MEMBAYANGKAN BANK MANDIRI PADA ABAD FUTURISTIK

Oleh : Deddy Azwar

Fantastik! Era perbankan kini memang bikin kita geleng kepala. Tampil memukau dan memikat!Ibarat anak dara yang telah di pupuk, ranum dan mulai memasuki usia pubertas. Mulai menonjolkan segala keindahan dan kelebihan yang tumbuh secara alami. Apalagi ditambah sedikit polesan make-up produk luar. Kaum Adam mana yang sudi berpaling. Terusik untuk melirik tanpa berkedip. Sampai ingin menguasai. Klop!

Sejak dahulu kala pun dunia perbankan kerap bikin heboh. Tidak sekedar melahirkan inovasi produk tapi juga peluncuran kebijakan-kebijakan era orde baru yang kontroversial pada zamannya. Mengingat banyak sekali kepentingan-kepentingan politik ketika itu

Dunia percaturan perbankan Indonesia. Dari segala segi menunjukkan kemajuan tinggi. Masing bank berlomba merayu kepercayaan masyarakat demi menggaet dana seraya menguber target. Bagi yang bermodal besar tentu berani membeli kecanggihan Teknologi Informasi, segera bersiaplah menjadi jawara. Kebalikannya, bagi bank kecil yang minim modal bersiaplah tersingkir. Alhasil bermunculanlah jenis produk-produk menawan dan beraneka. Menawarkan keunggulan, pelayanan dan kemudahan dalam bertransaksi apa saja.

Pernahkah anda membayangkan ada bank supermodern pada abad modern. Lengkap dengan pelayanan serba cepat kilat, enak, nyaman dan aman. Serba instant. Dalam sekejap mata semua layanan nasabah terpenuhi.. front office, customer service maupun teller telah berganti menjadi seperangkat mesin. Tinggal tekan tombol/knop ini itu semua beres. Dimana kita butuh cash money,transfer,inkaso ataupun overbooking cukup via SMS (short message service), email, inetrnet, PDA(personal digital assistant) bahkan telepon selular (handphone). Berkhayal menciptakan kreasi juga kreatifitas seseorang berkembang menurut imajinasinya. Dunia imajinasi manusia jauh lebih tinggi. Suatu yang tak dinyana eh, tahunya jadi kenyataan. Prinsipnya berkhayallah yang positif bernuansa jauh ke depan. Berefek guna bagi masyarakat. Dasar ini mengilhami para kru film barat berkreasi. Ribuan tokoh cerita menetas lewat karya cipta imajinasi mereka. Tidak sedikit yang menjiplak dan berpola prilaku tokoh heroic idola mereka. Mengingatkan kita akan film Terminator, Starwars, Startrek, Back to future dan sinetron lokal Panji, Saras 008 dan masih bejibun lagi.

Toh kalangan perbankan nasional masih mampu kok mengejar ketinggalan dari bank-bank swasta ataupun asing yang menjamur di tanah air. Sesuatu yang canggih dan aduhai belum tentu bertujuan positif. Jika kelak terjadi berarti tak kan pernah lagi kita jumpai dan rasakan sambutan hangat disertai sunggingan senyum nan manis mempesona dari para CS dan teller. Semua tergantikan oleh mesin. Walau begitu teknologi mesin (robot) tidaklah sesempurna manusia. Mereka tidak memiliki jiwa, hati dan perasaan. Mereka bagaikan seonggok besi yang tiada berdaya bila telah aus sparepartnya. Atau kadaluwarsa expired-nya. Selagi kita masih berkutik dengan pentium siji(satu,bhs jawa), sedang lainnya udah mencapai pentium sabaleh (sebelas,bhs minang). Mesin bekerja setelah mendapat intruksi dari manusia.

Nah, saya mau mengajak teman-teman berandai-andai. Boleh saja bukan? Mari kita lihat Bank Mandiri di masa depan kelak alias abad futuristik, bank dimana kita bernaung kini. Dari Local Bank terbesar di Indonesia, berasset ratusan trilyun, bernasabah ribuan dan bergedung strategis di kawasan segitiga emas lagi mewah. Didukung puluhan ribu karyawannya. Kinerjanyapun makin mantap. Raupan labapun melambung tinggi. Tidak ketinggalan pula beberapa reward telah dimiliki.

