RECYCLE MOVIES FROM THE PAST (MENGENANG FILM-FILM HIBURAN MASA LAMPAU) PART 1

Oleh : Dari berbagai sumber (google)

 

Salam Ideazworld5 Fans club.

Siapa yang telah kenal  TVRI lebih dahulu? So pasti dia berasal dari generasi jadu. Hehehe Televisi Republik Indonesia merupakan Stasiun Televisi pertama di negeri kita ini. Dahulu dia hanya satu-satunya. Diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1962, namun siaran percobaan telah dilakukan dengan sukses pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan mata acara tunggal: Peringatan Detik-detik Proklamasi yang merupakan siaran langsung dari halaman Istana Negara Jakarta. Anda bisa bayangkan sebuah negara untuk pertama kali memiliki stasiun tv? Brilliant experience!

TVRI selain sebagai kepanjangan tangan juga menjadi sumber informasi dari Pemerintah yang masyarakat Indonesia. Di sisi lain TVRI juga menjadi sarana hiburan masyarakat yang pada masa itu.

Kami akan mengajak kepada anda untuk melihat acara-acara TV masa lampau yang dapat membawa anda hanyut akan kenangan yang indah. Dimana masa kita belum mengenal smartphone, vcd, tablet, kapsul, digital tv, LED dan Playstation.

Berikut adalah beberapa contoh acara TVRI yang terus dikenang masyarakat:

MANNIX – Film serial tentang detektifyang cerdas dan teliti. Mike Connors memerankan detektif Joe Mannix dengan ciamik. Tidak asal “dar-der-dor”, Mannix selalu melakukan analisis yang mendalam atas setiap kasus yang ditanganinya. Saking populernya serial Mannix ini, Sutiyoso (mantan gubernur DKI) memakai nama Mannix sebagai nama samarannya saat bertugas sebagai perwira intelijen Kopassanda (sekarang Kopassus) dalam operasi Seroja di Timor Timur tahun 1974-1975.

I DREAM OF JEANNIE – Film yang diputar setiap hari Sabtu jam 21.00 ini bercerita tentang Jin Cantik bernama Jeannie (diperankan oleh Barbara Eden) yang berasal dari sebuah Guci Misterius yang ditemukan oleh seorang Astronot, Captain Tony Nelson (Bill Daily), yang mengalami kecelakaan dalam sebuah misi.

KELUARGA MARLIA HARDI – Drama televisi yang ditayangkan setiap sabtu sore ini tidak pernah dilewatkan oleh penulis untuk menonton. Bu Mar, demikian panggilan Marlia Hardi dalam drama tersebut, berpasangan dengan Awaludin yang berperan sebagai suami bu Mar, Ayah dari “anak-anak” mereka: Didu, Kiki dan Rury (penulis lupa nama pemerannya). Adapula Bi Supi, tokoh pembantu rumah tangga keluarga bu Mar. Drama TV ini bercerita tentang keluarga kelas menengah di Jakarta dengan segala problematika keseharian. Misalnya masalah saat sang Ayah kehilangan jabatannya, ke-blo’on-an Didu si sulung, ataupun masalah Kiki dan Rury sedang jatuh cinta. Bu Mar selalu tampil sebagai sosok ibu yang bijaksana, selalu mengenakan kain dan kebaya. Benar-benar menampilkan sosok istri/ibu Indonesia yang sempurna. Saking populernya serial ini di tahun 70an, membuat banyak keluarga Indonesia mengidolakan sosok bu Mar.

BONEKA SI UNYIL

Si Unyil adalah film seri televisi Indonesia produksi PPFN yang mengudara setiap hari Minggu pagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993, Film initujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata “Unyil” berasal dari “mungil” yang berarti “kecil”.  Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata “Hom-pim-pah alaiyum gambreng!” sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden (Drs. Suryadi)  dan Pak Ogah dan kalimat seperti “Cepek dulu dong!”. Saat ini boneka-boneka si Unyil telah menjadi koleksi Museum Wayang di Jakarta.

KUIS ANI SUMADI

Begitu banyak kuis yang digagas oleh Ani Sumadi yang ditayangkan di TVRI. Misalnya Mistery Guest, Aneka kuis, Berpacu Dalam Melodi, Silahkan Terka, Saling-Silang, dan lain-lain. Ada beberapa “Host” yang pernah bekerjasama dengan Ani Sumadi. Tapi yang paling populer adalah Kris Biantoro dan Koes Hendratmo. Acara Berpacu Dalam Melodi yang dijaga oleh Koes Hendratmo bertahan paling lama. Setelah itu kita mengenal presenter ngetop kakak beradik dari Palembang yaitu : Tantowi Yahya dan Helmy Yahya, Fredy Hasan, Nico Siahaan dl

RIA JENAKA

Ria Jenaka adalah acara televisi yang pernah disiarkan oleh TVRI setiap hari Minggu pagi. Menghadirkan tokoh-tokoh punakawan Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong yang diperankan antara lain oleh Ateng dan Iskak. Acara ini biasanya memiliki cerita yang singkat dan padat pesan sosial, meski tak jarang pula ada “titipan pesan sponsor” dari Pemerintah.

