MENGENAL TES TOEFL

 

Disusun oleh : Deddy Azwar

Bahan : Berbagai Sumber

 

Sekilas tentang IBT TOEFL:

1. Ada empat bagian: Reading (3 – 5 passages), Listening (6 – 9 passages), break (10 menit), Speaking (6 pertanyaan), Writing (2 pertanyaan)

2. Jika kita kebetulan dapat 5 passages di reading, maka otomatis di listening hanya ada 6 passages.

3. Speaking terdiri dari 2 independent, 2 integrated (listening dan speaking), 2 integrated (reading, listening dan speaking)

4. Writing terdiri dari Independent writing dan Integrated writing.

5. IBT TOEFL dipercaya segera akan menggeser keberadaan PBT TOEFL karena dianggap sudah tidak kompeten. Halah, seperti pesan masyarakat jadinya.

6. Skor tertinggi 120 (IBT TOEFL = 100 adalah setara dengan PBT TOEFL = 600) Tapi, rasanya tidak adil jika tidak membagikan tips & trik menghadapi IBT TOEFL, meskipun aku tidak bisa dibilang sukses-sukses bangetlah. 1. Istirahat cukup dan jagalah kesehatan (jangan “cramming” alias kebut semalam, nggak ada gunanya) 2. Ketahui kelemahan kita (apakah di reading, speaking, listening atau writing) 3. Cari tahu mengatasi kelemahan (meminjam istilah Mirah: “drill” kelemahan kamu sebelum ujian) 4. Jangan gugup (ini hanya tes), padahal aku gugup banget euy waktu itu. 5. Bawa KTP atau Visa dan bukti pendaftaran/pembayaran kita (print dari internet) 6. Pastikan data di bukti dan KTP sama persis, tanpa ada cela

7. Bawalah makanan dan minuman kecil yang bisa mengisi perut waktu break

8. Usahakan tiba sejam sebelum tes dimulai

9. Pakaian bebas tapi sopan (kalau nggak sopan, bisa mengganggu konsentrasi orang lain)

10. Tidak perlu pensil atau kertas (disediakan oleh pelaksana)

11. Matikan HP (jangan cuma di-silent) karena bisa mengganggu jalannya ujian

12. Berpenampilanlah rapi, karena sebelum ujian kita difoto dan foto itu dipajang di layar monitor. Males kan ngelihat foto jelek sendiri.

13. Last but not least, berdoalah. There IS Invisible Hand that will help you. Hm… apalagi ya? Tar kalo ingat lagi akan kutambah. Atau ada masukan dari teman-teman? NB. Sukses ya buat KOBE STUDENTS yang 7 Juni 2008 akan ujian IBT TOEFL juga. Hope you will do better than us.

Untuk Listening Comprehension

1. Pada soal dimana percakapan singkat yang dilakukan oleh dua orang, kita tidak perlu memperhatikan terlalu penuh kepada pembicara pertama, karena sudah pasti yang menjadi soal adalah percakapan yang dilakukan oleh orang kedua.

2. Pada percakapan yang agak panjang, sempatkanlah diri membaca pertanyaan-pertanyaan yang dimunculkan pada setiap soal, pada saat mendengarkan soal, buatlah catatan-catatan kecil mengenai data yang berhubungan dengan soal-soal yang ditanyakan saja.

Untuk Structure dan Written Expression

Biasanya soal dibuat dimana kita harus mencari “kata” yang tidak tepat atau salah. Beberapa kata digaris-bawahi, dan akan membuat kita bingung untuk menentukan dimana kesalahan yang terjadi.

Ada pula soal pilihan ganda, pilihannya ada 4, dimana kita diminta untuk mengisi area yang kosong pada soal.

Tapi saya sudah dapat triknya! Kita hanya cukup mengenali apakah kalimat soal tersebut sudah memiliki Subject dan Verb!

