IDE KREATIF HIASAN DINDING KAMAR TIDUR

 

Sumber : Ideproperty.com

Hiasan dinding kamar tidur kadang bisa membuat suasanya kamar menjadi lebih rileks dan nyaman. Ruangan untuk tidur adalah tempat dimana seseorang beristirahat untuk beberapa waktu, untuk itu penataan dan pendekorasiannya harus benar-benar diperhatikan.

Berikut ini ideproperti.com berikan beberapa ide kreatif yang bisa dijadikan hiasan dinding untuk kamar tidur Anda.

1. Bingkai foto keluarga bentuk pohon (hierarki)
Dalam sebuah ruangan kamar tidur umumnya terdapat bingkai foto sendiri maupun foto keluarga. Anda bisa menjadikan beberapa bingkai foto tersebut sebagai hiasan dinding. Misalnya dengan membentuk pola pohon atau semacam.
hiasan dinding kamar tidur bingkai foto pohon

2. CD bekas
Anda memiliki banyak CD (Compact Disk) bekas? bisa pula dijadikan hiasan dinding. Konsep dinding kamar tidur Anda akan bernuansa metalik.
hiasan dinding kamar tidur cd bekas

3. Bingkai gantung
Umumnya foto atau lukisan berbingkai ditempelkan pada dinding, namun bagaimana jika digantung saja? Konsep tersebut tentunya unik dan kreatif. Anda bisa menerapkannya sebagai hiasan dinding kamar tidur Anda.
hiasan dinding kamar tidur frame gantung

4. Gitar gantung
Bagi anak laki-laki gitar tentunya merupakan benda yang ‘cowok banget’. Anda bisa pula menjadikannya sebagai hiasan dinding. Anda bisa meletakkan gitar kesayangan Anda di dinding. Atau bisa pula membuat hiasan dinding dari gitar bekas dan kreatifkan sendiri.
hiasan dinding kamar tidur gitar dinding

5. Jam dinding unik
Di dalam kamar tidur pastinya ada jam dinding. Namun jika jam dindingnya itu-itu saja tentu terasa biasa saja. Anda bisa menggunakan ide kreatif jam dinding seperti berikut,
hiasan dinding kamar tidur jam

6. Hiasan dinding kaset game
Anda seorang gamer? Tentu memiliki banyak koleksi CD game. Nah, daripada bertumpuk dan membuat kamar semakin berantakan, coba manfaatkan sebagai hiasan dinding kamar Anda.
hiasan dinding kamar tidur kaset game

7. Topeng
Hiasan dinding berupa topeng bisa pula Anda jadikan hiasan dinding kamar tidur. Ada banyak macam hiasan dinding berupa topeng dan salah satu yang populer adalah oleh-oleh dari Bali.
hiasan dinding kamar tidur mask

8. Kata-kata motivasi
Bagi kebanyakan anak remaja maupun dewasa tentu akan senang jika kamar tidurnya memiliki hiasan dinding berupa kata-kata yang memotivasi. Sebagai stimulan bagi Anda supaya menjalani hari-hari lebih semangat tentu hiasan berupa kata-kata motivasi akan sangat bagus.
hiasan dinding kamar tidur motivasi

9. Nama diri sendiri
Hiasan dinding berupa nama sendiri tentu unik. Anda bisa membuat hiasan dinding kamar Anda sendiri. Kreatifkan sesuai selera.
hiasan dinding kamar tidur nama

10. Poster
Poster adalah stuf yang paling umum dan disukai banyak orang sebagai hiasan dinding. Print lah gambar-gambar kesukaan Anda atu sesuatu yang bisa membuat Anda semangat dan jadikan poster untuk dindind kamar tidur Anda.
hiasan dinding kamar tidur poster

11. Rak
Rak untuk barang-barang sekolah atau kantor bisa dijadikan hiasan dinding.
hiasan dinding kamar tidur rak buku

12. Rak buku
Buatlah rak buku yang unik dan kreatif. Misalnya rak buku gantung.
hiasan dinding kamar tidur rak buku2

13. Binatang gantung
Mainan berupa hewan atau binatang yang bisa digantung tentu menjadi hal yang unik.
hiasan dinding kamar tidur tokek

Nah, Anda tertarik untuk memilih hiasan dinding kamar tidur yang mana? Atau Anda memiliki ide sendiri? Kamar tidur yang digunakan sebagai tempat menghabiskan hari harus memberikan rasa senyaman mungkin bagi penggunanya. Memberikan hiasan dinding sebagai cara yang ampuh untuk menjadikan kamar tidur semakin nyaman. Koneksikan hiasan dinding kamar tidur Anda dengan hobi atau kesukaan Anda. Anda suka musik maka kaitkan dengan musik, Anda senang main game maka kaitkan dengan video game, dan lain sebagainya.

Iklan

IDE IDE KREATIF PENUH INOVASI DARI BOTOL BEKAS DAN BAHAN LAIN

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sumber : Ideproperty.com

 

Ide kreatif dari botol bekas sebenarnya sangat banyak. Banyak sesuatu yang bisa tercipta dari botol plastik bekas. Mulai dari hal-hal yang sepele dan bahkan sampai hal yang sangat bermanfaat. Kita bisa memanfaatkan botol plastik bekas hasil sampah rumah tangga sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat.

Botol plastik mungkin adalah benda anorganik yang sulit terurai jika sudah menjadi sampah. Oleh karena itu pemanfaatan kembali atau recycle adalah hal yang sangat bijak untuk dilakukan. Jika Anda memiliki beberapa botol plastik bekas di rumah, maka jangan dibuang begitu saja. Anda bisa memanfaatkan botol tersebut menjadi lebih berguna. Jika Anda memiliki anak kecil, Anda bisa membuat mainan dari botol plastik bekas tersebut. Atau bisa juga membuat beberapa benda simple yang bisa membantu pekerjaan rumah tangga, seperti sapu, gantungan baju, rak, dll. Nah, unik bukan?

Dalam artikel ini akan kami bahas tentang ide unik dan inovatif membuat barang-barang bermanfaat yang dibuat dari limbah botol plastik. Produk unik dari botol yang bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan rumah.

Berikut ini ideproperti.com berikan 45 ide kreatif dari botol plastik bekas untuk rumah Anda. Ide-ide ini didapatkan dari internet dan bisa Anda ikuti dan pelajar:

1. Sendok, garpu, pisau dari botol plastik
Anda bisa menggunting botol plastik yang agak tebal dengan pola sendok dan garpu. Tentunya botol plastik yang digunakan memiliki pola seperti pola sendok, garpu dan pisau. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.
sendok garpu pisau dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

2. Mainan untuk Anjing piaraan
Ambil botol plastik yang berukuran kecil, lalu gulung dengan kain dan tali di setiap ujungnya.
mainan untuk anjing dibuat dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

3. Hiasan dingin kepala rusa dari botol
Di benua Amerika biasanya menggunakan kepala rusa sebagai hiasan dinding. Anda bisa menirunya namun menggunakan botol plastik bekas. Caranya mudah saja, Anda bisa menggunakan botol yang memiliki pola seperti kepala rusa lalu kreasikan tanduknya dengan tutup botol.
hiasan dinding kepala rusa dari botol bekas - IDEPROPERTI.COM

 

4. Furniture yang dilapisi dengan tutup botol
Anda bisa membuat kerangkanya dahulu dengan besi, kemudian lapisi dengan tutup botol yang warna-warni.
furniture dibuat dari lapisan tutup botol - IDEPROPERTI.COM

 

5. Mainan Anjing dari botol plastik
Anda memiliki piaraan anjing? Anda bisa membuat mainannya dari botol plastik seperti gambar di bawah
toy mainan untuk anjing dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

6. Boneka pinguin dari botol plastik
Botol plastik bekas bisa pula dimanfaatkan dan dibuat menjadi bonek pinguin. Potong dua botol plastik, lalu gabungkan antara ujung bawah dengan ujung bawah. Lalu lukis membentuk gambar pinguin.
boneka pingui dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

7. Botol bumbu dapur seperti daun bawang, rempah-rempah dll
Tidak perlu lagi membeli tempat bumbu dapur karena dengan botol plastik yang ukurannya kecil juga bisa.
botol bumbu dapur dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

8. Tempat pernak-pernik unik
Tempat pernak-pernik perhiasan Anda bisa Anda buat sendiri dari botol plastik.
tempat pernak-pernik dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

9. Juicer atau pemeras jeruk dari botol plastik
Memeras jeruk juga bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan botol plastik. Tentu botolnya harus memiliki cekungan di bagian bawah seperti pada gambar ini.
re juicer pemeras jeruk dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

10. Pot bunga dinding horizontal
Dinding halaman rumah bisa Anda berikan sentuhan go green dengan pot bunga yang dibuat dari botol plastik bekas. Metode ini adalah seperti metode tanaman hidroponik. Anda tinggal melubangi bagian tengah botol plastik, kemudian berikan media tanam berupa tanah, lalu berikan bibit tanamannya. Tentu harus rutin penyiraman airnya. Hasilnya bisa Anda lihat seperti gambar di bawah ini.
pot bunga dinding horizontal dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

11. Inovasi genteng dari botol plastik
Anda memiliki banyak sekali botol plsatik ukuran besar yang tidak terpakai? Anda bisa membuatnya menjadi genteng plastik. caranya sangat mudah
inovasi genteng dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

12. Bottle watering
Menyiram tanaman bisa juga dengan botol plastik bekas lho.. pilihlah botol yang memiliki pegangan tangannya. Lalu lubangi kecil-kecil pada penutupnya.
bottle watering penyiram tamanam dengan botol - IDEPROPERTI.COM

 

13. Lampu botol plastik untuk atap rumah
Ide inovatif ini sangat unik karena menggunakan botol plastik bekas sebagai pencahayaan. Anda bisa menempelkan botol plastik yang berisi air penuh di atap atau di genteng rumah Anda. Jika siang dan sore maka akan seperti bercahaya karena memantulkan sinar matahari.
lampu GENTENG dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

14. Kotak bingkisan unik dari botol plastik
Membuat suvenir atau kotak bingkisan hadiah bisa pula menggunakan botol palstik bekas.
kotak bungkus permen dan kado dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

15. Tempat kantong hp
Agar saat menge-cash hp lebih rapi Anda bisa membuat kantung hp dari botol plastik lalu tempelkan pada dinding.
tempat kantong hp saat ngecash dari botol - IDEPROPERTI.COM

 

16. Celengan babi dari botol plastik
Potong botol dan sambungkan kembali supaya botol menjadi lebih kecil. Berikan tempelan untukmata dan kuping, lalu lubangi di punggungnya.
Celengan Babi dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

17. Jebakan tikus
Jebakan tikus pun bisa Anda buat dari botol plastik.
jebakan tikus dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

18. Tirai
Tidari dari botol plastik cukup unik juga. Potong bagian bawah botol tipis, lalu rangkai membentuk tirai.
tirai-dari-botol-plastik-bekas - IDEPROPERTI.COM

 

19. Rumah dari botol plastik
Rumah kecil sebagai rumah untuk santai atau gudang bisa Anda bangun menggunakan bahan-bahan botol palstik. Contohnya seperti gambar ini.
rumah dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

20. Sandal dari daur ulang botol plastik
Di Jepang ada produk inovatif yakni sandal atau alas kaki yang dibuat dari botol plastik.
slipper from bottle sendal dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

21. Jam dinding dari tutup botol
jam dinding dari tutup botol - IDEPROPERTI.COM

 

22. Garden watering atau penyiram tanaman
Lubangi botol kecil-kecil lalu smabungkan dengan selang air.
garden watering dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

23. Sapu
Botol plastik bekas juga bisa dimanfaatkan menjadi sapu
sapu dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

24. Kuas untuk melukis
Pola tonjolan pada bagian bawah botol bisa Anda gunakan sebagai media kuas untuk melukis
kreatif tuas untuk cat lukis dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

25. Dompet botol plastik
Anda bisa membuat dompet dari botol plastik, petunjukkan seperti gambar di bawah ini
dompet botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

26. Pot tanaman hidroponik
Membuat pot tanaman hidroponik dari botol plastik bekas juga suatu yang inovatif. Anda bisa menggunakan beberapa botol bekas untuk dibuat pot lalu taruh di halaman depan rumah, seru bukan?
pot tanaman hidroponik dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

27. Hanger baju
hanger baju dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

28. Candle Bottle
Sulap botol plastik menjadi tempat lilin yang bagus.
candle bottle - tempat lilin dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

29. Lilin tutup botol
lilin dari tutup botol - IDEPROPERTI.COM

 

30. Tanaman dinding vertikal
Hiasi dinding halaman rumah Anda dengan ide unik seperti tanaman dinding dengan botol plastik
tanaman_vertikal_botol_bekas_ - IDEPROPERTI.COM

 

31. Lampu gantung
Botol plastik juga bisa dijadikan lampu gantung
payung lampu dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

32. Penutup kantong plastik
Ide kreatif tutup botol plastik bisa Anda terapkan seperti berikut.
ide kreatif tutup botol plastik untuk menutup plastik- IDEPROPERTI.COM

 

33. Wadah permen lucu
Anda bisa membuat wadah permen yang lucu.
tampat permen unik dari botol plastik bekas- IDEPROPERTI.COM

 

34. Tempat pensil
Gunakan botol yang bagus lalu bentuk pola menjadi tempat pensil
tempat pensil dari botol plastik- IDEPROPERTI.COM

 

35. Gantungan baju
gantungan pakaian dari botol plastik- IDEPROPERTI.COM

 

36. Hiasan kaktus unik
Botol plastik bekas bisa Anda kreasikan menjadi hiasan berupa tanaman kaktus
hiasan unik kaktus dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

37. Tempat bumbu dapur
wadah bumbu dapur unik dari botol plastik bekas- IDEPROPERTI.COM

 

38. Rak koran dan majalah
rak koran dan majalah unik dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

39. Buah apel sebagai hiasan
Hiasan buah apel bisa diletakkan di ruang tamu
hiasan buah apel dario botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

40. Wadah pernak-pernik: paku, gelang, karet, dll
wadah pernak-pernik dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

41. Tanaman hias
Buat pot yang lucu dan beri media tanah atau hidroponik. Anda bisa meletakkannya sebagai hiasan
tanaman hias dari botol plastik bekas - IDEPROPERTI.COM

 

42. tempat pakaian kotor atau tempat mainan anak
Botol plastik bisa pula disulap menjadi tempat pakaian kotor atau tempat mainan anak
membuat tempat pakaian kotor dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

43. Tempat makan kucing
Anda memiliki kucing piaraan? Anda bisa memanfaatkan botol plastik bekas sebagai tempat makan kucing Anda
tempat makan kucing dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

 

44. Kursi dari botol plastik
Anda bisa membuat kursi mini dari botol plastik. Namun tentu kursi tersebut tidak bisa menopang berat beban orang dewasa ya.
kursi dari botol plastik

 

45. Mainan anak
Botol beekas bisa pula dijadikan berbagai jenis mainan untuk bayi dan anak kecil. Mulai dari robot, mobil-mobilan, roket, pistol, dan lain sebagainya. Baca: 32 Ide Daur Ulang Botol Plastik Jadi Mainan Anak
mainan anak mobil-mobilan dari botol plastik - IDEPROPERTI.COM

Nah, itu dia 45 ide kreatif dari botol plastik bekas. Anda bisa menciptakan kreasi Anda sendiri. Penggunaan bahan anorganik dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali adalah perlakuan yang bijak. Anda bisa menciptakan ruang kerja atau lingkungan hidup Anda dengan konsep go green.

Related Post to 45 Ide Kreatif dari Botol Plastik Bekas

32 Ide Daur Ulang Botol Plastik Jadi Mainan Anak

Posted at 28/12/2015

Daur ulang botol plastik jadi mainan anak mungkin masih jarang dilakukan oleh sebagian orang. Namun tahukah Anda bahwa dengan botol plastik bekas atau botol… Read More

membuat-hiasan-dari-batu-bentuk-binatang

Ide Hiasan Rumah dari Batu yang Dicat

Posted at 17/10/2014

Hiasan rumah merupakan faktor penting membuat tampilan rumah semakin ramai dan hidup. Banyak sekali ide-ide kreatif membuat hiasan rumah sendiri. Salah satunya ialah dengan… Read More

SERIAL MASA SMA MASA BODO? dalam ‘BOXING TIME-ULAH SI LEHER BETON MIKE TYSON VERSUS LARRY HOLMES DI SEKOLAH TEKYA’

Siapa yang tidak mengenal sosok petinju kondang Mike Tyson? Khusus penggemarnya pasti tahu betul track recordnya seperti profilnya, gaya bertinjunya, kehidupan sehari-harinya, kehidupan percintaannya, prestasi yang telah ditorehkannya, bahkan catatan kriminalnya.

Waktu itu tanggal 22 Januari 1988, TVRI menyiarkan secara langsung pertandingan spektakuler yang ditunggu-ditunggu itu antara Mike Tyson kontra Larry Holmes. Siapakah yang menjadi jawaranya? Di ronde berapakah salah satu dari mereka ada yang Knock Out?

Lantas apa hubungannya pertandingan tinju ini dengan serial ‘Masa SMA Masa Bodo?’. So pasti ada. Pokoknya satu sekolah dibikin kalang kabut oleh si Tyson ini. Kok bisa? So what? Apakah dia sedang mengunjungin Indonesia waktu itu? Maka kita simak bersama cerita yang makin seru ini.

