih ada lagi yang jalan pedih dari itu,” sahut Rasulullah SAW. “Tidak ada kondisi yang lebih berat atas diri mayit dari saat dia dimasukkan dalam liang lahat dan dikubur dibawah tanah, para kerabat, anak dan istrinya meninggalkannya pulang.Setelah itu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya,” ujar Aisyah.

Baginda kemudian tersenyum simpul mendengar jawaban istrinya ini. Beliau lantas  menjelaskan  bahwa sesungguhnya saat yang paling berat bagi mayit adalah ketika datangnya “Tukang Memandikan Mayit.”

Pemandi jenazah biasanya akan melepaskan cincin yang dipakai si mayit, melepaskan pakaiannya kemudian memandikannya. Saat itu, ruh akan menjerit kuat dimana suaranya  dapat didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah?“ tanya Aisyah.

“Hai tukang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamu agar engkau mencopot pakaianku dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini aku sedang istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut,“ begitu ungkap Rasulullah SAW.

Aisyah kemudian semakin penasaran, “Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …?“tanya Aisyah ra lagi.

“Hai tukang memandikan, demi Allah jangan engkau tuangkan air panas, jangan engkau gunakan air panas dan jangan pula air dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabutnya nyawaku,“papar Rasulullah SAW.

“Lalu ketika dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …?“tanya Aisyah ra lagi.

Dan ketika dimandikan, ruh itu berkata,“Demi Allah, hai tukang memandikan, janganlah engkau pegang diriku terlalu kuat, sesungguhnya jasadku masih terluka karena keluarnya nyawa,“tutur Rasulullah SAW.

Semoga informasi ini menambah rasa takut kita kepada Allah SWT. Jika memiliki referensi yang lebih lengkap, silakan memberikan info pada kolom yang sudah tersedia. Terimakasih sudah membaca.

Mengerikan, Gadis Itu Mati Dalam Kondisi Menari

Sebagai pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia belum pernah melihat pemandangan seperti ini.Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika pingsan.

Beberapa wanita datang berusaha menyadarkannya, setelah ia sadar Fulanah segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya, wahai ukhti seumur hidupku aku belum pernah melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari (berjoget) apa yang dilakukan putrimu di masa hidupnya??

Sang ibu dengan terisak menceritakan, bahwa putrinya semasa hidupnya menggandrungi musik dan nyanyian. Ia terobsesi dengan musik, terlebih usianya yang baru menginjak remaja (ABG) sulit bagi sang ibu untuk menasehatinya. Ia senang menonton lagu-lagu favorit yang sedang hit dalam video klips,menyukai penyanyi-penyanyi tersebut dengan penuh cinta. Hidupnya hanya di isi dengan nyanyian dan musik.

Suatu hari gadis belasan tahun itu datang dalam sebuah pesta, karena memang ia diundang oleh kawannya. Dalam sebuah pesta tentu saja didalamnya ada nyannyian dan musik.

Maka ketika lagu kesayangannya dinyanyikan ia tidak dapat menahan dirinya.

Mulailah ia menari (berjoget) dan bernyanyi dengan riangnya.

Dalam keadaan yang sangat bersemangat itu tiba-tiba ia terjatuh dan tubuhnya membentur meja di depannya. Ia tak sadarkan diri, orang-orang di sekitarnya berusaha menolongnya dan mereka mendapati gadis itu telah tiada.

Dan, tubuhnya kaku (benar-benar kaku dan keras)tidak dapat digerakkan. Dengan posisi tangan meliuk di atas kepala (sebagaimana layaknya orang berjoget).

Setelah mendengar penjelasan sang ibu, Fulanah berusaha memandikan mayat gadis malang itu ia pun berusaha memposisikan jasad sang gadis sebagaimana layaknya mayat yang akan dikafankan.

Tapi, subhanallah jasad itu benar-benar kaku seperti batu, ia tidak dapat menekukkan tangan sang mayat, akhirnya ia pasrah membungkus mayat dalam keadaan sebagaimana adanya.

Jika akhir hidup manusia yang menggemari para penyanyi seperti diatas mendapatkan hukuman seperti itu,bisakah kita membayangkan bagaimana keadaan para penyanyi (artis) itu sendiri bila mereka tidak segera bertaubat kepada Allah ?

Tidakkah kita mengambil ibrah ini wahai hamba Allah??

Tidak menjadi jaminan usia yang muda tidak akan diburu ajal?

Tidakkah kita takut ketika kita melakukan maksiat tiba-tiba Allah mencabut nyawa kita dengan mendadak?

Berapa banyak generasi salaf takut akan kondisi diatas, mati dalam keadaansuul khatimah(akhir yang buruk).

Ada diantara mereka yang senantiasa berdoa agar Allah mewafatkan mereka ketika mereka sedang sujud sehingga Allah pun mengabulkan doanya. Semoga Allah menjadikan kita senatiasa istiqamah dalam ketaatan dan mengakhiri hidup kita denganhusnul khatimah.amin.

Sumber: Daurah Syar’iyah Muslimah Mahad Darul Hidayah, Rabwa, Riyadh.Muraja’ah oleh : Ustadz Eko Hariyanto Lcsumber :http://www.jilbab.or.idSumber: https://aslibumiayu.net/1281-gadis-itu-tewas-dalam-posisi-menari.html

 

KISAH CINTA PENUH PENGORBANAN, KESETIAAN ALA KEVIN DAN VICY YANG MENGINSPIRASI.

Oleh : Deddy Azwar

 

Di saat menikmari weekend sambil tidur-tiduran. Leyeh leyeh sembari melihat aplikasi you tube di smartphoneku, setelah beberapa menit menggeser keypad ke atas, ke bawah, ke sampin kiri dan kanan, entah kenapa tiba-tiba mataku terhipnotis dengan thumbnail gambar anjing dan mobil ferrari. Kalau tidak salah berjudul ‘anjing termahal di dunia seharga mobil ferari. Pada awalnya saya penasaran kira-kira jenis anjing apa ya bisa semahal itu dan dapat mengalahkan sebuah mobil supermewah yang keren. Siapa sih yang tidak ingin dihadiahi atau ditukari mobil mewah, canggih dan super cepat ini? Jikalau dia tidak mau sudah ketebak, tentu dia orang termasuk golongan wong sedeng alias gelo.

Singkat cerita kira-kira isi video itu mengisahkan seorang Kevin dan Vicy berkunjung ke seorang teman lamanya bernama Ezron yang sudah lama tidak ketemu. Terdengar kabar sang teman mempunyai bisnis perawatan anjing bernama ‘The Dog Spa by Kim & Keila’. Ezron memiliki semacam anjing jenis mirip srigala berbadan besar. Selain itu si anjing peliharaannya tersebut mempunyai keistimewaan antara lain : Dia dapat menuruti apa yang dikehendaki majikannya. Misalnya disuruh berbaring di lantai, toast, mengambil bola tenis, bersuara, melompat dan diam di tempat.