Pada semester pertama masih tanda tanya masa depannya alias suram. Akan dibawa kemana Bank Mandiri ini setelah merger. Karyawannyapun bimbang. Namun dengan niat serta tekad kesungguhan akhirnya menapak naik. Sarana promosipun gila-gilaan. Bank Mandiri sekarang tersiar, tersebar dan menjamur dimana-mana mudah kita jumpai seperti pada billboard, brochure, radio, televisi, launching di tv swasta. Credit card pun kita punya. Kemasan iklan TVnya cukup cantik menggoda dan tak berkesan norak. Seperti iklan kebanyakan. Bank Mandiri tidak mau main-main dalam soal ini. Boleh dibilang manis dan bernilai jual. Coba kita amati iklan bank tetangga yang bukan hanya menjual produk tapi juga bikin ‘cuci mata’. Kenapa tidak, kita disuguhi artis ternama dengan pose berani. Kebanyakan menjual mimpi. Jadi jangan heran, saat ini tidak terdengar lagi pertanyaan: “bank mandiri? baru ya? Emang ada? Bank apa lagi itu?” Paling juga kena BBO! No way!

Pencapaian itu didasarkan pada landasan komitmen manajemen potensial memfokuskan pada sektor operasional, organisasi, manajemen, pengelolaan resiko, teknologi dan budaya perusahaan. Relevansi ke depan. Return of Asset(ROA) dan Return of Equity (ROE) semakin menunjukkan peningkatan seiring melonjaknya pemberian kredit komersil. Waktu demi waktu bergulir cepat. Memasuki usia ke empat Bank Mandiri kian dewasa dan berjaya. Itulah keadaan realita bank kita sekarang. Secara universal cukup mengagumkan.
Sekarang kita kembali ke tema sebelumnya. Apa saja sih kedigjayaan-kedigjayaan bank pada abad futuristik. Saya yakin impian saya ini pasti pernah jadi bunga tidur atau khayalan kita. Pernahkah terlintas seperti apa nanti jadinya pada zaman itu?

SEGI PELAYANAN
Beresiko sangat vital bagi suatu bank . Kecil saja suatu kesalahan berdampak luas. Beberapa orang acap meremehkan hal ini. Bank pemerintah alias bank plat merah tempo dulu yang sering menerapkannya. Nasabah retail jangan disepelekan begitu saja. Tumbuh kembang bank mengacu ke faktor ini. Jangan bandingkan dengan bank swasta yang berbasis ke retail. Mereka telah mumpuni dalam soal ini. Sekali lagi, bersiaplah membayangkan bank kita pada masa depan melampaui free trade yang belum ada apa-apanya. Baiklah, untuk menghilangkan penasaran, ayo, mari melihat Bank Mandiri pada abad futuristik.
1. Buka always ontime pukul 07.30. Mesin pendeteksi kebohongan (liar detector), sensor senjata api/tajam bekerja otomatis bila pintu kaca tebal anti peluru terbuka. Jika terdapat kecurangan ia dengan sigap menyalakan lampu pengaman plus mengirim signal alarm ke ruangan back office. Mensinyalir tindak-tindak negatif. Mesin berkerja secara halus tanpa mengundang perhatian nasabah. Dengan kecepatan sekian detik. Sayup-sayup terdengar alunan musik instrumentalia, simfoni,jazz & blues mengikuti kondisi/moment tertentu. Mengantarkan anda ke suasana romantis.
2. Ketika mengayunkan langkah masuk ke ruangan berkesan familiar membuat nasabah tidak merasa canggung dan memposisikan seakan mereka juga ikut memiliki bank kebanggaan mereka (bank sweet bank). Apalgi setelah mendapat sambutan ikhlas plus senyum ramah tanpa pamrih dari para security, customer service juga teller. Hati nasabah pasti berbunga-bunga dan senyum sumringah. Sebab privacynya dihargai. Bila malu atau malas berkomunikasi petugas front office/counter bisa gunakan fasilitas swalayan atawa self service berupa beberapa unit personal computer yang mengabari berita aktual dan uptodate seputar peristiwa, produk, award. Pokonya all of news about Dunia Bank Mandiri. Mesin tersebut merangkap pengisian formulir semua transaksi disertai petunjuknya. Jangan kawatir, semua backup data terjaga kerahasiannya. Tetangga sebelahpun jangan harap dapat mengintip. Karena untuk masuk dan mengakses data harus menggunakan kacamata rayban 3 dimensi. Sungguh hebat kecanggihan teknologi yang ditawarkan Bank Mandiri.
3. Bagi member cukup menggesekkan ID card dan memasukkan PIN ke mesin antre. Print out nya selembar tiket memuat no urut, kursi, jam, jenis transaksi,film hiburan dan order spesial lainnya. Misalnya, perlunya pihak bank mengontak polisi pengawal khusus, securicor sampai car call taxi tersedia. Tiap-tiap kursi dilengkapai TV mini yang memutar ratusan film, talk show, sulap, tPerkantoran Pencakar LangitSecara gratis! Tentu saja kita kenakan charge yang langsung di cut ke dalam iuran bulanan. Sistem antre berdiri kurang diminati nasabah pada masa depan. Berdiri berlama-lama untuk orang tertentu mengakibatkan capek. Apalagi saat menunggu sistem trouble/offline. Sungguh tak mengenakkan. Sistem nomor lebik efektif, dan bisa menunggu dengan rileks.
4. Ketika tampilan no urut terpampang di screen, bersiaplah menginjak walking eskalator ( lantai berjalan) yang akan mengantarkan kita beserta kursi ke muka counter teller ataupun customer service. Alangkah asiknya. Bila ini jadi kenyataan betapa dimanjakannya nasabah. Setelah beres nasabah pulang dengan rasa puas.