DUNIA DALAM BERITA

Ini adalah program berita-berita internasional teraktual mancanegara seluruh dunia dari luar negeri di stasiun Televisi Republik Indonesia setiap hari pukul 21:00-21:30 WIB dengan durasi selama 30 menit. TVRI menayangkan acara ini sejak tahun 1974. Sesuai dengan namanya, program ini berisi berita-berita umum internasional. Sekitar 10 menit terakhir acara ini biasanya diisi berita-berita olahraga internasional dan prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di dunia.

OSHIN

Serial produksi negeri sakura ini bercerita tentang perjuangan hidup seorang anak manusia, bernama Oshin Tanokura. Sejak dia masih bocah, remaja, dewasa, dan berkeluarga. Juga tentang cinta seorang ibu. Fuji, ibunda Oshin memberikan cintanya tanpa batas. Film seri produksi NHK ini memberikan cukup banyak inspirasi bagi anak-anak tentang perlunya keteguhan hati dan kerja keras untuk mencapai sesuatu.

SITI NURBAYA

Siti Nurbaya merupakan tokoh utama dalam novel berjudul asli Siti Noerbaja karangan Marah Roesli yang diterbitkan oleh Balai Pustaka di era 1920’an. Dengan latar belakang adat budaya Minangkabau, novel ini berkisah tentang percintaan sepasang kekasih, Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang gagal karena keadaan dan budaya pada masa itu. Dalam novel ini kita juga bisa melihat betapa unsur budaya paternalisme dan feodalisme memiliki peranan penting dalam menentukan nasib seseorang. Siti Nurbaya dipaksa kawin dengan seorang saudagar kaya bernama Datuk Meringgih.

DRAMA LOSMEN

Bu Broto adalah sosok perempuan jawa yang selalu tampil bersanggul dan mengenakan kebaya. Diperankan dengan sangat bagus oleh Mieke Wijaya, bu Broto bersama pak Broto (diperankan oleh Mang Udel, sekarang almarhum) mengelola Losmen di sebuah sudut di Kota Yogyakarta. Mereka punya 3 orang anak: Jeng Pur (Ida Leman) yang masih lajang, Jeng Sri (Dewi Yull), dan Tarjo (Mathias Muchus). Dalam drama Losmen yang ditayangkan tiap Rabu jam 21.30 ini tiap pemain berhasil memerankan karakter masing-masing Lakon. Bu Broto adalah sosok wanita jawa yang gigih mengelola losmennya, menampilkan citra seorang ibu dan istri yang bijaksana (mengingatkan penulis pada profil bu Mar). Pak Broto adalah mantan pejabat tinggi yang mengalami Post Power Syndrome. Jeng Pur adalah sosok perawan tua yang selalu gelisah mengharap segera beroleh jodoh. Jeng Sri adalah sosok istri yang pasrah, meski sang suami (diperankan oleh Eeng Saptahadi) kerjanya tidak jelas dan menyebalkan. Atau sosok Tarjo yang tampil sebagai anak muda yang energik, dinamis, dan bercita-cita tinggi, meski tetap memegang kultur jawa dengan kuat. Setahu penulis, pemain yang berlatar belakang budaya jawa hanya pemeran pak Broto (Drs Purnomo/Mang Udel). Namun hebatnya seluruh pemain benar-benar dapat larut dalam kultur Jawa yang kental. Meski banyak menggunakan istilah/idiom Jawa, para pemirsa non Jawa tetap dapat menikmati serial ini, karena selalu ada “terjemahan” baik dengan bahasa tubuh maupun secara verbal.

 

Itu adalah beberapa contoh yang berhasil penulis ingat. Tentu masih banyak lagi acara favorit TVRI, seperti film Ivanhoe (awal karir Roger Moore), Hawaii Five-0, Keluarga Mak Wok, Rintintin, The Saint, CHiPs, Lassie, Little House on The Praire, Hunter, Aku Cinta Indonesia, Rumah Masa Depan, dan lain-lain. Ada yang bisa bantu cerita…?

Sumber : dari penulis dan disadur dari askarlog.org dan berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s