Setelah tiba dan menginjakkan kaki di sebuah halaman rumah temannya tersebut, mereka berdua berjalan menuju ke lantai dua di sebuah rumah sekaligus kantor yang cukup mewah dan besar. Setelah bertemu, berjabat tangan dan berpelukan sebagai seorang sahabt, lalu kemudian Kevin dan Vicy dapat menyaksikan kebenaran berita yang dia dengar. Kevinpun takjub bukan main dan salut dengan kepintaran sang hewan. Lalu dengan serta merta Kevin berhasrat membeli hewan itu dengan bandrol 500 juta! Wow! Sebuah harga yang fantastis. Sayang sekali temannya itu tidak mau menjualnya dikarenakan dia sudah terlanjur sayang dengan anjingnya itu. Lalu Kevin tanpa diduga menaikkan tarifnya yang lebih gila lagi. Kevin ingin menukarkan Mobil Ferarinya tipe 568. Crazy! Seketika itu pula temennya kaget dan merinding cuy! Entah mengapa Kevin begitu kesengsem dengan anjing tersebut padahal dia sudah mempunyai seorang kekasih yang cantik itu. Lho kok? Usut punya kusut ternyata dulu waktu remaja si Kevin pernah mempunya anjing yang mirip sekali dengan anjing Ezron ini. Sekarang anjing sudah tiada.

Belakangan saya baru tahu ternyata channel youtube tersebut milik seorang artis dan musisi Kevin Apriliano (terkenal dengan grup bandnya viera) bersama dengan pasangannya bernama Vicy Melanie. Sepertinya mereka belum lama memiliki akun YT. Lama kelamaan saya semakin larut dan kepengen melihat video mereka yang lain. Pada awalnya berkesan biasa saja. Klise gitu. Karena kebanyakan vlog para artis di You Tube sudah bisa ditebak isinya channelnya paling juga pamer kemewahan, rumah megah dan mewah, koleksi mobil sport atau mobil mewah, travelling ke luar negeri, makan di restoran mahal, memamerkan kebahagian keluarganya, unboxing barang-barang elekrtronik mahal, melancong kuliner mancanegara dll.

Sebetulnya tak ubahnya juga dengan Kevin dan Vicy ini. Namun setelah dijelajahi channel mereka ternyata menyimpan sebuah kisah yang tak terduga dan sayang jika dilewati. Kisah cinta mereka berdua mirip Rommy dan Juliet itu begitu mengispirasi sekali. Saya baru tahu ternyata Kevin ini suduah lama tidak nongol di layar kaca untuk bernyanyi dengan bandnya ataupun manggung. Ada apakah gerangan? Ternyata selain sebagai musisi handal dan terkenal (Bakatnya menurun dari kedua orangtuanya yang juga artis. Sang ibu bernama Memes, seorang penyanyi dan ayah seorang dirijen atau arranger) dia juga menggeluti sebuah bisnis dan akhirnya membawanya pada musibah kebangkrutan. Dia merugi dan dililit hutang senilai 17 miliar lho! Bukan sebuah nominal yang kecil. Tentu saja hal ini membuatnya stress dan berniat untuk bunuh diri. Untung dia masih takut dengan ancaman Allah dan segera mengurungkan niatnya. Kevin bangkit dari keterpurukannya dan bersiap menghadapi para penagih hutang. Ini tips dari beliau. Pokoknya kita jangan lari atau kabur, apalagi sampai operasi wajah karena tidak mau melunasi. Itu namanya tidak gentle atau lari dari tanggung jawab. Ajak mereka bermusyawarah dan berkomitmen untuk melunasi hutang. Solusi yang diambil sudah diduga. Kevin dengan sedih harus menjual semua hartanya yakni: rumah atau apartemennya, depositonya, mobil dan motor mewahnya.

Beruntungnya Kevin memiliki orangtua yang sangat peduli dan sayang kepadanya. Memes dan Adhi senantiaasa memberi support agar anak mereka kuast dan tegar menghadapi ujian dari Allah. Mereka meminta anaknya mengingat Tuhan dan memohon pertolongan. Sebagai seorang muslim Kevin mulai mecobah meningkatkan ibadahnya. Terutama sholat tahajud di separuh malam.

Selain orangtua Kevin juga mempunyai seorang kekasih yang setia, baik hati dan sangat perhatian dengan nasibnya kala itu. Tak disangak perkenalan mereka berawal dari media sosial Instagram. Awalnya untuk berbicara bisnis malah menjadi rasa cinta.

Vicy yang mantan model itu bersedia berkorban dengan mengurangi volume pekerjaannya demi Kevin. Vicy ingin orang yang dikasihinya bisa kuat dan tegar untuk menghadapi badai yang melanda. Vicy tidak tega melihat Kevin terus larut dalam kesedihan. Istilah kata pebinsnis: seorang yang ingin sukses biasanya harus mengalami bangkrut selu sebanyak 7 kali!?

Kevin yang waktu itu melihat masa depannya sudah terlanjur suram. Kisah kesuksekannya sudah terkubur dalam. Dia juga sudah mengklaim miskin dan sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dapat membahagiakan Vicy. Meski berulang kali Kevin meminta Vicy meninggalkannya dan mencari pacar yang lebih mapan, namun Vicy tetap bertahan dan setia mendampingi. Dia tak ingin  Kevin hancur. Dia ingin Kevin berjuang bersamanya kembali membangun bisninya. Dia berharap Kevin mempunyai cita cita lagi untuk mengembalikan hartanya yang dulu lagi.

Berikut estimasi atau cuplikan percakapan mereka di salah satu channel mereka. Tidak sama persis.

“Apakah yang membuat kamu menemin aku saat aku terpuruk. Kok terpikir seperti itu. Kan masih banyak laki-laki lain yang lebih mapan financial?”

“Kondisi kamu 4 tahun lalu membuatku tersentuh untuk membantu kamu.”

“Apak yang kamu dapat dari Aku selain cinta.”

“Yang kudapat cinta. C-I-N-T-A.”

“Menurut kamu itu cukup?”

“Iya, cukup. Bagiku kamu itu berbeda dengan mantanku yang lain. Aku rasa 180 serajat. Mereka keadaannya normal. Mempunyai kerjaan yang bagus dan lagi senang. Sedangkan kamu dalam musibah. Membuatku tertantang.”

“Padahal kamu pernah punya cowok yang sukses dan kaya? Sedangkan saya sudah tidak punya apa2. Apakah karena saya seorang artis dulunya?”

“Mungkin juga Vicy bukan tipenya Kevin. Dan Kevin juga bukan tipeku. Aku tidak ada kepikiran untuk menjadi artis penyanyi. Toh aku meninggalkan kerjaanku sbg model Demi kamu.”

“Oh begitu.”

“Bagiku kamu adalah doa yang dikabulkan Allah untukku. Selama ini aku selalu mempunyai pacar yang berbeda agama sehinggal selalu gagal untuk marry. Dan aku berdoa agar Allah mengirimkan seorang pasangan yang seiman untukku. Dan aku mensyukuri itu.”

