ANTARA KREDIT MIKRO DAN MIKIR…

Oleh : Deddy Azwar

“Pak, Batalkan saja pinjaman suami saya. Tolong Pak, hutangnya sudah kebanyakan. Saya khawatir dia tidak sanggup melunasi,” mohon seorang ibu muda kepada salah satu pegawai bank yang kebetulan menangani kredit mikro. “

“Bapak bayangin nih, buat bayar cicilan mobil aja tersendat sendat, cicilan motor juga, terus belum lagi pinjaman sama bank A dan B.” lanjut sang istri sembari menyakinkan orang di hadapannya, bahwa yang dia katakan benar adanya. Alias tidak bohong. Malah dia berani bersumpah segala di gantung di bawah pohon cabe??

Si karyawan Cuma bisa terpelongo. Maksud hati ingin memuluskan pinjaman mikro suaminya eh malah disuruh membatalkan. Mulutnya kaku. Kok Bisa?? Seakan tidak percaya sekaligus dia menyesali mengapa sang istri duluan yang dijumpainya saat memasuki pekarangan rumah nasabahnya. Coba seandainya dia tidak ketemu sang istri calon nasabah tersebut pastilah tidak menerbitkan dilemma plus galau. Bayangkan prospek telah di depan mata bisa hilang skedipan mata.

Ah,…kita harus berpikir positif kepada semua orang ya toh? Itu yang dilantunkan oleh para motivator dalam setiap ceramahnya. Selalu berpikir dan bertindak positif akan menghasilkan sesuatu yang super. Jadi anjing menyalak petugas mikro tetap jalan.

Mungkin saja rumah tangga mereka sedang hubungan mereka dilanda masalah. Tidak aneh untuk saling menjelek jelekan satu sama lain.

“ Oh begitu Bu. Pak Markum ada Bu? Saya sudah ada appointment dengan beliau?”

“Ada tuh sedang nonton DVD. Begitulah kerjaannya kalau lagi week end. Nyantai. Boro boro bantuin pekerjaan rumah tangga istrinya. “ Sang Ibu muda itu mulai nyerocoos lagi. “ Mestinya dia mikir kami ini sedang tidak punya pembantu. Belum lagi saya kalau sudah capek langsung pusing. Harusnya disuruh istirahat kek…Yeah..kalau tidak bisa Bantu saya jagain anak anak kek…Dia piker dia itu siapa? Bos besar? Konglomerat?”

Karyawan itu hanya tersenyum saja melihat perangai si isteri. Namun tekadnya tetap kuat untuk tetap menemui Pak Markum karena sudah terlanjur janji. Minggu yang lalu Pak Makrum tertarik dengan produk bank yang ditawarkan. Makanya beliau mengundang ke rumahnya di daerah bilangan Serpong yang cukup sederhana. Undangan itu adalah prospek. Porspek itu rezeki. Masak rezeki ditolak.???

Kredit Mikro bukan suatu hal yang asing asing lagi di telinga kita. Merupakan salah satu produk perbankan yang sangat menawan dewasa ini. Selain menunjang operasional bagi bank sendiri tentunya memberi warna dalam dunia perekonomian Indonesia. Dia (mikro) bagaikan air minuman segar yang melegakan keringnya tenggorokan bagi pelaku bisnis. Boleh dikatakan, stimulate dunia usaha. Bila dimanfaatkan secara tepat dan maksimal akan menghasilkan sesuatu yang potensial. Dengan support mikro bukan tidak mungkin akan mengangkat pengusaha kecil yang minim dari segi dana perlahan lahan akan menjadi pengusaha besar. Dengan harapan setelah tumbuh berkembang mereka akan dengan memperluas ekpansinya. Asal dana yang didapat dimaksimalkan pinjaman secara tepat, terencana dan terarah.

Sampai saat ini di era computerize, dimana para nasabah perbankan begitu dimanjakan dengan adanya seperangkat alat elektronik seperti computer, tab, internet, BB dan smartphoe. Istilah kata tinggal dengan sekali sentuhan jari saja semua urusan bisa beres. Dan nasabah tidak perlu repot repot beranjak dari kursi jika hanya ingin membayar tagihan kartu kredit, bayar tagihan listrik, telepon, internet dan bahkan sampai membeli keperluan sehari hari tinggal angkat telepon atau handphone saja. Transaksi perbankan lainpun seperti transfer atau cek saldo cukup lewat handphone atau laptop. Mudah dan efisien.

Jasa dan layanan yang wajib disediakan oleh perbankan bila ingin masih dipercaya oleh para nasabah retail maupun priority. Sekarang ini para nasabah sudah sangat bervariasi permintaanya. Alasan keamanan sudah menjadi ‘harga mati’ bagi bank bank untuk dapat mengutamakan keamanan harta surat berharga dan uang milik nasabah mereka. Setelah itu juga harus mengutamakan kenyamanan layanan yang tetap stabil baiknya sampai akhir zaman. Suatu tuntutan standar para nasabah.

Bila tidak, mereka akan cepat pindah ke lain hati.Harus kita ingat persaingan bank bank sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Tidak hanya antar bank daerah, bank local maupun bank asing. Marketshare lambat laun mulai menipis. Bank tidak bisa mengandalkan produk tradisionalnya lagi seperti tabungan atau deposito. Untuk menggelontorkan dana untuk pembiayaan kredit saja para bank harus pikir pikir dahulu apakah nanti terjadi kredit macet di kemudian hari. Tidak heran yang menjadi incaran tentunya proyek proyek potensial dan multinasional. Bila perlu multi internasional.

Bank swasta lokal dan swasta asing cukup mempesona dalam menawarkan serta meloloskan kepemilikan kartu kredit. Cukup berbekal KTP saja. Lihat saja aksi para marketer saat menawarkan kartu kredit di pusat pertokoan dan pembelanjaan. Demi memenuhi target mereka rela berkorban memberi hadiah kepada customer dengan merogoh kocek sendiri. Kadang sedikit merayu dan memaksa.

Inovasi pengembangan produk perbankan sangat dinanti oleh para nasabah pengguna kredit mikro. Sebab bukan hanya bank saja yang dapat menawarkan pinjaman kredit mikro baik namun banyak perusahaan berbasis keuangan ikut pula meramaikan dunia permikroan ini. Coba kita simak iklan iklan di surat kabar telah makin menjamur. Cukup BPKB kendaraan sebagai agunan kredit akan segera diproses. Belum lagi serbuan dari bank bank lain. Mereka berlomba lomba mengerahkan tenaga tenaga mikronya untuk menyebar mencari pangsa. Bahkan pasar tradisional pun tidak menutup kemungkinan untuk dijamah. Otomatis persaingan sangat ketat di bsinis mikro ini. IMG_20120108_162209

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s