SERIAL “OFFICE ALONE” dalam KARYAWANPUN CARI SAMPINGAN

IMG_20120211_161130

Oleh : Deddy Azwar

     BIASANYA ada jam jam tertentu yang dijadikan moment spesial bagi setiap karyawan. Terutama waktu pagi hari, dikala pikiran dan otak kita masih fresh and cool, ingatan kita masih tajam, badan masih terasa segar bugar, ditambah lagi kekuatan doa doa yang kita panjatkan, menjadikan kita mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk memulai suatu aktivitas. Sehabis mandi pagi, coba dirasakan betapa berbeda sekali, baik itu mandi dengan diguyur air dingin maupun air hangat, baik itu air dari kucuran shower maupun dari bak mandi, bagi yang males mandi atau yang nggak sempat mandi itu mah lain perkara. Apalagi bagi orang orang yang masih meringkuk di tempat tidur bertemankan selimut. Menenggelamkan kita bersama mimpi mimpi nan indah. Jangankan untuk berusaha bangkit dari ranjang tidur, untuk membentangkan tanganpun ogah. Kalau sudah begini, alamat masa depan anda suram seumur umur. Ayo semangat pagi! Buanglah semua tabiat jelek yang ada pada diri kita. Mari berpikir positif, isi hidup yang penuh dinamika. Kerja…kerja..kerja. Mari menjemput rezeki pemberian Tuhan.
Ingat! Santai setelah sukses itu wajar. Belum sukses sudah santai itu namanya kesasar. Bahkan sesukses apapun seseorang tidak lantas membuat mereka menjadi bermalas malasan sepanjang hari.
Seperti pagi ini, Agan ditugasi oleh sang istri dua buah buddy bag besar untuk di jajakan di kantornya. Isinya beraneka ragam pakaian khusus wanita. Sedangkan si istri dititipin oleh tetangga di depan rumah. Kebetulan Encik Sumo, nama sang tetangga Agan, berkenalan baik dengan yang punya pabrik pakaian sisa ekspor tersebut. Sealin harganya miring alias di bawah harga pasar, kwalitasnya tidak kalah sama dengan yang dijual di mall atau department store. Yang perlu digarisbawahi dan terpenting bukan tergolong barang reject-kan. Hanya modelnya saja sudah tidak up to date lagi. Namun kalau di kenakan masih layak, oke dan gaya. Karena merknya branded itulah, barang dagangan Agan selalu ditunggu tunggu lho.
Bagi seorang karyawan senior seperti Agan, mencari penghasilan sampingan adalah mutlak. Walaupun sudah senior sekalipun, dia merasakan gaji yang diterima belumlah layak untuk hidup di zaman sekarang. Harga harga bahan pokok kalau naik sukanya berjama’ah. Belum lagi harga BBM susah diprediksi turun cuma sekali naiknya berkali kali. Apalagi pangkatnya dari dulu sampai sekarang tidak naik naik. Agan tidak berkecil hati. Mungkin belum rezekinya. Dia tetap berusaha semangat di tengah ketidakpastian masa depannya. Sebetulnya Agan sudah sejak tiga tahun lalu berkeinginan untuk mengundurkan diri tapi apa daya sang istri dengan keras melarangnya. Alasannya sih masuk akal karena Agan belum mempunyai pekerjaan pengganti ataupun belum membangun bisnis apapun. Agan sangatlah yakin dengan rezeki dari Tuhan. Jika kita tetap terus semangat, berusaha, berikhtiar dan berdoa rezeki kita akan hadir dari tempat yang tak terduga.
Tadi kita sudah disinggung di atas bahwa saat yang baik dan penuh berkah adalah waktu pagi hari. Sebab…kalau kesiangan sedikit saja rezeki kita bakal hilang melayang atau dipatok ayam.
Kemudian ada tip ampuh dalam berdagang, janganlah sembarang memilih tanggal! Haram hukumnya menawarkan barang jualan pada saat tanggal tua alias belum gajian. Boro boro akan dibayar cash, yang ada malah diutangin. Pilihlah tanggal orang pas gajian dong. Biasanya langsung dibayar kontan! Kalau masih juga mengutang, terlalu! Kata Bang Haji.