Karena kesetiaan Vicy itulah membuat Kevin akhirnya bersegera melamar pujaannya hatinya. Kevin melamar saat mereka melancong ke Korea. Romantisnya disaat musim salju. Kevin tidak ingin mengecewakan Vicy. Dan mereka berniat menikah tahun 2019. Semoga terlaksana ya.

Mereka juga sempat diundang dalam berbagai acara talkshow seperti : Hotman Paris Show, Oke BOssnya-Raffi Ahmat, Di staisun RCTI, Oki Show dll.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sungguh sebuah kisah yang mengharukan terlepas dari hal hal yang lain. Ayo siapa sutradara yang beniat memfilmkan kisah kasih mereka yang saling mencintai dengan tulus. Sayangnya saya bukan sutradara tapi hanya karyawan biasa yang biasa pergi pagi pulang malam. Haha.

Berbagai sumber

Poto dari google (Tribune dll)

KARTUKU PARKIRKU MANA?!

 

Oleh : Deddy Azwar

Setelah selesai sholat Isya, saya ke luar rumah agak terburu-buru, karena ingin mengambil uang di ATM dan membeli beberapa makanan ringan di Giant Department Store dekat rumah. Setelah mengeluarkan motor ‘balap’ku dari ‘garasi’ kecilnya, langsung kupacu motorku dengan kecepatan sedang. Sesampai di gerbang pos satpam kompleks saya meleparkan senyum manis ke arah mereka. Menurutku itu manis entahlah kalau menurut mereka? Mereka membalas memberi hormat dan juga sembari tersenyum seraya berkata menyapa..”Selamat malam Pak.”
Motorku berlari dengan lincah selincah penunggangnya…? Pengalaman membawa motor selama puluhan tahun membuatku sudah menyatu atau sejiwa dengan motorku. Meliuk-liuk lalu zig zag melewati sela-sela mobil yang sedang melaju kencang.

Malam itu keadaan di area parkiran Giant tidak begitu banyak kendaraan. Masih banyak yang dapat disela. Ini pertanda kerumunan orang untuk mengantre di kasir dipastikan tidaklah ramai. Kucomot kartu parkir yang disodorkan satpam kepadaku. Kuarahkan motorku ke lokasi parkir dekat pintu masuk.

Pas masuk saya rada pangling, suasana di dalam toko banyak mengalami perubahan setelah sebulan lebih saya tidak mampir kesana. Beberapa lokasi dipindahkan ke lokasi lain. Giant friend chicken yang biasanya lokasinya ada di muka kasir sudah tidak nampak lagi. Saya baru ngeh akan renovasi yang mereka lakukan.

Saya mengitari rak-rak toko itu satu demi satu. Makanya sejak awak, saya merasakan  seperti sesuatu hal yang berbeda. Toko ini jadi agak lebih tertata dan ada spesifikasi. Tak lain dan tak bukan untuk memudahkan pengunjung yang hendak berbelanja. Alasan lain mungkin juga dikarenakan customer dan supplier barang meningkat. Cuma saja kekurangannya di bagian kasir tidak koplit yang melayaninya. Terdapat beberapa meja yang kosong.

Karena malam semakin larut, saya mempercepat gerakan. Saya comot satu bungkus roti sobek dan biskuit coklat dan  satu kotak jus rasa guava yang masih kondisi dingin dan segar. Ketika hendak membayar saya langsung kaget, alamak, tanpa diduga dan dinyana ternyata antrean sudah memanjang. Baik itu pelayanan cash maupun kartu kredit atau debet. Ini gara-gara saya sedikit membuang waktu dalam meyeleksi belanjaan.

Sudah kurang sepuluh menit barisan antrean tak kunjung bergerak maju, sayapun dengan sedikit setengah kesal dan dongkol mengembalikan semua belanjaan yang telah saya genggam kepada raknya semula.

Oh my God! persis selangkah lagi menuju pintu keluar, saya tidak menemukan tiket parkir yang entah saya taruh dimana. Walau panik saya mencoba untuk santai. Saya mencoba semua saku celana yang saya pakai. Semua hasilnya nihil. “Mungkin tercecer di lantai.” begitu dugaku. Saya baru sadar bahwa saya juga lupa membawa helm, dompet dan HP. Kebayang tidak? Petugas parkir tentu akan menanyakan STNK atau SIM. Akhirnya saya memulai melakukan pencarian dengan mengelilingi semua sudut toko. Beberapa pengunjung terlihat memandang aneh ke arahku. Tenang, saya bukanlah teroris yang ingin merampok barang belanjaan kalian kok. Apalagi mau merampok makanan dan minuman. Tak mungkinlah. Mustahil.

Saya hanyalah orang sedang dilanda kebingungan. Jadi tak perlu dicurigai. Malah saya ingin bertanya “Apakah diantara kalian melihat kartu parkir saya yang tercecer?”

Saya masih juga belum menemukannya. Agak hopless juga. Sempat bertanya kepada salah satu pegawai Giant tentang solusinya jika kartu pakir hilang. E-eh dia malah menjawab..”Keluar aja pak. Bilang saja hilang.”

“Oh gitu mas, masak semudah itu. Bukannya nanti mengundang kecerugiaan. Terus terang karena tempat tinggal saya sekitar sini, saya lupa membawa helm, dompet dan HP.. Okelah Mas saya coba..”

“Semoga berhasil pak..”

“Terima kasih.”

Hanya saja skenario saya berubah setelah berhadapan dengan petugas pintu keluar. “Maaf Pak kartu parkir saya hilang di dalam.”

“Coba cari saja dulu Pak..”

Sayapun masuk lagi ke toko. Alhamdulillah, singkat cerita petugas kebersihanlah yang menemukan kartu parkir saya.”

“Terima kasih ya Mas.  Akhirnya….”

Lega juga rasanya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

 

 

MISTRI SEKOTAK PIZZA TAK BERTUAN

PIZZA DOMINO

 

 

Oleh : Deddy Azwar

Pekerjaanku di kantor beberapa bulan terakhir  ini lumayan sibuk, sungguh menyita waktu serta tenaga, sehingga membuatku kembali pulang malam hari alias lembur alias over night. Masalah ini semakin bertambah kompleks, setelah dua rekan sekantor mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Dari alasan misi suci atau hijrah demi syariah sampai mencoba berbisnis. Tentu saja beban volume perkerjaan juga meningkat.

Pada awalnya pekerjaan pada satu seksi dikerjakan standarnya oleh lima orang di dalam  satu kubikel , namun sekarang dikerjakan hanya dengan 3 orang saja. Cukup signifikan bukan? Mustahil ini tidak akan menjadi efek bagi kami. Suasana yang kurang nyaman dan tidak pernah kami bayangkan selama ini cukup menohok. Alhasil kami jadi sering mengecap jam lembur alias menjadi laki-laki malam.  Persoalan ini bukannya tidak pernah diangkat oleh bos kami untuk dilaporkan ke Departmen Head biar dicari solusi atau jalan keluar. Kesimpulannya, Big Boss menjanjikan angin surga, yaitu tahun depan akan diusahakan mendatangkan seorang pegawai baru.