(Mohon maaf apabila ada kesamaan nama dan lokasi bukan suatu kesengajaan)

Oleh : Deddy Azwar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tahu Mike Tyson kan? No, dia bukan stand up comedy. Betul tebakanmu dia adalah petinju terkenal di dunia. Saya akan mengajak para pembaca untuk flashback sejenak. Bagi yang tergila-gila dengan pertandingan tinju so pasti mengenal nama-nama seperti Calsius Clay alias Muhammad Ali, Evander Holyfiled, Rocky Marciano, Mike Tyson, Hasim Rahman, Prince Naseem dan Larry Holmes. Sebenarnya masih bejibun deretan para petinju profesional dunia lainnya. Semuanya adalah nama petinju terkenal di zamannya. Mereka adalah legenda.

Disamping tontonan sepak bola, tontonan tinju juga selalu dinanti oleh para para penggemarnya. Bayangkan kerap ada pertandingan tinju, wabil khusus yang lagi berlaga merupakan petinju top. Apa yang terjadi? Biasanya akan membius semua orang untuk bela-belain menontonnya. Jalan-jalan di kampung-kampung maupun di kota-kota berubah menjadi hening dan sepi. Semua berduyun untuk menonton baik itu secara langsung di ring tinju maupun di televisi. Tiap orang  ogah melewatkan momen spesial itu. Mereka berebut ingin menjadi saksi sejarah. Biasanya kalau sudah di depan televisi, membuat mata mereka melotot. Para penganggum tinju, langsung menjadi tertib dan kusyuk banget. Mereka melahap detik demi detik, menit  demi menit dan dari jam demi jam. Bahkan untuk mengangkat pantat saja mereka ogah. Mungkin ada yang sampai menahan kencing. Luar biasa!

Lantas, setelah pertandingan usai, materi tinju dipakai untuk sebuah percakapan, kongkow atau obrolan dimana-mana. Virusnya tidak hanya di sekolah, di kampus, di kantor dan dimana-mana. Manakala mereka tidak tahu berita terkait tinju terbaru, bisa-bisa di olok-olok dan dicemooh alias kuper dan tidak gaul.

“Semalam tinju di tipi seru banget dah? Lha buju! Gini hari lu kagak update berita? A-appaa? Elu nggak nonton? Rugi lu. Emang ngapain? Ngangon bebek? Menggiring mereka ke kandang ya?” Ini salah satu beragam contoh olok-olok yang rada ekstrem dikit yang akan diterima.

Ya, boxing itu bisa membius. Jadi, bukan hanya wewenang dokter saja.

Siapa yang mengenal sosok Mike Tyson? Seorang petinju bertalenta super, juga terkenal dengan julukan si leher beton. Kabar gosip yang beredar layangan bogemnya dapat menghentikan sebuah mobil yang sedang melahu. Wow, fantastis! Berikut boleh disimak artikel yang dikutip dari blog milik petinju lendaris dari Indonesia yaitu Bang Syamsul Anwar harahap…

Mike Tyson lahir di Broklyin, New York tanggal 30 Juni 1966 dan hidup liar sebagai anak gelandangan dijalanan kawasan Brownsville. Ayahnya meninggalkan keluarganya ketika dia masih dalam kandungan. Ketika berusia 10 tahun Tyson kecil sudah akrab dengan perkelahian untuk menjadi preman yang berpengaruh.Masuk perawatan anak-anak nakal berulang kali dan terahir dimasukkan ke Tryon School for Boys, dimana dia berada hingga usia 13 tahun. Salah seorang pengawas disana, Bobby Stewart melihat potensi yang ada pada tubuh Tyson yang begitu tegap dengan otot yang baik. memperkenalkannya kepada Cus D’Amato. Cus D’Amato adalah manager dan pelatih tinju yang melahirkan juara dunia seperti Flyod Patterson dan Jose Torres. Mike Tyson diserahkan kepada Cus D;Amato pada ulang tahunnya yang ke-14. D’Amato mempunyai anggota yang cukup baik untuk menyokongnya sebagai pelatih, yaitu Jim Jacobs dan Bill Cayton. Bersama kedua orang itulah Tyson diperkenalkan bagaimana tehnik dasar bertinju serta mereka menonton film pertandingan tinju. Usai menonton, mereka menganalisis penampilan setiap petinju dengan argumen masing-masing. Mereka kemudian mengambil kesimpuilan bahwa Tyson harus bisa tampil sebagai petinju dengan gaya fighter bahkan mendekati gaya slugger karena tubuh Tyson termasuk pendek dari semua petinju kelas berat yang ada. Tyson muncul di ring tinju amatir dengan kemenangan yang meyakinkan, akan tetapi ketika seleksi untuk persiapan tim Olympiade Seoul dia kalah dan terlalu lama untuk menunggu Olympiade berikutnya .Mike Tyson terjun ke ring tinju pro pada bulan Mei 1985 dalam pertandingan kecil yang diatur oleh Jacob dan Clayton. Semula pembina Tyson amat menjaga agar Tyson tidak tampil dalam acara televisi nasional, agar Tyson bisa tampil dengan penampilan luarbiasa jika disaksikan untuk pertama kalinya oleh publik.Dari 15 pertandingannya pada tahun 1985, 11 lawannya dipukul KO pada ronde pertama. Tahun 1986 dia memenangkan 13 pertandingan tanpa terkalahkan. Trevor Berbick jatuh bangun dihajarnya pada ronde pertama dan pada ronde kedua Berbick harus menyerahkan sabuk juara dunia tinju kelas berat versi WBC kepada Mike Tyson. Mike Tyson memecahkan rekor Floyd Patterson sebagai juara dunia tinju kelas berat termuda. Usia Mike Tyson ketika merebut gelar juara dunia tinju pada usia 20 tahun dan 145 hari. Dalam tempo 10 bulan kemudian setelah menjatuhkan Berbick, Tyson menyatukan semua gelar juara dunia dipinggangnya. James Douglas juara dunia tinju kelas berat versi WBA sudah takut duluan, dia terus merangkul Tyson agar pukulan Tyson tidak leluasa menghajarnya. Tony Tucker juara dunia tinju kelas berat versi IBF juga ketakutan melawan Tyson dan bermain safe dengan merangkul Tyson lebih banyak.

Mike Tyson memiliki otot yang kokoh, dari otot yang kokoh tetapi lentur itu bisa melahirkan pukulan yang amat cepat menyambar sasaran pada tubuh atau kepala lawannya. Dengan tubuh yang lebih pendek dari hampir semua petinju kelas berat dunia, kepala dan badannya naik turun dan bergerak kekiri dan kekanan agar tidak mudah dibidik oleh lawan. Pergerakan badannya kekiri dan kekanan juga sekaligus ancang-ancang untuk melepaskan hook kiri atau hook kanan. Gaya bertinju seperti ini adalah kreasi dari Cus D’Amato yang disebut dengan peek-a-boo Kekuatan pukulan Tyson bisa membuat lawnnya KO jika kena pada bagian apapun, baik kepala maupun badan lawannya. Ahirnya hampir semua petinju kelas berat dunia takut terhadap Mike Tyson.

Tetapi dikemudian hari setelah Cus D’Amato meninggal dunia, kehidupan Mike Tyson menjadi limbung, tidak terkontrol. Mike Tyson seperti kehilangan kendali hidup dan terjerumus dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan tuntunan Cus D’Amato’ Sedikit demi sedikit kemampuan bertinjunya menurun seiring dengan tidak terfokus lagi latihannya.

Gaya bertinju Mike Tyson ahirnya bisa diatasi oleh Evander Holyfield dengan caranya sendiri. Kalau takut melawan Mike Tyson sudah pasti kehilangan separuh tenaga, kalau berani melawan Tyson secara frontal berarti Tyson kehilangan separuh tenaganya. Mike Tyson menggempur Evander Holyfield dalam pertandingan pertama kereka di Las Vegas, tanggal9 Nopember 1996. Holyfield menahan serangan Tyson dengan membangun double-cover. Berkali-kali pada ronde pertama dan kedua pukulan Tyson tidak berhasil menembus pertahanan Holyfield dan Holyfield tenang-tenang saja seperti tak gentar. Ahirnya Mike Tyson frustrasi, tidak bisa berbuat banyak, sebaliknya Holyfield bertambah tinggi mentalnya. Holyfield membangun serangan beruntun terhadap Tyson, pukulan Holyfield beberapa mengena. Tyson tambah frustrasi karena tida dapat berbuat apa-apa, pukulannya tak mengena, pertahanannya dijebol oleh Holyfield. Kebetulan bertarung jarak dekat dan kepala Holyfield menempel di bahu Tyson, Tyson menggigit kuping Holyfield hingga berdarah. Yang terlihat kuat dan kokoh ternyata tak sekuat yang diduga oleh banyak orang. Orang yang kuat, petinju yang kuatnya luarbiasa, ternyata memiliki kelemahan yang luarbiasa juga. Bayangkan, hanya dengan menahan 10 pukulan keras Mike Tyson, Holyfield bisa mengalahkan Tyson. Dengan menahan pukulan Tyson, mental bertanding Tyson menurun tajam, sekaligus tenaganya juga anjlok tajam. Ternyata dalam dunia tinju erat hubungannya antara takut atau kesal dengan tenaga. Kalau kita takut, tenaga akan hilang, kalau kita kesal juga bisa membuat hilang konsentrasi dan sekaligus juga hilang tenaga.

Kalau tidak salah pertandingan antara Mike Tyson vs Larry Holmes yang berlangsung tanggal 22 Januari 1988, menjadi kenangan kita semua.  Kala itu saya sedang duduk dibangku SMA, dan tentu sedikitnya berpengaruh pada jam pelajaran kami pada waktu itu. Penasaran siapa yang menjadi jawaranya? Simak ceritanya..

Beberapa akhir pekan ini Tekya punya kebiasaan baru yaitu mulai jarang di rumah. Entah apa penyebabnya dia tidak betah di rumah. Setiap selesai jam makan malam, dia langsung ngelayap kabur. Kemana lagi kalau bukan ke rumah temen barunya yang baru pindah dari Karawang, bernama Zakaria alias Jack Challenger alias Opah. Nama julukannya sih keren. Berbanding terbalik dengan mukanya yang cendrung chubby. Uniknya, walaupun berusia muda belia  karena masih SMA, si Jack ini  biasa dia dipanggil Opah. Bukannya sebutan opah itu diperuntukkan untuk orang yang sudah uzur atau mendekati kakek-kakek. Betul tidak? Usut punya usut ternyata itu anak bernama lengkapnya Moustofa Zakaria.. Asumsinya kalau menilik dari namanya mestinya bertambang macho. Mantan cowok atau machomblang? Nama yang menipu. Rumahnya si Opah ini menjadi tempat permainan keduanya setelah rumah si Koming. Jack Opah, tetangga anyar di kampung kemang manis, baru saja empat bulan menjadi  warga di sana.  Jarak yang diperlukan untuk ke rumah Koming hanya lima langkah saja. Beda halnya ke rumahnya Jack cukup 10 langkah perjalanan, ditempuh dengan berjalan kaki dong. Lokasi rumahnya tepatnya persis di bawah rumah Tekya. Bingung ya, rumahnya terletak di dataran rendah sedangkan rumah Tekya di dataran tinggi. Sehingga kita harus menuruni jalan setapak  untuk bisa sampai ke rumahnya. Itu sekelumit data georafisnya.

Ketika musim penghujan tiba, apalagi kalau curahnya cukup deras, rumah Jack Opah seringkali kedatangan tamu yang tak diundang dan tak diharapkan bernama BANJIR. Kehadirannya suka semaunya tanpa permisi. Tanpa pilih bulu. Tanpa memandang situasi dan kondisi. Suka masuk ke dalam rumah lalu menelusuri ruangan-ruangan lain. Yang membuat jengkel, tak ada rasa sopan santun sedikitpun…

Anehnya, sebelum rumah Jack berdiri, disana tidak mengenal istlah banjir kok. Paling juga berupa genangan air saja. Tetapi semenjak rumah Jack dibangun, timbullah bencana itu. Karena sudah terlanjur basah, orangtua Jack belum berniat pindah lagi. Kesimpulannya, mereka menerima dengan sabar dan ikhlas atas peristiwa banjir yang selalu hadir tiap musim hujan. Mereka berusaha melewati dengan kuat dan tabah. Ibarat kata bubur telah menjadi hamberger!

Seperti kejadian malam kemaren, seisi rumah Jack dibuat kerepotan tak ketulungan, termasuk Tekya juga ketiban sial, yang kebetulan iseng bertandang ke sana, turut sibuk bahu-membahu mengusir air yang menggenang masuk ke ruang tamu. Jack beserta kakaknya, Jackpart terlihat menguras air dengan bantuan gayung dan selang panjang. Sedari tadi Jack, menghisap ujung selang dengan sekuat tenaga, agar supaya air masuk ke dalam selang dan mengalir ke luar pada ujungnya. Cukup tradisional dan bikin nafas tersengal. Sekali waktu Tekya pernah melihat cara itu dari tukang penjual minyak tanah keliling. Resikonya, bisa saja tertelan air atau minyak hasil sedotan tadi. Lumayan vitamin. Meskipun air perlahan terkuras, meninggalkan jejak,  yaitu kotoran sisa banjir. Belum lagi halaman dan jalanan jadi becek. Bikin kocek lecek.

“Terima kasih ya Tekya, kamu sudah rela berbasah dan berkotor ria membersihkan lantai rumah kami. “ Ucap Ibu Jack, sembari membawa nampan berisi pisang goreng.” Silahkan dicicipin pisang goreng buatan Ibu, biasa dari kebun binatang eh belakang maksudku.”

Tekya bergembira sekali disuguhi pisang goreng mentega beroleskan coklat buatan Ibunya Jack yang terkenal nikmat. “Waduh, terima kasih Bu. Dari aromanya pasti nikmat nih. Sudah merepotkan.”

“Kamu ini lucu lho Tekya. “ Sela Jack. “Kami ini yang sudah merepotkan kamu. Bukankah kamu sudah membantu kami untuk bersih-bersih. Kami sekeluarga sudah seharusnya menghaturkan banyak terima kasih.”

“Oh ya. Sudah sewajarnya kita saling membantu antar tetangga. Bantuan saya ini tidak perlu dibesar-besarkan. Nanti saya tidak dapat pahala lho.” Jawab Tekya diplomatis. “Sudah barang tentu karena kita hidup di dunia ini tidak sendiri toh.”

Jack Opah bergegas menuju dapur. Tidak lama kemudian dia keluar membawa dua cangkir kopi susu hangat dan sepiring buah duku komering, berbentuk bulat berwarna kekuning-kuningan. Betul betul mengundang selera.  Tak lama kemudian dia datang membawa beberapa lembar surat kabar dijepit di bawah ketiaknya. Lalu di mulutnya tersumbat satu biji pisang goreng yang tak sempat dikunyah. Dikulum doang.

“Waduh! Tidak perlu repot-repot, Jack. Keluarin aja semuanya yang ada di dapur.”Canda Tekya. “Pisang dari Ibu kamu saja sepertinya sudah bikin kenyang.”

“Ayolah Tekya. Bukan apa-apa sih. Malam ini kamu saya servis abis deh. Tapi kamu jangan ge-er dulu. Ini buah duku adalah sisa-sisa buah reject dari pasar segar dua hari yang lalu. Mubazir daripada saya buang ke selokan. Syukur-syukur masih bagus dan tidak bikin sakit perut. Ayolah dicicipin ya. Jangan lupa baca bismillah dulu biar selamet. Hahaha.” Jack Opah tertawa lebar. Udel  yang gendut itu nyaris tersembul gara-gara baju kaosnya yang ketat sedikit tersingkap.

Tekya langsung mencomot satu buah dukuh yang ternyata telah bersuhu dingin. Mulailah terbit air liurnya karena lapar. Kemudian diteguknya pelan-pelan kopi susu hangat yang nikmat itu. Takut keburu dingin.

Di tengah kepenatan mendera. Di tengah leseh-leseh, riak-riak amukan kejenuhan melanda.

“Jack, apa kamu nggak punya bacaan-bacaan?” Tekya membisikkan sesuatu ke telinga si Jack Opah.

Jack Opah hampir terlonjak ke belakang, kursinya nyaris terjungkir balik saking kagetnya. Otomotis Tekya juga malah lebih kaget lagi setelah melihat reaksi emosional temannya.

“Bacaan? Mantra-mantra maksudmu? Yang buat meletin cewek, ya? Eleng-eleng. Dalam agama Itu sirik namanya. Dosa yang sulit diampuni. Dosa besar gitu deh. Wajib kita menjauhi yang berbau praktek2 perdukunan. Nyebut Tekya…” Jack Opah malah ngerocos kemana-mana.

“Aduh! Jangan overacting begitu Jack. Ini payahnya kalau komunikasi dua arah tidak relevan. Tidak nyambung alias disconnect. Yang kumaksud bacaan itu adalah seperti majalah kek, koran kek, cerpen kek, novel kek, bengek kek. Bukannya mantra yang dipakai dukun cabul tahu?!, Blo-on. Pokoknya bacaan. Masak kita Cuma bengong-bengong saja. Nonton tipi acaranya begitu-begitu saja. Bosan Jack. Nanti kita dikira bujang pingitan lagi.“

“Itu ada koran di atas meja di sampingmu.” Jack Opah sambil menunjukkan jari telunjuknya.