Misalnya :

Kalau kita melihat satu kalimat soal belum memiliki Subject, maka pada pilihan ganda, kita hanya tinggal mencari jawaban yang mengandung Verb. Begitu juga sebaliknya. Tapi kalau kalimatnya sudah komplit, maka yang harus kita cari hanyalah pelengkap dari Subject atau Verb itu sendiri.

Demikian juga pada soal dimana ada beberapa kata yang digaris-bawahi untuk menjebak kita. Kuncinya hanya tinggal merefer ke trik di atas, jadi yang perlu diperhatikan hanya kata yang digaris-bawahi, dengan menghubungkannya dengan kata sebelumnya atau sesudahnya.

Untuk Reading Comprehension

Kelihatannya mudah karena tinggal mencari jawaban yang ada pada soal cerita. Tapi jangan salah, tidak semua jawaban ada di soal cerita, dan soal reading ini diletakkan di akhir test, dimana energi kita sudah habis terkuras pada 2 sesi sebelumnya. Jangan membuang waktu terlalu lama untuk membaca cerita. Konsentrasilah pada pertanyaan dan pilihan gandanya. Maka triknya adalah :

– membaca pilihan ganda yang disediakan lalu mencoba mencocokkan data tersebut dengan yang ada di soal cerita; atau
– membaca cepat (scanning) soal cerita.

Satu tips yang diberikan oleh salah satu pembimbing adalah : malam sebelum test jangan belajar apapun! Kalau ingin merefresh ingatan tentang teori, jangan dilakukan pada malam sebelum test. Satu jam sehari seminggu sebelum test adalah pilihan yang baik. Usahakan otak rileks dan tidur cukup
Tes Toefl terdiri dari tiga bagian, antara lain:
1. Toefl Listening Comprehension Test, terdiri dari 50 soal
2. Toefl Structure and Written Test, terdiri dari 40 soal
3. Toefl Reading Comprehension Test, terdiri dari 50 soal
Berikut saya akan memberikan tips bagaimana mensiasati tes listening Toefl. Listening Comprehension Test yang terdiri dari 50 soal, dibagi dalam tiga section yakni section A = 30 soal, section B = 8 soal dan section C = 12 soal. Listening section A berupa dialogue atau percakapan antara dua orang (orang pertama bertanya dan orang kedua menjawab. Narrator akan membuat pertanyaan berdasarkan percakapan antara orang pertama dan kedua. Dan semua pertanyaan Narrator hanya dituju pada jawaban orang kedua. Berarti Anda harus lebih fokus pada jawaban orang kedua.
Pertanyaan pertama: apakah Anda harus mendengarkan semua percakapan dari orang pertama dan orang kedua? Jawabannya boleh – boleh saja, namun yg lebih penting Anda harus bisa menangkap jawaban orang kedua.
Pertanyaan kedua: Apakah Anda harus mendengarkan semua kalimat yang dijawab orang kedua? Jawabannya boleh – boleh saja. Namun yang lebih penting Anda harus bisa menangkap salah satu kata kunci pada jawaban orang kedua.
Pertanyaan ketiga: Kata kunci apakah yang dimaksud? Kata kunci yang dimaksudkan disini adalah kata kerja (verb) dan kata sifat (adjective). Mengapa kata sifat dan kata kerja dijadikan kata kunci? Karena yang anda cari adalah KATA LAIN/SINONIM (kata yang mempunyai arti yang sama) dengan kata kunci pada jawaban orang ke -2.
Contoh dalam percakapan:

Merry: Hi Bob, do you bring my English book? I need to finish my homework tonight.
Bob: Oh, sorry. I forget to bring it.
Narrator: What does the man (Bob) mean?
A. The man forgets to bring the book.
B. The man does not know about the book.
C. The man brings Merry’s book.
D. The man does not remember to bring the book.
Jawaban yang betul adalah D (The man does not remember to bring the book). Kata kunci pada jawaban orang ke -2 adalah forget. Maka Anda harus mencari jawaban lain yg artinya sama dengan kata forget yakni does not remember. Forget adalah kata kerja (verb). Biasanya sinonim berupa kata sifat (adjective) dan kata kerja (verb).
Cara / strategi ini berlaku untuk Listening Comprehension Part A, nomor 1 s/d 30.
Mudah – mudahan Anda mengerti penjelasan singkat saya ini. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Sebelumnya aku sudah menyimpulkan aku tidak akan lulus IBT TOEFL pada tes pertama. Perasaan kemaren aku tidak sanggup menyelesaikan semua soal dengan baik. Apalagi kami adalah pejuang pertama alias korban kelinci percobaan. Tapi syukur sama Tuhan, aku akhirnya lolos alias lulus.

My opinion from the Headlines of kompas.com:
Memang TOEFL itu bervariasi. Sekarang bukan zamannya lagi TOEFL paper based test. Sekarang, dengan kemajuan teknologi, iBT TOEFL telah “melanggang” buana. Tipe-tipe dalam iBT berbeda dari pBT (paper based test). Hal ini karena, dalam internet based, semua aspek diujikan, terlebih lagi speaking dan writing yang menantang.
Contohnya: kita disodorkan dua case, pertama dari reading, yang memberikan suatu opini tertentu.
Kemudian kita disodorkan oleh listening, yang membawa kita pada situasi yang berbeda (kontra atau mendukung) reading test. Nah, inilah yang berbeda, dan dengan perbedaan ini kita harus lebih meng-improve listening, writing, selain juga structure and written expression. Na, selamat ber-TOEFL ria…!

