HONDA SUPRA FIT ADALAH PELENGKAP KEBAHAGIAAN KELUARGA SAYA

OLEH : DEDDY AZWAR

     Entah apa yang terjadi seandainya sampai saat ini saya masih belum juga mempunyai sepeda motor, jika hendak bepergian saya harus bingung terlebih dahulu mencari-cari taksi atau ojek yang lewat. Apalagi saya tinggal dalam suatu cluster di komplek perumahan yang cukup jauh dari jalan raya. Pangkalan ojek hanya ada di dekat pintu masuk utama. Biaya transportasi otomatis membengkak. Repot sekali.

     Namun setelah memiliki sepeda motor Honda Supra Fit semua urusan menjadi mudah dan efisien. Saya beserta keluarga jadi fit terus. Acara jalan-jalan volumenya jadi semakin sering. Kemanapun tidak menjadi problem. Si Supra Fit selalu setia menemani dan melayani segala aktivitas keluartga. Untuk pergi ke warung ayo, shoping bulanan di mall ayo, mengantar anak sekolah atau kemengunjungi sanak keluarga ayo. Pokoknya ajo aja!

     Yang lebih penting lagi Honda Supra Fit ikut membantu mengantarkan saya berangkat bekerja setiap hari. Menemani dalam suka maupun duka, baik saat musim cerah, musim kemarau, musim penghujan bahkan musim banjir sekalipun. Semua dilewati tanpa hambatan. Supra Fit menjadi sahabat dan menjadi bagian dari keluarga. Jalan-jalan sore sungguh asik dengan motor. Lihat saja tiap sore di bulan ramadhan menjelang buka puasa motor menjadi teman ngabuburit.
Jarak antara rumah saya ke kantor lumayan jauh. Setiap harinya pulang dan pergi mencapai 43 kilometer dengan waktu tempuh lebih kurang satu jam tiap perjalanan. Setiap minggu minimal saya cukup mengeluarkan biaya bensin sebesar Rp 25.000 saja.

     Suasana begini sudah terbiasa bagi orang-orang yang bertempat tinggal di kota besar seperti Jakarta. Kaman-mana repot kalau tidak mempunyai kendaraan pribadi. Bayangkan dulu sebelum punya sepeda motor saya berangkat menuju kantor harus menggunakan jasa angkot dan bus sebagai alat tranportasi setiap harinya Agar tidak terlambat saya harus bangun lebih pagi. Belum lagi menunggu angkot lewat saja lamanya minta ampun, memakan waktu 5 – 10 menit. Sangatlah tidak cocok untuk orang seperti saya yang kurang sabar. Kecepatan jalannya angkot juga sering tidak sesuai harapan. Angkot akan ngebut kalau sudah disalip oleh angkot lain. Pokoknya sesuka hati sang sopirlah.

     Setelah sampai di terminal saya harus melanjutkan perjalanan dengan Bis Patas. Untuk mendapatkannya kita harus berkejar-kejaran terlebih dahulu dengan harapan segera mendapatkan bangku kosong. Kalau tidak kita harus pasrah menerima keadaan berdesakan-desakan, berdiri atau bergelantungan di pintu bus. Tekanan mental menjadi santapan sehari-ihari. Hari Senin adalah hari tersibuk. Semua orang berlomba-lomba untuk berangkat pagi-pagi. Semua orang berusaha ingin cepat-cepat sampai tujuan. Kadang tidak mau saling mengalah. Alhasil di hari tersebut seringkali terjadi kemacetan yang luar biasa. di tiap sudut jalan. Di Jakarta, terlambat saja beberapa menit kita akan terjebak kemacetan lalu lintas. Lebih diperparah lagi bila sudah masuk musim penghujan. Banjir dimana-mana.

     Apakah solusi terbaiknya? Cukup satu jawabannya, siapkan uangnya belilah sepeda motor. Selektiflah memilih merk, jangan sembarangan tergoda harga murah. Kwalitasnya belum tentu memuaskan. Pilihlah Honda, karena sudah terbukti dan teruji kwalitasnya secara turun-temurun. Selain irit bahan bakar, modelnya cakep, tangguh dan perkasa. Motor Honda sangat digemari banyak konsumen sampai ke seluruh pelosok nusantara. Dari petani, tukang ojek, buruh sampai karyawan kantoran. Baik di pedalaman, di desa dan di kota.