“ Itu koran  ekonomi dan bisnis kan. Aku kurang tertarik, kalau doyan sudah dari tadi sudah kubakar eh kubaca Jack.

“It’s so very easy Tekya. Keciil. Kalau menyangkut soal media massa, publikasi dan informasi di sini gudangnya.”

“Kamu ngomongin apa Jack?”

“Dengerin ya. Saya punya semua mass media. Kamu maunya apa? Tinggal sebut saja. Pos Kota? Majalah Tempo? Tabloid Monitor? Koran Kompas? Majalah Bobo? Tom tam?”

“Apalagi….?” Tekya begitu antusias. “Gila, rumahmu ini loper koran?”

Sampai pada suatu ketika Jack Opah membisikkan dan menawarkan sesuatu. “Playboy?”

“Hah! Apa Aku tidak salah dengar nih? Masak kamu menyimpan majalah Playboy? Bukan majalah tentang mainan khusus anak laki-laki kan?” tanya Tekya semakin penasaran seraya membetulkan posisi duduknya. Gayanya serupa orang panik. “Mana-mana?”

“Bukan majalahnya Tekya. Tapi parfumnya…” Jack Opah mesem-mesem. Dia puas telah mengelabui temannya.

“Sontoloyo. Ember lu.”

Jack Opah cekikikan. “Tunggu ya Tekya… Saya mau ambil mantra-mantra dulu. Biar kita tidak kebingungan dan kebengongan.”

Usai makan malam. Suasana di rumah Tekya sedikit terjadi kehingar bingaran. Mamanya lagi marah besar.

“TEKYA! Tekya!” Kemana sih anak itu? Apa dia lupa kewajibannya malam ini? Tabel giliran untuk cuci piring sudah dibuat dan disepakati. Eh-eh malah dimushola.”

Papa yang sedari tadi asik tengah membaca surat kabar, jadi terusik lantaran teriakan Mama yang ribut dari arah dapur. Papa melipat korannya, dengan serta merta menemui Istrinya.

“Ada apa Ma? Kok mengomel. Mama mama, ngomongnya malah ngelantur. Bukan dimushola tapi dilanggar. Kata yang tepat adalah dilanggar. Jadi, peraturan yang Mama buat itu dilanggar kan?” Papa buru-buru membetukan ucapan istrinya.

“Mama tahu Pa. Tidak boleh main plesetan apa?”

“Mama kayak anak muda saja. Lagian kalau jalan tidak licit manabisa kepeleset. Masa remaja Mama sudah lewat.”

“Ee, ini. Tekya mulai bandel. Ngelayap kemana sih? Malam ini giliran dia mencuci piring.”

“Lho, memangnya dia kemana Ma?”

“Papa ini komedian ya? Lucu. Mana Mama tahu Pa. Bagaimana sih Papa ini. Seandainya kalau tahu mana mungkin Mama sampai teriak-teriak begini.”

“Sudah. Change place saja dulu sama si Evan. Tukar guling eh tukar tempat maksudnya.”

“Apa dia mau ya..”

“Yaa, itu jalan satu-satunya. Dugaanku dia mungkin main ke rumah Koming Ma.”

Setelah dibujuk oleh Mama, Evan mengangguk lesu. Mama terpaksa melimpahkan tugas negara rumah tangga itu kepada Evan yang sedang konsentrasi dengan pelajarannya.

“Apes nian nasib saya. “Ujar Eva mencak-mencak. “ Evan lagi Evan lagi. Padahal kemaren malam Evan sudah kan Ma? Mestinya giliran si Uda. Kepengin Evan pukul pantatnya.”

“Iya Mama tahu. Pokoknya sekarang Udamu sedang tidak di rumah.”

“Biar Evan cari dulu ya Ma? Dasar Kakak yang tidak bertanggungjawab. Huh!”

“Sudah Van, tak perlu. Tadi sehabis makan tadi dia langsung ngeluyur entah kemana. Tidak pakai izin dulu. Atau ngobrol kek. Kamu gantikan dulu ya, nak. Besok-besok tugasnya jadi dobel.”

“Iya deh. Oh ya Ma, hampir Evan lupa. Padahal besok ada hapalan bahasa Inggris lagi. Kami nanti diminta ke depan kelas satu-satu. Malu kan Ma, kalau sampai lupa.”

Evan masuk ke dapur untuk menemui setumpuk piring-piring kotor yang telah menantinya. Seakan minta dimandikan. “Gara-gara si konyol itu semua hapalan bahasa inggris  yang nyangkut di otak jadi keluar semua. Awas saja. Astagfirullah, kok Aku jadi menyumpahi dia ya?”

Setelah menunaikan tugas. Evan menghadap Mamanya yang sedang serius menikmati sandiwara di televisi. “Mama! Sudah beres. “ Lapor Evan dengan semangat kemerdekaan.

“Anak pintar. Bersih kan?”

“Pokoknya kinclong deh Ma. Dijamin 70 persen.”

“Lhaaa…Kok bisa begitu. Bukannya 100 persen.”

“Hihihi…Ma tiada yang sempurna di dunia ini. Ma, pokoknya kalau si Uda pulang harus dikenakan sanksi atau hukuman. “Rengek Evan.

“Apa hukuman yang pantas?” Tanya Mama sambil tetap melototin televisi.

“Yang enteng saja. Dirajam seratus kali?”

“Astaga jangan itu namanya tidak berprikemanusiaan. Menurutmu lebih baik digantung saja di bawah pohon petay.”

“Hahaha. Betul. Setelah itu kita kitik-kitik pinggangnya.”

Ternyata Tekya masih betah mendekam di rumah Jack Opah. Belum terlintas niat untuk pulang.

“WAH! ADA TINJUU!!” Teriak Jack Opah sembari menunjukkan halaman muka sebuah llembaran koran kepada Tekya. Kebetulan redaksi menjadikannya sebagai tajuk laporan utama mengangkat berita menjelang pertandingan perebutan gelar tinju.

“Tinju? Siapa yang berantem?” Tekya menoleh ke kiri dan ke kanan. Wajahnya menampakkan kelinglungan.” Oh berita di koran. Bikin orang kaget saja.”

“Tekya. Saya bisa rugi.” Ujar Jack Opah sambil menepuk pundak Tekya. Dia tidak dapat menyimpan kegembiraannya. Jack Opah memang maniak tinju dan sepakbola.

“Rugi? Apanya yang rugi Jack? Kamu kalah judi berapa?” Tanya Jack masih belum mengerti. Tekya kembali dibuat bingung oleh ucapan Jack Opah. Maklum keduanya belum terlalu lama menjadi sahabat. Perlu adaptasi menuju tingkat kecocokan.

“Begini Tekya. Besok sabtu disiarkan pertandingan tinju di TVRI. Mike Tyson yang berjulukan si leher beton itu akan melawan Larry Holmes. Nih baca deh korannya. Horeee.  Bakal seru, haru dan biru.” Ucap Jack Opah bersemangat sekali.

Sekonyong-konyong Tekya merebut koran dari tangan Jack Opah. “Mantap nih. Crazy! Dalam sejarah pertinjuan, Muhammad Ali pernah didepak si Larry. Ini kabar gembira namanya. Malah untung, bukan rugi.”

“Alaaa, kamu belum mengerti maksudku. Pertandingan sabtu nanti disiarkan secara live oleh TVRI. Percuma, Tekya. Masalahnya sabtu kan kita sekolah. Kamu kepengen bolos?”

“Gimana ya…Kenapa tidak diundur hari Minggu saja ya. Sayang jika dilewatkan.”

Keduanya tampak tidak bergairah. Masing-masing mulai bermodus jelek. Berpikir dan mencari alasan untuk tidak masuk sekolah. Mereka menyesali kenapa masih berstatus masih sebagai murid saat ini. Coba kalau sudah dewasa, tidak perlu capek-capek belajar dan bersekolah lagi. Berstatus menjadi karyawan atau wiraswasta akan lebih memudahkan untuk menonton tinju. Mereka tidak perlu repot-repot harus meminta izin kepada orangtua. Menjadi orang dewasa tentu lebih bebas karena sudah dapat mengatur diri sendiri. Menjadi orang dewasa lebih menguntungkan dibandingkan menjadi anak sekolah. Mereka mulai berkhayal yang bukan-bukan. Predikat sebagai murid sungguh menyusahkan. Andai Tekya dan Jack Opah tahu bahwa semakin dewasa seseorang tentunya porsi kewajibannya pun tentu lebih banyak dan besar juga. Menjadi dewasa juga tidak mudah. Mereka mempunyai tanggungjawab untuk menghadapi masa depan. Mencari uang, mencari kerja dan menghidupi keluarga andai dia telah mempunyai keluarga. Masing-masing jenis usia sudah ada kodratnya.

Di sebuah lokasi perkampungan yang terletak sekitar beberapa kilometer dari perumahan Jack dan Tekya.

“Kakak  serius ingin memindahkan televisi kita dari rumah?”Tanya seorang wanita muda kepada Suaminya, Ismail. Sang suami hanya mengangguk dan berdehem kecil. Sang istri terus membuntuti langkah kaki suaminya, kemanapun dia berjalan. Begitupula halnya ketika sang suami hendak menuju ke kamar mandi. Istrinyapun langsung tersadar dan berhenti hanya di depan pintu. Kak Mail yang semula ingin menutup pintu jadi terhalang.

“Kak Mail belum menjawab pertanyaanku. Sudah dipikirkan masak-masak Kak?”

“Sudah Dik. Kakak mau mandi dulu. Malahan mikirnya sampai gosong saking matangnya. Persoalan membawa tipi ke kantin saja nanyanya sampai sebegitunya. Bagaimana kalau saya ingin memindahkan rumah kita ke sekolah, Dik. Bisa-bisa kamu kelojotan setengah mati.”

“Sampai kapan Kak tipi kita ada di kantin?”

“Tidak lama. Kakak hanya ingin menonton pertandingan tinju Mike Tyson saja. Nanti kalau sudah selesai kubawa pulang lagi.”

“Betul ya. Jangan sampai lupa. Kasihan si Tohir, dia kan doyan nonton film kartun si Puma”

“Padahal kamu yang ngebet kan? Tiap malam hobinya nonton sinetron melulu.”

“Hati-hati Kak jangan sampai anak-anak sekolah tahu. Bisa-bisa mereka pada kumpul di kantin nanti buat nonton tinju. Kalau kelas sampai kosong bisa gawat, Nanti Kak Mail bisa ditegur oleh Kepala Sekolah.”

“Kamu ada-ada saja. Saat pertandingan tinju berlangsung bertepatan dengan waktu anak-anak belajar kok. Jadi aman.”

“Kalau ada rezeki, kita beli satu lagi ya Kak. Khusus untuk di kantin. Biar ada hiburan.”

“Amin. Ya sudah, sekarang Adik mundur beberapa langkah. Kakak mau menutup pintu. Mau sekalian ngebom dulu baru kecibang kecibung.”

“Oh ya Adik lupa kirain kita sedang di kamar.”

Mari kita tengok sejenak suasana kelas 1.3 pagi ini. Hening dan sunyi. Kelihatan dari banyaknya tempat duduk masih banyak yang kosong, dalam artian majikan si bangku belum pada datang. Mungkin masih on the way. Yudo Gempul dan Arleini salah satu pengecualiannya. Entah angin apa yang membawa mereka untuk datang lebih pagi ke sekolah. Dikala teman-teman sekolah belum kelihatan ujung jempolnya, keduanya justru sibuk merumpi jarak jauh. Yudo, anaknya yang berbodi subur lagi besar ini sedang nangkring di meja guru. Sementara Arleini cukup puas duduk di bangku murid di barisan paling depan. Mumpung suasana masih sepi. Kapan lagi Yudo bisa mencicipi kursi guru. Duduk dimanapun tidak ada yang protes. Tinggal pilih. Sesekali Arleini berteriak, karena suaranya tergolong sofly sound. Kalau dia ngomong very slowly nyaris tidak terdengar.

“Len..kenapa sih suaramu halus bener. Kencengin sedikit volumenya dong. Biar Aku kedengaran kamu ngomong apa. Radiasinya tidak sampai kemari.”

“Siapa suruh duduknya berjauhan.” Sela Arleini manja.

“Kamu maunya kita duduknya mepet-mepet kayak di oplet (angkot). Mau dong. Aku kesana ya. “ Mata Yudo berbinar-binar. Senyumannya mengembang bantet kayak kue basah.

“Eiitt. Tunggu dulu. Jangan pindah duduk. Nanti kita disangka sedang ngapain.” Cegah Arleini secepat kilat, takut Yudo terlanjur bernafsu. Arleini mengelus dada. Yudo Gempul sontak kecewa berat. Hati-hatinya tadinya berbunga-bunga dan merekah mendadak melayu. Arleini melanjutkan…”Husss…namanya saja kita lagi merumpi. Kan serba rahasia. Top secret. Harus pelan bicaranya. “

“Kamu ini orang planet ya, Len. Dimana-mana orang merumpi duduknya harus dekat-dekatan dong. Biar tidak terdengar orang. Kalau berjauhan begini, tahun depan baru kelar gosip kita.”

Memang, Yudo Gempul dan Arleini sedang membicarakan situasi panas permusuhan antara Mizal Bom Bom dan Ferry Handsome. Bukan menjadi rahasia umum lagi. Persahabatan yang telah mereka jalin sejak SMP terancam pecah pasca perlombaan majalah dinding.

“Kemaren si Yudi melihat mereka berdua berjalan pas-pasan. Keduanya tidak saling bertegur sapa. Malah membuang muka. Masing-masing berusaha menjaga gengsi.” Ucap Yudo, tetap bersuara dari meja guru.

“Oh ya. Wah ini berita terupdate.” Arleini menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Seperti orang sedang tercengang. Mirip gambar di poster film ‘Scream’. “Sepertinya mereka belum bisa menyelesaikan persoalan kemaren Betul nggak Yudo?”

“Apa? Kamu tadi ngomong apa?”  Yudo membuka lebar saah satu telinganya. Tuh kan tidak kedengaran lagi suaramu. Terdengar sayup-sayup. Aku yakin sekali kupingku belum budeg.” Yudo menghentakkan telinganya dengan ujung lengannya, demi meyakinkan bahwa pendengarannya tidak terganggu alias masih oke.

“Sudah deh kita ganti topik saja. Soal Bom Bom kita tutup dan disimpan dulu buat nanti siang. Hihi kayak bekal makanan saja. Ada gosip lain tidak yang lebih ‘in’ begitu. Hallo, Yudo, Yudo!” Arleini akhirnya berhasil menaikkan volume suaranya.

“Apa ya?” Yudo berlagak kayak orang mikir. Sudah membedakannya ketika Yudo sedang berpikir atau sedang kebelet pipis. “Oh ya ini nih. Kamu pasti belum dengar berita baru ini.”

“Giama? Gimana? Terus…terus. “ Arleini berapi-api sekali. Nyaris terbakar nafsu gosipnya.

“Ini tentang Pak Lamtoro, guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kita. Gila betul Dia.” Nada suara Yudo melambat.

“Eh Yudo, kalau dia gila tidak mungkin menjadi guru!” Protes Arleini.

“Dia terlibat affair. Saya melihat dengan mata kepala hidung kaki sendiri.”

“Yang benar saja Yudo. Masak sih? Gosipmu bisa dipercaya tidak?” Mata Arleini kembali membelalak. Malah sedikit melotot. Mirip artis Suzanna dalam film ‘Sundel Bolong’.

“Yang namanya gosipkan bisa betul bisa tidak, Leni.”

“Oke deh. Terus kamu lihat dia sedang bercumbu dengan siapa?”

“Jelas sama bininya…”Jawab Yudo santai.

“Yudo!” Teriak Arleini kesal bin dongkol. “Orang sudah terlanjur serius mendengar dari tadi. Kiranya….”

Yudo Gempul dan Arleini tidak menyadari kehadiran Tekya.

“Pacaran nih yee. Di bioskop dong kalau sedang pacaran. Tidak modal banget pacaran di kelas.” Tuduh Tekya spontan.

“Enak saja. Siapa yang pacaran Tekya? Kalau ngomong suka benar ya.” Jawab Yudo melantur.

“Lha itu pakai mojok segala.”

“Walaupun Kita mojok juga duduknya saling berjauhan lagi.” Jawab Arleini ketus.

“Sudah Leni, bilang saja kita sedang penjajakan…”Bisik Yudo pelan tapi mencekam.

Arleini langsung sewot dan buru-buru ke luar kelas. “Yudo jelek. Udah ah, jadi kepengin pipis melihat muka kalian.”

“Yudo Yudo, pagi-pagi begini sudah usaha ya..”Timpal Sony Betapermax tiba-tiba ngongol dari arah belakang. “Malah asik mojok bukannya mengerjakan tugas piket. Ayo. Siapa yang sudah mengerjakan PR Matematika. Pinjang dong, mau Aku salin nih. Pertanyaannya sih gampang cuma jawabannya susah. “

“Eh, pentil sepeda. Ini satu lagi Sony Sontoloyo. Datang-datang langsung nuduh seenaknya udelnya. “Yudo Gempul berusaha membela diri. Sejujurnya, Yudo merasa diuntungkan dituduh naksir Arleini, malah akan semakin memudahkannya menarik perhatian si cewek. Yudo mengerdipkan matanya saat Arleini melintas di sampingnya. Ya, Yudo berpura-pura tersinggung. Faktanya dia bahagia bukan kepalang. Cowok mana yang menolak bila disandingkan dengan cewek manis, lembut, bermata sendu, berambut hitam sebahu, berkulit kuning langsat dan satu lagi berbibir tebal lagi seksi kayak Angelina Jolie. Belum lagi suaranya nan amboy.