Zaman sekarang manajemen kebanyakan menggadang-nggadangkan soal efisiensi di  setiap sudut  di tiap organisasi. Ini telah menjadi trend di dunia bisnis perusahaan. Ada istilah yang keluar dari mulut-mulutnya para petinggi yang memegang tampuk perusahaan.

Pada bulan itu tepatnya tanggal 27 Desember 2018, di penghujung tahun, di kantor kami menggelar acar tutup tahun dengan acara berkumpul-kumpul dan makan-makan. Sudah menjadi tradisi di kantor kami pada setiap akhir tahun mengadakan semacam acara syukuran. Paling ada sedikit wejangan dari Bos untuk meningkatkan kinerja, mempertahankan preatasi dan melampau target yang telah disepakati. Sebab di tahun mendatang tantangan semakin kompleks. Belum lagi target yang ditentukan oleh manajemen juga meningkat. Oleh karena itu pelu bekerja sama saling bergotong royong. Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya apabila dikerjakan secara team work.

Setelah acara hajatan selesai. Kami pun meneruskan pekerjaan.

“Pekerjaan teman-teman sudah beres?” Tiba-tiba pertanyaan kepala seksi memecah ketenangan dan kesunyian kami dalam bekerja. Tampaknya si Bos sudah selesai membereskan segala pernak-pernik di atas meja kerjanya sampai bersih.

“Belum Pak. Saya masih muterin sistem untuk report portfolio nasabah untuk minggu depan. Biasanya Pak, sistemnya masih lemot. Loadingnya masih lama. Karena saya mencoba di PC saya memakan waktu dua jam. Lama banget. Akhirnya kami menggunakan komputer yang pernah dipakai Pak Lukito malah lebih cepat.” Jawabku sambil terus menatap arah komputer yang masih bekerja.

“Oh begitu ya. Lucu juga ya. Malah komputer lama bisa diandalkan ya..”

“Entahlah apa yang salah. Sepertinya komputer kita yang baru ini tidak support sistem kita. Saya nggak tahu bagaimana pengadaannya. Apakah tidak diselaraskan dengan sistem yang ada.”

“Baiklah. Selama masih nyaman ya sudah dipakai aja dulu. Maaf ya, saya pulang dulu, tidak bisa menemani lembur.”

“Oke Bos, silahkan. Hati-hati. Langsung pulang ya, jangan mampir kemana-mana lho. Kalau jatuh bangun sendiri ya…”

Si Bos hanya tersenyum saja sambil berlalu.

Beberapa rekan kerja sudah satu persatu pamit pulang. Tinggallah tiga seksi yang masih belum pulang. Seperti biasanya ketiga seksi inilah yang selalu menjadi penghuni kantor paling bontot.  Karena tuntutan perkerjaannya, menimbulkan rasa loyalitas untuk berlama-lama di kantor. Ada istilah kantor telah menjadi ‘rumah kedua’.

Malam itu semua karyawan dibagikan satu persatu sekotak pizza Dominos yang cukup menggiurkan. Hadiah ini cukup dapat menciptakan sebuah senyuman bagi semua karyawan. Paling tidak ada sesosok makanan dapat dibawa pulang dan dimakan bersama keluarga. Ada juga yang sengaja makan di kantor.  Rata-rata mereka yang belum mempunyai keluarga alias bujangan.

Aku agak bernafas lega, pekerjaan hari ini sudah beres. Akan tetapi masih ada beberapa pekerjaan yang masih bisa dipending. Merasa badan sudah letih, aku bersiap-siap untuk pulang. Kertas-kertas yang semula tadi berserakan, lalu peralatan kantor yang centang perenang satu persatu kurapikan. Setelah bersiap untuk lupa. Oh, ya, hampir lupa ada sekotak pizza jangan lupa di bawa pulang. Semua rekan sekubikalku sudah pada pulang duluan. Cepat-cepat kumasukkan ke dalam goodiebag.

Tiba-tiba mataku tertuju pada meja kerja temanku bernama Arisan. Ternyata di sana ada sekotak pizza dan btiga lembar voucher belanja dari MAP yang ketinggalan. Rupanya temanku lupa membawanya pulang. Mungkin dia terburu-buru. Aku mengambil inisiatif untuk memberitahukannya melalui Whatsapp. Aku mulai mengetik…

“Bro…merasa ketinggalan pizza dan voucher nggak?”

“Hmmm….Oh iya. Waduh dmn (dimana) pak.”

“Meja.”

“Oke pak. Pizza boleh  bpk bawa.”

“Biar ga bs (basi)”

“Voucher tlg (tolong) keep dlu pak.”

“Boleh pizzanya kutaruh di kulkas aja?”

“Boleh pak, ini masih di kantor?”

“Iya.”

“Busyet msh ada kerjaan pak?”

“Lumayan. Baru saja selesai.”

“Aku sih nggak kemakan kalau ditaruh di kulkas. Nanti takut akan mengeras. Enaknya sih dimakan hangat.”

“Oh iya. Bener juga sih..”

“Kalau bapak mau, boleh dibawa pulang saja. Tetapi kalau nggak mau tolong bawa aja nanti kalau bertemu satpam di bawah atau di pos, kasihkan mereka saja pak.”

“Kalau dikasih nggak nolak. Mau dong. Terima kasih banget kalau begitu bro…”

“Sama2 pak.”

“Voucher sudah ada di laci bro..Oh ya inputan biaya kalau belum sempet dikerjakan pagi aja ya.”

Chating via WA pun selesai. Akupun pulang dengan senyum puas.

Namun setelah sampai di rumah. Setelah pizza dimakan beramai-ramai, tiba-tiba aku kaget melihat ada yang misscall ke handphoneku. Dari rekan kerjaku bernama Wawan. Oh ada apakah gerangan ya?

Akupun melihat ke aplikasi Whats App lagi.

“Pak Tekya.”

“Pizza saya kebawa ya?”

Mataku melotot. Akupun tertegun sesaat. Keningku mulai berkerut kerut. Sambil menggruk-garuk dagu yang berjenggot. Lho..kenapa tadi Aris mengakui itu pizza yang tertinggal itu adalah miliknya. Berjuta pertanyaan menggantung di benakku.

“Kirain pizza itu punya Aris. Tadi saya WA dia dan bilang barangnya ketinggalan di meja. Lalu dia mengakuinya dan dikasih ke saya. Waduh saya minta maaf nih kang Wawan. Saya tidak bermaksud….Bener nih saya jadi nggak enak nih. Terus terang saya jadi bingung. Tenang kang, saya janji akan saya ganti besok.”

“Nggak apa-apa pak hehe.”

“Nuhun Kang.”