     Honda selalu menampilkan keistimewaan-keistimwaan baru pada setiap launching produksinya. Masa demi masa desain Honda mengalami perubahan signifikan. Hingga memasuki abad millennium atau free market Honda tentunya tidak mau ketinggalan menghadapi persaingan yang kian ketat. Hebatnya, Honda dengan mudah menjawab semua tantangan itu. Kemajuan dan kesuksesan bagaikan mata rantai yang selalu mengiringi perjalanan. Honda acap kali memulai duluan di setiap inovasi. Setelah menjadi trade mark, banyak merk lain latah mengikuti.

     Sepeda motor termasuk salah satu kendaaraan paforit dan ideal bagi keluarga Indonesia. Tidak bisa dipungkuri dari tahun ke tahun penjualan sepeda motor selalu menunjukkan grafik peningkatan. Setiap keluar produksi terbaru langsung diburu orang.

     Bagi pemerintah sepeda motor selalu dianggap biang dari kemacetan di jalan raya. Padahal menurut logika kendaraan roda empatlah yang layak disalahkan sebagai penyumbang kemacetan terparah. Pengendara roda dua selalu menjadi kambing hitam dikarenakan kurang suka mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Maunya serobot sana serobot sini. Saling kebut kebutan. Seakan-akan mereka memiliki dua nyawa.

     Saya beranggapan bahwa para pengendara motor di Jakarta adalah para pemberani semua. Tingkat ke-stressannya dan kesulitannya tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di nusantara. Betapa tidak? Tiap hari selain berpacu dengan waktu, bertemu kemacetan dan kesimpang siuran jalan, mereka juga senantiasa berhadapan dengan angkernya monster roda empat seperti truk container, fuso, metromini, kopaja, bis kota bahkan mobil pribadi yang kadang jalan “seenaknya dewe” . Belum lagi pejalan kaki yang menyebrang sembarangan tanpa melihat kiri-kanan bak laksana kucing bengong. Maka dari itu saya menjuluki mereka setan jalanan bernyawa dua.

     Telah kita ketahui bersama mengendarai motor tentulah tidak seindah dan sesyahdu mengendarai mobil. Di mobil orang bisa dengan seenaknya tidur sejenak sembari menanti lampu hijau, memanggut-manggutkan kepalanya bersenandung mengikuti alunan musik. bahkan berkaroke, menonton film atau acara TV. Melahap berita-berita di Koran. Menikmati sejuknya pendingin udara. Huh…di surga rasanya.

    Nah sekarang coba anda bayangkan jika sedang berada di atas kemudi motor. Mengantuk sedikit saja belum tentu anda akan sampai di tujuan. Kemungkinan besar anda akan mencium aspal dulu, tertidur di kolong truk atau di atas trotoar baru mencium metromini. Akhirnya terjaga di rumah sakit.

     Pokoknya singkat kata di belakang kemudi motor anda harus berkonsentrasi tinggi, mempunyai perhitungan yang tepat, bermental baja, berani malu, lincah, cepat dalam mengambil keputusan serta dihiasi keberuntungan. Kemacetan seringkali akibat ulah si pengendara itu sendiri yang merasa selalu sok jago jalanan. setali tiga uang dengan tindakan si sopir truk yang mempunyai kebiasaan mengantuk tapi masih tetap mengendarai, sembari berusaha menyalip si motor. Rutinnya Insiden ini selalu menjadi momok yang mengerikan. Asal kita hati-hati, tidak sombong, selalu waspada dan mentaati peraturan lalu lintas tentunya akan membantu meminimalisir hal itu. Dan yang tak kalah terpentingnya senantiasa berdoalah kepada Tuhan. Musibah datang selalu tanpa kita sadari, maka dari itu usahakan untuk selalu bersikap hati-hati serta waspada. Belum lagi maraknya curanmor di mana-mana. Kalau seandainya anda terlanjur pulang larut malam carilah jalan yang tetap ramai dilalui kendaraan, jangan berani mencoba mengambil resiko untuk melewati jalanan sepi. apalagi sendirian.
Kita mungkin sudah jenuh menyaksikan berita di televisi tentang kecelakaan yang menimpa kendaraan roda dua, Penyebabnya tidak lain minimnya sistem atau fasilitas pelindung keamanan yang ada pada motor itu sendiri. Seseorang jika telah terjatuh dari motor sudah pasti resikonya lebih berat dibandingkan mobil.