Kelas mulai kembali ke habitatnya. Ramai seperti ranjau habis meledak. Acara merumpipun bubar jalan.

“Sorry berat friends. “Timpal Tekya meninju pelan perut buncit Yudo.”Aku Cuma bercanda. “Kasihan si Leni kena tuduh begitu. Kalau si Yudo tidak kupikirin.”

“Love is blind kata Tiffany Yud. Hahaha.”Ucap Yudo penuh keyakinan.

“Hei teman-teman. Kabarnya pagi ini ada tinju lho di teve. Tyson vs Larry Holmes.” Tekya langsung mengabarkan berita gembira., sambil menyaring siapa saja yang berniat bolos selama pertandingan tinju berlangsung. Tekya melihat mimik muka mereka satu persatu.

“Masak sih. Kamu jangan menyebarkan isu Tekya. Biasanya kalau ada info tinju saya paling update. Kok bisa kecolongan. Jam berapa. Berlangsung dimana? Berapa ronde? Kamu pegang siapa? Kita taruhan yuk? Saya pilih ronde genap.”

“Dimana-manas kalau baca mantra ada titik komanya Yudo Gempul. Nyerocos bae cak sepur (ngerocos saja mirip kereta api). Bukannya ngucapin terima kasih sama Tekya. E-eh malah mengajak taruhan. Dosa tahu. Dikira saya tidak mau apa? Ayo lima ribuan saja. ”Tukas Udin dengan muka bersungut.

“Samobae. Samimawon. Sekarepmulah.” Ucap Parto dengan dialek jawanya yang kental.

“Kenapa Yudo? Tipinya sudah digadai?” Ledek Ali Caplok dengan ciri khasnya yang cengengesan. Cara berjalannya meniru Charlie Chaplin beda kumis.

Kelaspun kembali heboh. Pasar stock excange Dow John di New York kalah berisiknya. Berita tinju itu membikin gempar bukan saja melanda seisi kelas tapi malah merembet seisi sekolah sudah pada tahu. Pertandingan tinju profesional antara Mike Tyson kontra Larry Holmes menjadi deadline pagi itu. Berita itu terbang sampai ke kantin dan jatuh di lapangan sepak bola. Lho?

Bagi peminat tinju hal itu teramat krusial banget. Bagi anak-anak yang buta berita atau tak sempat atau tak doyan baca koran ataupun tabloid saat dikasih tahu, mendadak ceria bagaikan ketiban durian runtuh. Berita gembira yang langka begini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Sebagian besar merencanakan bolos ‘semi permanet atau permanen total’. Mengerti tidak tidak maksudnya? Kalau semi permanen adalah hanya bolos sesaat saja pas tinju berlangsung. Nah, kalau permanen total atau full permanent pasti sudah menebaknya.

Kepasrahan juga menghinggapi para guru yang peminat tinju. Kalau saja boleh cuti so pasti mereka akan mengambilnya dengan segera. Hal itu akan mustahil, karena hampir separuh guru-guru laki-laki tergila-gila dengan olahraga tinju. Sekolah mendadak sepi. Bapak Kepala Sekolah tidak akan mengizinkan dan tidak akan rela. Untunglah para guru memegang prinsip istiqomah (berpendirian teguh) yaitu ‘teaching is very important. Lagipula di dunia perguruan belum ada istilahnya sekolah diliburkan hanya gara-gara pertandingan tinju doang. Apalagi yang bertanding bukan pula atlit nasional malah dari negara lain yang nun jauh disana. Apa kata dunia? Apa ucapan masyarakat nanti. Bisa-bisa image guru menjadi rusak.

Pertandingan idaman lelaki sebentar lagi menjelang. Acara-acara yang dianti-nanti akan berlangsung pukul 11.00 WIB. Pagi itu jam di ruang meja guru menunjukkan hampir setengah delapan. Artian masih menunggu 4 jam setengah lagi. Bagi penggila tinju 4 jam itu adalah kelamaan.

Bel sekolah belum berdentang eh salah berbunyi coy, Tekya cs bergabung dengan kelas lain sibuk mengekspos habis-habisan serta mengupas secara tuntas berita headline itu di kantin Kak Ma’il. Otomotis, pelanggan kantin membludak.

Sementara di pojok kantin. Sekelompok siswa sedang bersenda gurau.

“Minta-minta saja sekolah kita diliburkan.” Iwan Mukejenuh berharap-harap. Jemari-jemarinya dengan cekatan mencomot satu persatu pempek telor dari piring yang sudah tersaji di atas meja.

“Ada-ada saja.” Kata Yudo. “Mana mungkin.Kalau saja itu betul-betul terjadi, aku berani mencukur habis rambutku. Termasuk bulu ketek dan bulu-bulu yang lain.”

“Haha..klimis dong.”

“Coba kalau kamu bersekolah di sekolah bulu tangkis Ragunan. Disana olahraga diutamakan. Bisa jadi setiap ada pertandingan olahraga penting terjadi, para murid wajib untuk menonton. Asik nggak tuh?” Kali ini Alfikry angkat bicara.

“Kamu pindah saja Wan. Mau nggak?”Tawar Heri sambil senyam senyum. “Kudengar dari Pamanku yang mengajar di sana masih menerima murid baru kok. Walaupun tempatnya terbatas.”

“Oh ya. Masih ada kelas yang kosong dong?” Tanya Iwan bernafsu.

“Iya. Tapi sayangnya hanya kelas khusus kebun binatang saja.”

Iwan hanya terdiam.

“Bercanda saja kerjamu ya.” Timpal Agus sambil tidak dapat menahan ketawanya.

“Sudah sudah, begini saja, “ ucap Sony Betapermax mencoba menengahi, “kita kan sudah terlanjur meributkan si Mike Tyson melulu. Bagaimana kalau kita bolos, yuk?” Setelah selesai berbicara si Sony segera menyeruput es kacang merahnya dengan lahap. Tampaknya dia kehausan tingkat tinggi. Lalu dia bersendawa dengan keras.

Mendengar ajakan Sony yang di luar dugaan itu sontak membuat semuanya kaget.

“Kamu seriusan, Son?” Tanya Yudo seakan tidak percaya.

“Dua rius malah!” Tantang Sony. “Bagaimana dengan yang lain? Kalau setuju join sama Aku.”

Teeeeetttt. Terdengar samar-samar suara bel berbunyi dari kejauhan.

Belum sempat mengiyakan ajakan Sony, anak-anakpun bubar menuju ke kelas.

Jam pelajaran pertama adalah Fisika, yang dipandu oleh Pak Ir.Jumadil Tengah. Berperawakan pendek, gendut dan memiliki kumis tebal. Sekilas mirip bintang film Azrul Zulmy. Kayaknya kembarannya Pak Drs. Suryadi alias Pak Raden, dalam film boneka si Unyil. Saking tebalnya itu kumis murid-murid kesusahan menebak apakah Pak Jumadil lagi tersenyum atau emosi.

“S-siiap! Beri salam!” Seru Iqsan TWEJ penuh khidmat. Semua murid bangkit berdiri.

“Selamat pagi Pak!” Semuanya memberi salam serempak semabri membungkukkan sedikit badannya.

“Selamat pagi juga.” Jawab Pak Jumadil singkat. Oh ya, tolong kumpulkan PR yang Bapak berikan minggu lalu. Pasti sduah pada selesai kan?”

Semua anak saling berpandangan. Wajah mereka memancarkkan suasana kebingungan. Diana tampak mengangkat bahu saat dicolek oleh Dora.

“Maaf Pak, sepertinya tidak ada PR.” Tegas Miza Bom Bom memberanikan diri sambil plarak plirik kiri kanan. Dia kawatir pernyataannya salah bisa diledek sekelas. Beberapa anak bernafas lega.

“Bapak mimpi kali nih yee. Kalau tidak salah memang tidak ada PR menurut perasaan saya. Kalau tidak salah berarti pasti betul kan Pak?” Giliran Agus Blepotan bersuara mendukung ketua kelas.

“E-eh si bapak, ganteng-ganteng sudah pelupa ya…” rayu Fatimah genit.

Pak Jumadil langsung gede rasa. Dia hanya mesem-mesem. Lagi lagi susah diprediksi karena ketutup oleh kumisnya itu. “Ah masak sih? Ya sudah kalau memang tidak ada PR, Bapak minta maaf kalau begitu. Sekarang keluarkan buku cetak kalian. Coba buka halaman belakang tentang masalah pompa hidrolik. Di saitu ada soal tiga biji. Kerjakan dengan tertib dan jangan tergesa-gesa. Waktu 20 menit. MULAI!”

“Siaap Pak.” Jawab Tekya ketus.

“Huuu!!..keluh anak-anak yang lain. Pekikan mereka membahana ke pelosok ruang.

“Ayo tenang, jangan berisik, nanti menganggu kelas lain. Ingat, hanya tangannya saya minta yang bekerja bukan mulutnya. Sudah selesai?!

“Ya bapak bercanda nih. Cepat banget…Setengah jam ya pak…” rayu Debbie.

“Belum lima menit kok Pak,” rengek Yudo Gempul kelabakan.

“Besok saja dikumpulkan ya..”bisik Agus Blepotan.

Agus Blepotan membenci pelajaran Fisika. Selain banyak ketemu rumus-rumus di dalam setiap bab-nya, jawabannya panjang-panjang. Kadang memakan kertas satu halaman ukuran kwarto. Rumus-rumus musti dihapal di luar kepala. Sungguh menjengkelkan sekali. Membuat otaknya jadi vakum, mumet dan rumit. Sudah begitu gurunya strength sekali. Dalam menyelesaikan harus detail, rapi dan jelas jikalau ingin mendapat ganjaran nilai yang bagus. Belum lagi beliau meminta anak murid menjunjung tinggi ketertiban dan kedisiplinan. Bukan hanya sekedar jadi idiom semata. Tapi justru harus dijawantahkan secara seksama.

Pak Jumadil memiliki kebiasaan suka menyuruh murid-muridnya satu persatu untuk menyelesaikan soal-soal fisika yang rumit-rumit ke depan kelas. Bagi yang tidak dapat menjawabnya dengan benar diminta untuk berdiri dulu di depan alias disetrap sampai ada murid yang dapat menjawab dengan benar barulah kembali ke tempat duduknya. Kebiasaan ini yang paling dibenci oleh murid-muridnya. Beruntunglah bagi murid yang pintar untuk pelajaran Fisika, mereka akan berebutan ingin ditunjuk mengerjakan soal ke depan kelas. Dijadikan sebagai ajang mempertontonkan kebolehan mereka. Meranalah bagi mereka yang tidak doyan pelajaran. Satu jam di kelas serasa bagaikan di neraka. Mereka menanti giliran dengan was-was dan jantung berdebar-debar. Sambil berdoa agar Pak Jumadil lengah dan tidak menunjuk mereka. Dan Pak Jumadil sudah paham betul gelagat muridnya yang ketakutan, gemetar, menunduk, over acting, juga pretending clever berarti tanda-tanda tidak bisa, Momen-moment ini membuat Pak Jumadil geli. Di dalam hati mungkin dia tertawa dalam hati seakan berkata ‘nih gua kerjain lo satu persatu’. Terlebih ketika melihat Pak Jumadil bangkit berdiri dan berkeliling mengitari meja satu persatu. Seperti Tekya sedari tadi duduknya sudah resah dan gelisah menunggu ditunjuk oleh si guru. Jangkan menjawab soal melihat pertanyaanya saja dia sudah menyerah. Di meja barisan belakang tampak Agus Blepotan juga mengalami hal serupa. Dia mendadak stroke ringan. Sama halnya   dengan Maman Sumaman,  butiran keringan mengucur dari keningnya mengalir sehingga membuat basah baju seragamnya. Seperti menanti eksekusi di tiang pancung.

Menyeramkan sekali pelajaran ini ya. Kalau sudah begini bisa ditebak doa-doa mereka pasti seragam. ‘Ya Tuhan buatlah guru kami ini sakit perut dan pingsan mendadak agar pelajaran ini cepat berkahir’. Atau ya Tuhan berikanlah kami ilmu bisa menghilang. Atau ya Tuhan kirimkanlah kami Superman agar  dia membawa kami terbang ke angkasa. Atau lagi ya Tuhan tolong pintarkanlah kami dalam sekejab. Atau yang lebih ektream, ya Tuhan mudah-mudahan sekolah ini mendapat teror bom?!. Tidak aneh jikas semua yang diharapkan dan diminta menjurus sesuatu yang konyol. Mereka seakan-akan sedang berhadapan dengan zombie ganas yang akan memangsa siapa saja yang tidak paham pelajaran fisika.

Pak Jumadil melirik arloji pemberian istrinya. Karena sedari tadi matanya melancong ke seluruh penjuru kelas.

Detik-detik menegangkanpun tiba. “Waktu telah habis. Bapak harap semua sudah selesai mengerjakan.” Kata Pak Jumadil sambil berdiri. Lalu menatap muridnya satu-persatu. Mulai dari barisan depan tengah belakang kiri kanan. Semua tak luput dari penglihatannya.

Agus Blepotan terkesiap. Jantungnya kembali berdebar kencang. Darahnya berdesir hebat, laksana mengalir sampai ke otaknya. Body languagenya berbicara mensinyalkan sesuatu yang negatif. Buku latihan yang ada dihadapannya samasekali belum terisi alias masih kosong. Bahkan belum tersentuh. Agus Blepotan berdoa kembali mengharapkan keajaiban datang tiba-tiba. Pertandingan tinju Mike Tyson memberikan efek samping yang dahsyat untuknya, sekligus membuyarkan semua konsentrasinya. Dalam kondisi normal saja dia sudah susah mengerjakan soal fisika  apalagi ketika di saat tegang. Beda dengan Tekya, kelihatannya dia berusaha mengontrol kadar emosional dan ketakutannya dengan tetap bersikap kalem. Berusaha bersikap sewajarnya di hadapan Pak Jumadil. Seakan-akan dia mampu mengerjakan soal fisika yang akan diberikan kepadanya. Tekya sempat melirik ‘tetangga’ sebelahnya, Ferry, bernasib setali tiga uang dengan Agus Blepotan dan Tekya.

Tebersit niat Agus untuk mengelabui Pak Jumadil dengan berpura-pura sakit perut agar terhindar dari malapetaka yang bernama ‘fisika’ tersebut. Dia sudah tidak tahan lagi dengan keadaan genting begini. Dalam hatinya berkata, ingin berusaha menundukkan pelajaran sialan itu suatu saat dengan mencoba mengambil kursus atau berguru dengan Iqsan dan Andi, yang berotak encer.

“Tekya…”bisik Agus Blepotan kepada Tekya, di tengah kegelisahan, di saat Pak Jumadil lengah, dia sempatkan menoleh ke belakang. “Boleh Aku nyontek sebentar bukumu?”

“Teman yang ditanya menggeleng pelan. Lalu mendesis pelan, “Aku juga tidak bisa. Bukuku masih kosong.”

Tekya lantas menunjuk Iwan.

“Hah! Iwan? Payah. Coba Kau tanya Faisol, mungkin dia simpan jawabannya di dalam rambutnya.

Tekya melirik Faisol, teman sebangkunya. Rupanya si kribo asik sibuk mencorat coret di kertas buram. Dia berpura-pura sedang menjabarkan sebuah rumus. “Pusing! Pusing!” Tekya mendengar keluhan Faisol Kribo.

“Percuma Gus. Samimawon.”

“Gawat. Mati Aku.”Pekik Agus dalam hati.” Dia sangat kawatir hari ini merupakan nasib tersialnya bila samapi disuruh maju ke depan kelas. Bayangan bakal disetrap menari-nari di atas kepalanya. “Waduh, pamorku bisa jatuh nih.”

Dia sempatkan untuk meminta bantuan duet jenius Fisika, Iqsan TWEJ dan Andyman. Pasti keduanya tidak merasa terbebani seperrti Agus. Dari jauh kelihatan jelas wajah-wajah mereka tidak melukiskan ketakutan seperti yang Agus alami. Buku latihan mereka satu halaman penuh sudah terisi jawaban beserta rumus-rumus.  Andyman dan Iqsan TWEJ kebetulan sebangku. Klop, sama-sama pintar lagi. Sekarang mereka berdua tengah asik bercanda sambil santai. Layaknya seperti dua sahabat karib yang sedang kongkow di warung bakso.

Agus Blepotan betul-betul pusing. Untuk sementara dia masih menunda-nunda niatnya untuk berpura-pura sakit perut yang telah dicanangkannya di awal.

Kini, Pak Jumadil Tengah mulai menjalankan aksinya. Sudah menjadi tradisi, di awal soal dia menawarkan kepada murid-murid yang pintar dan berani bersedia maju.

Tiab-tiba seorang murid bernama Andyman memecah ketegangan kelas dengan berani mengacungkan jari telunjuknya. Sebagian murid berpaling kepada Andyman. Sebagian murid yang lain menghela nafas lega.

