FILM YANG MENUSANTARA

Oleh : Deddy AzwarIMG_20130630_000506

Perkembangan film Indonesia pada tahun 2000 mulai memasuki fase perkembangan cukup pesat, diawali dirilisnya film “Ada Apa dengan Cinta” garapan Rudi Soerjarwo, merupakan awal kebangkitan perfilman nasional . Sebuah film yang cukup menggetarkan urat nadi film nasional yang nyaris berhenti berdenyut. Perfilman Indonesia mulai bankit!

Estafet di dunia seni semakin marak. Perpindahan tongkat tokoh sutradara tua ke yang muda, Sineas senior menularkan ilmu-ilmunya , sineas junior melengkapinya dan mengupgradenya. Terjalinlah sebuah kerjasama yang apik dan menawan. Dalam kurun waktu singkat. Produksi filmpun meningkat menghasilkan sebuah tontotan yang mulai berkelas dari segi penggarapan khususnya director of photograpy mengalami kemajuan mengagumkan seiring majunya perkembangan teknolgi. Terutama dari sisi special effect.

Pergerakan kamera yang lincah dengan kwalitas gambar dan suara nan jernih. Walaupun beberapa kwalitas cerita masih miskin ide dan kesan monoton.
Kemajuannya cukup pesat. Kwalitasnya gambar, spesial efek, dolby stereo, art, sudut dan strategi kamerapun oke. Terus terang semua yang sudah bisa kita lakukan ini adalah khayalan saya ketika remaja. Saya ingin sekali terjun ke dunia seni malah kecebur ke perbankan.
Akankah film Indonesia kualitasnya di atas India, Hongkong dan Hoolywood ?

Saya pernah menulis ide film saya di akun facebook milik Pak Helmy Yahya tapi sampai saat ini belum dibalas.

Saya ingin beliau membuat sebuah film komersial tapi tak lepas dari unsur kecintaan pada daerah berasal atau memfokuskan pada kekayaan budaya dan keindahan alam nusantara. Penonton mungkin bosan dengan suguhan setting kota Jakarta melulu. Sekali-kali tonjolkan lokasi daerah yang lebih cantik dari kota Jakarta yang sumpek ini.

Banyak lokasi menawan yang bisa dijual. Seperti rumah gadang, ngarai sianok, jembatan ampera, lombok,bali,aceh dll.

Seandainya jadi sutradara dadakan pasti sudah saya garap sejak lama. Ini tantangan buat insan perfilman Indonesia. Jangan hanya percintaan yang selalu jadi tema utama. Masukkan unsure persaudaraan, rindu kampung, Contoh:

“From Bandung with love” (jangan sok inggrislah)

Ide saya. Penonton yang rindu kampung halaman mereka pasti menunggu film beginian. Ambil contoh jadul yang agak menjual seperti :
– Misi Musi (lokasi Palembang)
– Dul Muluk
– Antara Musi dan Jam Gadang
– Kunanti kamu di Bukittinggi.
– Kekasihku dari 3 kota (pilih kotanya)
– Nostalgia Kotaku dll
Banyak panorama indah yang bisa di eksplor, ditangkap serta diolah lewat kelihaian para cameramen. Banyak cerita menarik yang bisa digali demi menggugah dan memotivasi. contoh “Ayat-ayat Cinta”.

Hanya ini saja dulu artikel dari saya.
Terima kasih selamat berekpresi. Mudah2an bisa diwujudkan…Amin

Deddy

Film idea maker

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s