SEGI LOKASI/TEMPAT
a. Mobil Counter
Pemilihan lokasi pendirian bank didasarkan pada strategis letak. Tidak lepas melirik pangsa sekitar. Untuk hal ini orang kita sudah lebih jago. Jangan remehkan kelas menengah ke bawah seperti pedagang kaki lima hingga tukang loak di pasar tradisional. Mereka adalah sumber dana yang potensial. Omset harian mereka bisa jutaan. Cara menggaetnya gimana? Bank Mandiri telah mengantisipasi hal itu dengan menyediakan ratusan unit counter /mobil bank pada di sisi trotoar. Bagaimana dengan keamanannya? Bangunan counter yang didirikan sangat kokoh dari besi dan didesain mirip pos polisi. Cuma bangunannya bisa digeser dengan menggunakan roda.
ATM Tempel

Di abad mendatang ATM (Automatic Teller Machine) milik bank kita tidak lagi di dominasi oleh ATM berskat kamar. Untuk situasi yang kondisinya dinilai relatif aman sebagian besar menempel pada dinding di seluruh swalayan, perkantoran, terminal, mall, taman hiburan, apartement bahkan sekolah. Pokoknya semua tempat yang menguntungkan. Untuk wilayah yang dianggap rawan dipasang dekat kantor polisi atau diberi skat kamar kaca. Pintu ATM hanya terbuka bila nomor passwordnya cocok. Seandainya ada seseorang berniat jahat untuk mencongkel atau merusak pintu, ATM akan mengeluarkan sinar laser secara otomatis. Sinar ini sebagai pengganti setrum. Mesin pengintai dalam ATM akan mengirim sinyal lewat radar satelit untuk diteruskan ke seluruh kantor polisi terdekat. Dengan begitu polisi akan sigap membekuk calon pencurinya. Lalu baik seperangkat ATM tempel maupun ATM kamar akan terdorong masuk ke bawah tanah dan menutup secara otomatis pula. Semua ATM akan terkoordinasi dan terkontrol dari kantor pusat.
Kantor Pusat

Bank Mandiri terletak megah dan mewah lagi mentereng di pusat kota metropolitan Jakarta pada abad 3000 milenium ke 4. Bagaikan mutiara di antara gedung pencakar langit lain. Semua sisi berlapis kaca baja dengan alat pendeteksi gempa mutakhir. Area komplek Plaza Mandiri and Others berlantai 100. Ditengah gedung terhampar taman padang rumput hijau nan luas. Disekelilingi berdiri aprtemen khusus karyawan, rumah sakit, super mall,sport center, lapangan golf, sekolah dan taman bermain keluarga super lengkap. Ini memudahkan karyawan untuk tetap stand by bila dibutuhkan. Lembur malam bukan lagi masalah. Apalagi telat, suatu hal yang mustahil. Pagi hari semua karyawan cukup menunggu di lobby apartemen masing-masing. Tiap lima menit akan ada train khusus yang lewat untuk mengantarkan para karyawan. Dengan begini persahabatan senantiasa terjalin sejak dari rumah,train sampai ke kantor. Bagi karyawan yang mendapat keperluan mendadak cukup mengirim email dengan mengemukakan alasannya dari suite.

Gimana jika seorang karyawan sakit keras atau sedang berbaring lemah di rumah sakit? Mereka cukup menggunakan fasilitan internet online/LAN network ke seluruh departemen masing-masing. Karena canggihnya mereka cukup berkomunikasi, tidak hanya lewat tulisan, layar mini tv(web cam) bahkan dapat bercakap seperti keadaan normal dari laptop mereka. Hebat bukan? Jarak jauh bukan jadi penghalang. Alat ini bisa digunakan dalam rapat, pusdiklat dan intern/ekstern seminar. Pokoknya semua problem dan pernak-pernik dapat diatasi mudah.
Bisa dibayangkan bila ini benar-benar terjadi. Hal ini terjadi seandainya kondisi perekonomian Indonesia pada posisi super stabil. Pendapatan perkapita tinggi.
Dimuat di Buletin Mandiri Edisi 111/Tahun IV/12 Mei 2003

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s