PANITIA 17 AGUSTUS

IMG_20120429_174634

Oleh : Deaz A Packard

Pagi itu sekitar pukul delapan. Di hari Minggu, sinar mentari sudah memancarkan hawa panasnya. Siap siap menyapa semua jemuran para Ibu. Bisa dipastikan, kaos dalam, kutang, celana sirwal, handuk, sarung bantal, seprey dan celana dalam akan cepat kering, jika sinarnya masih berlangsung hingga siang nanti.
Ibu Yusti tampak ngomong sendiri di dalam kamar. Entah apa yang di ucapkannya. Mulutnya masih komat kamit. Kadang kadang dia bergumam sendiri.
“Sedang apa Ma? Sepertinya sedang baca mantra?” Tanya suaminya, karena melihat sang istri seperti kesambet jin diskon. Subyek yang ditanya hanya diam saja. Pak Pakar, nama si suami, agak penasaran, menjulurkan tangannya tepat di depan kedua bola mata Bu Yusti. Kemudian tangan nya dinaikkan, diturunkan, begitu seterusnya. Persis orang sedang melambai. Da..da..
“Halloo..”Canda suaminya. Kali ini tangannya sudah nemplok di jidat sang istri. Keningnya tidak panas.
“Apa-apaan sih Pa!” Teriak Bu Yusti sewot dibegituin, sembari mengenyahkan tangan Pak Pakar. ”Tidak lihat saya sedang kosentrasi nih. Menghitung hitung berapa total biaya untuk membeli semua perlengkapan buat acara 17 minggu depan.”
“Oh, sori kalau begitu. Kamu jadi panitia toh?”
“Yo’i. Masih ingat kan acara arisan bareng ibu ibu kompleks yang kemaren saya hadiri? ”
“Acara makan makan di saung Kampret itu?”
“Tepat sekali. Bukan sekedar makan makan saja. Di sana kita sekaligus rapat membahas siapa siapa saja yang akan diserahi tugas menjadi panitia buat memperingati 17 Agustusan nanti. Kita semua sepakat tema kegiatan yang akan diusung untuk tahun ini adalah ‘ Dengan semangat berbagi kita tingkatkan kepedulian seluruh warga Teratai Loka menebar manfaat bagi masyarakat di sekitar kompleks’. “
“Wow, panjang sekali tuh tema. ”Ledek Pak Pakar.”Tapi bagus juga.”
“Lalu Kita menyusun rundown acara. Memilih milih perlombaan dan pertandingan apa saja yang cocok. Menetapkan tanggal pelaksanaan dan lokasi acara. Bakalan seru lho Pa. Karena kita juga mengadakan sejumlah bazar, nonton bareng dan hiburan lainnya. Kamu mau ikut berpartisipasi perlombaan apa nin?”
“Bilyar deh.”
“Nggak ada kalau itu mah.”
“Kalau ping pong?”
“Apalagi itu. Badminton aja nggak ada. Kayaknya meja pingpongnya bakalan dipinjam buat prasmanan.”
“Semua nggak ada. Lalu apa saja yang ada, Ma?”
“Perlombaan yang umum. Seperti catur, futsal,makan kerupuk, sepeda hias, pesan berantai dan balap karung.”
“Catur saja deh.”
“Saya nggak begitu jago.”
“Futsal?”
“Jangan. Dilarang dokter, Ma.”
“Maumu apa sih?”
“Makan kerupuk aja deh. Selain cukup mengenyangkan, perlu ketangkasan khusus.”
“Sudah ketebak. Tidak jauh dari makanan.”
“Oke. Nanti saya daftarin nama papa. Nah, sekarang temenin ke pasar inpres ya.”
“Buat apa?”
“Pakai ditanya lagi. Ya, buat belanja segala keperluan. Sudah kucatat semua.”
“Yuk deh. Emang anggarannya sudah cair?”
“Saya tombokin dulu. Nanti baru dirembus. Ingatin saya untuk meminta bon bonnya ya Pa.”
“Sumber dananya darimana Ma?”
“Dari kas RW, sponsor dan donatur.”
“Cepetan deh, nanti keburu siang.”
“Hayuk.”
Sepuluh menit kemudian, keduanya sudah berada di pasar. Menjelajahi kios perkios. Mengarungi toko per toko. Bu Yusti berjalan agak cepat. Pak Pakar berusaha menyusul langkah istrinya dari belakang. Kadang kadang mereka saling bertubrukan, karena kurang perhitungan dalam melangkah. Wkwkwk..
“Aduh, buru buru amat Ma. Pasarnya nggak bakalan kemana mana.”
“Bukan itu. Nanti lelenya keburu habis, tinggal yang kecil kecil.”
“Lele?? Perasaan kamu nggak nyebutin lomba makan lele deh.”
“Hihi, kamu. Sekalian belanja buat makan siang nanti. Masalahnya Mas Arnold nggak jualan sayur hari Minggu.”
“Kemana dia kalau Minggu?”
“Libur dong. Kalau nggak salah travelling ke ragunan. Kadang ke taman mini. Ke Ancol. Tahun depan mungkin ke Singapur.”
“Ngaco!”
“Seriuss.”
“Hebat banget Mas Arnold tukang sayur ya, pakai acara liburan segala. Lantas, kita kapan liburannya Ma?
“Ya, tunggu Papa jualan sayur dulu.Hihiks.”
“Dasar!”
Ketika lagi asik nonkrong di toko yang menjual perlengkapan dan alat alat tulis, guna membeli balon (?) Bu Yusti minta di ambilkan balon tiup berwarna merah dan putih sebanyak 100 biji, 10 buah pripitan dan dua bola futsal. Datanglah seorang anak berbadan subur sambil menangis serta meronta ronta minta dibelikan permainan lego. Suaranya yang keras membuat pengunjung tersentak kaget. Sedangkan ayah si anak hanya mematung saja, tidak berniat mendiamkan anaknya.
“Uhuukkss! Ihiiiks..Belikan lego! Belikan Aku Lego! Aku mau Lego! Lego mau Aku. Eh salah. Lego, Aku mau…”
“Kagak ada lego legoan.”
“Kali ini aja Ayah beliin lego. Oh, legooooo….!”
“Sudah ayah bilang sekali tidak tetap tidak.”
“Ngeeng, ayah nakal!”
“Biarin.”
“Aku nangis lagi nih!” Ancam anak gendut itu sambil menaikkan volume suaranya sampai sembilan oktaf bro! Penyanyi seriosa kalah.
“Lho, yang tadi bukannya nangis. Karokean ya?”
“Aku mau lego ayah…be….go.”
“Setiap mampir ke pasar pasti minta lego. Sedikit sedikit minta lego. Mintanya kok sedikit sedikit. Ayo, Bunda kembalikan lagi lego yang kamu pegang.” Kali ini si ayah berbicara dengan istrinya. “Sudahlah, jangan diturutun terus kemauannya. Nanti besar kepala. Coba kamu lihat, sekarang baru perutnya yang besar. Ingat, Ntong, legomu sudah sekamar lho. Mau ditaruh dimana lagi.”
“Ayah pelit.”
“Emang.”
“Aku mau digendong. Pokoknya mau digendong!”
“Siapa yang gendong anak gendut sih.”
Pak Pakar dan Bu Yusti hanya bisa menonton saja. Tiap orangtua tentunya punya aturan aturan sendiri untuk anaknya. Benar juga, jika setiap permintaan anak yang aneh pantas ditolak.
Setelah membeli beberapa bungkus ketupat sayur Padang, mereka pun pulang. Bertepatan dengan usainya tangis sang anak gendut yang menggemaskan itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s