Setelah kejadian itu, tepatnya besok lusanya pizza yang tertukar saya ganti dengan empek-empek asli yang saya datangkan dari Palembang. Kecele juga.

Besoknya temenku, si Arisan mengakui kesalahannya. Menurut penitirannya sesampai di rumah dia nggak sempat ngecek lagi barang  bawaannnya tapi langsung  tidur karena capai.

PIZZA DOMINO

SERIAL ‘MASA SMA MASA BODO? dalam MALAM MINGGU NAN CREEPY/MENCEKAM DI KOMPLEKS PENJARA

pic7

BISIKAN BISIKAN ANEH DI BELAKANG RUMAH

Ferry berlari lari tergopoh-gopoh dari arah pintu depan langsung menuju kamar Agus. Karena keadaan sekitar gelap tanpa penerangan sedikitpun. Tampak jelas seperti orang linglung dan setengah takut. Dia seperti diuber oleh sekawanan zombie kampung. Saking takutnya dia lupa mengunci pintu depan. Sempat menabrak kamar pembantu, membentur tembok, menyeruduk kolong meja dan akhirnya tersungkur di tackle patung harimau yang sedang menganga mulutnya. Ferry jatuh terjerembab. Dan dia berusaha menahan teriakan sakitnya. Sepintar-pintar menahan akhirnya ketahuan juga. Akan tetapi suara jatuhnya terdengar sampai ke kamar dimana anak-anak sedang berkumpul.  Apalagi Bik Kinah, pembantu rumah, kagetnya bukan main. Jantungnya nyaris copot. Bik Kinah terbangun dari tidur nyenyaknya. Sebelum berdiri Bik Kinah memastikan terlebih dahulu apak dia sedang bermimpi atau tidak. Makanya dia mencubit pipinya. Lalu menuju cermin besar di sudut kamar.

Untungnya suara gaduh tidak terdengar sampai ke kamar orangtua dan saudar-saudaranya Agus. Karena lokasi kamarnya jauh dari lokasi kejadian.

Teman-teman Agus terperanjat. Mereka saling tatap-tatapan. Kebetulan mereka belum berniat tidur malam itu. Akan tetapi mereka tidak berniat mencari tahu. Masing masing saling merpersilahkan siapa yang mau keluar kamar duluan. Hanya Yudo yang sudah molor duluan.

“Gus, siapa yang bikin ribut di luar kamar? Perasaan saya nggak enak nih..”Bisik Faisol dengan mimik muka kepengen tahu. Keningnya berkernyit. Rambutnya yang keriting tidak serta merta menjadi lurus. Faisol cepat tanggap membaca situasi.

“Yuk, kita lihat.” Ajak Tekya. “Paling juga di Ferry. Memang dasar penakut.”

Ada kali lima menit Agus Cs terdiam. Setelah mereka sadar bahwa tidak sedang bermimpi, semua segera berhamburan keluar kamar. Baru saja beberapa langkah, Ferry sudah menunggu tepat di depan kamar juga dengan nafas ngos ngosan. Nyaris saja dia bertabrakan dengan Agus.

“Hei kecoak! Ada apa sih semprul? Diuber pocong atau ketemu hantu janda?” tanya Yudo Gempul sambil menghela nafas.

“Disentot tawon, kali?” Tuduh Apto kesal bin sebel.

“Combro pedas kamu Gus! Kebon di belakang rumah kamu itu ada setan penunggunya. Kamu nggak bilang bilang. Swear creepy banget deh. Payah kamu Gus, nggak bilang bilang ke saya. Mau membunuh teman sendiri ya?” Ferry memberondong Agus dengan rentetan pertanyaan.

“Penunggu bagaimana maksudnya?” Mata Agus terbelalak. Dia perlu waktu untuk berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Ferry. Jari telunjukknya mengetuk ketuk keningnya. “Ohh..dulu memang ada penunggunya. Dia malah tinggal di tengah-tengah kebon karet itu. Orangnya sih memang kurang bersahabat. Mungkin stress kali tinggal sendiri di kebon keramat. Rada seram wajahnya. Brewokan dan ada bekas codet di pipi kanannya. Tapi sekarang dia sudah dipecat. Bgaiaman nggak? Baru kerja seminggu sudah meminta gaji tinggi. Perjam lagi…Dasar kunyuk nggak?”

“Bukan penunggu itu maksudku, combrok!” Ucap Ferry jengkel. “Itu mah penjaga. Dama saja dengan James Bond dong. Jaga masjid dan kebon. Bayipun nggak takut. Ini kumaksut makhluk asral yang tidak kelihatan oleh manusia biasa. Hantu penunggu hutan atau kebon..”

“Hantu hutan atau kebon?!” Tanya Agus setengah terperanjat. “Setahuku sih nggak ada…”

Apto, Faisol, Yudo dan Tekya saling merapatkan badan. Mereka merinding dan bergidik mendengarnya, kecuali Yudo malah sudah ngorok tertidur di lantai. Pulas sekali. Ternyata dia belum mengetahui keadaan. Dia tidak dapat menahan kantuk.

“Jadi benar Gus, hutan itu ada penunggunya?” Tanya Ferry sambil mengguncang-guncang bahu Agus untuk meminta kepastian.

“Lho, siapa bilang nggak ada…”Jawab Agus dengan getir.

Mendengar jawaban Agus, kontan Ferry nyaris pingsan jika tidak cepat cepat dibopong. Mukanya tampak pucat.

Suasana kembali hening. Dua jenak kemudian. Anehnya tiba-tiba meledaklah tertawa si Agus. Teman-teman Agus memandang dengan heran. Apakah Agus kesurupan?

“Wweeeeeee ternyata Ferry penakut juga ya. “Ledek Agus girang. “Ketahuan kartunya nih yee. Penakut kok dipelihara? Mana ada hantu di dini. Daerah ini sudah sterill dengan yang begituan. Ferry Ferry. Di sini aman tentram, tertib dan damai. Sudahlah…kubilang tidak ada hantu di sini. Emangnya kuburan? Coba kamu tengok di kuburan, suasananya sepi, sunyi, senyap dan hening. Nggak ada berisik satu sama lain. Kecuali ada yang bangun baru bikin heboh. Perasaan takut berlebihan yang ada dalam hatimu itu yang membuat kamu membayangkan yang seram seram. Mereka (ghost) itu demen sama orang yang penakut dan tidak beriman lho…Contohnya nggak usah jauh-jauh kayak kamu Fer…Ayo friend be calm. Easy going aja lagi…Dont be afraid. Selama ini orang yang bernama Agus blepotan tidak pernah di takutin hantu.”

Mana mungkin takut, orang sereman kamu daripada hantu Gus…”Ledek Faisol lagi.

“Jangan takabur kamu Gus, ntar didatangan baru kamu semaput.” Kata Apto mencibir.