Inilah berita selengkapnya
SETIAP kali jadwal penerimaan mahasiswa dimulai atau tawaran beasiswa studi di luar negeri dari institusi bergengsi dibuka, para calon mahasiswa di seluruh dunia berbondong-bondong mengikuti ujian bahasa Inggris TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Itulah tes kemampuan berbahasa Inggris yang diselenggarakan bagi orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
TOEFL pertama kali diselenggarakan pada tahun 1963. Hingga saat ini, TOEFL diselenggarakan di 165 negara dan puluhan juta orang telah mengikuti tes tersebut. TOEFL mempunyai kedudukan yang sangat penting karena semua perguruan tinggi di luar negeri, terutama negara-negara berbahasa Inggris, menjadikan TOEFL sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa. Biaya mengikuti tes TOEFL sebesar 130 dollar Amerika.
TOEFL ada dua macam, yakni International TOEFL dan Institutional TOEFL. International TOEFL diselenggarakan oleh Kantor TOEFL di Amerika, dengan menunjuk badan-badan khusus yang tersebar di seluruh dunia. Saat ini, soal-soal International TOEFL yang diselenggarakan di ibu kota negara sudah menggunakan sistem komputer, namun di kota-kota lain masih menggunakan sistem kertas dan pensil.
Institutional TOEFL biasanya diselenggarakan perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris terkemuka, dengan mengacu soal-soal dari International TOEFL. Institutional TOEFL juga masih menggunakan sistem kertas dan pensil. Walaupun soal-soalnya sama, namun hasil tes Institutional TOEFL tidak diakui secara internasional.
Sebaiknya sebelum memutuskan mengikuti International TOEFL, pastikan dulu pada pihak universitas atau pemberi beasiswa apakah mereka menerima Institutional TOEFL. Jika ya, lebih baik mengambil Institutional TOEFL karena biayanya jauh lebih murah, hanya 25 dollar Amerika. Di Indonesia, salah satu penyelenggara Institutional TOEFL adalah Aminef.
BANYAK orang menganggap soal TOEFL sangat sulit dan menjebak karena berbeda dengan soal-soal di bahasa Inggris biasa (general English). Namun walau sulit, bukan tidak mungkin mendapatkan nilai tinggi di TOEFL. Dengan persiapan yang baik dan tahu strategi mengerjakan soal-soal TOEFL, maka peluang mendapatkan nilai tinggi TOEFL sangat terbuka.
“Ujian TOEFL memang sukar. Soalnya banyak yang mengecoh. Selain itu, waktu yang tersedia sangat pendek. Dalam waktu 130 menit harus mengerjakan 140 soal dan mengerjakan esai 300 kata dalam waktu 30 menit. Untuk ujian listening, peserta ujian harus mengerahkan konsentrasi karena percakapannya sangat cepat, sering tidak jelas, dan hanya diputar satu kali,” kata Danny R Cyssco, penulis buku TOEFL dan Bahasa Inggris, dalam seminar “Keys to Succes in TOEFL” yang diselenggarakan Toko Buku Gramedia, akhir Juli lalu.
Menurut Cyssco, tidak bisa ujian TOEFL dilakukan dengan hanya belajar satu malam atau satu minggu sebelum tes. Para peserta TOEFL harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan nilai tinggi.
“Sebaiknya ambillah kursus persiapan TOEFL untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris. Persiapan juga bisa dilakukan dengan mempelajari buku-buku TOEFL, mencoba mengerjakan soal-soalnya, lalu mencocokkan jawabannya. Dengan sering mencoba soal-soal tersebut, peserta menjadi terbiasa dengan jebakan-jebakan yang ada di TOEFL,” ujar Cyssco.
Tambahnya, “Jika sudah biasa mengerjakan, maka peserta tes tidak lagi merasa gugup dan grogi saat ujian. Sesiap apa pun seorang peserta, jika perasaan tidak tenang maka dia bisa gagal dalam ujian itu.”
Tes TOEFL terdiri dari empat bagian, yakni listening (mendengarkan), structure and written expression (tata bahasa), reading (memahami bacaan), dan writing (esai). Mendengarkan terdiri 50 soal dan lamanya 35 menit. Tata bahasa mempunyai 40 soal yang harus dijawab dalam waktu 25 menit. Dan untuk mengerjakan 50 soal bacaan disediakan waktu 55 menit. Sedangkan untuk esai, setiap peserta harus membuat karangan sepanjang 300 kata dalam waktu 30 menit. Dalam menulis karangan ini, setiap peserta harus memberikan argumentasi.
Karena waktu yang disediakan sangat pendek sementara soalnya begitu banyak dan menjebak, maka diperlukan strategi dalam mengerjakannya.
Menurut Cyssco ada kiat-kiat umum yang bisa dilakukan oleh para peserta.
Pahami perintahnya dengan baik. Dari tahun ke tahun, perintah yang ada dalam soal-soal TOEFL selalu sama. Jadi hal ini bisa dipelajari sebelum mengikuti tes. Dengan begitu, tidak perlu membuang waktu untuk membaca perintah soal.
Dengarkan percakapan dengan seksama karena hanya diputar satu kali. Konsentrasilah pada soal. Jangan bicara atau melihat ke sesuatu yang lain karena bisa membuyarkan konsentrasi.
Pilihlah pertanyaan yang mudah dulu. Jangan buang waktu untuk mengerjakan soal yang sulit. Biasanya, soal-soal TOEFL bertingkat, dari mudah ke sulit. Namun untuk jawabannya, tidak ada model yang pasti. Maksudnya, setelah menjawab B empat kali, maka jawaban berikutnya pasti D.
Jangan sampai ada soal yang kosong karena sistem penilaian TOEFL bukan sistem penalti, dikurangi bila memberikan jawaban salah.
Jangan menyontek atau memberitahu teman. Jika ketahuan, maka panitia tidak segan-segan mengeluarkan peserta itu dan melarang mengerjakan tes lagi.
SELAIN ada kiat-kiat umum, tentu ada kiat khusus. Kiat khusus ini sangat berguna untuk mengerjakan soal mendengarkan dan tata bahasa.
Kiat khusus untuk soal mendengarkan. Duduklah di dekat pengeras suara, bukan di dekat radio tape. Namun jangan duduk di depannya langsung, juga jangan dekat tembok karena suara akan bergema.
Soal mendengarkan terdiri dari tiga bagian. Masing-masing bagian memiliki kiat khusus. Untuk bagian pertama, begitu mendengar percakapan, fokuslah pada pembicara ke dua. “Biasanya jawabannya ada pada pembicara ke dua,” kata Cyssco. Kemudian perhatikan struktur kalimat dan ekspresi dari pembicara. Misalnya setuju, terkejut, tidak pasti, menyarankan, dan sebagainya.
Untuk bagian kedua, fokuskan pendengaran pada kalimat pertama karena ide dari percakapan tersebut ada di situ. Buatlah kesimpulan tentang situasi dan keadaan di mana percakapan itu terjadi. Misalnya kapan, di mana, dan siapa. “Tetapi jangan buat catatan karena hal itu dilarang. Jika tidak yakin tebak saja,” tegas Cyssco.
Untuk bagian ketiga, bacalah dulu keempat jawaban dari masing-masing soal, lalu pilihlah jawaban yang cocok dengan percakapan.
Strategi khusus yang bisa dipakai untuk soal tata bahasa adalah memahami soal. Mulailah mengerjakan soal yang mudah, yakni nomor 1-15. Setelah itu baru nomor 16-40. Pilihlah dua jawaban yang paling mungkin, lalu pelajarilah. Jika masih tidak tahu mana jawaban yang benar, tetaplah menjawab. Jika masih ada waktu, periksalah nomor-nomor akhir karena itu yang sulit.
Satu yang harus diingat, walau nilai TOEFL penting, yang lebih penting lagi adalah pemahaman yang baik terhadap bahasa Inggris dan berani menggunakannya.
Menghitung nilai TOEFL tidaklah sulit. Secara umum, baik CBT maupun PBT cukup menjumlahkan nilai tiap section (Listening, Structure, Reading) kemudian mengalikannya dengan 10, lalu membaginya dengan 3.