     Kalau dipikir-pikir kadang ada benarnya juga bahwa tingkat kesadaran pengendara bermotor khususnya di Jakarta masih teramat rendah. Mereka seringkali tidak peduli terhadap keselamatan diri sendiri. Bahaya bisa saja mengancam sewaktu-waktu di jalan tanpa sepengetahuan. Tata tertib lalu lintas layaknya harus ditegakkan oleh semua pihak. Namun kondisi di lapangan suka bertolak belakang dengan apa yang telah dicanangkan. Hukuman bagi berandal jalanan selalu saja bisa ditawar. Mengapa ini terjadi? Peraturan lalu lintas sering dipandang sebelah mata oleh pengendara.

     Apakah ada jalan keluarnya? Tentu saja ada. Tiap akar permasalahan pasti selalu ada solusinya. Perlunya tindakan tegas dari para aparat kepolisian kepada penindak pelanggaran. Hukum benar-benar dipraktekkan secara nyata. Mengadakan sosialisasi ataupun simulasi tata tertib berkendaraan di jalan raya mulai dilakukan sedini mungkin. Dengan harapan dapat meminimalisir angka tingkat kecelakaan. Pemerintah haruslah berpartisipasi dan mendukung Kegiatan ini demi terciptanya keamanan di jalan.

     Ambil contoh kewajiban mengenakan helm yang nota bene sebagai alat pelindung terhadap kepala manusia saja susah dituruti. Polisi pasti sudah bosan memperingatkan sehingga membiarkan saja kebodohan tersebut berlanjut.

     Produsen motor harus peka terhadap situasi seperti ini. Terutama Honda, karena saya penggemar fanatik, makanya saya ingin Honda menjadi pioneer di segala bidang. Tidak cukup hanya mengandalkan sebagai jawara dari segi inovasi, fitur-fitur yang memperelok performancenya, harga yang terjangkau dan bersaing saja. Namun produsen Honda dituntut untuk pro aktif menciptakan penemuan-penemuan baru yang lebih mengarah kepada faktor keamanan dan keselamatan untuk bagian tangan, kaki serta kepala para konsumen. Honda perlu memberikan aksesoris tambahan apa saja yang dapat melindungi mereka. Seperti contoh, Honda biasanya memberikan bonus helm dan jaket setiap pembelian motor baru. Honda wajib memberikan helm yang tidak mudah remuk serta tahan dari benturan aspal. Untuk jaket mungkin perlu ditambahkan karet atau busa pada bahu dan siku tangan. Fungsinya sebagai pelindung bila pengendara motor terjatuh diperkirakan tidak terlalu parah. Tidak mengakibatkan patah tulang tapi luka memar. Bahan jaket tidak selalu terbuat dari kulit asli karena mahal harganya, Kalau ini bisa diwujudkan pertanda Honda mempunyai andil besar untuk lebih peduli terhadap keselamatan konsumen mereka. Bukan hanya semata-mata fokus memikirkan desain atau aksesoris yang ciamik saja tetapi lebih mengutamakan sisi keselamatan untuk si konsumen. Misalnya body motor dibikin lebih kokoh dan kuat.
Faktor kwalitas ban motor harus diutamakan dan jangan dianggap sepele. Ban motor ibarat jantungnya motor. Tanpanya anda tidak akan sampai ke tujuan. Menurut saya mengapa Honda tidak mencoba menciptakan ban tubless mati seperti yang dipergunakan para pembalap di arena motor GP. Ban terbuat dari karet elastis lembut dan tahan dari segala benda tajam. Cuma saja ini akan merugikan produsen ban dalam. Mereka tentunya protes jika ladang mereka ditutup.
Apa yang melatar belakangi saya mengeluarkan gagasan seperti di atas? Tidak lain disebabkan saya merasa prihatin dan kasihan ketika pernah melihat suatu kejadian pengendara bermotor salah satu bannya bocor tertusuk paku. Padahal hari telah larut malam. Ditambah lagi saat itu cuaca sangat tidak bersahabat. Di tengah gelapnya malam diselingi hujan deras dia mendorong motornya sambil mencari-cari siapa tahu ada tukang tambal ban di pinggir jalan yang masih mebuka tokonya.