Agus tersenyum puas. Terima kasih Andyman, telah memberikan nafas buatan untukku. Agus ngebatin.

“A-adaauuuuh. Maaf Pak Jumadil perutku sakiiiit!!” Teriak Agus sedikit tertahan. Semua murid kini berpindah ke bangku Agus. Tekya, Faisol dan Ferry terhenyak dan terkaget bercampur senang. Mereka buru-buru menawarkan bantuan.

“Interupsi sebentar Pak. Agus kelihatannya sakit perut.” Tekya memanggil Pak Jumadil yang sudah duduk di singgasananya.

“Ada apa? Kenapa si Agus?” Tanya Pak Jumadil heran.

“Mau beranak kali Pak, “ celetuk Mimi sambil menutup mulutnya dengan selembar saputangan berwarna jingga.

“Kenapa perutmu Gus?” Pak Jumadil menghampiri bangku Agus. Kelihatan sekali muka Agus meringis dan merintih. “Kamu belum sarapan ya? Atau kebanyakan minum cuka pempek?”

“Iya. Tadi minum cuka pempek setengah botol.” Jawab Agus sekenanya.

“Sebentar…Perasaan ini kali kedua kamu sakit perut pada jam pelajaran saya. Alasan kamu saja kali. Ayo, jangan berpura-pura. Bapak tahu kartu kamu. Kamu takut disuruh ya?” Gertak sang guru.

“Betul saya sakit perut. Minggu lalu saya sakit kepala. Kan penyakitnya beda pak.” Elak Agus dengan yakin. Agus sudah membulatkan tekad. Apapun yang terjadi dia tak gentar untuk melanjutkan akal bulusnya. Istilah kata sudah terlanjur basah. “Ayo bantu dong. Jangan biarkan aku menderita.” Rintih Agus terdengar pilu.

Setelah itu, Pak Jumadil segera mengintruksikan kepada teman terdekatnya untuk memapah Agus ke ruang P3K. Tekya, Faisol dan Ferry berebutan ingin membantu. Ternyata anak-anak lain juga ingin berpartisipasi ikut menolong.

“Sudah biar Tekya, Faisol dan Yudo saja yang membantu. Yang lain tenang dan kembali ke bangku masing-masing. Tidak usah semua ya. Kelas ini bisa kosong nanti. Ayo, kita melanjutkan pelajaran kembali.”

“Kami bawa sekarang Pak?” Tanya Yudo Gempul bingung.

“Iya sekarang. Masak tahun depan. Keburu keluar di sini nanti. Kan bikin kotor lantai kelas.” Jawab Pak Guru gemas.

Pola memberi kode kepada Yudo dan Faisol untuk cepat menggotong Agus. “Kita bawa ke ruang P3K yuuk.”

“Iya. Awas jangan dibawa ke kantin ya.” Canda Pak guru.

“Beres Pak.” Jawab Faisol.

Sesampai di ruang P3K atau PMR, Agus mengerdipkan mata. Merasa telah diperdaya oleh Agus, Tekya CS langsung melepaskan bopongannya secara paksa, sehingga pantat Agus yang tempos mendarat mulus di lantai.

“Aduh! Teganya kalian.”Protes Agus sambil meringis kesakitan, lalu meraba pantatnya sebentar.

“Kamu menipu kami lagi, Gus?” Dengus Yudo kecapain.

“Mending ringan, dasar gajah!” Umpat Tekya seraya menghapus keringatnya.

Tidak lama kemudian datang Mbak Lily datang memberikan sebotol minyak angin cap ‘kayu jati’ kepada Agus.

“Di olesin sama Mba ya?” Agus mencoba merayu.

“Oleh sendiri ya Gus. Jangan manja ya. Malu dong kan sudah gede.” Mba Lili menolak halus.

“Katanya kalau mau cepat sembuh langsung diminum saja Gus.” Saran Tekya.

“Kau pikir ini cuka pempek. Sontoloyo kamu!” Agus mendorong pundak Tekya.

Kemudian Mba Lily minta permisi ke belakang sebentar. Setelah dirasa sepi Agus langsung bersorak dan melonjak kegirangan. “Yesss.”

Tekya, Faisol dan Yudo terheran-heran.

“Hihi. Aku berhasil menipu si Jumadil culun itu. Hebat tidak aktingku? Sekarang aku terbebas dari fisika yang menyebalkan itu. Kalian lupa ya. Sebentar lagi pertandingan Tyson di teve akan dimulai.

Walaupun masih menyimpan rasa kesal, Tekya, Faisol dan Yudo harus berterima kasih juga kepada Agus yang telah menyelamatkan mereka juga dari ancaman Fisika yang mencekam itu. Mereka berempat kembali ke kelas setelah pelajaran Pak Jumadil usai.

Di kantin, Agus,Tekya,Yudo dan Faisol terlibat party-ria di kantin Kak Ma’il.  Menu mereka tidak tanggung-tanggung, pindang ikan patin, pempek kapal selam, lenggang dan es kacang merah. “Aduh nikmatnya bisa terlepas dari Fisika. Asoyyy!” teriak Agus sambil menyenderkan dirinya di dinding karena kekenyangan.

Pukul 10.15 WIB, pada saat kelas lain hening belajar, di kelas 1.3 belum menampakkan tanda-tanda kehadiran guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Tampak sosok dua bayangan mengendap-ngendap di lantai tiga. Kedua makhluk itu tak lain dan tak u’uk adalah Yudo Gempul dan Sony Betapermax masih berjalan berjingkrak-jingkrak menelusuri koridor dengan tas diumpetin di bawah ketiak. Sekiras mirip pencoleng atau teroris yang hendak menjalankan aksi jahatnya. Ya, ternyata telah disepakati bersama mereka ingin….BOLOS.

“Kamu yakin Son, si Faisol sudah di bawah?” Tanya Yudo sedikit gugup. Ini pengalaman pertama kali dia bolos.

“He-e. Ce-cepat sedikit, mumpung sepi,” ujar Sony tak kalah gemetar. Nanti tas ini kita lempar dari atas.”

Keduanya mengendap mendekati balkon di lantai tiga. Yudo melongokkan kepalanya untuk dapat melihat ke bawah dan memastikan Faisol sudah standby untuk menyambut tas. Sony menoleh ke kiri ke kanan, setelah dirasa aman, dia langsung mengambil ancang-ancang untuk melempar tas.

“Siap Sol?”

Faisol hanya mengacungkan jempolnya tanda siap.

Sony meleparkan tas secara serabutan sehingga membuat Faisol kelimpungan dan kebingungan memilih tas mana dulu yang akan dia selamatkan. Hop! Hop! Tanpa ampun sebuah tas menimpa kepalanya. Untungnya rambutnya yang kribo itu cukup membantu sebagai tameng.

“Aduh! Hoy Sonyloyo! Ember!  Panci! Satu satu dong melemparnya. Benjol nih”

Percuma saja Faisol mengomel di bawah, sedangkan kedua makhluk di balkon telah lenyap dari pandangan.

Setelah memungut tas teman-temannya satu-persatu. Kemudian dia bersiap hendak menuju sebuah pohon rindang di dekat lapangan sepak bola. Untuk mencapainya Faisol harus melewati celah-celah pagar besi yang bolong. Pagar tersebut memisahkan gedung sekolah mereka dengan gedung sekolah SMP. Setelah itu Faisol, Yudo dan Sony bertemu kembali. Namun…

“Boles nih yee..”tiba-tiba terdengah sebuah suara yang agak berat intonasinya. Bersamaan seonggok tangan menepuk pundak Faisol. “Mengapa tidak lewat dari depan saja. Pintunya tidak digembok kok…”

Rupanya siang itu dewi fortuna tidak berpihak kepada mereka. Ternyata aksi mereka kepergok dan digagalkan oleh Pak Jono, sang wakil kepala sekolah yang memang doyan patroli keliling halaman sekolah mengrazia murid-murid yang berniat bolos. Pak Jono menggiring mereka ke ruang sidang. Mereka diceramahin habis-habisan agar tidak mengulangi lagi.

Setengah jam kemudian, Pak Lamtoro si guru PMP, baru menampakkan jenggotnya bersama langkah gontainya masuk ke kelas. Ketika sudah duduk di kursi guru, dia langsung memanggil salah satu murid perempuan.

“Rajni, kemari sebentar,” panggilnya setelah mendaratkan pantatnya di kursi, “Catat buku ini dari sini ke sana.

“Huu. Nyatat lagi, nyatat lagi. Bosan, “omel Rajni dalam hati. Kendati demikian dia tidak bisa menolak, walau hati kadang gondok. Tentunya, sudah bukan rahasia umum jika pelajaran civic ini membosankan serdadu 1.3. Bagaimana tidak bosan? Begitu guru masuk kelas langsung menerapkan sistem CBSA (Catat Buku Sampai Abis). Side effectnya tangan terasa pegal. Satu hal lagi yang membuat dongkol mereka, selagi anak-anak tekun mencatat, eeh dia malah sibuk berceramah apa saja. Pokoknya melenceng dari pelajaran semula deh. Seldom out line! Sampai-sampai segala tetek bengek Family Bussinessnya diborong ke kelas.

Tet!! Pelajaran pun usal. Semua bernafas lega.

“Kita bagai dihadapkan pada sebuah dilema,” ujar Iwan Mukejenuh suatu hari berfilsafat, “Di satu sisi kita sudah melaksanakan perintahnya, yaitu mencatat. Di sisi lain dia malah mengajak ngobrol ngalur ngidul. Aku belum pernah mendengar konsentrasi dua arah, kecuali tangan, mata sama kepala bisa dipisah. Itu akan sulit sekali. Hanya orang-orang tertentu yang dapat melakukan itu. Kalau kita tidak mencatat salah, tidak menyimak salah, nah kalau kita molor lebih parah lagi.”

“Bisa gawat nasib semesteran kita nanti,”sela Agus, “catatanku amburadul, buku pedoman tidak punya. Apa tidak kacau balau nantinya? Padahal ini tergolong pelajaran keramat, merah di rapor bisa bisa tidak naik kelas, Coba bayangkan tidak lucu lantaran pelajaran PMP kita bisa tua di sini gara-gara tidak naik kelas melulu. Idiih amit amat deh.”

Beberapa anak memang tidak menyukai metode mengajar Pak Lamtoro. Beliau dinilai terlalu banyak santainya dalam memberikan materi. Dia seringkali memanfaatkan muridnya demi keuntungannya sendiri.  Kelakuannya sudah hapal di luar kepala. Ketika masuk kelas, lalu panggil salah satu murid untuk mencatat di papan tulis. Terus dia sibuk bercerita apa saja di luar konteks. Ya, sedikitkali yang nyambung dengan pelajarannya. Malah kadang-kadang curhat sendiri. Menceritakan mana yang mood menurut dia. Enak dan santai sekali. Anak-anak paling hanya manggut-manggut pura-pura menanggapi. Sebenarnya bagi anak-anak yang pemalas senang banget dapat guru tipe begini. Ditambah lagi duduk di bagian barisan paling belakang. Tutup buku lalu tidur. Anehnya dibiarkan saja oleh sang guru. Kok ya bisa lulus menjadi guru. Entahlah, apa karena pelajaran yang diasuhnya memang tidak seperti pelajaran matematika atau fisika yang memerlukan konsentrasi dan berpikir keras. Padahal PMP sangat diperlukan untuk menata moral dan prilaku kita agar sejalan dengan Pancasila.

“Bagaimana kalau kita laporin saja ke kepala sekolah bahwa kita akan berdemo untuk menurunkan Pak Lamtoro. Kita protes minta diganti dengan guru wanita yang lebih seksi?” Usul Tekya.

“Jangan begitu. Itu sadis namanya.”protes Kemas. “nanti kalau dia dipecat keluarganya dikasih makan apa. Tapi kalau…diganti sama guru yang bening boleh juga sih. Hehe.”

“Tidak segampang itu Tekya. Tanpa bukti otentik, Pak Antono pasti cuwek. Ya kita bisa saja mengajak Pak Antono saat Pak Lamtoro mengajar sebagai bukti. Tapi tentu saja dengan diam-diam tanpa sepengetahuan dia.”Faisol yang baru saja kena razia Pak Antono ikut nimbrung.

“Menurutku itu sudah tabiatnya kali. Tidak mudah mengubahnya.” Iqsan berdiplomasi.

“Betul juga kata Kemas tadi. Tumben. Saya setuju,” Ujar Rajni sambil mengacungkan jemponya. “Kita minta kepada Kepsek untuk mengevaluasi kwalitas dia. Siapa tahu dengan sedikit masukan atau nasehat membuat Pak Lamtoro sadar dan mengubah metode pelajarannya.

“Betul. Biar dia sadar bahwa metode mengajarnya tidak efektif.”sambut Qibal. “Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut ruginya ada pada kita sendiri.”

“Saya setuju, “timbang Yudo Gempul, “status kita kan masih anak baru, bau kencur lagi. Yang namanya remaja itu, emosionalnya dan egonya lebih dominan. Belum stabil. Takutnya suara kita tidak didengar.”

“Pak Lamtoro itu…”ucap Novelita lembut, sebetulnya orang baik. Mungkin dia punya masalah hingga bersikap demikian. Sebagai buktinya, segala masalah ditumpakahkan atau dicurahkan kepada kita. Wong kita masih kecil belum tahu urusan orang dewasa. Ya bengong toh. Kita harus memakluminya. Cuma aku herannya dia nggak pernah meminta feedback dari kita. Kasihan Pak Lamtoro…Ini sekedar info yang kudengar dari kakak kelas kita. Pokoknya yang penting dia nggak pelit kasih nilai kok. Asal kita rajin mencatat, menyimak, nggak badung dan banyak tingkah, nurut, gitu. Dijamin tahan lama eh maksudku nilainya bakalan tokcer deh.

“Aduh Novel, kamu piye iki.”ujar Pito,”dimana-mana orang yang rajin ya logikanya sudah pasti pintar, Ta. Kerjaannya belajar melulu. Setiap orang pintar selalu naik kelas, kecuali…sekolahnya ambruk.”

Semua tersenyum.

“Zaman sekarang kalau tidak gesit akan sulit hidup. Mencari kerjaan perlu koneksi dan duit. Bahkan ketika seseorang mau naik pangkat atau jabatan saja orang rela kehilangan harga diri. Segala cara dicari. Halal haram hantam.”komentar Fatimah sembari menyibakkan rambutnya nan hitam tergerai.

Mencari kesalahan dan memvonisnya seseorang adalah pekerjaan gampang. Mengkoreksi diri itu tidak semua orang dapat melakukannya. Bercermin dan bercermin. To say is easy.

Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan seorang teman hidup guna mengarungi kehidupan di dunia ini. Makhluk yang bernama ‘manusia’ itu adalah gudangnya salah. Maha sempurna mutlak milik sang Pencipta. Sebab tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sepenuhnya sempurna. Tiap orang oleh Tuhan memiliki kelebihan dan kekurangan. Mari mensyukuri segala karunianya.

Bel istirahat tersisa 8 menit lagi. Agus Blepotan, Tekya, Iwan Mukejenuh dan Ferry berlari kecil, bergegas menuruni tangga menuju lobby sekolah. Mereka berebut saling mendahului. Mirip kucing balap lari dengan tikus demi seonggok tulang ikan. Kayaknya lapar berat. Sesampai di sana mereka heran hanya sedikit  siswa yang tampak berkeliaran. Biasanya juga jam istiraharat tiba sudah mirip pasar 16 ilir. Ramai dan hiruk pikuk.

“Lho kok sepi banget. Pada kemana semua anak? Apa sudah pindah ke planet lain?” Tanya Agus Blepotan heran. Dia langsung mengucek-ngucek matanya.

“Siapa tahu mereka sedang puasa senin kamis apa.” Tebak Tekya. “Oh mungkin di kantin Kak Ismail sedang ada diskon, jadi semua murid pada pergi kesana.”

“Kamu pikir warung Kak Mail pasar swalayan?” cetus Iwan Mukejenuh sengit.

“Jangan-jangan pada bolos massal ya?”Ferry mulai curiga. Dia masih sempat melirik jam arlojo merk Daiwanya. “HAH Pukul 11.05 menit.”

“TINJU!!” Ketiga berteriak serempak. Mereka baru menyadari jam segitu adalah pertandingan tinju antara Tyson dan Holmes disiarkan di teve.

Tidak lama kemudian, dari pintu toilet keluarlah seorang murid laki-laki, sambil berlari menuju ke arah mereka, kemudian melewati mereka tanpa menegur lagi.

“Ada apa coy lari-lari? Ditagih debt collector ya?” Tuduh Agus setengah berteriak. Namun pertanyaannya tak digubrik sama sekali.

“Aduh! Kita mau menonton tinju dimana?”Iwan serasa mau menangis gara-gara tidak dapat menonton pertandingan tinju dambaannya. Tiba-tiba pucuk dicinta nasi ulampun tiba. Tanpa disengaja sosok yudo Gempul nongol secara tiba-tiba dan ketika dia hendak berlari Iwan buru-buru menghalangi. “Mau keman Do? Kok kami dicuwekin sih?”

“Aku mau toilet. Jangan dihalangi dong. Mending kalian bergabung sama anak-anak. Lagi seru nih. Kak Mail sedang bertinju. Eh maksudku semua anak pada ngumpul di kantin. Ada pertandingan tinju. Mumpung baru ronde kedua.”