“Ayo dipilih dipilih! Barang bagus barang berkwalitas!” teriak Agan memulai kegiatannya di pagi hari nan cerah dengan menerbar jualannya. Sebelum kesibukan kerja menjambret waktu kita.
Dalam waktu singkat terciptalah kerumunan, keramaian yang penuh hiruk pikuk. Kebanyakan kaum hawa yang menyerbu ke meja Agan. Ayo, serang, serbu, sikat, bayar!
“Aku mau yang cardigan warna pink dong, Pak Agan!” teriak Bu Winnie kencang sekali. Badannya yang sedikit subur dengan gampang masuk ke dalam kerumunan. Dengan sigap menyambar cardigan berwarna pink yang menjadi incarannya. “Asiikk. Pasangannya..celana panjang warna pink juga ada nggak?”
“Wah, Saya nggak bawa model celana Bu Winnie. Hanya baju to’, daleman dan blazer. Mungkin besok besok deh.” Jawab Agan diplomatis.
“Yaaa, gimana sih dagang kok separoh separoh?” Bu Winnie kelihatan kecewa.
“Namanya juga mencari sampingan Bu. Separuh pedagang, separuh karyawan. Hehehe..”bela Agan.
“Mas Agan! Saya tertarik blazer ungu ini ya. Ukurannya all size kan? Ya udah deh saya ambil yang ini saja.” Ujar Astrid seraya menggengam erat erat baju pilihannya.
“Muat nggak sama kamu Mba?”
“Muat dong. Banyak untungnya kan punya body proporsional kayak Saya. Baju apapun cocok, corak apapun cocok. Nggak perlu mikir dan pusing.” Astridpun berlalu dengan gaya gemulai.
“Ya udah sana, yang kurus minggir. Kalau nggak mau disruduk!” Sergap Bu Nur.
“Awass! Ada badak bercula satu lewat!”ledek Pak Wawan yang kebetulan lewat langsung ikut nimbrung.
Semuanya tertawa. Bergembira.
“Awas lho Pak. Ntar saya lama lamain ngasih datanya!” Bu Nur mengancam sambil mengepalkan tinjunya yang kokoh.
“Pak Agan! Saya mau t-shirt berwarna abu abu metalik ini ya.”Giliran Ria yang angkat bicara.
“Metalik? Lu kira cat mobil. Wkwkwkw.
“Berapa duit Pak Agan?”
“Enam puluh ribu aja.”
“Lima puluh aja ya? Hitung hitung diskon sikitlah.”
“Harga pas. Dari istri harganya segitu. Jangan dikurangin lagi. Bisa-bisa nggak dibukain pintu ntar pulang kerja. Kalo di mall yang model begituan cepek. Belum pajaknya. Boleh cek di Pelangi.”
“Senin harga naik ya?” canda Bu Elisabeth mesem mesem.
“Oke deh, deal. Boleh nyicil ya Pak? Masak nggak kasihan sama anak baru alias newbie.”
“Eng…gimana ya. Boleh deh.”
“Terima kasih ya Pak.”
“Nyicilnya saya kasih tiga kali bayar. Bayar pagi, nanti siang dan sore ya. Hehehe. Cash dong kan sudah pada gajian. Kasihani dong pedagang kecil kayak saya. Cicilan ferrary aja belum lunas. Hiikks.”
“Itu mah samimawon Pak Agan. Kagak boleh ngutang namanya.”
“Memang iya.”
Sore harinya, Agan sedang asik menghitung duit hasil penjualannya pagi tadi. Setelah dihitung hitung dapatnya lumayan. Agan menghitungnya sambil mengendap ngendap di bawah meja. Takut ditodong traktir kalee…Saking konsentrasinya dia tidak sadar telah diamati oleh Pak Lucky dari belakang.
“Yeeeeee…nyang lagi untung. Laris dagangannya Pak Agan?”
“Alhamdulillah Kang Lucky. Laris manis tanjung kimpul dagangan Ogut. Barang habis duit terkumpul.”
“Edun edun.”
“Edun?”
“Edan maksudnya. Emang bawa dagangan banyak?”
“Ada sih dua buddy bag. Sekitar 25 stel pakaian. Sisa 5 doang.”
“Waduh. Traktir dong Pak.”
“Boleh. Mie ayam loncat ya?”
“Sip. Kudengar mie ayam yaminnya yahud. Murah lagi. Nggak apa apa. Demi perut loncatin tembok mah keciilll.”
“Ntar dulu. Saya hanya traktir air mineral gelasnya doang ya.”
“So what?!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s