Ferry memberi sugesti agar Agus yakin bahwa yang dia alami tadi adalah buka cerita bohong belaka. Dia yakin melihat bayangan hitam dengan kilatan cahaya. “Percayalah Gus, saya tadi melihat ada penampakan hitam di hutan itu. Biar dijodohin sama artis Desy Ratnasari sekalipun.”

“Ah, itu akal akalan kamu saja. Kalau sama Desy, saya juga nggak nolak Fer..” Tegas Agus sambil nyengir kudanil.”

Ferry melanjutkan ceritanya, walaupun teman-temannya sudah tak minat mendengarnya. “Bayangan itu bergerak gerak dengan caya yang mati nyala mayi nyala. Sumpah mesum saya berani Gus, ngapain saya musti berbohong. Nggak ada gunanya.” Ferry tetap berusaha menerangkan kejadian itu di hadapan teman-temannya.

“Jangan jangan yang kamu lihat maling kali Fer… “Tebak Tekya.

“Iya kali.” Faisol ikut-ikutan.

Agus sudah mulai bosan dengan ocehan Ferry. Dia cepat cepat mengajak teman-temannya segera masuk ke kamar sebelum Orang tuanya terbangun karena mendengar suara gaduh. Yudo Gempul yang masih tidur lelap diseret ramai ramai dengan paksa menuju kamar. Habis susah dibanguninnya. Mungkin disiram air comberan baru bangun.

Bik Kinah pun yang terlambat keluar dari kamar akibat berdandan terlalu lama agak kecele pas menemukan suasana  di luar sudah kondusif. Dia mulai yakin bahwa dia mungkin sedang bermimpi. Buktinya tidak terjadi apa apa di ruang tamu. Awalnya dia sempat berpikir yang tidak tidak.

Di dalam kamar mereka berjanji tidak membahas kejadian tadi. Agus juga mulai ogah menanggapi ocehan Ferry yang sesekali masing mengungkit ungkit. Agus mulai menyetel kaset Godbless mini componya untuk mengalihkan suasana dan menetralisir dari ketegangan. Tidak lama kemudian mengalunlah lagu ‘Rumah kita’ dari mulut si kribo Achmad Albar dengan suara khasnya yang serak serak becek. Sebetunya Agus juga memiliki audio tape deck bertingkat tiga yang bisa bikin suasana kamar menggelegar. Dan diyakini dapat membangunkan orang sekomplek yang sedang tidur pulas.

Bagu Agus, dengan mendengarkan musik via mini compo juga lumayan.  Agus meninggikan sedikit volumenya hingga mencapai 50 %. Lampu equalizernya menyala naik turun. “Ayo turun. Mari kita melantai..”Ajak Agus sambil mencoba orang menirukan tari tor tor.

“Ah..yang bener kamu Gus. Nanti orangtuamu ngamuk bagaimana?” Tanya Faisol seakan meminta kepastian. Takut nya hoax kan bisa berabe.

“Gila kamu Solpatu! Kau kira Bapakku banteng bisa mengamuk. Awas kamu ya!” Ancam Agus sambil ngakak. “Jangan kawatir kamarku kedap suara kok.”

Mereka berenam pun berjingkrak jingkrak dengan gilanya. Seakan-akan sedang melantai di diskotik midnight.

“Hallooo….Astaga teman-teman..Apakah malam ini kita tidak tidur ya?” Akhirnya Yudo Gempulpun terbangun dengan shock. Dia memprotes keras.

“Hey Yud, katanya kita ini mau begadang ala Rhoma Irama kan…Yang namanya begadang tidak tidur sampai pagi. Kalau mau tidur pulang sonoo..” Teriak Tekya sambil joget joget india.

Yudo Gempul harus mengalah untuk malam ini. Dengan terpaksa dia ikut ikutan joget. Kepengen tidur juga tidak bisa. Mana bisa nyenyak tidur di tengah hingar bingar.

Faisol bagaikan lupa daratan. Dia layaknya berperan sebagai gitaris handal musik cadas. Tangannya di ayun ayunkan bak gitaris handal Eddie van Hallen. Rambutnya yang kribo dikibas kibaskan lalu menaikkan dan menurunkan kepalanya. Serasa iklan shampoo. Seolah olah dia memiliki rambut nan panjang terurai. Bergerak ke sana sini mengikuti alunan dan dentuman musik. Roh metal dan rock mulai merasukinya. Hampir saja jidat dan ubun ubunnya digetok Tekya dengan gagang sapu. Aguspun  mulai tersadar melihat teman-temannya seperti kerasukan jin iprit mabok. Dia merendahkan tingkat volumenya. Agus menepak jidatnya. Dia kawatir orangtuanya memergoki, marah lalu menyiram dengan air es. Atau Agus membayangkan bapaknya yang galak itu melepar dia dan teman temannya ke luar rumah. Di hati kecil Agus berniat Ferry cepat melupakan apa yang telah terjadi.

Suasanapun kembali normal. Agus cs mulai merasa keringatan, capek dan mengantuk. Lalu mereka menyetel film cowboy sambil tidur tiduran di karpet yang empuk. Untungnya kamar Agus memiliki pendingin AC yang bagus sehingga dalam hitungan menit keringat mereka telah hilang.

“Ngomong ngomong, emang kamu melihat bayangan hitam itu dengan mata kepalamu hidung kakimu sendiri, Fer?” Tekya membuka percakapan di saat mereka telah melupakan. Ferry yang semula mulai lupa jadi teringat kembali.

“Sejak kapan kamu memiliki indra ke enam?” Potong Yudo sambil ngemik kripik.

“Jelas dong, masak meminjam indra tetangga sih? “ Celoteh Ferry dengan mata bulat berbinar binar. Jujur saya tidak melihat penampakan makhluk tersebut namun saya mendengar secara samar samar suara orang bercakap-cakap sambil cekikikan. Kamu tahu tidak. Kencingku jadi belepotan. Ngocor sana sini. Masih untung nggak kencing di celana.”

“Ah, itu sih akal-akalan kamu saja Fer,” tandas Faisol cepat, “Biar kita-kita pada takut tuh. Buktinya, kamu Cuma dengar suaranya doang langsung mengira itu hantu. Siapa tahu suara angin malam. Saya kira kamu melihat secara jelas di depan mata. Dasar penakut kamu. Soal sepele begitu kok digede-gedein.”

“Nah, apa kubilang, si Ferry itu….desis Agus dengan jumawa.

“Alamak, kalian masih belum percaya juga,” potong Ferry sebel, “aku nggak ngalor ngidul tetapi…”

“Tetap ngibul kan…?” Sambar Apto nyengir keledai.

Sudah stop, tidak usah diteruskan lagi. Katanya kalian mau main set sot. Mana kartunya Gus?” Tekya sedikit protes.

(Bersambung)pic7

SERIAL ‘MASA SMA MASA BODO?’ dalam MALAM MINGGU NAN CREEPY / MENCEKAM DI KOMPLEKS PENJARA

  1. TIBA DI KOMPLEK TAHANAN (part 2)

Malam kian larut.