     Bagi kendaraan roda empat dan motor vespa kejadian ban bocor tidak begitu menganggu pikiran karena dilengkapi dengan ban serep. Pengemudi mobil tinggal turun lalu mengganti dengan ban yang masih berfungsi. Dan hal itu cukup dilakukan sendiri tanpa bantuan tukang tambal ban segala. Segalanya dilakukan dengan mudah. Lalu mengapa sepeda motor tidak bisa diperlakukan saperti itu. Ban yang tiba-tiba bocor atau gembos merupakan masalah besar bagi kendaraan roda dua, apalagi motor bebek telah kita ketahui bersama tidak dilengkapi dengan ban serep Tanpa kehadiran tukang tambal ban kita akan sulit melanjutkan perjalanan. Semua konsumen motor pastilah mengalami nasib serupa yaitu tidak mampu mengatasi masalah itu sendirian Tidak sefleksibel mobil tentunya. Melihat situasi seperti itu saya tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya bisa saya lakukan adalah memohon doa agar orang tersebut diberikan kemudahan oleh Tuhan dan terhindar dari tindak kejahatan. Dengan kata lain dia segera menemukan tukang tambal ban terdekat sehingga bisa melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah untuk berkumpul kembali bersama keluarga tercintanya.

     Itulah salah satu kekurangan dari kendaraan yang bernama sepeda motor. Hingga detik ini belum ada penemuan yang mengarah kesana. Sebenarnya saya telah mempunyai gagasan menarik mengenai hal ini, namun belum bisa saya kemukakan di dalam karya tulis ini. Saya takut ide sederhana saya akan dijiplak orang.

     Berawal dari kejadian itu setiap berpergian dengan motor saya senantiasa membawa seperangkat pompa kecil dan dua bua ban dalam yang terdiri dari ban depan dan belakang. Saya alat-alat itu cukup menetramkan hati kita sehingga timbul sugesti keberanian diri dan selalu berpikir positif. Sewaktu-waktu hal tersebut menimpa saya, tentunya telah siap segala sesuatunya. Peristiwa di atas akan menjadi PR bagi produsen sekelas Honda, agar tetap menjadi yang terdepan di kelasnya.

     Di forum karya tulis ini saya seperti mendapatkan tempat mencurahkan kritik, saran, ide dan gagasan saya demi kemajuan Honda. Ada satu problem lagi dari Honda yang mungkin bagi beberapa orang tidak menjadi masalah tapi bagi saya perlu di utarakan. Bagian depan Pijakan kaki untuk motor bebek Supra Fit seringkali membuat celana panjang bagian bawah saya tersangkut, akibatnya beberapa kali nyaris terjatuh. Bagaimana seandainya pijakan depan dibuat serupa seperti pijakan kaki belakang yang mudah dilipat.

     Bagaimanakah motor Honda menghadapi situasi berat karena pengaruh cuaca seperti hujan atau banjir? Medan seperti ini bukan masalah untuk Honda. Saya berani mengacungkan jempol untuk kehebatan yang satu ini. Sampai sekarang bebek Supra Fit saya merupakan bukti tidak pernah gentar dan pantang menyerah menghadapi banjir. Di saat motor merk lain mengalami mogok karena basah busi, motor Honda saya tetap melaju dengan pasti. walaupun ada kekhawatiran knalpotnya yang datar bakal kemasukan air. Akan lebih sempurna lagi kalau bagian knalpot agak dipertinggi layaknya motor trail demi menghindari kebanjiran setinggi pinggang.

     Saya berharap Honda rendah hati membuka lebar-lebar pintu untuk menerima segala ide, gagasan, wawasan berpikir maupun kritikan dari para konsumennya demi kesuksesan. Perusahaan yang besar adalah tidak semata mencari profit secara komersial saja tapi mencakup segala aspek keseluruhan dari produk yang dikeluarkan. Nilai-nilai yang menyangkut keamanan dan keselamatan konsumen lebih penting daripada menang dalam persaingan.

     Di zaman sekarang kalau kita tidak bisa mempertahankan image sebagai motor pilihan dan idaman keluarga di Indonesia, kita akan mengalami kerugian yang sangat besar. Satu persatu konsumen kita akan meninggalkan dan mencari produk yang lebih menjanjikan. Mempertahankan adalah pekerjaan yang jauh lebih berat daripada meraih sesuatu.
Agar siap memasuki abad millennium sampai futuristic, Honda harus segera berbenah diri. Tantangan pasar otomotiv ke depan jauh lebih berat. Saya khawatir pangsa kendaraan roda dua akan lebih sering terkena regulasi Pemerintah mengingat suburnya jumlah sepeda motor yang bertambah tiap tahun. Sedangkan jalan semakin sempit. Tapi kita harus optimis produsen sepeda motor tetap punya peluang yang besar. Selamat dan sukses untuk Honda sungguh luar biasa.

IMG_20140731_092524

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s