SERIAL “SUKA DUKA MASA SMA” MINGGAT BERJAMA’AH

oleh : deddy azwar

IMG_20120530_070838

Hari telah siang. Sebentar lagi bel tanda pulang akan segera berbunyi. Kelas Tekya ramai sekali. Bu Hidayati baru saja meninggalkan ruangan kelas, sehabis membahas tentang gaya bahasa. Setelah langkah kaki sang guru menjauh dan tidak terdengar lagi, kelaspun bergemuruh. Rombongan bengal di kursi paling belakang, ada Bombom cs langsung meneriakkan..cihuyyy. Bagian depan asik bersuit suit. Apalagi persoalannya kalau bukan Ibu Hidayati yang menjadi topik persoalannya. Nah, itulah makanya hampir semua murid berjenis kelamin laki-laki, termasuk guru-guru pria berusaha untuk menarik perhatiannya. Bersikap pura-pura manis, sopan dan macho sedang menjangkiti mereka.
Bagi Bu Hidayati, semua itu hanyalah biasa. Dia sangkat maklum akan kejahilan-kejahilan para lelaki hidung belalang eh belang. Bukannya dia tidak mengetahuinya. Maka dari itu dia hanya menanggapi dengan dewasa, yaitu cuwek baby, sedikit senyum manis sudah cukup membuat para lelaki terbang ke awang awang. Hehehe.
Ya, karena beliau baru dua minggu mengajar di sekolah SMAN Jaya Negara. Selain rupanya nan elok dan berbadan aduhay, statusnya pun masih single lho. Kar
“Seksi nian ya Guru baru kita,” tukas Iqbal senyam senyum kepada Tekya. Tekya segera mengiyakan.
“Iya Bal, Aku betah kalau dia yang terus terusan mengajar. Coba kalau semua mata pelajaran kita diganti Bahasa Indonesia semua pasti asik.”
“Lama-lama bosan juga sih. Tapi pelajarannya Man, bukan gurunya.” Jawab Iqbal mesem-mesem. Tekya mendorong pundak temannya. “Dasar kamu.”
Tiba-tiba dari belakang nongol Agus dan Firsyah. Agus langsung menggeprak meja, mengagetkan Nyunnyun dan Cupu Chenlung yang sedang serius membaca majalah remaja. Rubrik yang dibaca ‘Tips membolos yang sopan’. Nyunyun meremas remas kertas yang diambilnya di dalam sorokan meja lalu melemparkannya ke jidat Agus dan berhasil. Agus tampak sewot.
“Kenapa Nyun, kau naksir aku ya, “ ucap Agus dengan logat Bataknya yang kental.
“Ogah!” Jawab Nyunyun ketus sambil cemberut.
“Lalu kenapa abang ini kau lempar kertas?”
“Usir lalat di jidat kamu. Tadi pagi lupa mandi ya?”
“Kok tahu? Emang kita tinggal serumah ya?”
“Iya. Kamu kan babu aku. Aku tinggal di dalam rumah sedangkan kamu di kandang ayam.”
Tekya, Iqbal, Firsyah dan Cupu Chenlung tertawa lepas. Bahkan si Cupu nyaris keluar air mata saking menahan tawanya. Firsyah malah mau pipis di celana.
Akhirnya Julius dengan sigap melerai. Takut akan terus berkepanjangan.
“Ada apa sih Gus, berkunjung ke meja saya?” tanya Iqbal sambil melipat tangannya ke dada. Mukanya diserem-seremkan, bak bajak laut. Malah jadi culun,
“Masak berkunjung nggak boleh. Ayo, sono minggat kau Bal. Tuh, bel sekolah sudah berbunyi.”
“Iya Bal, pulanglah..”timpal Firsyah sambil pura memelintir kumisnya yang jarang-jarang.” Emakmu menunggu di rumah. Nimba air sumur dulu.”
Iqbal buru-buru memasukkan semua buku pelajarannya ke dalam tas bergambar Snoopy. Setelah beres, dia toast dulu sama Tekya, kemudian hilang di balik papan tulis eh pintu. Meninggalkan Agus, Firsyah dan Tekya yang masih ngobrol sambil bisik-bisik seperti merencanakan sesuatu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s