Mobil milik Bapaknya Agus yang berwarna hitam metalik saat malam hari nyaris tak kelihatan bentuknya. Mobil itu kini sedang memasuki kawasan tahanan yang luas lagi sepi. Agus memperlambat laju kendaraannya ketika hendak melewati pos penjagaan di pintu masuk.

“Selamat malam Pak Juned.” Agus mengucapkan salam dengan sopan kepada penjaga pos yang bernama Juned. Tampaknya mereka sudah akrab.

“Malam juga bang Agus. Tumben jam segini baru pulang. Ngapel ya?”

“Ah nggak. Teman ulang tahun Pak. Oh ya ini saya bawa rombongan teman sekelas. Saya mau ajak nginap ke rumah. Kita mau kongkow kongkow dulu dah.”

Tekya, Faisol, Ferry, Apto dan Yuda mengucapkan say hallo sembari melambaikan tangan kepada petugas penjaga. Penjaga membalasnya dengan ramah di tengah rasa kantuknya nan membara. Rasa tanggungjawabnya yang tinggi itulah membuat mereka menahan kantuk dan rasa kangen meluk bantal guling di springbed yang empuk.

Agus blepotan memberhentikan mobilnya tepat di depan garasi. Nah, sudah pada tahu kan rumahnya Agus ini memang berada di komplek rumah tahanan. Cobak tebak, kenapa biasa begitu? Betul, karena bapaknya si Agus itu adalah direktur di rumah tahanan tersebut. Logikanya, memang masuk akal sih. Masak jabatan kepala lapas malah tinggal komplek keuangan. Rada ganjil kali ya. Para penumpang mobil yang tadi duduk di belakang langsung mengucap syukur yang mendalam. Mereka bernafas lega. Plong rasanya. Seakan-akan selamat dari goncangan mobil ‘terkutuk’ itu. Eh nggak adil kalau kita menyalahkan mobilnya. Dia kan benda mati. Tepat sekali, salahkanlah si Agus sableng itu yang merasa pembalap F1.

“Gus, sepi bener rumah kamu. Sudah pada ngorok semua ya?” Tanya Tekya ketika telah tiba di kamar Agus, sembari mencolek Yudo Gempul.

“Eh sontoloyo! “ Yudo bereaksi kesal, “ Lihat jam dong Tekya. Ini sudah tengah malam. Jelas sudah pada tidur dong. Pertanyaannya nggak berbobot banget deh.”

“Lagian lu Tek, kalau nanya sama Yudo pas dia habis makan. Kalau sekarang lagi nggak ada tenaganya.

“Sekarang sepi..Karena Bapakku sudah tidur. Coba kalau kita pas sampai lebih awal ini rumahku pasti sudah mirip pasar malam.”

“Bapakmu tidur malam melulu ya. Memang sibuk banget? Mengawasin tahanan satu persatu tiap hari sampai malam?” Tanya Faisol meminta penegasan.

“Hobinya menonton film dan sepak bola di parabola.” Tegas Agus sembari menyelempangkan handuk di lehernya.

“Babe kamu begadangnya kuat juga.” Jelas Agus setelah mereka berkumpul di kamar.

“He-e. Ya begitulah.” Agus mengangguk.

“Menurutku pasti repot menjadi kepala rumah tahanan. Belum tanggungjawabnya yang berat banget. Selalu was-was jika ada tahanan yang mencoba kabur. Kan dapat mengancam keamanan. Bisa-bisa senewen mikirinnya.”Ujar Apto.

Agus kembali mengangguk-angguk. Sesekali menggaruk rambutnya yang rada keriting.

“Hebat bapak kamu Gus. Saya sependapat dengan yang diucapkan Apto tadi..” Giliran Faisol angkat bicara. “Saya salution deh. Kalian tahu teman-teman, bersedia tinggal di komplek tahanan sekaligus menjadi bos petugas lapas penjara yang mempunyai wilayah cukup luas ini saja termasuk orang yang pemberani. Jarang lho orang yang mau. Bagaimana tidak…Coba bayangkan lagi enak tidur dengan minpi indah e-eh tiba-tiba ada petugas  datang ke rumah sambil menggedor-gedor pintu lalu melaporkan ada narapidana kasus pembunuhan melarikan diri. Dan diduga mereka masih berkeliaran di sekitar kompleks. Oh my God!”

Tekya, Ferry, Yudo dan Apto mendengarkan dengan serius bercampur dengan rasa takut. Mereka saling berpandangan satu sama lain. Menyaksikan roman muka teman-temannya Agus hanya bisa nyengir dan terseyum. “Tumben kamu pintar Sol dalam hal ini. Sudahlah kalian tidak perlu kawatir. Narapidana di sini sudah pada jinak-jinak rajawali. Sudah biasa. Keluarga kami di sini bersama petugas tentunya saling bahu membahu dan bekerja sama kalau seandainya ada kejadian seperti yang dibilang Faisol. Terbukti kejadian itu sudah pernah beberapa kali terjadi. Yeah..adakalanya tegang dan mencekam kalau belum menangkap buronannya.”

“Sudahlah jangan diteruskan. Seram kumendengarkannya.” Tukas Tekya sembari merasakan bulu kuduknya berdiri. Merinding. Duduknya semakin mepet dengan Yudo yang mirip tembok badannya. Paling tidak Tekya sedikit aman.

“Kalian lapar? Makan kita? “ Tiba-tiba pertanyaan Agus Blepotan memecah kesunyian.

“Aduh Agus, ini pertanyaan yang bagus yang kutunggu sejak tadi kita sampai..” Yudo tersenyum sumringah sambil memeluk erat Faisol yang langsing. Saking eratnya Faisol kriting nyaris mau berak. “Apaan nih gajah bengkak. Sana gih mending kamu meluk tembok deh!

“Lho kok pada bengong. Kuulangi lagi pertanyaanku. Kalian lapar nggak?” Teriak Agus sambil berkacak pinggang.

“Iyaaaaa…! Kami LAPAARRR AGUUSSS..!”Jawab teman-temannya serempak.

“Gila! Masih lapar toh. Dasar perut karung semuanya. Tunggu sebentar Aku ke dapur dulu ya. Siapa tahu masih ada sisa-sisa makan malam..”

“Kok sisa sih Gus..Teganya teganya…”Rengek Yudo manja. Dia tak henti membelai-belai perutnya yang keroncongan.

Tidak lama kemudian Agus keluar dengar wajah kecewa dan hambar. Semakin tambah kusut mukanya. “Sudah ludes. Mereka menyangka pasti saya sudah makan di luar. Tapi jangan pada loyo gitu dong. Tunggu sebentar fren, saya bangunkan si bibik sebentar. Masak apa kek. Mie goreng. Mau dong? Atau masakan apa kek yang bisa dihangatkan untuk dihidangkan. Biar kita santap.”