Perbedaannya hanya pada skala nilai tiap section. Pada CBT, skala nilai tiap section berkisar di antara 0 – 30. Sedangkan PBT berkisar di antara 310 – 677. Untuk jelasnya lihat contoh berikut ini:

SECTION CBT PBT
LISTENING 23 52
STRUCTURE 25 48
READING 27 50
JUMLAH 75 150
Kalikan 10 750 1500
Bagikan 3 250 500

Dari contoh di atas, diperoleh nilai TOEFL CBT adalah 250 dan nilai TOEFL PBT adalah 500

• Jawaban yang dinilai hanyalah jawaban Benar. Karenanya jangan biarkan lembar jawaban kosong karena jawaban salah tidak akan mengurangi nilai, dan jangan pula menjawab lebih dari satu jawaban.
• Jika tidak yakin mana jawaban yang benar dari seluruh jawaban tersedia, lakukan tips ini: Perhatikan jawaban-jawaban yang menurut Anda salah, kemudian dari jawaban tersisa pilih salah satu yang menurut Anda paling benar.
• Apabila sama sekali tidak dapat memilih mana jawaban yang benar dan salah, Pilih salah satu huruf dari jawaban (misal B) kemudian gunakan jawaban B ini untuk soal-soal lainnya yang juga sama sekali tidak tahu jawabannya. Dengan cara memberikan jawaban sama pada soal-soal yang tidak tahu jawabannya, maka kemungkinan (probabilita) jawaban tersebut benar adalah sebesar 25%. Gunakan trik ini terutama apabila waktunya sudah sangat mepet.
Beberapa hal di atas adalah hal-hal sederhana yang jika dilaksanakan akan sangat mengurangi faktor-faktor non teknis yang bisa menjadi penghambat atau penyebab kegagalan test TOEFL.

 

IMG_20140810_083622

Iklan

2 thoughts on “MENGENAL TES TOEFL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s