“Serius Yud?” Agus Blepotan antara kaget  bercampur sumringah.

“Sumpah tuyul deh. Biar dikawinin sama Shanen Doherty kalau saya menipu.”

“Ayo kita kesana. Serbu!!” Tanpa bak bik buk bek bok lagi ketiga murid itu segera ke kantin, sambil berterian..”TINJU TINJU TINJU!!”

Kantin Kak Mail siang itu penuh sesak. Full house. Sudah kayak pasar kaget kedatangan artis dangdut ibukota. Mereka berebutan hendak masuk. Rata-rata murid cowok. Murid cewek hanya segelintir saja. Ya, ternyata mereka sedang menonton pertandingan tinju di televisi. Kak Mail menaruh sebuah televisi berukuran 14 inch di atas meja yang tinggi. Kantin Kak Mail sebenarnya lumayan luas menjadi terasa sempit. Sedangkan kapasitas terbatas. Kak Mail pantas diacungin jempol karena bisa memenuhi aspirasi nafsu tinju pengunjungnya.

Saking asik dan seriusnya mereka menonton, sampai-sampai tidak mendengar kalau bel tanda  istrirahat sudah berakhir.

“Bel masuk tuh! Bagaimana nih tinjunya belom selesai.” Tekya bertanya kepada Iwan.”Masuk yuuk.”

“Tanggung nih. Nanti kita barengan saja ke atas. Kesempatan Ini jarang terjadi. Yang lain juga belum pada masuk kok..” Keluh Iwan sambil menarik kemeja Tekya.

“Biar disetrapnya bareng. Kita kan kompak.” Ujar Yudo nyegir kuda lumping.

Akhirnya Tekya terpaksa menuruti dan menonton dengan kusyuk.

Bu Tata kaget setengah hidup. Mulutnya sempat menganga lebar, matanya terbelalak setelah mendapatkan kelas begitu sepi. Hanya kelihatan anak-anak cewek yang hadir. Termasuk si Zoel yang gemulai sedang asik bercanda dengan Dora dan Diana.

“Anak laki-laki pada kemana ya?” Ibu Tata bertanya kepada Fatimah.

“Ma-masih pada di kantin Bu. Masak Ibu tidak update berita.” Jawab Fatimah bernada serius.

“Berita apa ya?”

“Mike Tyson berantem sama Larry Holmes.”

“Hah! Apa? Dimana?”

“Tenang Bu. Hanya di teve kok.”

“Aduh! Di sekolah ini kan tempatnya untuk belajar dan menuntut ilmu. Bukan macam-macam. Ayo salah satu dari kalian tolong panggil mereka semua. Suruh mereka masu. Pelajaran akan dimulai. Apa tidak dengar bel tanda masuk ya?” Bunyi bel sekeras itu sampai tidak kedengaran. Pada budeg apa semua. Baru duduk di kelas satu sudah bandel. Cepat cari mereka. Kok masih pada bengong kayak anjing nyolong. Oke? Nanti lapor ke Ibu ya. Ibu mau ke ruang guru sebentar. Ada buku yang ketinggalan.” Setelah berceloteh panjang lebar Ibu Tata mgeloyor pergi.

“Idiihh, marah nih yee,” ledek si Zoel,”Galak sih. Makanya tidak laku. Belum nikah-nikah juga. Siapa yang mau?”

“Huss! Usil banget mulut kamu Zoel. Ketahuan Bu Tata, baru tahu rasa.”Maki Debbie, “ayo kita terusin main hom pim panya.”

“Ayuk!” Seru Zoel.

Apa mau dikata. Nasi telah menjadi humberger! Tahi kambing bulat bulat dimakan jadi obat disimpan jadi zimat. Kelas yang sepi tidak hanya dialami kelas 1.3 saja, akan tetapi hampir semua sampai kelas 1.7. Badai tinju menerjang seluruh kelas. Otomatis menimpa guru-guru juga. Guru di kelas lain yang hendak memulai mengajar bernasib serupa ketika memergoko kelas sepi dan hanya murid cewek  yang setia. Pertandingan tinju mendramatisir keadaan.

“Masak gara-gara tinju sih mereka malas masuk. Mereka lebih mementingkan acara tinju di teve daripada belajar. Generasi macam apa ini? Mau menjadi petinju semua apa? Anak-anak sudah mulai kurang ajar ya. Saya juga suka tinju tapi tidak norak seperti mereka. ” Ucap Pak Mul Mul ketus, sang wali kelas 1.5. Dari nada bicaranya kelihatannya marah besar.

Setelah semua murid sudah kembali ke dalam kelas masing-masing. Termasuk kelas 1.3. Pelajaranpun dimulai. Akibat tinju waktu belajar menjadi molor. Konsekwensinya durasi mengajarpun dibuat panjang oleh para guru. Semua murid menerima dengan pasrah dan lapang dada. Walaupun terbersit kekesalan di hati mereka. Di dalam hati mereka dapat tersenyum puas masih bisa menonton pertandingan Mike Tyson melawan Holmes yang seru itu adalah salah satu duel yang paling ditunggu, kalau tidak salah waktu itu tanggal 22 Januari 1988.. Holmes yang berstatus sebagai mantan juara dunia menghadapi keperkasaan dan keganasan Tyson. Tak lupa promotor terkenal Don King juga hadir. Bermain di salah satu kasino milik Donald Trump, Tyson berhasil mengalahkan Holmes dengan tinju di wajah pada ronde keempat. Mereka tidak akan pernah melupakan peristiwa bersejarah itu.

Di rumah Kak Mail terjadi percakapan dengan istrinya..

“Rezeki tidak kemana-mana, Dik..say…,” hibur Kak Ma’il pada None Milah, istrinya di dapur.

“Alhamdulillah. Banyak duit yang masuk yo Kak?” ucap istrinya Kak Ma’il sedikit kaget, meninggalkan sebentar setrikaan yang lumayan menumpuk. Dikarenakan sudah beberapa hari hujan turun terus. None Milah dengan manja menyenggol tubuh suaminya, sehingga membuat Kak Ma’il nyaris terjengkang. “Bagi dong say…duitnya.”

Buru-buru Kak Ma’il mengembalikan posisi tubuhnya seperti semula. Terlambat sedikit saja pantatnya pasti mencium lantai.

“Hampir saja kamu mencederaiku, Dik. Seperti mau copot jantungku.”

“Maaf ya Kak. Adik tidak sengaja.”

“Nanti adikku sayang. Istriku sayang. Ini gara-gara Mike Tyson! Kantin kita ketiban rezeki ngompol eh nomplok. Laris laris tanjung kimpol.”

“Tunggu kak..Teksun? Siapo itu Kak? Tetanggo kito ya?”

“Bukan. Kamu ini bagaimana? Masak tidak kenal Mike Tyson. Si leher beton. Dia petinju dunia yang terkenal wahai adikku.”

“Jadi dia datang ke kantin kita kak? Asik kantin kita dikunjungi orang terkenal.”Istrinya gembira bukan ilalang eh kepalang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(SERIAL KAMPUS…ING) ANTARA KALKULATOR, MOTOR DAN PARANORMAL

Oleh : Deddy Azwar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Juned duduk blingsatan. Tingkahnya mirip orang ling lung sampai lunglay. Kepalanya yang rada plontos dihiasi seonggok rambut tipisnya nan terurai urai. Jidatnya rada jenong. Dibawah alisnya terbentang matanya nan belok mirip ikan mas koki. Nah sekarang kedua bola matanya berkedaap kedip seraya membelalak. Kadang-kadang pandangannya nanar. Pokoknya kesimpulannya ini hari si Juned layaknya orang sedang kebakaran kumis. Jalan ke sana nabrak tembok jalan ke kiri ketemu jamban. Pas saat kebelet pipis eh dia hendak keluar lewat jendela. Apalagi jendelanya plong tanpa jeruji besi. Mas lewat pintu dong!

Namun tingkahnya yang penuh keganjilan bukannya tidak mengundang perhatian orang disekitarnya. Belum lagi kalau si Juned sedang dilanda kebingungan high level pastilah menimbulkan suara kebisingan di sana sini. Alhasilnya kamarnya tampak porak poranda. Ranjangnya yang terletak disisi jendela sudah bertransmigrasi ke wc. Gerobok alias almarinya bertranformer menjadi jamban…hehe.

Bibik Jennifer, sang pembantu alias ajudannya Bunda Lilik, pemilik kos tempat dimana Juned bermukim, sedari tadi mengamati dan menganalisa apakah gerangan yang sedang terjadi di bilik sempit dan sumpek itu. Bukan lagi mirip kapal pecah tapi sudah seperti planet yang ambruk. Suaranya yang gaduh melebihi di atas ambang kewajaran.  Kebetulan Ibu Lilik sedang pergi ke pasar untuk membeli berbagai keperluan dapur.

“Ada apa Kak Juned?! Sepertinya kehilangan sesuatu. Waduh Kak! Kamarnya rapi ahmad sekalee.” Akhirnya nafsu Bik Jennifer berkobar ingin tahu permasalahan di bilik milik Juned.

“Eh..anu..Bik. Sesuatu yang penting dalam karirku sebagai mahasiswa Bik telah lenyap. Lenyap dengan senyap hingga membuatku….”

“…Pengap.” Tebak Bibik Jennifer ragu-ragu.

“Cetiau untuk bibik yang pintar!” Puji Juned sambil melirik genit si bibik yang molek.

“Kwetiau. Oh kok tahu menu kesukaanku akhir-akhir ini.”

“Bukan kwetiau Bik, tapi cetiau itu artinya sejuta. Chinese language itu.” Protes Juned.

“Ohhh. By the way we we. Kalau boleh tahu apa yang terjadi Kak Juned?”

“Kalkulatorku hilang!”

“Lha Kak Juned sudah punya mobil toh. Kapan saya diajak jalan-jalan? Terus mobilnya parkir dimana?”

“Mobil? Bibik Jennifer kleper..Nggak paham blo’on.”

“Tadi bilang kalburator?”

“Kalkulator Bik! Kalkulator Bik!”

“Hanya kalkulator?? Nyang buat ngitung itu ya. Saya pernah melihat Koh Jongos pakai itu di warungnya.”

“Betul. Tapi jangan menghina begitu. Ini bukan kalkulator sembarangan. Bibik melihat tidak kalkulator saya. Itu hadiah dari Abahku dari hasil panen kebun rambutan milik keluara kami. Kalkultaor saya harganya mahal. Masih jarang di kota ini. Limited edition. Tenaganya dari sinar matahari. Chasingnya dari kulit buaya. Dilengkapi time world, sin cos tangen. Memuat nomor telepon kawan-kawanku pula.

“Dahsyat bener.”

“Makanya…kepalaku sudah berasap nih. Abah pasti marah besar Bik.”

“Boleh saya ikut membantu mencari Kak Juned?” Bibik Jennifer mencoba menawarkan bantuan.

“Bibik sedang sibuk tidak?”

“Tidak kok. Saya sudah beres menjemur pakaian.”

Sekejap kemudian Juned dan Bibik Jennifer terlibat pencarian mesin kalkulkator di bilik sempit itu. Bergumul dengan penuh keringat. Berguling guling dengan desahan nafas kecapaian. Apa daya, kalkulator tetap belum diketemukan.

Jam 10 pagi Juned sudah duduk terpekur di kursi perpustakaan. Segera dia mengeluarkan buku cetak pembukuan atau akuntansi. Lalu dia mengeluarkan lembaran ukuran F4 yang bergaris-garis. Rupanya remaja ini hendak mengerjakan PR akuntansi. Dan ajaibnya PR kali ini ternyata banyak hitungannya. Tentunya paling tidak memerlukan alat hitung. Tidak perlu canggih. Bisa dipencet langsung keluar hasilnya. Kalkulator atau sempoa.

Juned berhasrat sekali ingin menuntaskan pekerjaan rumah tersebut. Seharusnya dari kemaren itu PR sudah beres. Akan tetapi karena kehilangan kalkulator kesayangannya semuanya jadi mumet dan ribet. Mestinya dia sudah bisa duduk duduk santai di perpustakaan sambil cuci mata. Tapi apa yang terjadi sekarang? Semuanya berantakan. Suasana seperti yang tidak diinginkan Juned. Menyebalkan!

30 menit mata kuliah Akuntansi akan dimulai. Sialnya ada beberapa soal belum ada jawabannya, karena ada hitung-hitungannya. Saat ini Juned sibuk mencari teman kuliahnya yang lain. Siapa tahu bisa dipinjamin kalkulator. Di benak Juned sudah terbayang rumus apa yang digunakan untuk menyelesaikannya solusi soal tersebut. Menurutnya soal-soal itu gampil alias mudah. Hanya kendalanya pada kalkulator doang.

Umumnya banyak orang sangat begitu tergantung dengan mesin kalkulator dari Jepang itu. Alasannya Cuma satu saja yaitu tidak mau repot dan pusing dalam berhitung sehingga otaknya jarang dipakai dan dibiarkan berkarat. Kebanyakan orang ingin serba praktis dan instant.

Padahal manusia dianuegrahkan oleh Sang Pencipta akal untuk berpikir. Termasuk untuk menjawab dan mencari jalan keluar soal matematika. Menyerah sebelum mencoba tidaklah baik. Juned juga begitu. Juned sudah dimanja oleh keadaan. Sejujurnya soal akuntansi yang sedang dibingungkannya tidaklah sulit amat.

Di tengah kebengongan, Juned akhirnya dapat juga berpekik gembira. Bibirnya mengembang senyum. Dari kejauhan dia melihat Tekya hendak melangkah memasuki gedung perpustakaan. Pucuk teh dipetik nasi ulampun tiba. Gayungpun disambit. Juned pun berlari kecil menyambut kedatangan Tekya. Sang teman sejati. Khusus untuk hari itu.

“Eh apa-apan nih Juned. Sudah tidak usah pakai peluk-pelukan. Memang kita berpacaran.” Tekya menangkis belaian tangan Juned yang ingin bergelayutan di pundaknya. Siomay amat deh.

“Oh Tekya kamulah sang penyelamatku pagi ini.” Sambut Juned sambil menari-nari humba humbala berputar-putar. “Pinjamkan aku kalkulatormu barang sekejap.”

“Buat apa?”

“PR akuntasi wak dung!” Hitungannya susah tahu!”

“Alah, kamu saja yang malas. Pakai ini dong. Mikirr.”

“Kamu sudah beres belum?”

“Sudah dari seminggu yang lalu.”

“Dasar! PR-nya baru dikasih kemaren lusa oleh dosen bro. Seminggu yang lalu itu mata kuliah apa? Ilmu hitam?”

“Mata kuliah Ampun Hansip (akuntansi). Hehe…”

“Sini pinjam. Ayo buruan nih sebentar lagi masuk.”

“Udah nggak perlu pakai kalkulator. Pakai otak dong. Dikasih Tuhan buat dipakai bukan dianggurin.”

“Ya sudah. Aku pinjam PR kamu aja. Sudah mepet nih.”

“Ini kalkulatornya Jun.”

“Tidak jadi. Buang aja. Aku mau pakai otakku.”

“Sontoloyo!” Pakai otak atau nyalin punya orang.”

Pelajaran Ampun Hansip (plesetan untuk akuntansi) pun selesai. Junedpun bernafas lega. Beberapa detik kemudian terbayang lagi akan kalkulatornya yang lenyap entah kemana. Membawa memorinya terbang ke awan. Teringat kembali kala Abahnya menghadiahkan kalkulator cantik berfeatures lengkap itu kepadanya. Saat itu di luar hujan gerimis. Angin bertiup semilir. Abah memberikan barang tersebut dengan harapan Juned akan meneruskan kelangsungan bisnis jual kain yang telah dirintisnya beberapa puluh tahun silam. Tampuk usaha dagang akan diestafetkan ke anak bungsunya itu kelak. Juned tidak berniat menolak dan mengecewakan Abahnya. Tapi dalam hati kecil yang paling dalam Juned bercita-cita menjadi orang kantoran. Paling tidak sesuai dengan jurusannya sekarang yaitu sekor  perbankan.

“Kalkulatormu yang keren itu kemana?” Ollan membuyarkan lamunan Juned. Kepalanya ditundukkan dalam lipatan kakinya yang menjongkok.

Juned tidak segera menjawab. Matanya menerawang. Pandangannya nanar. Ingin rasanya dia menitikkan air matanya, tapi takut dicap cengeng, kalau ingat nilai historisnya.

“Hilang…” Hanya kata itu yang sempat diucapkakn setelah mengerahkan seluruh tenaganya yang dilanda kelesuan.

“Serius Jun. Waduh, itu kan kalkulator bagus. Barang yang selalu kamu bawa ke tempat tidur dan selalu kamu cium kan?”

“Iya Lan. Barang itu berguna banget. Melebihi segalanya…”

“Walahh…Berlebihan deh.”

“Kapan hilangnya?”

“Aku lupa-lupa ingat. Kayaknya pas waktu ulangan statistis. Waktu itu kejadiannya malam hari. Ingat nggak kita tesnya menjelang Isya. Selesai aku beresin semua perlengkapan. Perasaanku sduah nggak ada yang tertinggal. Semua sudah tumplek di dalam tasku.”

“Ingat ingat dulu apakah kamu meminjamkan kepada seseorang.”

“Nah, aku tidak ingat.”