“Waduh, lebih baik jangan deh Gus. Kalau sudah pada tidur jangan dibangunkan. Merepotkan kamu saja.” Tahan Tekya dengan refleks mencekal pundak Agus. “Dimana-mana orang sedang enak tidur dengan mimpi indah dibangunkan, gimana gitu…”

“Iya deh Gus. Enggak eenak nanti. Kalau kuingat-ingat  agak kenyang sedikit kok.  Tadi di acara ulang tahun Evel makanannya banyak juga. Tadi aku nambah dua kali bakso bikinan Mamanya Evel. Bangunan orang yang sedang enak tidur bisa-bisa step lho ntar..”

“Ohh, nggak begitu merepotkanlah fren. Si bibik itu sudah kayak penjaga malam. Dia sudah biasa begadang. Hobinya tiap malam nonton telenovela, film india dan dangdutan. Hahaha..” Ujar Agus seraya memandangi temannya satu persatu. Bapakku kan sering pulang malam kala sehabis mengecek atau memeriksa kondisi para tahanan. Kadang Bapak sering berintraksi dengan mereka. Tanya keadaan dan lain-lain. Mereka kan manusia juga bro..Bapak juga pengin minta laporan apakah ada yang aneh-aneh tidak kelakuan mereka. Jadin pas kebetulan dia pulang dari lembur malam tinggal gedor pintunya si bibik. Bik makan dong. Si bibik bangun..’tuan saya masih ngantuk, bikin sendiri aja ya’. Akhirnyanya Bapakku minta tolong anak buahnya beli di warung.

Tekya tertawa ngakak. “Berani juga bibik kamu nolak perintah tuannya Gus..”

“Itu tandanya si bibik sedang capek.” Tegas Agus bernada ngeles. “Lagian umurnya lebih tua dari bapakku. Nanti kualat. Mana berani bapakku. Intinya bapakku menghormati orang yang lebih tua. Kesimpulannya bagaimana? Jangan basa basi. Nanti keburu basi nasinya….”

Tekya CS menganguk-angguk tanda masih lapar.

“Bagaimana kalau kita bikin mie goreng aja. Tak perlu membangunkan si bibik.” Saran Faisol terdengar bijaksana.

“Ayukk, siapa takut makan lagi..”Yugo Gempul langsung nimbrung. Badannya yang lebih mirip karung goni ini loncat-loncat ke sana ke mari.

Agus segera menarik Ferry yang sedang melamun limun. “Fer, ikut aku yuk ke dapur. Kalian santai saja dulu di kamarku. Nyetel musik boleh tapi jangan kenceng-kenceng ya..”

“Lha kok kita bedua aja? Terus sementara Tekya, Faiso, Apto dan Yudo enak-enak tiduran santai. Ini nggak enak di saya enak di mereka dong. Lagian saya nggak jago memasak.”

“Sudahlah, nggak baik perhitungan. Ayolah item…” Rayu Agus sambil menyibak-nyibak rambut Ferry.

Sebelum sampai dapur Ferry merasa kebelet berat. Pada awalnya Agus memintah Ferry menahan dulu hasrat untuk pipis. Karena tanggung belum memulai sudah bertingkah macam-macam. Agus merasa sebel sepertinya Ferry sengaja mencari-cari alasan untuk menghindar.

“Agus, aku pengen pipis nih. Dimana kamar mandi?”

“Ah, kamu pura-pura ya mau menghindar ya?”

“Swear deh. Ya udah aku pipis di sini lho..”

“Sempru! Awas kalau berani. Aku lepar sampai ke loteng!”

“Tuh, pipis aja di kebun belakang rumah. Kebetulan kamar mandi lagi diperbaiki.”

“Kamu yang bener dong. Masak aku harus pipis di kebun belakang. Masih nuansa hutan begitu. Mana gelap pula. Oke fine, aku nggak bakalan main ke rumah kamu lagi.”

“Aduh, pakai ngambek lagi. Kamar mandiku agak jauh. Nih, keluar dapur kamu belok kiri, terus melewati ruang makan keluarga yang kita sudah lewati tadi. Paham? Setelah itu masuk ke ruang tengah yang besar. Letaknya di pokok persis dekat wastafel. Buruan deh. Awaw jangan lama-lama.”

“Kamar mandir di sekitar sini nggak ada apa? Biasanya juga di dekat dapur ada kamar mandi. Jauh ya?”

“Dekat kok.”

“Mana lagi rumah kamu gede lagi. Bukannya ruangan yang tadi gelap gulita.”

“Cepetan dong nggak gelap amat kok. Jadi orang jangan penakut dong. Kamu alergi gelap ya Fer?”

Agus sedikit memaksa dan mendesak Agus sambil mendorong bahu Ferry. Ferry memang agak sedikit penakut. Dan dia paling benci film horor. Lagipula ini pengalaman pertama dia menginap di rumah dinas bapaknya Agus yang lumayan besar. Bangunan mirip rumah pada zaman belanda. Rumah ini ditempati secara turum temurun. Langi-langitnya tinggi. Mempunyai pilar-pilar yang banyak dan berukuran tinggi-tinggi. Belum lagi kalau kita membuka pintu kamar selalu mengeluarlan bunyi menderit nyaring. sudah berimajinasi nanti kalau lewat tempat gelap biasanya suka ada yang nyolek Timbul keraguan untuk menuju ke kamar mandi, akan tetapi dia tak akan mampu menunda hasrat untuk pipis. Masak sudah gede ngompol. Apa kata dunia?

“Ayolah, jangan sungkan-sungkan ya Fer. Anggap saja rumah Bapakku.”

Ferry tidak menanggapi  ocehan Agus. Dengan rasa galau Ferry bergegas menuju pintu depan yang terbuka sedikit. Dari kejauhan Agus mendengar pekikan kecilnya dari mulutnya Ferry. “Agus, aku boleh pipis di luar saja. Gelap Gus di sini. Kamu naruh saklar lampu dimana sih! Nggak apa-apa kan? Aman nggak?”

“Aman kok tapi…kalau siang! Tagihan listrik mahal. Pakai insting aja ya.
” Jawab Agus sambil cekikikan kayak kuda nil setelah melihat Ferry yang lenyap di balik pintu tanpa penerangan lampu sedikitpun. Yang ada hanya rembesan cahaya lampu dari teras depan.

Dengan rasa deg degan Ferry mengumpulkan segala keberaniannya untuk menerobos susasana yang gelap dalam ruangan itu. Agus sepertinya malas juga menunjukkan dimana saklar lampu ruang tengahnya.

Beda situasi di dalam rumah Agus beda pula situasi di luar rumah.  Di tengah rerimbunan hutan karet yang tinggi menjulang dan juga daun alang-alang setinggi dada tumbuh mengelilingi sebuah tembok beton nan kokoh. Tingginya sekitar 3 meter berhiaskan kawat besi berduri yang menjalar hingga pucuk besi yang tertantap di tembok. Dalam kepekatan malam yang dingin mencekam. Suara burung hantu terdengar samar-samar saling bersahut-sahutan.2

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.