Tiba-tiba Ollan membisikkan sesuatu di telinga Juned hingga membuatnya ternganga. “Apa? Ke dukun?”

“Hus! Jangan kencang-kencang dong.”

“Zaman sekarang kok percaya dukun sih Lan.”

“Ollan Ollan. Yang hilangkan kalkulatorku. Bukan aku mau meletin cewek. Apalagi pake guna-guna. Hii ngeri. Di dalam agamaku dilarang tahu!?”

“Bukan dukun Juned. Paranormal. Beda. Dia bisa apa yang akan terjadi dengan melihat mata bathin. Nanti saya antarkan kesana?”

“Aduh nanti syaratnya macam-macam lagi. Duitku tidak banyak.”

“Itu urusan nanti. Dia itu guru spritual Bapakku. Namanya Uwak Gerry.”

“Hari Sabtu.”

“Deal. Oke kita kesana naik apa?”

“Naik motor kaulah bang. Punyaku ada di Tanjung Enim. Bensin aku yang tanggung.”

“Naik motor?! Capek tahu.”

“Lantas naik helikopter?”

“Naik Hardtop aku aja. Tempatnya agak jauh di pinggiran kota.”

“Waduh. Nginap dong?”

“Nggak usah. Gimana kalo kita ajak gang kita. Hitung-hitung jalan-jalan.”

“Deal.”

(bersambung)

JOKE DR IKE (SIT UP COMEDY) HUMOR DARI EMAIL PART 2

IMG_20120429_174634

ANDA ORANG CERDAS DAN TELITI???

Berikut ini terdapat 10 buah pertanyaan. Anda harus bisa menjawabnya dalam jangka waktu 5 menit. Jangan melihat jawaban yang telah tersedian terlebih dahulu. Jika tetap NEKAT, artinya anda telah berlaku CURANG! Tulis setiap jawaban yang anda berikan baru kemudian bandingkan hasilnya.

SOAL:
1.  Beberapa bulan memiliki 30 hari, beberapa memiliki 31 hari. Ada berapa      bulan yang memiliki 28 hari?
2.   Jika dokter memberikan 3 buah pil dan menyarankan anda untuk mengkonsumsi satu pil dengan jarak waktu setengah jam,          berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menghabiskan seluruh pil tersebut?
3.  Anda setiap malam berangkat tidur pukul 20.00, memutar weker ke angka 09.00 pagi. Berapa lama waktu yang digunakan          anda untuk tidur sebelum akhirnya terbangun oleh bunyi alarm?
4.  Bagilah 30 buah menjadi dua kemudian tambahkan 10. Berapa yang anda dapatkan?
5.   Seorang gembala memiliki 17 kambing. Semuanya meninggal kecuali 9 ekor pada akhirnya meninggal. Berapa jumlah kambing      yang masih hidup?
6.  Anda baru saja menggenggam sebuah korek api lalu memasuki ruangan yang dingin dan gelap. Dalam ruangan tersebut              terdapat pemanas minyak dan sebatang lilin. Benda yang mana yang akan anda nyalakan terlebih dahulu?
7.  Seorang pria membangun rumah dengan konstruksi empat persegi panjang. masing-masing dari keempat sisinya menghadap      ke selatan. Seekor beruang besar menghampiri anda. Apa warna beruang tersebut?
8.   Ambil 2 buah apel dari kelompok 3 buah apel. Apa yang anda pegang?
9.   Berapa banyak binatang dari setiap species yang dibawa Musa ke bahteranya?
10. Anda mengendarai sebuah bus dengan 43 penumpang yang berangkat dari Surabaya dan berhenti di Semarang untuk                   mengangkut 7 penumpang dan menurunkan 5 penumpang, kemudian di Cirebon menurunkan 8 penumpang dan menaikkan 4      penumpang. Sekitar 20 jam kemudian barulah bus tersebut sampai Jakarta. Siapa nama supir bus tersebut?

JAWABAN:
1.  12, karena semua bulan memiliki 28 hari.
2.  Satu jam. Jika anda mengkonsumsi obat tersebut pukul 01.00, pil yang lain pukul 01.30 dan yang terakhir tepat pukul                  02.00, berarti seluruh pil habis dalam jangka waktu satu jam.
3.  Satu jam. Jam weker anda tidak bisa membedakan antara pukul 09.00 pagi dan pukul 09.00 malam.
4.  70, Membaginya menjadi dua membuat jumlahnya dua kali lipat.
5.  9 ekor kambing yang masih hidup.
6.  Korek api. Anda tidak mungkin menyalakan yang lain tanpa korek api bukan?
7.  Putih. Jika seluruh dindingnya menghadap ke selatan, rumah tersebut pasti berada di kutub utara.
8.  Dua buah apel. Ada tiga buah apel, anda mengambil dua diantaranya, jadi apa yang anda pegang kalau bukan dua buah apel.
9.  Tidak ada. Yang pergi naik bahtera Nabi Nuh, bukan Nabi Musa.
10. Anda supirnya, sudah lupa?

NILAI
Nilai di bawah menandakan bahwa tingkat kecerdasan anda setara dengan apa yang digambarkan di bawah ini.
10  Anda benar-benar jenius
Anda seorang peneliti
8  Anda seorang Insinyur
 7  Anda seorang siswa SMU
Anda seorang siswa SLTP
Anda seorang siswa SD
Anda seorang guru
 3  Anda seorang dosen sebuah akademi
 2  Anda seorang dosen universitas
Anda seorang anggota ibu-ibu arisan

SECERDAS SIAPAKAH ANDA??????

 

 

Pesan dari bapak

 

Suatu hari seorang bisnis man terkenal,sebutlah namanya Pak Joni, akan berbisnis keluar negeri, sehingga meninggalkan keluarganya untuk waktu yang agak lama.

“Hati-hati yach pa, lagi musim ujan!”, kata istrinya. Lalu pak Joni pun segera berangkat.
Beberapa bulan kemudian, pak Joni pulang dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat istrinya sedang hamil.

Belum sempat ia berbicara, istrinya sudah langsung membentak.

Istri : “Papaaa…!”
“Papa pesan apa sama mang udin sebelum berangkat!”
Pak Joni : “Eng…eh…anu.. apa yach?”
Istri : “Mang Udin dah berani kurang ajar, kalo lagi hujan!” “Katanya, semuanya pesan dari bapak!”
Pak Joni : “Pesan apa? yang mana?
Istri : “Mang Udiiiin… sini cepat!”
Mang Udin : “Ya Nyah.! Ada apa?”
(..bingung..)
Istri : “Mang Udin dipesen apa sama bapak?”
Mang Udin : “Anu Nyah! kata bapak, kalo hujan roknya ibu diangkat, trus burungnya dimasukin!”
Bapak Istri : “?!?!?!?!?!”
———————————————————————–

 

Mati Dhewe
Seorang istri asal Jawa, kehilangan suami (dari Sunda) yang mendadak meninggal karena sakit. Pada saat disemayamkan dirumahnya si istri sambil menangis tersedu mengeluh :

“Aduh akang kok tega meninggalkan saya. Terpaksa sekarang saya mau belanja dewe mau makan dewe, mau pergi dewe” Sang mertua yang kebetulan duduk disebelahnya menggumam :

“Pantes saja anak gua mati, abis mau belanja minta diewe, mau makan minta diewe, mau pergi juga minta diewe.”

Si mantu : “?????????????”
————————————————————————–

 

 

 

  1. Orang Medan Kehausan di Malioboro
    Pada waktu musim liburan yang lalu Si Tobing anak SMA I Medan study tour ke Jogja. Setelah sampai di Malioboro pada jam 10.00 si Tobing jalan dari Malioboro hingga Keraton Jogja yang jaraknya lumayan jauh pada waktu itu udara jogja cukup panas karena kehausan diterpa terik matahari mampirlah si Tobing kewarung penjual es sambil mengelap keringat.

    “Minta es Bu,” Kata si tobing dengan dialek medan yang kental.

    “Mboten wonten den !” jawab si ibu dg logat jogja yang halus
    “Tak apalah tak pakai SANTAN” kata si Tobing lagi si ibu bilang lagi:
    “Sampun telas den” si Tobing menjawab lagi
    “Tak apalah bu tak pakai GELAS pakai mangkokpun jadilah”
    Sangking bingung & kesalnya si ibu ngomong : “Sampeyan niku EDAN nggih mas?” dijawab lagi sama si Tobing dengan gembiranya,
    “Waah hebat benar ibu ini bisa tahu saya dari MEDAN.”
    ————————————————————————

 

  1. Mimpi Nonton Bioskop
    Ada dua sahabat karib yang pada waktu yang bersamaan bermimpi
    Si A : “Aku tadi malam bermimpi nonton bioskop filmnya sangat bagus”
    SI B : “Itu belum seberapa aku tadi malam mimpi didatangi Bella Saphira dia makai baju yang sangat minim sekali”
    Si A : “Haaa??”
    Si B : “Belum 5 menit eh datang lagi Dian Sastro dia malah lebih heboh lagi, pakai pakaian renang dia langsung duduk didekat ku”
    Si A : “Kamu curang gak ngajak aku”
    Si B : “Aku si udah telpon kamu kata ibumu kamu nonton bioskop”
    Si a : “Oooh iya aku lupa…”
    ———————————————————————-

 

  1. Krim Pembersih Wajah
    Si Itong dengan penuh rasa ingin tahu mengamati ibunya yang sedang memoleskan krem pembersih ke wajahnya.

    “Kenapa sih…..Ibu selalu mengoleskan itu di wajah?”, tanya Itong.
    “Supaya Ibu cantik,” jawab si ibu.

    Tak berapa lama kemudian. ibu si Itong mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel di wajahnya.

    “Lho kok dihapus?….. Putus asa ya….?” tanya Itong.

 

 

Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com – Register online to vote today!

===================================================
GUYOK-YOOK : PENGHARUM MULUT TANPA PERLU GOSOK GIGI
Alami dan Tanpa bahan pengawet. Aman bagi ibu hamil
Jika mulut masih bau ya kumur2 donk, masa ngupil…
===================================================
Dijual bebas tanpa surat dokter apalagi surat tilang
NO PROFIT, NO CHATTING, NO SPAM, NO SARA, NO CERAI,
NO TERORIST, NO ALCOHOL, NO STALGIA SMAAA… KITAAA..
===================================================
Mo Nyengir?
kirim email kosong ke
guyon-yook-subscribe@yahoogroups.com

Udah gabung tapi kagak terima email lagi..
Itu namanya bouncing..idih norak deh lu.

Supaya Email Kagak Dieleminasi ?
postingan maks. 200kb, rapi dan udah disisir,
masih fresh dari oven, kagak basi apalagi udah bau jempol,
100 persen guyon/joke/humor/banyolan/lelucuan/hahaha/hihihi,

Tanggapan maks. 2 email/subject, emangnya berbalas pantun..
jangan dibiasa’in nyontek tetangga, malu ah ama puser,
dan paling penting, rajin kirim cemilan buat Godfather sama Oom moddy

 

Kesepakatan Pada Waktu Pernikahan

 

Pada saat latihan untuk mempersiapkan suatu pernikahan, calon pengantin pria mendekati Pastor dan merayunya dengan tawaran yang aneh,

 

“Aku akan menyumbang 100 ribu jika kamu berjanji untuk mengubah sumpah perkawinan. Aku mohon bagian dimana aku harus berjanji untuk sehidup semati dalam susah maupun senang sampai maut memisahkan kita dihilangkan saja.”

 

Kemudian Calon Pengantin Pria itu memberikan 100 ribu rupiah dan pergi dengan wajah puas.

 

Inilah hari pernikahan itu….

 

Pengantin pria dan pengantin wanita akan memasuki bagian sumpah perkawinan, dimana sumpah itu telah diubah kata-katanya. Pada saat giliran pengantin pria mengucapkan sumpahnya, Sang Pastor menatap mata pengantin pria itu dan bertanya kepadanya,

 

“Apakah kamu berjanji untuk selalu mengutamakan istrimu, mematuhi seluruh perintah dan permintaannya, menyiapkan sarapan paginya setiap hari, dan bersumpah demi nama Tuhan bahwa kamu akan mencintainya serta tidak akan pernah berpaling pada wanita lain selama hidupmu?”

 

Pengantin pria itu menelan ludah, melihat sekelilingnya, dan akhirnya menjawab dengan suara yang amat kecil, “Ya.”

 

Setelah upacara selesai, pengantin pria mendekati Pastor tersebut dan berbisik padanya,

“Kita sudah membuat kesepakatan!”

Sang Pastor memasukkan uang 100 ribu ke kantong pengantin pria itu, dan berbisik padanya

“Istrimu memberikan tawaran yang jauh lebih baik…” ____________________________________________________________

 

Gigi Suamiku

 

Pada suatu sore seorang nyonya datang ke tempat praktek dokter gigi………

 

Nyonya : “Selamat sore dok !!!”

Dokter : “Sore ada yang bisa saya bantu?”

 

Sambil naik ke tempat tidur nyonya tersebut mengangkangkan kakinya… dokter itu terkejut dan berkata…

 

Dokter : “Maaf nyonya saya dokter gigi bukan dokter kelamin…” Nyonya : “Saya tahu lagi pula saya tidak bermasalah dengan kelamin saya…” Dokter : “Lalu mengapa nyonya mengangkang?” nyonya : “Saya ingin dokter mencabut gigi suami saya yang nyangkut di alat kelamin saya…” Dokter : “@#^*@%#&*?????? ______________________________________________________________

 

Membahas yang Barusan Digilir Tadi Malam

 

4 cowok membahas seorang perek yang semalam mereka gilir:

Si A : “HUH GAK ENAK!”

Si B : “HUH GA BRASA!”

Si C : “HUH, ENAKAN BINI GUE!!”

Si D : “Iya Enakan Bini Loe !”

Si C : “????” ____________________________________________________________

 

Kenapa setiap manusia punya garis tangan?

 

Berawal dari dua orang sahabat yang bernama Joni dan Heru, mereka lagi pada bengong di teras rumah si Joni. Dan tiba-tiba si Heru melontarkan pertanyaan kepada joni yg sedikit ngelamun. Heru : “Jon, tahukah kamu kenapa setiap manusia lahir pasti memiliki garis tangan?” Joni : “Itu seh semua orang tahu kalo itu dari sana-nya (dari TUHAN.YME)!!” ( Joni menjawab sembari senyum sinis ) Heru : “Jawaban mu salahhh..!! bukan itu maksudku..” Joni : “Lantas apa yang kamu maksud?” (keluh Joni sambil nada kesal) Heru : “Karena waktu manusia di lahirkan oleh Ibunya mereka takut jatuh nyerosot jadi.. si bayi pegangan ‘Rambut rahim Ibunya’ dan membekaslah tangan si bayi karena rambut itu..!!” Joni : !@^!&%@^!$#^ __________________________________________________________________

 

Mencelupkan Jari ke ‘Kolam’ Istri

 

Sepasang suami istri yang baru saja menikah tengah berbaring. Sang istri telah bersiap-siap untuk tidur sedangkan suaminya menyalakan lampu baca untuk membaca sebuah buku.

 

Pada saat tengah membaca tersebut, si suami berhenti sejenak, memasukkan tangannya ke dalam celana isterinya dan meraba-raba ‘kolam’ istrinya tersebut. Lantas ia meneruskan bacaannya. Ia kembali melakukan hal ini berkali-kali sehingga lama kelamaan isterinya menjadi terangsang. Tak lama kemudian, istrinya bangun, duduk pada badan suaminya serta mulai membuka baju dan celananya.

 

Suaminya menjadi heran dengan perbuatan isterinya ini dan bertanya, “Apa-apaan ini? Kok lepas baju segala sih?

 

Jawab istrinya, “Kamu memasukkan jarimu berkali-kali. Aku pikir itu adalah pemanasan dan kau ingin ‘mengajakku’ malam ini”

 

“Ah, nggak sama sekali kok!”, jawab suaminya.

 

“Lantas, kenapa kau melakukan itu terus menerus?”

 

“Aku cuma membasahkan jariku agar bisa membalik halaman pada buku yang sedang aku baca ini”

 

“Kurang azaaarrr ….. !!!”

 

————————————————————————————————————

Homo menyatakan cinta.

 

Di suatu komplek perumahan di kawasan Menteng ada seorang homo yang bernama Alex. Suatu hari tiba-tiba dia melihat seorang cowok yang ganteng abis dan pindah tepat disebelah rumahnya. “Woww….ganteng benerrr tuh lekong…akika mawar doongg!”, kata si Alex dalam hati. Alex kesenangan bangeet dia punya tetangga ganteng. Keesokan harinya alex terus perhatiin tuh cowok dan dia semakin jatuh cinta. Tapi dia tidak tahu bagaimana menyatakannya. Selidik demi selidik ternyata tuh cowok seorang dokter. “Wah…kesempatan nih untuk kenalan sama tuh cowok”, pikir si Alex. Alex kemudian pergi ke tetangganya itu dan mengetok pintu.. tok..tok..tok dan kemudian si dokter membukakan pintu. Alex : “Hallo dok, nama saya Alex dan saya tinggal disebelah dokter”. Dokter : “Oh..ya..silakan masuk.. eh…..” dan si Alex langsung memotong Alex : ” dok..dok saya kok tiap malam susah tidur ya….dan kadang-kadang merasa agak pusing, tolong periksa dong dok.” sambil menarik tangannya si dokter. Dokter : “Ya..ya…coba buka mulutnya dan saya periksa” Alex : “buka baju ya..dok agar enak periksanya” Dokter : nggak perlu……saya cukup periksa saja dari luar” Dan akhirnya sih dokter hanya memberikan vitamin ke Alex. Alex sangat kecewa dan dia merasa dokter kurang kasih “angin ke dia. Besoknya si Alex balik ke dokter itu dan berkata :” dok kok tambah parah ya… dan saya semakin nggak bisa tidur”. “Wah…kalau begitu coba kamu naik ke ranjang dan saya akan periksa”, kata dokter. Langsung aja si alex buka baju dan naik keranjang kesenangan. Lalu dokter periksa dia dengan cepat, namun Alex minta diperiksa lagi. “Dok yang di dada dan perut belum periksa dan minta disuntik ya dok…!” sambil membuka celananya. “Ngga..nggak usah disuntik, nanti saya tambahkan dosis vitamin dan obat tidurnya.” “Wah dokternya agak kurang kasih “lampu hijau” lagi nih…kurang asem…terpaksa deh gue pakai jurus terakhir gue” kata Alex. Besokannya Alex datang lagi kerumah dokter itu. Alex : ” Dok..saya mau jujur aja deh ke dokter…eh..eh..sebe..nar..nya saya Ambien dok…(penyakit pada lubang pantat)” Dokter :” oh..ya kalo begitu coba kamu buka celana kamu dan nungging diatas ranjang ya…” Wah…Alex kesenangan abis, langsung aja dia naik ke ranjang sambil menahan sakit (seakan-akan benaran sih Alex sakit Ambien) Si dokter ambil senter dan pakai sarung tangan untuk melihat lubang pantatnya si Alex. Dokter : “Wah..ada apa tuh di pantat kamu kok …ada yang merah2, panjang dan berduri-duri..ih..h…” Alex :” Oh..ya dok..toloooung dikeluarkan dok….” Dokter :” Saya tarik ya kalo sakit bilang ya….” Alex :”Aduh…..e.na….k….ehhh….sakit deh…….” Dokter itu langsung tarik …wu..uuuuusssss , ternyata setangkai bunga mawar merah Dokter :” HAAAAHHHHHHHH…. *** : = (((( Alex : ” Eih….hi..hi.. itu buat dokter…” Dokter : ?????????*$@##&*$#!!!!!!!!

 

 

 

 

IMG_20130625_230036

JOKE DOKTER IKE (WALKUP COMEDY) HUMOR DALAM EMAIL

Monk

Ini yang buat negara kita ga maju maju.

 

Bertahun-tahun, saya heran kenapa sih Indonesia “Tidak maju-maju” meski

sudah merdeka 54 tahun. Tapi .. sekarang … saya sudah tahu alasannya….

 

Berdasarkan data statistik:

  1. Jumlah penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta diantaranya adalah
  • para pensiunan. Jadi yang kerja cuma 133 juta.

 

  1. Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta.
  • Jadi tinggal 48 juta orang yang kerja.

 

  1. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri ada 29 juta. Jadi
  • tinggal 19 juta yang kerja.

 

  1. Ada 4 juta yang jadi ABRI dan polisi. Jadi tinggal 15 juta yang kerja.

 

  1. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen2 jumlahnya
  • 14,800,000. Jadi sisanya tinggal 200,000.

 

  1. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 188,000.

 

  • Jadi sisa 12,000 orang saja yang kerja.

 

  1. Ada 11,998 orang yang dipenjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang
  • masih bisa kerja. Siapa mereka ???

 

Yaa… tentu saja SAYA dan ANDA !

Tapi kan…ANDA kan lagi baca email mulu…

Jadi tinggal SAYA SENDIRI YANG KERJA!!!!!!!

Pantes aja Indonesia kaga maju-maju………….

AYO KERJA….!!!!

 

 

DITANYA BALIK NANYA
Satu hari Nasruddin ditanyai tetangganya. Tetangga: “Hai Nasruddin, mengapa kalau kamu ditanya malahan balikbertanya? ” Nasruddin: “Apa iya sih?”
SAPA YANG GILA

Di sebelah pak Guru SD ada seorang gila namanya Bejo. Kelakuannya aneh-aneh… memang dasar gila! Beberapa hari ini dia sibuk dengan
kegiatan barunya. Sebongkah batu yang pipih dia tanam di depan rumahnya.
Tak lupa dia kasih pupuk di sekitarnya. Pagi dan sore Si Bejo rajin menyiram tanaman batunya. Pada suatu hari ketika Pak Guru SD lewat akan mengajar . Pak guru tanya ke Si Bejo ” sudah tumbuh tanamannya jo? “Jawab bejo ” kamu sudah gila apa ? batu kok bisa tumbuh ”
SATU PERSATU

Di sebuah Mall yang ramai ada salah satu alat pengukur berat badan yang cukup terkenal. Hanya dengan membayar Rp 500,- kita akan diberi tau berapa berat badan kita oleh program komputer. Seorang cewek dan temannya mencoba di tengah keramaian penonton. Setelah mememasukkan uang Rp 500, mesin komputer menjawab: “47 kg!”
Cewek kedua mencoba untuk menimbang, dan mesin komputer menjawab: “52 kg!” Setelah beberapa menit datang seorang ibu yang cukup sehat dan subur mencoba ikut menimbang dirinya di mesin itu. Setelah memasukkan uang Rp 500,- mesin komputer mengeluarkan jawaban: “Tolong satu persatu, jangan rame-rame!”
JENIS PENYESALAN

1. Penyesalan 1 jam
Salah naik angkot. (Kesasar gak tao kemana)
2. Penyesalan 1 hari
Salah masak. (Contohnya : nasi sudah menjadi bubur… AYAM.)
3. Penyesalan 1 minggu
Salah makan. (Keracunan sampai masuk rumah sakit, tapi minggu depan sudah sehat kembali seperti dahulu kala.)
4. Penyesalan 1 bulan
Salah potong rambut. (Satu bulan kemudian sudah panjang kembali.)
5. Penyesalan 1 tahun
Tidak naik kelas. (Malunya setaun bo!)
6. Penyesalan seumur hidup
Salah kawin. (Ada komentar? Coba saja anda praktekkan! misal: salah kawin ama kuda … hehehehe …..)
SYUKURLAH

Waktu gue baru dua hari kerja disebuah perusahaan asing, gue sempat
menelpon ke bagian dapur sambil berteriak, “Ambilkan gue kopi… cepat!.”
Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. “Hei bodoh… kamu salah pencet extention? Kamu tahu dg siapa kamu bicara?”
“Tidak…” gue nyahut. “Saya Direktur Utama disini, dasar idiot. Saya pecat kamu nanti!” Nggak kalah gertak dan kalah teriak gue balas
menyahut, “Dan Bapak tahu siapa saya?.”
“Tidak.” jawab Boss gue itu. “Syukurlah kalau gitu” sahut gue cuek sambil menutup telepon.
MAAF TULISAN NENEK JELEK

Di sebuah kantor pos seorang nenek ingin mengirim surat kepada cucunya.
Karena ia lupa membawa kacamata, akhirnya ia meminta tolong seorang petugas di loket kantor pos untuk membantunya.
Nenek berkata, “Bisakah anda membantu menuliskan alamat pada amplop ini?”. Setelah petugas loket menuliskan alamatnya, nenek itu berkata lagi, “Bisakah anda membantu menuliskan suratnya ?”
Setelah menuliskan surat itu dengan penuh ketulusan dan sukacita, bertanyalah sang petugas kantor pos kepada si nenek, “Apa lagi yang bisa saya bantu, Nek?” Kemudian nenek berkata, “Tolong tambahkan di bawah suratnya, NB: Maaf, tulisannya jelek.
HUNI DAN HULI

Dalam sebuah kereta, seorang wanita menceritakan liburannya di San Jose kepada pria yang duduk di sebelahnya.
Pria : “Anda salah mengucapkan nama kotanya. Di California, huruf J
dibaca H, jadi bukan San Jose tetapi San Ho-say. Ngomong-ngomong kapan sih Anda berlibur ke San Ho-say?”
Wanita : “…bulan Huni dan Huli.”
Sudah sembuh

Kakek      : “Udah dibilangin ama Pak Ustad bahwa kakek sekarang udah sembuh!”
Cucu        : “Sudah Kek!”
Kakek      : “Bilangnya gimana ???”
Cucu        : “Pak Ustad , Tahlil-annya ‘ga jadi !!!!”

Burung

“Berapa harga burung ini, Bang ?” Kata seorang lelaki kepada penjual Burung.
“Tuh…yang lagi nyanyi harganya 1 Juta kalo yang lagi diem harganya 2
juta” Kata Penjual. ” Loh koq, gimana si Abang ini, masa burung yang diem gitu harganya lebih mahal dari yang nyanyi ?” (Keheranan)
” Jangan salah….yang lagi diem itu pencipta lagu-nya !!!!”

 

 

 

Hati-hati memberi nama ada anak

Wacana Baru buat yang sudah menikah dan berencana memiliki anak !
JANGAN SEMBARANGAN KASIH NAMA
Kalau kasih nama anak, jangan sembarangan sebab nantinya bisa membuat masalah bagi sang anak! Nama-nama anak laki seperti disebut di bawah ini sebaiknya dihindari: Dicky, Diman, Dipo, Didi, Dimas, Dicker, atau Dino, dll.
Sedangkan kalau punya anak perempuan, jangan diberi nama ataupun panggilan seperti : Ditta, Dian, atau Ditty, dll.
Mengapa?
Dari pengalaman di sebuah perusahaan kontraktor bangunan, orang-orang dengan nama seperti di atas mengalami nasib apes. Selain jabatannya seadanya, namanya pun ditambah-tambahi oleh divisi personalia sehingga menjadi tampak sesuai dengan jabatannya. Namun, nama baru dengan tambahan itu sungguh memalukan.
Simaklah….

DAFTAR KARYAWAN PT DISSEL LIPIN

  1. Sopir: Bpk. Dicky Bullin
    2. Montir Lapangan: Bpk. Diman Fa’atin
    3. Sekretaris: Ny. Dina Ikin
    4. Kasir Kantor Pusat: Bpk. Dipo Rottin (waktu masih bayi orangtuanya memberi nama: Dipo Pokkin)
    5. Cleaning Service I: Sdr. Dicker Jain
    6. Cleaning Service II: Sdr. Dibo Ongin
    7. Security: Sertu (Purn) Dipo Tongin
    8. Waker Malam: Kopda (Purn) Didi Amin
    9. Kasir Lapangan: Sdr. Dimas Sukin
    10. Kurir Luar Kota: Sdr. Dicky Rimin
    11. Penjaga Gudang: Bpk. Dicky Rain
    12. Kepala Seksi Catering: Ny. Ditta Ngisin
    13. Siswi Magang Bagian Catering: Nn. Ditty Durin
    14. Asisten Catering: Nn. Ditta Nyain
    15. Asisten Purchasing Lapangan: Nn.Ditta Bokin
    16. Asisten Urusan Supply: Sdr. Dino Dain
    17. Clerk Personalia Lapangan: Ny.Dian Cemin
    18. Siswi Magang Bagian Admin: Nn.Dian Tarrin
    19. Siswi Magang Bagian Akunting:Nn. Dian Nuin

    Ttd.
    Drs. Sukana Kalin
    Kabag Personalia

Ada bocoran pertauran kerja dari Depnaker, dikekuarkan bulan Mei 2004. Mudah2an bermanfaat.

Berikut adalah beberapa peraturan baru yang telah dikeluarkan oleh Depnaker Republik Indonesia

Tata Tertib Kerja – Perusahaan Swasta di Indonesia

Pakaian Kerja :
Anda disarankan untuk berpakaian sesuai dengan gaji yang diterima. Bila kami melihat anda
berpakaian mewah, membawa tas aigner seharga 2 jt atau sepatu guci senilai 3jt, maka kami anggap
anda hidup berkecukupan dengan gaji anda karenanya anda tidak akan menerima kenaikan gaji sampai anda
kelihatan melarat lagi.

Hal Absensi / Izin / Sakit :
Kami tidak lagi menerima surat keterangan sakit dari dokter sebagai bukti bahwa anda sakit, Kalau
anda mampu mengunjungi dokter maka kami menilai anda juga mampu bekerja.

Hak Cuti Berduka / Keluarga Meninggal :
Anda tidak boleh men ggunakan ini sebagai alasan cuti. Gunakan jadwal penguburan pada sore / malam
hari agar tidak mengganggu aktivitas kerja.

Pengecualian……peraturan ini tidak berlaku jika yang meninggal adalah karyawan ybs sendiri. Akan
tetapi harus dengan pemberitahuan dua minggu sebelumnya karena anda harus mentrainer karyawan
baru sebagai pengganti anda.

Jam Makan Siang :
Karyawan yang kurusan mendapatkan istirahat makan siang selama satu jam. Dengan perhitungan karena
karyawan perlu makanan untuk menambah daya tahan tubuh mereka selama 30 menit, lalu istirahat
selama 30 menit agar makanan yang mereka makan dapat dicerna.
Untuk karyawan yang gemukan jam istirahat hanya diberikan selama 5 menit. Karena mereka hanya
butuh waktu lima menit untuk meminum Vegeta dan obat pelangsing.

Demikian peraturan dari depnaker ini dikeluarkan.
Mohon agar bisa ditaati.

TUTUT YANG KECEWA DENGAN NAMANYA

Dahulu rakyat  Aceh pernah ingin memberi gelar pada Tutut. Dia diundang ke
Aceh untuk  menerima gelar tersebut. Namun saat upacara berlangsung Tutut
tidak mau  menerima gelar tersebut dan langsung cabut pulang. Usut punya usut
ternyata  gelar wanita untuk wanita Aceh adalah Cut Nya… dan gelar buat
Tutut adalah  Cut Nya-Tut.

Tutut yang kecewa berat berusaha menghubungi suaminya dan  diterima oleh
sekretaris Rukmana via telpon.
“Halo, bisa bicara dengan Pak  Rukmana? tanya Tutut.
“Dari siapa?” tanya sang sekretaris.
“Istrinya….”  jawab Tutut.
“Oh tunggu sebentar Bu-Ruk” minta sang sekretaris, dan langsung  Tutut
menutup telpon.

Tutut kembali kecewa. Ia pun langsung  menghubungi Bina Graha.
“Selamat siang bisa bicara dengan pak Presiden?”  tanyanya lewat telpon.
“Dari siapa Bu?’ tanya sang ajudan.
“Dari putri  sulungnya Pak” Tegas tutut dengan menyisakan nada kecewa berat,
Sang ajudan  pun segera menjawab “Mohon tunggu sebentar Bu-tut” dan langsung
Tutut menutup  telpon.

Akhirnya ia memilih langsung telpon ke handphonenya pak Presiden.  Pak
Presiden mengangkat teleponnya.
“Selamat siang Bapak. Bagaimana Bapak  memberi saya nama, masa saya di Aceh
di panggil Cut Nya Tut. Sedangkan  sekretaris suami saya memanggil saya Bu
Ruk dan ajudan Bapak memanggil saya  Bu Tut.”
Bapak Presiden menjawab “Ya sudah, Biar Ken-Tut. bukan maksud mereka  begitu
kok”.

 

 

 

 

DI APOTIK

 

Oneng : Mpok, aye mo beli vitamin buat anak aye.

 

Apoteker : Vitamin A, B atau C, bu?

 

Oneng : Ape aje deh, anak aye blon ngerti hurup kok…!

 

——

 

ANTRI DI MESIN ATM

 

Bajuri : Ngeliatin ape lu, Neng?

 

Oneng (bisik2): Bang, aye tau PIN orang yang diri di depan kite. Hee, hee!

 

Bajuri : Nyang bener lu, emang berape nomer PINnye?

 

Oneng : Empat bintang…!

 

——-

 

Berita Duka

 

Oneng : (nangis) Mpook, tadi dokter nelpon katenye Nyak meninggal..

 

Mpok Minah : Maap.., saya ikut berduka cita mpok Oneng..

 

(Kriing..! Ada telp buat Oneng… habis terima telpon, Oneng semakin keras

nangisnya)

 

Mpok Minah : Maap, bukannya mau ikut campur…tapi kenapa mpok Oneng nangis

makin keras?

 

Oneng : Barusan adek Oneng nelpon, dia bilang Nyaknye meninggal juga…!!

 

Ada seorang Aceh dari  kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang
ada di penjara  Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh
Merdeka).
Bunyinya: “Hasan, bapakmu ini sudah  tua, sekarang sedang musim
tanam jagung, dan kamu ditahan di  penjara pula, siapa yang mau bantu
bapak mencangkul kebun jagung  ini?” Eh, anaknya membalas surat itu
beberapa minggu kemudian. “Demi  Allah, jangan cangkul itu kebun, saya
tanam senjata di  sana,” kata si anak dalam surat itu.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan
harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari
kota Medan.

Tanpa banyak bicara mereka segera  ke kebun jagung dan sibuk seharian
mencangkul tanah di kebun tersebut.  Setelah mereka pergi, kembali
si bapak tulis surat ke anaknya.

“Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton
tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa  hasil. Apa yang
harus bapak lakukan sekarang?” Si anak kembali membalas  surat tersebut,
“Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah  dicangkul sama tentara,
dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka.”
Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini BeTe  Bangeeetttt…!!!IMG_20111224_180801